
Adelia melangkah masuk ke dalam ruangan Rangga,Pria itu segera berdiri menyadari Adelia datang ke perusahaan nya.
"Maaf Tuan Rangga,Nona Adelia memaksa untuk masuk ke ruangan anda!"terlihat Han,yang ngos-ngosan habis mengejar Adelia di lobi saat wanita itu memaksa untuk masuk.
"Kamu boleh pergi!"
Han sedikit menunduk,lalu pergi meninggalkan orang itu bertiga di dalam ruangan Rangga.
'Tuan ini salah Anda,anda yang memanjakan wanita ular ini'batin Han,melihat ke arah Adelia,sebelum ia pergi meninggalkan ruangan Rangga.
"Kenapa aku harus tinggal di apartemen,aku bisa tinggal bersama dengan kalian di villa!"ujar Adelia yang duduk di sofa,sementara Tania dan Rangga masih berdiri.
Rangga pun mencari alasan yang tepat untuk Adelia,agar wanita ini percaya.
"Mama ku akan kembali ke sini dalam Minggu ini Adelia,aku meminta kamu untuk mengerti posisi ku,aku sengaja mengundang Tania ke sini untuk meminta bantuan Tania berbicara dengan mu!"
"Tante akan kembali dari China?"
"Benar,jadi untuk sementara kamu harus pindah ke apartemen,aku janji aku akan sering-sering datang untuk melihat mu disana!"
"Baiklah,tapi aku ingin di lengkapi dengan fasilitas yang bagus,serta harus ada pelayan,aku tidak ingin memaksa Rangga!"kini Adelia duduk di sebelah Rangga,dan menyenderkan kepala nya di lengan Rangga.
Tania melihat nya dengan malas,tidak ada perasaan sakit atau cemburu dalam diri Tania,saat melihat suami nya bersama dengan wanita lain,karena memang Tania belum jatuh cinta pada Rangga.
Apalagi Rangga,selama ini selalu bersikap dingin dan sedikit kasar pada nya.
"Rangga,ini sudah jam makan siang,ayo kita pergi makan siang!"ajak Adelia dengan manja,
"Bagaimana dengan Tania?"tanya Rangga,
"Tania bisa langsung pulang,atau suruh Han,segera untuk mengantar nya pulang!"
"Tidak apa-apa,aku bisa naik taxi!"
Kebetulan,Tania mengambil uang pada Queen,yang di berikan oleh Rangga.
"Tuh,dia saja tidak apa-apa,ayo kita pergi!"
Rangga pun segera pergi meninggalkan ruangan nya bersama dengan Adelia.Sementara Tania juga ikut pergi meninggalkan ruangan tersebut.
Di depan perusahaan Wiguna,Tania sedang menunggu taxi,namun sebuah mobil,berhenti tepat di depan Tania.
__ADS_1
Ckkiittt!
Orang itu menurunkan kaca mobil nya,lalu ia mengeluarkan sedikit kepala nya.
"Tania!"panggil pria itu,Tania langsung menoleh.
"Rayhan!"Tania menghampiri Rayhan, Tania tidak memikirkan Rangga,saat ini mereka berdua sama-sama sedang bersama dengan orang lain,dan itu membuat Tania berpikir kalau itu adalah perbuatan setimpal.
"Mau pulang? ayo aku antar!"
"Terimakasih!"Tania pun segera masuk ke dalam mobil,tanpa menolak ajak 'kan Rayhan.
Dalam perjalanan,kedua nya terlihat canggung apalagi setelah kejadian beberapa hari lalu sehingga Tania merasa sedikit bersalah dengan Rayhan.
"Rayhan,maaf soal kejadian di mall beberapa hari lalu,gara-gara aku kamu jadi terluka!"
"Tidak masalah"jawab Rayhan,sembari tersenyum kepada Tania yang duduk di samping nya.
Rayhan pun mengikuti petunjuk arah yang di berikan oleh Tania kepada diri nya.Tiba di depan sebuah villa mewah yang ada di Bali,Rayhan segera menghentikan mobil nya.
"Kamu tinggal disini?"
"Iya!"
"Tidak masalah,aku masuk dulu,terimakasih sudah mengantar aku sampai ke villa!"
"Tania tunggu!"
Rayhan memegang tangan Tania,menghentikan wanita itu yang hendak turun dari mobil.
"Ada apa?"
"Maaf!"Rayhan segera melepaskan tangan Tania,
"Apa kamu bahagia dengan pernikahan itu?"
Pertanyaan Rayhan,membuat Tania tersenyum.
"Aku bahagia,nyata nya aku cukup sehat bukan?"
"Tubuh mu sehat,apa hati mu juga sehat?"
__ADS_1
Deg!
Pertanyaan macam apa itu,kenapa tiba-tiba Tania merasa sedikit kecewa dengan pertanyaan itu.
"Tania,aku tahu kamu tidak pernah mencintai Rangga,kalian menikah karena di jodohkan,dan kamu terpaksa menerima nya.Tapi,saat ini Papa mu telah tiada,bagaimana nasib mu ke depan nya,apa pria itu akan selalu berada di sisi mu ? sedangkan saat ini saja aku melihat dia membawa pacar nya kembali ke rumah.Tania,aku mengenali Rangga sejak dulu,keluarga kami memiliki kontrak kerja sama dengan keluarga Wiguna.Namun,sebelum ia memimpin Wiguna,dulu Rangga tinggal di Inggris membuka perusahaan cabang disana,dia membuka cabang bisnis entertainment semua itu demi mewujudkan impian Adelia kekasih nya itu.Apa kamu tidak masalah suami mu berhubungan dengan wanita lain?"
Tania terdiam,apa yang di katakan Rayhan ada benar nya.Bagaimana nasib ku jika ke depan nya Rangga mencampakkan dia,dan kembali menikah dengan Adelia.
"Rayhan,aku sudah memikirkan itu,aku akan memikirkan nya nanti,aku harus turun!"
"Minggu depan wisuda di universitas,apa kamu tidak ikut?"
"Aku ikut,aku telah meminta Rangga untuk mengurus nya!"
"Baiklah,sampai bertemu Minggu depan "
"Bye..Bye!"
Tania segera turun dari mobil Rayhan,begitu juga dengan Rayhan,setelah Tania turun ia pun memutarkan arah mobil nya.
Tiba di dalam kamar,Tania menyimpan tas milik nya,lalu ia duduk di atas ranjang.Memikirkan ucapan Rayhan tadi,dan itu membuat Tania sedikit goyah dari pertahanan nya.
"Eeemmm,apa yang harus ku lakukan,aku baru saja menyetujui untuk melahirkan anak untuk pria itu,dan sekarang aku dilema!"gumam Tania yang kini mengacak-ngacak rambut nya.
Ceklek !
Pintu kamar terbuka,Tania langsung menoleh,ternyata Rangga telah pulang.
"Aku akan mengantar Adelia ke apartemen nya,aku akan pulang sedikit terlambat,kamu bisa tidur lebih dulu.Satu lagi,aku sudah meminta Han,untuk mengatur jadwal wisuda mu,serta semua biaya nya sudah aku bereskan,tinggal kamu saja harus tepati janji mu!"tegas Rangga,wajah Tania merona.
Sampai Rangga sudah kembali pergi,Tania tidak bergeming,ia masih memikirkan kesepakatan nya dengan Rangga.Dan perkataan Rayhan membuat ia dilema.
Setelah stres hampir satu jam lebih,baru lah Tania turun dari ranjang,menuju ke kamar mandi,membersihkan diri nya,lalu ia berganti pakaian,dengan memakai jubah tidur selutut,ia langsung naik ke atas ranjang,entah otak Tania sedang korslet atau memang ia tidak menyadari nya.
Baru saja tubuh nya menyentuh kasur,kepala nya menyentuh batal,Tania sudah terlelap dalam tidur nya.
Jarum jam terus bergerak,sehingga kini jarum jam terlihat pada pukul 01:00 pagi.Ranjang di sebelah Tania masih kosong,sang empunya belum pulang,entah apa yang terjadi sehingga Rangga pulang terlambat.
Tap...
Tap...
__ADS_1
Rangga,menaiki anak tangga terkahir villa nya,kini dia sudah tiba di lantai atas.
"Sial,biasanya sebotol wine tidak membuat aku mabuk,namun hanya minum beberapa gelas di tempat Adelia membuat ku mabuk,untung saja aku bisa segera pulang!"gumam Rangga yang berjalan sempoyongan ke arah kamar.