Terikat Pernikahan Keluarga

Terikat Pernikahan Keluarga
Part 33


__ADS_3

Queen dan Tania, tiba di lantai di mana ruangan Rangga berada, tetapi Tania ragu untuk bertemu dengan Rangga, karena Rangga secara khusus menghindari Tania.


"Kenapa?" Queen bertanya, saat Tania tak ingin membuka pintu ruangan Rangga.


"Aku takut,"Tania menatap Queen dengan raut wajah yang cemas.


Akhirnya Queen, membuka pintu ruangan Rangga, dan benar saja pria itu saat ini sedang berada di dalam ruangan, mendengar pintu ruangan yang terbuka, Rangga menghentikan aktivitas nya.


"Queen, kamu datang? apa ada sesuatu?" tanya Rangga, saat tak melihat adanya Tania.


"Nyonya, ingin bertemu dengan Anda, Tuan." Tukas Queen, lalu menoleh ke belakang meminta Tania untuk masuk.


Tania, masuk ke dalam ruangan Rangga, pria ini menyempitkan mata nya melihat ke arah sang istri yang berdiri di depan pintu. Queen menutup kembali pintu ruangan tersebut, lalu berjalan ke arah sofa bersama dengan Tania.


"Mas Rangga, aku perlu bicara," ucap Tania yang berdiri di depan meja kerja Rangga, sementara Queen menunggu di sofa ruangan tersebut.

__ADS_1


"Queen, bisa tinggalkan kami berdua?" Queen, hanya tersenyum lalu pergi meninggalkan ruangan tesebut. Queen pergi untuk mencari Han.


Rangga bangkit dari tempat duduk nya berjalan ke arah sofa, Tania juga ikut duduk di sofa dimana Rangga berada. Rangga tak melihat ke arah Tania, barang hanya sebentar, tetapi Tania berharap Rangga tak membenci nya.


"Katakan, jangan membuang-buang waktu ku," ujar Rangga dingin, Tania masih memperhatikan suami yang duduk tak jauh dari nya.


"Kenapa mas Rangga enggak pulang? Apa aku membuat mas Rangga marah? atau sesuatu terjadi yang mungkin aku tidak tahu?" tanya Tania, karena memang Tania tak pernah tahu persoalan malam di acara perjamuan itu, kalau diri nya telah membuat Rangga salah paham.


Rangga langsung melihat ke arah Tania dengan tatapan yang tak biasa, sehingga membuat Tania sedikit menunduk.


"Mas, "


"Keluar," titah Rangga, Tania masih tak bergerak, karena Tania belum mendapatkan jawaban atas pertanyaan nya barusan.


"Keluar!" teriak Rangga, kali ini benar-benar membuat Tania terkejut, karena pria ini sampai berdiri dan berteriak di depan Tania.

__ADS_1


Tania bangkit dari tempat duduk nya, dan berusaha untuk meraih tangan Rangga, ya Tania telah jatuh cinta kepada suami nya itu, Tania juga tidak mengerti kenapa dia bisa jatuh cinta pada pria dingin dan kasar seperti Rangga, padahal pria itu tak pernah menganggap nya ada.


"Mas," Rangga menepis tangan Tania, di saat Tania berusaha untuk meraih tangan Rangga.


"Dulu, kita punya janji kalau seandainya kamu bisa melahirkan anak untuk ku, maka aku akan membebaskan kamu dari pernikahan ini, tetapi...." Rangga menggantungkan ucapan nya dan kini melihat ke arah Tania dengan lekat.


Rangga mencengkram ke dua bahu kecil Tania membuat Tania menahan sakit. "Tetapi, sekarang aku tak ingin lagi punya anak dari seorang wanita seperti mu, aku tidak sudi anak ku, di lahirkan oleh mu!" ucap Rangga tegas lalu melepaskan genggaman tangan nya di bahu Tania, serta mendorong wanita itu hingga terjatuh kembali ke sofa.


Rangga ingin pergi, tetapi Tania menghalangi nya lagi.


"Mas, apa yang salah? kenapa kamu mengatakan itu? kamu tahu aku tidak memiliki siapapun di sini selain kamu," ujar Tania yang kini berusaha meraih tangan Rangga, yang berdiri di depan pintu ruangan Rangga.


"Urusan kita berdua telah selesai," Imbuh Rangga, dan membuka pintu ruangan, ternyata di depan ruangan sudah ada Adelia.


Rangga langsung menarik tangan Adelia, dan membawanya pergi dari sana, Tania hanya bisa memandangi punggung Rangga yang berlalu pergi bersama dengan Adelia.

__ADS_1


__ADS_2