
Rangga sedikit membungkuk,tangan yang satu nya memegang punggung Tania,dan yang satu memegang kaki nya.Baru saja mengatur posisi yang bagus,untuk mengendong Tania ke ranjang.Tania sudah menggeliat,dan membuka mata nya seketika.
Ke dua nya saling tatap satu sama lain begitu dekat,untuk pertama kali ke dua mata itu bertemu,posisi Rangga baru saja selesai mandi,dan baju mandi nya tidak menutup tubuh nya dengan benar,sehingga membuat Tania berpikir berlebihan.
"Apa mau mu,lepaskan aku!"
Karena Tania berteriak,Rangga pun segera melepaskan tubuh Tania yang belum sempat di gendong nya.
Tok ! Tok !Tok !
"Sayang!"
Ke dua nya terperanjat saat mendengar suara Adelia yang memanggil Rangga,dan itu berhasil membuat ke dua nya panik.
"Adelia disini!"Rangga langsung panik,dan berdiri membenarkan baju mandi nya.
"Jangan sampai Adelia mengetahui kau berada di kamar ku,aku tidak ingin dia salah paham!"Rangga menarik tangan Tania,dan berusaha untuk menyembunyikan Tania.
Tania hanya menatap pria yang berstatus suami nya.Namun,sedang menyembunyikan diri nya dari kekasih,harus nya Tania yang marah karena Tania istri sah Rangga.Kenapa malah Tania yang harus bersembunyi.
"Tunggu,Rangga apa yang kau lakukan? kau menyakiti tangan ku"setelah mendengar ucapan Tania,baru lah Rangga melepaskan tangan Tania.
"Bersembunyi dulu,jangan biarkan Adelia melihat mu disini,aku akan mengatasi nya!"
Tania pun menurut saja,dan dia segera berlari ke kamar mandi.Setelah melihat Tania bersembunyi di kamar mandi,Rangga berjalan ke arah pintu kamar.
Ceklek !
"Kenapa lama sekali membuka pintu!"
Rangga menahan Adelia yang ingin masuk ke kamar nya."Ada apa Adelia,katakan!"
"Aku mau makan di luar malam ini,bisa kah kau membawa ku untuk makan malam?"
"Eemmm,jangan malam ini ya,aku masih sangat capek,bagaimana besok malam saja!"
"Mau nya malam ini,kalau kamu enggak bisa pergi,aku bisa pergi sendiri!"
Rangga pun menuruti keinginan Adelia.
"Kemana kita akan pergi?"tanya Rangga,
"Makan malam di luar saja,di tempat yang paling romantis!"
"Bukan kah,kehadiran mu disini sudah di ketahui wartawan,tidak baik pergi saat ini,Adelia tolong lah mengerti aku khawatir akan keselamatan mu!"
Akhirnya Rangga kembali membujuk Adelia,agar ia mengurungkan niat nya untuk pergi keluar dari Villa.
"Baiklah Rangga,ayo kita turun ke bawah untuk makan malam!"
"Tunggu aku di bawah,aku akan memakai kaos dulu"
__ADS_1
"Baiklah,cepat turun.Sekalian ajak sepupu mu,apa aku perlu memanggil nya?"
Adelia berjalan ke arah kamar sebelah,
"Tidak perlu,jam segini dia lagi teleponan sama pacar nya,jangan ganggu dia"Rangga terpaksa berbohong agar Adelia tidak mencari Tania.
"Oh,baiklah,cepat turun ya.Aku pergi dulu!"
"Eeemm"Adelia langsung pergi,Rangga kembali ke kamar,dan mengganti 'kan baju nya.
"Tania ayo turun untuk makan malam!"
"Iya!"sahut Tania darti dalam kamar mandi.
Setelah Rangga berpakaian,dan Tania keluar dari kamar mandi,ke dua nya turun ke bawah untuk makan malam.
Tiba di meja makan,Adelia melihat ke arah tangan Tania.
"Kenapa dengan tangan mu?"
"Ini kecelakaan di mall tadi pagi!"
"Maafkan Aku Tania,gara-gara aku,kamu jadi terluka!"Adelia langsung memasang wajah sedih nya dan merasa bersalah.
"Kamu tidak perlu meminta maaf,kamu tidak salah.Dia saja tidak bisa menjaga dirinya!"sambung Rangga,Tania tersenyum kecut mendengar ucapan Rangga.
Mereka langsung makan malam bersama,seperti biasa Adelia membantu mengambil nasi untuk Rangga,dia melayani pria itu dengan baik.
Setelah selesai makan,Rangga berjalan ke arah ruang tamu,dengan laptop di tangan.Tania membantu Queen membereskan meja.
"Biar Aku bantu!"seru Adelia mengambil mangkuk sayur di tangan Tania,
"Tidak usah,aku bisa sendiri!"
"Enggak,apa-apa aku hanya tamu,sudah seharusnya aku membantu!"
Tania pun membiarkan Adelia mengambil alih mangkuk di tangan nya.
"Aah!"pekik Tania,saat sayur dalam mangkuk itu tumpah ke tangan nya.
"Maaf-maaf Tania,aku tidak sengaja!"Adelia berusaha membersihkan sayur yang tumpah ke atas tangan Tania,
"Apa yang terjadi?"tanya Rangga,menghampiri mereka di meja makan.
"Aku tidak sengaja menumpahkan sayur ke atas tangan Tania yang di perban!"ungkap Adelia.
"Kenapa bisa begitu,kamu tahu tangan nya tidak boleh terkena air kalau enggak bisa meradang!"ujar Rangga,yang meraih tangan Tania,lalu membuka perban yang terbalut di telapak tangan Tania.
Tania sendiri bingung,saat melihat Rangga yang peduli apa nya
Adelia menatap nya dengan heran,sikap peduli Rangga kepada Tania.
__ADS_1
"Rangga,maaf aku tidak sengaja!"ucap Adelia mendekat kepada Rangga.
"Tidak apa-apa,aku akan membersihkan luka nya kembali,kamu kembali lah ke kamar mu,biarkan Queen membereskan meja makan!"tukas Rangga,Adelia pun pergi ke kamar nya,meninggalkan mereka berdua.
Setelan perban di tanah Tania di buka,Queen memberikan kotak obat untuk Rangga,Pria itu kembali membalut luka Tania.
"Kamu harus menjaga luka mu sendiri,kalau Mama tahu,aku yang disalahin !"ketus Rangga,
'Seperti dugaan ku,dia hanya takut pada ibu nya' Tania tidak menjawab ucapan Rangga barusan.
"Sudah,pergilah ke kamar,tidak perlu membantu Queen,dia bisa melakukan nya sendiri!"
"Eemmm"
Tania berjalan ke arah tangga,dan pergi ke kamar nya.Sementara Rangga,menyelesaikan pekerjaan yang sempat tertunda barusan.
Baru saja duduk di sofa,ponsel Rangga sudah bergetar.
Drrt..Drrt..Drrt..
"Hallo Ma..."
[Sayang,kamu sudah tidur? dimana menantu ku?]
"Dia ada di kamar,seperti nya sudah tidur.Ada apa mama telepon jam segini?"
[Kenapa kamu belum tidur? kalau kamu tidur larut malam,bagaimana bisa mama memiliki cucu!]
"Mah,apa hubungan nya sih tidur larut malam dengan cucu,aku masih bekerja ma,aku tutup dulu!"
[Tunggu!]teriak Shanti dengan keras,sampai Rangga menjauh 'kan ponsel dari kuping nya.
"Apa lagi?"
[Apa kau mengambil alih perusahaan Megawe?]
"Tidak,itu di ambil alih oleh Asisten Papa Tania,aku hanya membantu nya saja dari jauh,jangan sampai bangkrut,kalau kami bercerai setidak nya,Tania masih punya perusahaan Papa nya untuk menghasilkan uang!"
[Apa kata mu barusan? jangan pikirkan untuk bercerai,mama enggak akan membiarkan mu bercerai dengan Tania.Kalau kau berani,maka siap-siap saja kamu untuk miskin!]ancam Shanti.
"Ma,aku bisa hidup tanpa uang dari keluarga Wiguna,aku punya penghasilan sendiri di Inggris!"
[Penghasilan sendiri?aku bisa menghancurkan perusahaan kecil mu itu di Inggris,Mama banyak kenalan disana,harusnya kau mengerti itu.Jangan pernah Kau sakiti menantu mama yang baik itu,kalau tidak mau menyesal!]
"Iya aku mengerti!"
[Rangga,jangan lupa mama masih menagih cucu pada mu]
"Itu mustahil"
Rangga langsung memutuskan panggilan dengan Shanti.
__ADS_1