Terikat Pernikahan Keluarga

Terikat Pernikahan Keluarga
Villa


__ADS_3

Tiba di villa,Rangga segera turun,dan menyeret Tania keluar dari dalam mobil.


"Rangga,lepas!"teriak Tania,yang merasakan pergelangan tangan nya sakit.


Rangga tidak menggubris teriakan Tania,bahkan ia tidak berhenti menyeret wanita itu sampai ke depan pintu.


Brak!


Rangga menendang pintu dengan begitu kuat,membuat Tania terkejut,apalagi Queen yang saat ini berada di dapur,segera berlari ke depan untuk melihat apa yang terjadi.


"Han,handle semua pekerjaan kantor,dan juga meeting hari ini batal 'kan semua nya!"titah Rangga,


"Baik Tuan"Han berlalu dari hadapan pintu utama.


"Tuan,apa yang terjadi? "


"Aku sudah katakan pada mu Queen,untuk tidak membiarkan wanita ini keluar!"teriak Rangga,Tania langsung memejamkan mata nya karena kaget dengan teriakan Rangga.


"Maaf Tuan,aku mengaku salah,aku tidak akan mengulangi nya lagi,aku tadi lagi masak tapi Nyonya muda ingin pergi membeli pembalut,aku tidak tahu kalau Nyonya berbohong!"Queen menundukkan kepala nya,ia pun takut akan di hukum oleh Rangga,pria yang tempramen nya cukup buruk.


Rangga tidak menanggapi ucapan Queen,ia pun kembali menyeret Tania hingga ke lantai atas.


Ceklek !


Rangga melemparkan tubuh Tania ke atas kasur,membuat wanita itu meringis kesakitan.


"Apa yang sudah kau lakukan bersama dengan pria itu? apa kau sering bertemu dengan nya secara diam-diam ?"tanya Rangga,yang kini mencengkram kuat leher Tania,


"Rangga lepas!"Tania berusaha memberontak,namun Rangga tidak membiarkan tangan nya terlepas.


"Kau tau Tania,aku membantu perusahaan Papa mu agar tidak bangkrut,tapi kalau kamu tidak bisa menghargai keluarga Wiguna,jangan salahkan Aku membuat perusahaan Papa mu lenyap dalam satu malam!"ancam Rangga,lalu melepaskan tangan nya.

__ADS_1


"Jangan lakukan itu Rangga,aku mengaku salah.Aku minta maaf,aku janji tidak akan menemui Rayhan itu lagi!"Tania berusaha meminta belas kasihan sama Rangga,agar pria itu melepaskan perusahaan Megawe.Tania tahu betul pria seperti apa Rangga itu.


Tok ! Tok ! Tok !


"Tuan,Nyonya besar di bawah!"mendengar ucapan Queen dari luar kamar,Rangga membulatkan mata nya.


"Aku akan turun!"


"Baik Tuan"Queen pun pergi,


"Tania,Mama ku ada di bawah,jangan sampai dia tahu apa yang telah terjadi.Kalau sampai ia tahu yang sebenarnya,kamu akan tau akibat nya!"tegas Rangga,


'Anak nya sesadis ini,tidak tahu ibu nya seberapa kejam nanti nya'batin Tania,yang sedikit merinding.


"Apa yang kau pikirkan,cepat berdiri dan ganti baju mu"tanpa menjawab kata-kata Rangga,Tania pun bergegas,berganti pakaian.


Queen kembali ke lantai dasar dan disana ada Shanti ibunda Rangga,yang baru saja tiba dari China.


"Dimana mereka?"tanya wanita yang duduk di sofa,menyilang 'kan kaki nya.Kaca mata hitam serta topi pantai membuat nya semakin cantik,apalagi gaya nya yang glamor,ia terlihat begitu muda serasa masih umur tiga puluhan,padahal usia nya telah beranjak lima puluh lima tahun.


"Eemmm"Shanti melepaskan kaca mata hitam nya,lalu menatap ke arah tangga,ada Rangga dan Tania yang berjalan berdampingan menuruni satu persatu anak tangga.


'Waah,liat lah mereka bagaikan ratu dan raja,aku yakin bulan ini aku akan mendengar kabar baik!'Shanti menatap mereka dengan raut wajah yang bersinar-sinar.


Begitu tiba di lantai dasar,Rangga langsung melepaskan tangan Tania,dan ingin memeluk Shanti.


"Sayang"Shanti langsung menghampiri menantu dan anak nya.Tapi,Shanti malah melewati Rangga,yang di peluk Shanti malah Tania,membuat wanita ini membulatkan mata nya.


"Mama! aku ada di belakang mu!"ketus Rangga dengan kesal,


"Kamu diam!"bentak Shanti,Rangga langsung terdiam,dan duduk di sofa,Tania yang melihat itu malah tertawa dalam hati nya,akhirnya ada seseorang yang bisa membuat Rangga bertekuk lutut dan menjadi orang yang penurut.

__ADS_1


"Sayang,bagaimana kabar mu? apa kamu bahagia? apa Rangga merawat mu dengan baik? apa Rangga menuruti semua keinginan mu? bagaimana Rangga memuaskan mu?"bisik Shanti di akhir perkataan nya,dan itu spontan membuat Tania membulatkan mata nya,lalu menatap ke arah Rangga.


"Mah,aku anak mu,kenapa kau tidak bertanya pada ku,bagaimana kabar ku,apa kau tidak sayang pada ku?"Rangga melipatkan ke dua tangan nya di dada.


"Tidak,aku mencintai Papa mu tidak dengan mu! kasian suami ku tinggal sendiri di China karena pekerjaan nya belum selesai"gumam Shanti,yang membayangkan Bram Wiguna yang saat ini ke dua nya tengah LDR.


Rangga sudah terbiasa melihat sikap lebay ibu nya,ia hanya bisa menggelengkan kepala nya.


"Duduk disini,mama perlu bicara!"Shanti membawa Tania duduk di sofa,di samping Rangga.


"Nyonya ini minuman anda!"seru Queen,meletakkan gelas berisi jus jeruk untuk Shanti.


"Queen,bagaimana rumah tangga Anak ku dan menantu ku? apa mereka terlihat harmonis akhir-akhir ini?"Shanti menatap tajam ke arah Queen,sembari memberi peringatan kalau Queen tidak boleh berbohong.


Mendengar itu,Rangga mulai gelagapan,ia takut Queen akan berbicara yang sebenarnya.


"Mama!"panggil Tania dengan lembut,


"Queen tidak tau apa-apa,kenapa bertanya kepada dia,Aku dan Rangga baik-baik saja!"lanjut Tania dengan senyuman di buat setulus mungkin agar tidak dicurigai oleh Shanti.


"Oh menantu ku sayang!"Shanti kembali memeluk Tania sekilas,dan langsung melepaskan pelukan nya lagi,dan menatap ke arah Rangga.


"Kau jangan pernah sakiti dia! kau ingat Rangga! Mama tidak akan rela kalau kau berbuat kasar sama Wanita.Soal kalian di jodohkan dan tidak saling cinta,itu Mama bisa terima,tapi Rangga kalau mama tau kau menyakiti Tania,kau berhadapan sama Mama,akan mama buat kau menjadi gelandangan!"tegas Shanti,Rangga langsung mengerutkan dahi nya.


"Terserah mama lah,aku mau kembali ke kantor! hari ini banyak meeting!"


"Anak ku memang pekerja keras,mendapatkan istri yang cantik,tinggal anak yang belum,kau harus cepat-cepat memberikan ku cucu,kau ingat Rangga!"teriak Shanti,saat Rangga sudah berjalan ke arah pintu utama.


Rangga tidak menanggapi teriakan Shanti,ia segera berjalan ke arah garasi dan mengeluarkan salah satu mobil nya.


"Tania,Mama tahu,tidak mudah bagi mu menerima perjodohan ini,tapi kamu harus yakin kalau kalian berdua bisa jatuh cinta dan membangun rumah tangga yang harmonis!"tukas Shanti,memberi semangat kepada Tania,

__ADS_1


'Merajut cinta?dengan pria seperti Rangga? Mama Shanti lagi bercanda ya? apa ia enggak pernah tau anak nya itu tempramen nya cukup buruk?'batim Tania,


"Kenap kamu diam saja? apa kamu sudah makan? kalau belum ayo kita makan!"Shanti pun mengajak menantu nya untuk makan siang bersama.


__ADS_2