Terikat Pernikahan Keluarga

Terikat Pernikahan Keluarga
Part 46


__ADS_3

Dugh!


Rangga terlempar ke lantai, Tania langsung mengambil jaket dan memakainya. Di saat Tania akan pergi, Rangga langsung menahan tangannya.


"Tania, perut mu..."


"Jangan sentuh aku!" teriak Tania, begitu Rangga akan menyentuh perut Tania.


"Kamu hamil? anak siapa yang ada di dalam rahim mu ini? " tanya Rangga memegang ke dua bahu Tania, mengguncangkan bahu Tania beberapa kali, tetapi Tania masih saja diam dan tak peduli.


"Jawab aku!" teriak Rangga, tetapi Tania masih memilih untuk diam, sehingga membuat pria ini geram.


"Heeh, apa ini anakku?" tanya Rangga, yang mencengkram kuat lengan Tania.


"Apa peduli mu, bukan kah kau tak pernah peduli akan hal itu?" tanya Tania lagi, membuat Rangga terdiam, lalu Tania segera pergi meninggalkan kamar tersebut, Rangga masih mematung di tempat semula dengan posisi yang masih memikirkan kehamilan Tania barusan.


'Itu anakku? atau anak pria lain?' batin Rangga yang jahat memikirkan tentang Tania. Padahal, semenjak Tania jatuh cinta kepada Rangga, sebisa Tania untuk tidak jatuh cinta pada pria lain. Tetapi, hal itu tidak pernah di hiraukan oleh Rangga, pria ini malah berpikir kalau Tania selingkuh darinya.

__ADS_1


Di lobi hotel, Tania nampak menikmati kopi yang dia pesan, kopi cup Starbucks, Tania tak ingin berpikir terlalu banyak biarlah Rangga pada pemikirannya, lagian Tania sudah siap untuk berpisah.


"Hai, kita bertemu lagi. Sendirian saja?"tanya Nicko yang tak sengaja melihat Tania di lobi hotel. Tania, tak ingin membuat amarah Rangga lebih dalam lagi, Tania sebisa mungkin mencoba menghindar kontak dengan Nicko. Tetapi, sepertinya pria ini tak berhenti di situ saja, entah apa yang dia lihat dari Tania, seakan Nicko ingin mendekati Tania lebih dari sekedar kenalan biasa.


"Boleh aku gabung?" tanya Nicko, tanpa menunggu jawaban Tania, malah Nicko lebih dulu duduk di kursi kosong yang ada di depan Tania. Melihat hal itu Tania langsung berdiri dan tak ingin terjadi kesalahpahaman lagi antara dia dan Rangga.


"Kamu mau kemana?" Nicko tak sengaja menahan tangan Tania dan itu membuat orang yang tak jauh dari tempat duduk mereka marah, orang itu adalah Rangga.


"Sialan!"Teriak Rangga dan menghampiri Nicko dan juga Tania.


Dugh!


"Mas, lepas!" Tania mencoba menarik tangan Rangga, tetapi pria ini malah menepisnya dan bahkan mendorong Tania hingga jatuh.


"Aagrh!"pekik Tania dengan keras, ketika pantatnya mencium lantai dan itu terasa cukup sakit pada pinggang Tania. Setelah mendengar teriakan Tania barulah Rangga sadar, jika Tania terjatuh olehnya.


"Tania!"Rangga segera melepas kerah kemeja Nicko dan berbalik untuk melihat Tania, yang sedang menahan rasa sakit.

__ADS_1


"Sakit, anakku."Ucap Tania yang memegang perutnya, lalu Rangga melihat darah yang mengalir dari antara ke dua kaki Tania, membuat Rangga begitu panik.


"Tania, ayo kita ke rumah sakit!" ajak Rangga lalu menggendong tubuh Tania, membawanya ke rumah sakit.


Sepanjang perjalanan di dalam mobil, Tania mengeluh rasa sakit pada bagian perutnya hal itu membuat Rangga cukup sakit melihat kesakitan yang di rasakan oleh Tania.


"Tania kamu sabar ya, aku yakin kamu bisa bertahan, aku mohon jangan membuat anak kita dalam bahaya, aku minta maaf," ucap Rangga yang menggenggam erat tangan Tania. Mendengar ucapan Rangga, membuat Tania sadar, kalau Rangga sebenarnya menginginkan anak bukan dirinya, Tania sungguh kecewa dengan penuturan Rangga.


Tiba di rumah sakit, Rangga langsung menggendong Tania ke ruangan pemeriksaan, mereka segera di sambut oleh dokter dan Tania segera di tangani. Tetapi, yang membuat Tania tak semangat adalah ketika Tania melihat Rangga yang hanya peduli akan anak saja.


Tania saat ini berada di ruangan operasi, dokter keluar dan pergi menemui Rangga, untuk meminta persetujuan Rangga untuk operasi yang akan di lakukan untuk Tania.


"Tuan, melihat kondisi istri Anda, sepertinya kami hanya bisa menyelamatkan salah satunya. Tolong Anda tanda tangan disini," tukas dokter tersebut, memberikan kertas yang harus di tanda tangani oleh Rangga.


"Tolong selamatkan istriku, soal anak kami bisa mencobanya lagi," Rangga langsung bertanda tangan di kertas yang di berikan dokter tersebut.


Meskipun Rangga begitu tak rela, anak yang selama ini di inginkan harus tiada, tetapi Rangga juga tak ingin kehilangan Tania.

__ADS_1


__ADS_2