Terikat Pernikahan Keluarga

Terikat Pernikahan Keluarga
Kembali pulang


__ADS_3

Di depan villa,di dalam mobil,terlihat Rangga yang masih kesal,namun ia belum menyadari tangan Tania yang terluka.


"Bisa enggak,kamu sehari saja enggak bikin keributan?"Rangga menoleh ke arah Tania,yang baru saja turun dari taxi.


"Bisa!"sahut Tania secepat nya.Rangga menghela nafas berat nya lalu ia berjalan masuk,karena percuma berdebat dengan Tania,enggak akan ada habisnya.


Ceklek !


"Sayang kamu sudah pulang!"


Begitu pintu terbuka,Adelia langsung berlari ke arah Rangga dan memeluk pria itu.Tania yang sudah terbiasa dalam dua hari ini melihat dua orang itu,seperti nya ia bisa menerima nya,pada dasarnya Tania juga tidak pernah jatuh cinta kepada Rangga.Hanya saja,pernikahan itu terjadi karena keluarga mereka.


"Adelia,aku capek aku akan pergi ke kamar.Kamu sudah makan?"tanya Rangga kepada Adelia,


"Belum!"jawab nya dengan wajah cemberut,berharap Rangga akan menemani nya.


"Pergi minta Queen menyiapkan makan siang untuk mu,aku akan kembali ke kamar untuk membersihkan diri ku!"


"Tapi aku ingin kamu menemani ku!"


"Jangan membantah ku Adelia,aku tidak suka.Kamu harus nurut!"ujar Rangga,kemudian membelai kepala wanita yang di depan nya.


"Kalau kamu sudah mengatakan itu,aku akan pergi untuk makan"


Melihat Adelia pergi ke dapur mencari Queen,Rangga pun melenggang pergi ke kamar,dan ternyata Tania sudah lebih dulu pergi ke kamar.


Namun,Tania tidak berada di dalam kamar,ia berada di balkon,dengan kotak p3k bersama dengan nya.


Ceklek !


Pintu kamar terbuka,Tania buru-buru menyembunyikan kotak obat itu.Rangga langsung berjalan ke arah kamar mandi setelah meraih baju mandi yang ada di tempat jemuran yang ada di pinggir kamar mandi.


Tiba di dalam kamar mandi,Rangga melepaskan jas nya,baru lah ia melihat noda darah yang ada di kemeja putih nya itu.


"Darah!"gumam Rangga,dengan mata yang membulat,sembari memegang kemeja nya yang terkena noda darah.

__ADS_1


"Kenapa aku tidak mengetahui nya,apakah Adelia terluka?"gumam Rangga,lalu pergi keluar dari kamar mandi,dengan langkah yang terburu,Rangga menuruni tangga,dalam keadaan tidak memakai baju,karena kemeja sudah ia lepaskan .


"Adelia!"teriak Rangga,begitu tiba di lantai dasar.


"Nona Adelia ada di ruang makan Tuan"tukas Queen yang kebetulan ada di sana,sedang membersihkan lantai.


Rangga segera pergi mencari Adelia di ruang makan,dan benar saja Adelia sedang menikmati makan siang nya dengan lahap.


"Ada apa?"tanya Adelia saat Rangga memegang ke dua bahu nya,dan melihat tubuh Adelia yang terluka,


"Apa kamu terluka saat kejadian tadi?"


"Tidak,aku baik-baik saja,pengemar tdiak menyakiti ku,apalagi ada Security yang membantu ku.Namun,aku melihat Tania terjatuh,karena beberapa penggemar sempat mendorong nya hingga ia terjatuh.Kasian Tania,dia masih kecil jadi belum mengerti akan hal itu"pungkas Adelia dengan raut wajah yang prihatin.


"Kamu tidak perlu khawatir,Tania sudah berusia 19 tahun,ia sudah dewasa.Kamu lanjut makan,aku akan mandi!"


Rangga pun pergi meninggalkan Adelia di rumah makan.


Di depan kamar nya,Rangga beberapa kali menghela nafas nya.


Padahal,yang terluka adalah istri nya.Pintu kamar kembali terbuka,Tania sudah membersihkan luka nya,ia juga sedang berusaha membalut telapak tangan yang terluka itu.


Rangga memegang tangan Tania yang satu,tangan yang berusaha membalut luka nya itu,saat menyadari seseorang memegang tangan nya,Tania langsung menoleh.


"Biar aku saja"pinta Rangga,yang langsung duduk di depan Tania,di balkon.Tidak menunggu jawaban Tania,Rangga sudah lebih dulu mengambil alih perban yang ada di tangan istri nya.


Rangga langsung membalut nya dengan rapi,Tania hanya menatap sekilas pria yang duduk di depan nya,lalu ia fokus melihat luka nya di balut oleh Rangga.


"Sudah.Dimana lagi yang terluka? sudah besar tapi tidak bisa menjaga diri!"gerutu Rangga yang sedang memarahi Tania,namun kali ini suara nya terdengar begitu lembut dari biasa nya.


"Sudah,yang lain hanya tergores!"jawab Tania menarik tangan nya kembali.Rangga melihat lutut Tania yang luka,karena ia memakai dress selutut,Rangga langsung menarik ke dua kaki Tania,dan meletakkan nya diatas paha.


"Tidak usah!"Tania melarang nya,namun tatapan Rangga lebih menakut 'kan dari rasa sakit itu.Akhirnya Tania pasrah,dan membiarkan Rangga mengobati nya.


Begitu selesai Rangga langsung berdiri,

__ADS_1


"Jangan sampai luka mu terkena air,kalau enggak itu bisa meradang!"tegas Rangga,yang pergi meninggalkan Tania di balkon,ia pun kembali melanjutkan mandi yang sempat tertunda.


"Kalau enggak boleh kena air bagaimana aku bisa mandi? aneh memang dia!"gumam Tania,lalu menyimpan kotak obat di lemari,ia juga kembali ke kamar.


Karena merasa lelah,Tania pun berbaring di sofa yang ada di kamar nya itu.


"Melelahkan,tapi bagaimana keadaan Rayhan,semoga saja Rangga tidak membuat Rayhan dalam masalah!"Tania berbaring di sofa.


Beberapa menit kemudian. . .


Rangga keluar dari kamar mandi dengan baju mandi,yang bagian dada di biarkan terbuka,tali nya hanya terikat begitu longgar,lalu ia berjalan ke arah lemari.


Sebelum Rangga membuka lemari,ia lebih dulu melirik ke arah sofa,dimana Tania sedang tertidur.


"Anak ini,bisa-bisa nya tertidur di sofa"ngomel Rangga,dengan tangan yang sedang mengeringkan rambut nya,lalu ia meletakkan handuk itu di leher,dan berjalan menghampiri Tania di sofa.


"Kenapa harus tidur disini,kalau jatuh bagaimana?"Rangga masih mengomeli Tania,padahal orang yang diomelin sedang di alam mimpi.


"Tania bangun,tidur di atas ranjang,jangan disini,kamu bisa jatuh!"


Namun,Tania tidak menggubris nya karena ia sedang berada di alam mimpi.Lama menunggu tidak ada jawaban dari Tania,Rangga pun menyerah,dan ingin mengangkat tubuh tania.


Rangga sedikit membungkuk,tangan yang satu nya memegang punggung Tania,dan yang satu memegang kaki nya.Baru saja mengatur posisi yang bagus,untuk mengendong Tania ke ranjang.Tania sudah menggeliat,dan membuka mata nya seketika.


Ke dua nya saling tatap satu sama lain begitu dekat,untuk pertama kali ke dua mata itu bertemu,posisi Rangga baru saja selesai mandi,dan baju mandi nya tidak menutup tubuh nya dengan benar,sehingga membuat Tania berpikir berlebihan.


"Apa mau mu,lepaskan aku!"


Karena Tania berteriak,Rangga pun segera melepaskan tubuh Tania yang belum sempat di gendong nya.


Tok ! Tok !Tok !


"Sayang!"


Ke dua nya terperanjat saat mendengar suara Adelia yang memanggil Rangga,dan itu berhasil membuat ke dua nya panik.

__ADS_1


__ADS_2