
Tania masih mematung di tempat, sembari menatap punggung Rangga yang sudah berlalu pergi meninggalkan nya.
"Nyonya," Queen memanggil, saat melihat Tania yang berdiri di ambang pintu ruangan Rangga. Queen tak melihat ada nya Rangga di dalam ruangan.
Tania, tak menjawab panggilan Queen, tetapi sebaliknya Tania segera pergi meninggalkan ruangan tersebut, begitu juga dengan Queen.
Tiba Tania dan Queen di lobi, dia melihat Han yang berada di lobi, Han langsung menghampiri Tania dan juga Queen.
"Nyonya, Anda mau pulang? perlu saya antar?" Han, bersikap ramah di depan Tania, karena apapun yang Han lakukan semua itu atas perintah Santi ibu dari Rangga.
"Tidak perlu, Tuan Han hari ini Nyonya pulang dengan saya,"tukas Queen, Han hanya mengangguk saja, karena memang Queen yang membawa Tania ke kantor, tentu saja mereka pergi dengan mobil Rangga, dan tidak menggunakan taxi.
Bugh!
Tania terjatuh, tepat di depan pintu lobi, membuat Queen dan Han panik, bahkan beberapa pegawai lainnya juga ikut melihat dan terlihat mereka berbisik - bisik saat melihat Tania yang terjatuh di lantai.
__ADS_1
"Nyonya, bangun. Apa yang terjadi?" Queen, menepuk pelan pipi Tania, tapi tidak ada respon dari wanita itu.
Seseorang bergegas menghampiri Queen dan Han, pria itu langsung menggendong Tania, dan menyuruh Han untuk mengambil mobil di parkiran. Ternyata itu adalah Leo, saudara sepupu nya Han, yang baru saja tiba dari Jepang.
Leo, adalah saudara jauh Han, yang tinggal bersama dengan orang tua Han di Jepang, semenjak orang tua Leo meninggal orang tua Han mengambil tanggung jawab untuk membesarkan Leo.
Begitu mobil tiba, Leo segera membawa masuk tubuh Tania ke dalam mobil, dan Queen duduk di kursi di samping kemudi, sedangkan Leo memangku tubuh Tania yang masih belum sadarkan diri.
"Ke klinik terdekat saja,"ujar Leo,
Han dan Queen nampak cemas, karena melihat Tania yang belum siuman.Terlebih lagi saat ini Leo ada di Indonesia, tentu saja akan membuat Rangga dalam masalah jika Leo mengetahui jika Rangga bersama dengan Adelia.
Mobil Han berhenti waktu lampu merah menyala, tak sengaja Leo melihat Rangga bersama dengan Adelia yang baru saja keluar dari sebuah restoran, dan Rangga membawa Adelia masuk ke dalam mobil, Adelia memeluk lengan Rangga dengan begitu mesra.
"Dimana Rangga?" tanya Leo, dingin. Han melirik ke arah Queen, wanita ini hanya diam saja.
__ADS_1
"Tuan Rangga ada meeting, tadi meminta saya untuk mengantar Nyong pulang, tetapi tiba-tiba Nyonya pingsan," ujar Han, yang berbohong. Bagaimana pun Han bekerja untuk Rangga, tidak mungkin menempatkan Bos nya dalam masalah.
"Hubungi dia, dan suruh dia ke klinik yang kita datangi, jangan sampai dia terlambat!" ucap Leo dengan tegas, Han hanya mengangguk lalu melanjutkan perjalanan nya menuju klinik.
Han, sudah menghubungi Rangga berulang kali, tetapi panggilan tidak tersambung, bahkan Rangga mematikan panggilan dari Han.
Sampai mereka tiba di klinik, Leo segera membawa Tania menuju ruangan pemeriksaan. Kebetulan dokter yang bertugas di klinik tersebut adalah dokter pribadi keluarga Adipati Wiguna.
Leo, membaringkan tubuh Tania di atas brankar, terlihat Tania yang begitu kurus dan bahkan akhir - akhir ini dia sering kali melupakan untuk makan siang atau pun sarapan pagi.
Di tempat lain, Adelia melihat panggilan masuk dari ponsel Rangga, dan segera mematikan panggilan tersebut. Karena, Adelia tak ingin siapapun mengganggu kencan mereka berdua.
"Bagaimana Han?" tanya Leo, yang kini menghampiri Han di koridor klinik, pria ini terlihat gugup, karena tidak memiliki jawaban untuk pertanyaan Han barusan.
Tinggalkan like dan koment setelah membaca nya 😘
__ADS_1