
Ting Tong !
Suara bel pintu apartemen Adelia, mengejutkan Adelia ataupun Rangga, ke dua nya saling pandang satu sama lain.
"Kamu memesan makanan?" tanya Rangga, Adelia menggelengkan kepala nya. Rangga dan Adelia bergegas untuk melihat siapa yang datang di jam segini, Rangga tak melihat ponsel nya sejak tadi siang di saat dia bersama dengan Adelia.
Ceklek!
"Leo," gumam Rangga, yang terkejut saat dia membuka pintu apartemen Leo sudah berdiri di depan pintu apartemen Adelia.
Dugh!
Duack!
Dua pukulan mendarat di wajah tampan Rangga, pria ini tak sempat mengelak saat Leo, memukulnya.
"Leo, lepas! kenapa kau memukul Rangga?" Adelia ingin memisahkan Leo dari Rangga, tetapi sialnya malah Adelia jadi sasaran Leo.
__ADS_1
"Kau masih tidak mau menyerah? aku sudah mengingatkan mu sejak dulu, jauhi Rangga, apa kau tuli, hahh!" pekik Leo, yang mencengkram kuat lengan Adelia, Leo memang tak bisa menahan amarah nya di depan Adelia.
Rangga yang melihat Leo menyakiti Adelia, pria ini segera bangkit dan menarik bahu Leo, satu pukulan mendarat di wajah sangar Leo.
Dugh!
"Kenapa kau menyakiti nya, apa masalah mu?" Rangga mencengkram kuat kerja kemeja Leo, Adelia bersembunyi di balik tubuh Rangga dengan menampilkan wajah sok polosnya di depan Leo yang membuat Leo geram.
"Sini kamu, apa kau tidak bosan berpura-pura?" Leo, ingin meraih Adelia yang berdiri di belakang Rangga, tetapi Rangga langsung memukul pria itu hingga terjatuh.
Dugh!
Dugh!
"Kau hanya saudara sepupu, kau tidak punya hak untuk mengatur hidup ku, bangsat!" teriak Rangga, yang kini memeluk pinggang Adelia, wanita ini pandai bersandiwara di depan Rangga, sehingga Rangga iba dan kasian dengan nya.
Rangga membawa Adelia menuju kamar, dan menyuruh nya untuk beristirahat, karena Rangga tahu tujuan Leo datang adalah membawa nya untuk pulang.
__ADS_1
"Kamu istirahat lah, aku akan kembali ke villa, aku akan melihat mu besok lagi," tukas Rangga menenangkan Adelia.
"Jangan tinggalkan aku, aku takut sendiri," ucap Adelia yang memeluk lengan Rangga. Pria ini mengusap lembut pucuk kepala Adelia, dan langsung berdiri.
"Ini demi kebaikan kita ke depan, aku harus kembali, aku takut Leo akan menghubungi mama, dan kamu bisa dalam masalah, jika mama tahu hubungan kita saat ini," ujar Rangga, setelah mengatakan itu, Rangga keluar dari kamar Adelia, dan pergi menemui Leo, yang sudah lebih dulu pergi ke tempat parkir.
Leo berdiri di samping mobil nya, sembari mengusap sudut bibirnya yang terluka akibat ulah Rangga.
"Ku pikir kau tidak akan meninggalkan ****** itu, " cibir Leo, Rangga langsung menatap marah kepada Leo, pria ini meminta kunci mobil kepada Rangga karena dia akan menyetir. Ternyata Leo telah mengirim kembali mobil nya ke villa, agar dia bisa kembali dengan mobil Rangga.
Blam!
Rangga membanting pintu mobil, setelah dia masuk ke dalam mobil. Leo hanya tersenyum melihat sikap marah Rangga, karena ulah nya. Leo segera masuk ke dalam mobil, dan mengambil alih kemudi.
Selama perjalanan pulang, baik Rangga ataupun Leo, keduanya sama-sama terdiam, tak ada yang bersuara meksipun hanya sekedar bertanya.
Ternyata Shanti sudah menghubungi Leo, sejak dari tadi, tetapi Leo tak melihat ponsel nya.
__ADS_1
"Dimana ponsel mu? ibu mu sejak dari tadi menghubungi ku, mungkin dia juga menghubungi mu," Leo memberitahu Rangga akan hal itu, karena saat ini Leo melihat layar ponsel yang menampilkan panggilan dari ibu Rangga.