Terikat Pernikahan Keluarga

Terikat Pernikahan Keluarga
Part 30


__ADS_3

Semua para tamu yang hadir pada acara tersebut, telah berkumpul di sebuah aula yang cukup besar. Sebelumya, mereka semua di pisahkan dengan tamu yang VIP, tetapi saat ini semua nya telah berada dalam satu ruangan.


Adelia, yang sejak tadi mencari keberadaan Rangga, tak sengaja melihat Rangga yang sedang mengobrol dengan rekan bisnis nya, tentu saja di sebelah Rangga ada Tania.


"Rangga, " panggil Adelia, pria ini langsung menoleh, dan terlihat cemas. Rangga, cemas jika Adelia akan membocorkan status dia kepada rekan bisnis nya. Karena mereka berdua masih berpacaran. Hanya saja, beberapa hari terakhir ini Rangga, mulai menjaga jarak dengan Adelia.


Rangga mencari Han, untuk meminta bantuan Han, agar Han membawa Adelia pergi dari tempat tersebut.


"Kamu mau makan? ayo aku temani," ajak Rangga, agar setelah itu Rangga bisa menemui Adelia.


Rangga menyuruh Adelia untuk duduk di meja yang sudah di sediakan, sementara Rangga pergi untuk menyapa kolega nya yang tadi tidak bertemu di ruang VIP.


Beberapa pelayan menghampiri meja Tania, dan membawa nampan berisi gelas minuman ke arah meja Tania, lalu meletakkan nya disana.


"Terimakasih," ucap Tania, dengan ramah. Pelayan itu pun segera pergi menghampiri meja yang lain.


Banyak sekali menu hidangan yang ada disana, dan semua sesuai dengan selera Tania, hanya satu yang tidak Tania sukai, yaitu Udang masak kuning.


Merasa perut nya yang lapar, tanpa menunggu Rangga, Tania pun mulai mencicipi hidangan yang ada di atas meja.


Sesekali Tania, melirik ke arah Rangga yang sedang berbicara dengan kolega nya, entah apa yang pria itu bahas, seakan-akan tidak ada habis nya.


Tania, menikmati hidangan yang ada di atas meja nya, bahkan ia lebih menikmati hidangan dari pada acara yang membosankan itu.


Baru beberapa menit makanan itu masuk ke dalam perut Tania, ia merasa sedikit mual dan ingin muntah. Tania langsung berdiri, dan ingin mencari toilet.


Prang!


Tanpa sengaja Tania, menabrak pelayan, sehingga minuman tumpah dan membasahi gaun yang di kenakan Tania.

__ADS_1


"Ma-maaf, Nona. Saya tidak sengaja, " ucap pelayan wanita tersebut sembari menundukkan kepala nya.


"Tidak apa-apa. Maaf, toilet di sebelah mana ya?" tanya Tania, kemudian. Pelayan itu pun menunjukkan arah toilet kepada Tania, dan Tania segera pergi meninggalkan pelayan tersebut menuju toilet.


Baru saja tiba di depan toilet, Tania merasa kepala nya yang pusing, dan sedikit mual, Tania juga merasa kalau koridor tempat tersebut sedikit berputar.


"Kamu enggak apa-apa, Tania?" tanya seseorang yang memegang ke dua bahu Tania, saat wanita ini hampir jatuh, terjatuh yang menolong Tania barusan adalah Rayhan.


"Rayhan, aku tidak apa -apa!"ucap Tania, yang berusaha untuk berdiri dengan benar. Namun, lagi-lagi tubuh Tania, merasa tidak mampu menahan tubuh nya sehingga hampir membuat ia terjatuh kembali.


"Seperti nya kamu butuh tempat untuk beristirahat, ayo aku bantu antar kamu ke ruangan tamu, kamu bisa beristirahat disana," ujar Rayhan, yang membantu Tania. Padahal Tania, sudah berusaha untuk menolak nya, tetapi Rayhan terus saja memaksa Tania, dan mengantar wanita itu ke kamar tamu.


Tiba di depan kamar tamu, Rayhan langsung membuka pintu kamar tersebut, dan tanpa mereka sadari seseorang sedang mengambil gambar mereka dan orang itu adalah Adelia.


"Momen yang cukup langka," ucap Adelia, dengan smirk di wajah nya. Setelah mendapat foto Tania, dan Rayhan. Adelia langsung pergi meninggalkan tempat tersebut dan mencari keberadaan Rangga.


Tak lama setelah Adelia pergi, Rani datang ke kamar yang sudah di kabari Rayhan.


"Kakak, tolong jaga Tania, aku akan memanggil Tuan Rangga,"


"Eemm, cepat lah kembali."


Rayhan hanya membalas dengan anggukan ucapan sang Kakak, ia pun berlalu dari tempat tersebut. Sementara, Rani langsung membawa Tania masuk ke dalam kamar tersebut.


Baru saja Rani menutup pintu kamar, Tania sudah pingsan lebih dulu, tanpa menunggu waktu lama lagi, Rani langsung memapah tubuh Tania, dan membawa nya ke kasur yang ada di dalam kamar tersebut.


Rani, dengan hati - hati membaringkan tubuh Tania di atas kasur, dan setelah mengetahui gaun yang di kenakan Tania basah, Rani berniat untuk menggantikan gaun Tania, agar tidak masuk angin.


"Biasanya, di dalam kamar ini tersedia baju ganti" gumam Rani, tetapi dugaan Rani kali ini meleset, hanya ada baju mandi dan handuk disana.

__ADS_1


Rani, menghubungi seseorang meminta untuk di bawakan baju ganti untuk Rani, karena ia harus menggantikan baju Tania yang basah, dan itu wangi nya seperti bau wine.


Sembari menunggu pelayan yang membawa baju untuk Tania, Rani langsung membuka gaun Tania, dan menggantikan nya dengan baju mandi, setelah itu ponsel Rani bergetar, seseorang menghubungi Rani.


"Hallo,"


[Nona, muda. Proposal yang Anda minta ada di depan, penjaga tidak memperbolehkan saya untuk masuk!] itu adalah asisten Rani, datang untuk mengantar proposal milik Rani yang tertinggal.


Setelah mengirim pesan untuk Rayhan, agar segera membawa Rangga ke kamar tamu, Rani pun pergi meninggalkan Tania sendiri di sana.


Di tempat lain, Rangga yang kebingungan mencari keberadaan Tania, bertemu dengan Adelia.


"Ada apa? " tanya Adelia, yang pura-pura bertanya kepada Rangga.


"Aku mencari Tania, seperti nya tadi dia disini," tukas Rangga, yang tak memperhatikan Adelia yang berdiri di depan nya.


"Aku melihat keponakan kamu bersama dengan Rayhan, kenapa kamu harus cemas, bukan kah, Tania sudah dewasa, biarkan Meraka pacaran" ujar Adelia. Yang langsung memeluk lengan Rangga dengan manja.


"Adelia, lepas. Banyak klien ku disini, " Rangga berusaha melepaskan tangan Adelia, di lengan nya.


"Dimana kamu melihat Tania?" tanya Rangga, langsung mencengkram tangan Adelia, membuat Adelia membulatkan mata nya.


'Oh, yan. Adelia 'kan belum tahu kalau Tania istri, ku.' batin Rangga, yang langsung melepaskan tangan Adelia.


"Aku melihat nya di kamar tamu, bersama dengan Rayhan, ini tadi aku sempat mengambil foto mereka, kalau kamu nanti enggak percaya, sekarang 'kan kamu sulit percaya sama aku, " ujar Adelia, dengan raut wajah nya yang sendu.


"Aku minta maaf, bukan aku tidak percaya, tapi...." Rangga, mengantungkan ucapan nya.


"Yasudah, aku pun tidak mempermasalahkan itu lagi, ayo kita liat Tania, bagaimana pun Tania 'kan keponakan kamu,"

__ADS_1


Rangga, hanya menurut saja apa yang di katakan Adelia, dan segera mengikuti Adelia menuju kamar dimana Tania berada. Adelia tersenyum smirk, yang merasa kalau rencana nya sudah berhasil, untuk memisahkan Tania dan Rangga.


Sementara, Rangga dan Adelia pergi, Rayhan pun tiba di tempat tersebut mencari keberadaan Rangga. Namun, bukan nya menemukan Rangga, justru Rayhan hanya melihat Han, saja disana.


__ADS_2