Terikat Pernikahan Keluarga

Terikat Pernikahan Keluarga
Kepanikan Tania


__ADS_3

Begitu sampai di rumah,Tania langsung turun dari mobil,hari sudah mulai gelap.Shanti sudah berangkat beberapa jam yang lalu.Namun,Tania baru saja ke villa.


Ceklek !


pintu terbuka,Rangga yang sejak tadi menunggu Tania,langsung bangkit dari tempat duduk nya.


"Kemana saja kamu? kenapa baru kembali?apa kamu bertemu dengan pria itu lagi? Tania,saat ini kamu menantu keluarga Wiguna jangan lupa akan hal itu.Kau perlu menjaga kehormatan keluarga ku!"tegas Rangga,Tania menunduk lesu,ia tidak menjawab sepatah kata pun kata-kata dari Rangga,membuat pria ini jenuh dan berjalan ke arah nya.


"Tania !"teriak Rangga,lalu mencengkram ke dua bahu Tania,dan menarik Tania untuk menatap wajah nya.Tania mendongakkan kepala kini melihat Rangga dari dekat.


"Berikan aku uang Rangga!"lirih Tania,dengan netra yang berkaca-kaca membuat Rangga terkejut.Ada apa dengan Tania,itu yang terlintas di pikiran Rangga saat ini,saat melihat netra sang istri yang tidak pernah di cintai nya,namun bisa membuat hati Rangga sakit,saat Tania meminta uang kepada nya dalam keadaan yang begitu lesu.


"Rangga berikan uang kepada ku,aku harus pergi ke Jakarta,Papa ku masuk rumah sakit,hiks...Hiks,berikan uang kepada ku Rangga,ku mohon kali ini saja,biarkan aku pergi,aku janji setelah kembali aku akan patuh kepada mu,aku tidak akan membangkang lagi,asal 'kan kamu ijin 'kan aku pergi!"Rangga masih terkejut melihat Tania yang menangis begitu tersedu-sedu.Rangga memang mendapat email dari asisten Dairuz,namun Rangga tidak pernah tahu bakal seserius ini penyakit Dairuz.


"Hiks...Hiks!"


Rangga langsung menarik Tania dalam pelukan nya,saat melihat wanita ini yang terus-terusan menangis.


"Tenang lah,jangan menangis,aku akan mengantar mu!"ujar Rangga,Tania langsung senang,dan bersemangat lagi,


"Terimakasih Rangga,aku janji aku akan memenuhi semua keinginan mu!"tukas Tania,yang kini menatap Rangga.


"Termasuk aku ingin kau melahirkan anak?"bisik Rangga,langsung saja netra Tania membulat.


"Aku akan ganti baju,segera pesan tiket pesawat!"teriak Tania berlari ke arah kamar nya,Rangga hanya menggelengkan kepala nya.


Untuk pertama kali nya ia bersikap begitu lembut dan peduli terhadap Tania.


"Ada apa dengan ku? kenapa aku malah senang melihat wajah Tania malu,saat aku mengatakan itu!"gumam Rangga,


"Han,pesankan tiket ke Jakarta malam ini juga,kalau bisa penerbangan dalam waktu tiga puluh menit lagi!


[Baik Tuan!]


Rangga menyimpan kembali ponsel di dalam jas nya.


Setelah menunggu beberapa saat kemudian,Tania turun dengan membawa koper bersama dengan nya,ia hanya membawa koper mini milik nya saja.

__ADS_1


"Dimana koper ku?"


"Ada di atas!"jawab Tania enteng,langsung saja Rangga menatap nya dengan tajam,


"Queen !"teriak Rangga dengan keras.


"Iya Tuan"


"Tolong ambil koper mini ku,masukan dua kemeja,dua jas dan dua celana,sisa nya aku akan membeli di sana!"


"Baik Tuan"Queen pun pergi ke kamar Rangga,untuk mengambil koper milik Rangga.


"Aku sudah memesan tiket,paling perjalanan kesana sekitar dua jam sudah tiba!"


"Eeemmm"


Penerbangan dari Bali ke Jakarta hanya memakan waktu lebih dari dua jam,Tania harus sabar menunggu untuk tiba disana.


Di dalam pesawat,Rangga dapat melihat kegelisahan Tania,dia bisa keras seperti biasa nya.Namun,hari ini Tania terlihat rapuh bahkan air mata nya sesekali jatuh,Tania berusaha menyeka nya.


"Terimakasih "ucap Tania,Rangga mengerutkan dahi nya.Bekas di leher Tania masih terlihat,akibat cengkraman tangan Rangga beberapa hari yang lalu.


...***...


Rangga dan Tania telah tiba di rumah sakit purna,begitu mereka tiba di sana,kebetulan dokter Metti baru saja keluar dari ruangan nya .


"Dokter Metti!"panggil Tania,yang berlari ke arah wanita itu,dan segera memeluk nya.Tania pernah bertemu dengan nya di Inggris beberapa kali,sebelum ia menikah.


"Dok,bagaimana keadaan Papa?"


"Kamu belum tahu?"tanya dokter Metti kaget,Tania hanya menggelengkan kepala nya .


"Eheem"Rangga berdehem saat melihat Tania akan lupa kehadiran nya.


"Dok,kenal 'kan ini rekan bisnis Papa di Bali,tadi Tuan Rangga ikut mengantar Aku ke sini!"ungkap Tania,Metti melihat raut wajah Rangga yang datar,seakan ia tidak senang dengan jawaban Tania.


"Metti"

__ADS_1


"Rangga!"


"Ayo,saya akan mengantar kalian ke ruangan dimana Tuan Dairuz berada!"ujar Metti,Tania pun mengikuti nya begitu juga dengan Rangga.


'Rekan bisnis? bukan kah,harusnya dia perkenalkan aku suami nya?'


Rangga terus saja menatap Tania yang merangkul lengan wanita itu,Rangga tahu mungkin Tania berbicara seperti itu juga ada alasan.Alasannya adalah diri nya yang tak ingin orang lain tahu hubungan mereka berdua.


Ceklek !


"Tunggu dok!"Tania menarik tangan Metti,saat pintu ruangan itu terbuka,karena di atas pintu tertulis ruangan mayat.


"Kita bukan nya pergi untuk melihat Papa?"tanya Tania,Rangga merasa curiga dengan raut wajah Metti.


"Iya,benar disini Tuan Dairuz saat ini"


"Tidak,ini tidak mungkin"Tania melepas tangan Metti,dan mundur dari tempat ia berdiri,lalu ia menabrak Rangga,dan segera berbalik,dan Rangga memeluk nya.


"Ini tidak mungkin 'kan Rangga,katakan pada ku,ini hanya mimpi!"Hiks hiks hiks


Rangga dapat mendengar isak tangis Tania yang begitu pilu.Rangga memeluk erat tubuh mungil Tania dalam pelukan nya,ia dapat merasakan betapa hancur nya hati Tania saat mengetahui orang tua satu-satu nya kini sudah pergi untuk selama-lama nya meninggalkan dirinya.


"Tania..."panggil dokter Metti,ia tahu wanita ini sangat rapuh.


"Dok,tolong urus kepulangan jenazah ini,aku akan membawa pulang ke Bali!"


"Baik Tuan"


Rangga membawa Tania pergi dari ruangan itu,untuk menenangkan Tania.


"Hiks..Hiks..Hiks.."


Mereka berdua duduk di bangku tunggu yang ada di lorong rumah sakit,Rangga masih setia menemani Tania,dan entah kenapa ada perasaan kasian dalam diri Rangga saat melihat Tania menangis begitu pilu.


Tania tidak pernah menangis di depan Rangga,separah apapun Rangga menyakiti nya,Tania tidak pernah menangis.Namun,kali ini kepergian Dairuz membuat Tania hancur,dan lebih parah nya ia tidak melihat orang tua nya saat di bawa ke rumah sakit,Tania merasa gagal menjadi anak.


"Aku bukan anak yang berbakti,aku tidak datang saat Papa sakit,aku anak yang jahat!"gumam Tania,Rangga kembali menarik tubuh Tania dalam pelukan nya,lalu ia mengusap kepala Tania dengan lembut.

__ADS_1


__ADS_2