
Tania telah di jemput oleh Han,dan kini ia berada di kantor Wiguna.Kedatangan Tania disambut ramah oleh semua orang,karena semua orang tahu,Tania adalah sepupu jauh Rangga.
Tok ! Tok !
"Masuk!"
Ceklek !
"Tuan,Nyonya Tania disni!"
"Suruh dia masuk!"
"Silahkan Nyonya,ada yang ingin anda minum?"
"Berikan satu botol mineral saja untuk ku!"
"Baik Nyonya"
Han pun berlalu dari hadapan Tania,dan Tania segera masuk ke dalam ruangan.Dari jauh,Tania melihat Rangga yang begitu fokus kepada laptop di depan nya.Ruangan nya cukup besar dan juga rapi.
Ini pertama kali Tania datang ke perusahaan Wiguna.Tania duduk di sofa,setelah Rangga menyelesaikan pekerjaan,dia lalu menghampiri Tania di sofa.
Rangga berjalan ke arah Tania,membuka kancing jas nya,lalu duduk di depan Tania,di sofa single.
"Apa yang ingin kamu bicarakan?"
"Ada hal penting,semalam Mama menelpon dan menanyakan kabar mu,tapi sayang nya kamu sudah tidur!"
"Eeemmm"tidak ada ekspresi lain,selain ekspresi datar dan dingin dari Tania.
"Aku ingin membuat kesepakatan antara kita berdua!"
"Kesepakatan apa lagi yang Tuan Rangga ingin 'kan dari saya!"Tania masih duduk dengan tenang,di depan Rangga.
"Mama menginginkan cucu,apa kamu menyetujui nya!"
"Gila ya kamu,bagaimana bisa aku melahirkan anak,tidak akan mungkin!"Tania langsung menolak nya.
"Dengar dulu,jangan langsung terobos kaya bajaj!"cibir Rangga,yang kini menatap Tania dengan tajam.
"Apa lagi!"tanya Tania malas.
__ADS_1
"Jika kamu bisa melahirkan anak untuk ku,aku janji akan membebaskan mu dari pernikahan ini!"
Mendengar ucapan Rangga membuat Tania mengerutkan dahi nya.
"Gila kamu,tidak akan mungkin,aku ingin menjadi model kelak,setelah bebas dari pernikahan ini,ada enam bulan lagi waktu masa kontrak itu habis bukan!"
"Kamu yakin bisa pergi setelah setahun perjanjian kita?"Rangga malah bertanya kepada Tania,padahal dia yang membuat janji itu.
"Kenapa tidak bisa,Anda yang membuat perjanjian itu,dan disana sudah tertulis,setelah satu tahun hubungan kita berdua telah berakhir!"tegas Tania,Rangga memijit pelipis nya yang tak sakit.
"Kau tidak akan mengerti.Kali ini keputusan ada pada Mama dan Papa,semalam Mama mengatakan tak akan membiarkan aku menceraikan mu,meskipun Aku memaksa dan keluar dari keluarga Wiguna,mama juga tidak akan setuju!" pungkas Rangga,Tania pun ikut bingung setelah mendengar pernyataan Rangga.
"Mama meminta cucu,selalu menekan kata-kata itu,kamu tahu Mama ku Tania,aku belum pernah melawan nya,belum pernah menolak perkataan nya,karena Mama saat ini sedang sakit,mereka di China bukan hanya membantu menjalankan bisnis Papa,tapi juga membawa mama berobat!"
Tania melihat Rangga yang saat ini seakan tidak percaya jika Pria yang di depan nya adalah Rangga yang dingin,cuek,judes serta kejam pada nya.
"Heeemmm"Tania menghela nafas nya,lalu ia kembali berpikir tentang apa yang di katakan Rangga.
"Tapi,jujur aku belum siap Rangga,saat ini usia ku masih sembilan belas tahun,dan aku benar-benar belum siap"karena saat ini Tania merasa ia belum jatuh cinta pada Rangga,dan Tania menolak untuk melahirkan anak untuk pria yang tidak ia cintai.
"Mengertilah Tania,kali ini demi Mama ku,dan aku janji apapun permintaan mu akan ku turuti,asal kau mau membantu ku!"
Ceklek !
"Maaf,Tuan.Aku membawa minuman untuk Anda dan Nyonya!"
Han masuk,meletakkan nampan di atas meja,lalu ia berpamitan kembali.
"Han,tunggu batalkan semua meeting hari ini"
"Baik Tuan"
Setelah Han pergi,ruangan Rangga hening beberapa menit.
"Ehem"Rangga berdehem,Tania menaikan satu alis nya.
"Kembali pada topik kita sebelum nya"
"Tidak Tuan Rangga,saya tidak bisa,kenapa kau tidak meminta Adelia untuk melahirkan anak untuk mu saja"pungkas Tania,
"Tania,asal kamu tau,jika Mama setuju saat ini yang duduk di depan ku bukan kamu tapi Adelia,jika Mama setuju orang yang mau ku nikahkan tentu saja Adelia bukan Kamu Tania.Oleh sebab itu,Karena Mama tidak setuju dengan Adelia,aku meminta mu untuk menjadi ibu dari anak ku!"
__ADS_1
"Tuan Rangga,kalau aku bisa memilih,aku menolak untuk melahirkan anak untuk Anda!"tegas Tania,lalu ia bangkit dari tempat duduk nya.
"Kita buat perjanjian,bagaimana ? Aku janji apapun permintaan mu,akan ku turuti,asal itu tidak membuat ku rugi!"
"Heeh,Anda memang tidak mau rugi sedikit pun!"tukas Tania,
"Aku bisa membantu perusahaan mu sampai ia bangkit kembali,dan lebih jaya lebih dulu lagi,dan aku akan mengijinkan mu wisuda,membantu mu menjadi model setelah kamu melahirkan anak ku bagaimana? aku bisa membantu mu menutupi pernikahan kita untuk membantu karir mu hingga sukses!"
Mendengar tawaran Rangga,Tania mengurungkan niat nya untuk pergi.
'Egois'batin Tania,entah kenapa saat ini Tania merasakan perasaan yang aneh kepada suami nya itu.
"Baiklah aku setuju!"Tania duduk kembali,"Tapi aku punya syarat,selain janji kamu itu!"
Rangga mengerutkan dahi nya,ingin sekali berkata kasar kepada Tania,namun ia sadar saat ini ia membutuhkan wanita itu.
"Katakan!"
"Aku mau wanita itu pergi dari villa,karena aku tidak akan nyaman bila dia ada disana,dan tidak mungkin aku bisa bersama dengan dia dalam satu atap"
"Tidak mungkin!"terlihat Rangga yang langsung menolak nya persyaratan dari Tania.
"Yasudah,terserah kamu.Aku tidak keberatan dengan pilihan mu!"Tania pun kembali berdiri.
"Oke,Aku menyetujui nya,Aku akan meminta Adelia untuk tinggal di apartemen!"
Ceklek !
"Kenapa harus di apartemen?"tanya Adelia yang baru saja tiba,dan membuat Tania serta Rangga,terkesiap dan menoleh bersama ke arah Adelia saat ada di ambang pintu.
Adelia melangkah masuk ke dalam ruangan Rangga,Pria itu segera berdiri menyadari Adelia datang ke perusahaan nya.
"Maaf Tuan Rangga,Nona Adelia memaksa untuk masuk ke ruangan anda!"terlihat Han,yang ngos-ngosan habis mengejar Adelia di lobi saat wanita itu memaksa untuk masuk.
"Kamu boleh pergi!"
Han sedikit menunduk,lalu pergi meninggalkan orang itu bertiga di dalam ruangan Rangga.
'Tuan ini salah Anda,anda yang memanjakan wanita ular ini'batin Han,melihat ke arah Adelia,sebelum ia pergi meninggalkan ruangan Rangga.
"Kenapa aku harus tinggal di apartemen,aku bisa tinggal bersama dengan kalian di villa!"ujar Adelia yang duduk di sofa,sementara Tania dan Rangga masih berdiri.
__ADS_1