
Jarum jam terus bergerak,sehingga kini jarum jam terlihat pada pukul 01:00 pagi.Ranjang di sebelah Tania masih kosong,sang empunya belum pulang,entah apa yang terjadi sehingga Rangga pulang terlambat.
Tap...
Tap...
Rangga,menaiki anak tangga terkahir villa nya,kini dia sudah tiba di lantai atas.
"Sial,biasanya sebotol wine tidak membuat aku mabuk,namun hanya minum beberapa gelas di tempat Adelia membuat ku mabuk,untung saja aku bisa segera pulang!"gumam Rangga yang berjalan sempoyongan ke arah kamar.
Ceklek !
Rangga membuka pintu kamar nya,ia melihat kamar nya gelap hanya diterangi oleh cahaya lampu tidur.
Langkah Rangga tidak beraturan,ia berjalan ke kiri dan ke kanan,lalu ia menjatuhkan diri nya di atas ranjang,tepat nya di depan Tania yang sedang tertidur.
"Eeemmm"Rangga menggeliat,tubuh nya terasa cukup panas,ia buru-buru membuka jas dan kemeja nya.Meraih remote AC dan menaikan suhu nya,karena terlalu panas.
Disaat Rangga membuka mata dan melihat ke depan ada Tania yang sedang tertidur di depan nya.
"Adelia?"gumam Rangga,"bukan,ini Tania!"gumam nya lagi,menyentuh wajah Tania,semua kancing kemeja telah berbuka,hanya saja ia belum melepaskan nya.
Karena sentuhan tangan Rangga,membuat Tania terbangun,dan ia terperanjat mendapati,Rangga yang sedang menyentuh wajah nya,dengan posisi Rangga di atas tubuh nya.
Rangga menompang tubuh nya dengan satu tangan,tangan satu lagi membelai wajah Tania.
"Rangga,apa yang kamu lakukan,ganti baju mu kalau mau tidur,tapi kenapa tubuh mu bawa alkohol,kamu mabuk ya!"bau tak sedap dari tubuh Rangga membuat Tania tidak nyaman,dia langsung mendorong tubuh Rangga ke samping.
Disaat Tania ingin bergerak dan bangun dari tidur nya.Rangga mengunci tubuh Tania dalam pelukan nya.
__ADS_1
"Rangga apa yang kamu lakukan,lepaskan aku!"pinta Tania,kelakuan Rangga membuat Tania sedikit takut.
"Jangan pergi,bantu aku,aku tidak dapat menahan nya lagi,ini terlalu panas!"bisik Rangga,di telinga Tania,sehingga telinga nya seketika terasa panas.
Rangga langsung mengubah posisi nya,kini ia berada di atas Tania,dan mengunci tangan Tania ke atas,sehingga jubah tidur nya terangkat sedikit dan bagian dada hampir terbuka.
"Rangga lepaskan Aku,kamu tidak boleh melakukan apapun terhadap ku!"Tania berusaha untuk melepaskan diri dari cengkraman Rangga,namun kekuatan Rangga lebih besar dari Tania.
Tanpa menunggu lebih lama,Rangga telah menyatukan bibir nya dengan bibir Tania,membuat Tania membulatkan mata nya ia,berusaha memberontak.Namun,sia-sia saja,kedua kaki nya di tekan kuat oleh paha Rangga.
Setelah mencium Tania,hawa panas semakin membuat tubuh Rangga hilang kendali.Ia mulai menjelajah tubuh Tania dengan bibir nya,Tania masih berusaha untuk memberontak.
"Tidak ku mohon,lepaskan Aku.Hiks...Hiks Rangga!"karena terlalu takut,akhir nya Tania menangis,melihat Tania yang menangis,Rangga pun sadar,ia telah melakukan hal yang salah pada Tania.
Rangga melepaskan tangan Tania,lalu ia menatap wanita itu dengan intens.
Melihat Tania sudah tenang,Rangga kembali melanjutkan aksinya yang sempat tertunda,ciuman nya kali ini turun ke leher hingga bagian dada di sapu habis oleh nya.
"Jangan Rangga,biarkan aku pergi,jangan lanjutkan itu!"Tania berusaha mendorong tubuh Rangga dengan tangan mungil nya.
"Lihat aku!jangan takut,aku akan melakukan nya dengan lembut,aku janji tidak akan menyakiti mu,aku akan melakukan itu dengan pelan-pelan!"ucap Rangga menenangkan Tania,aneh nya tubuh Tania pun bereaksi terhadap permainan Rangga,sehingga membuat ia menggeliat.
Rangga menyibak jubah tidur milik Tania ke atas,dan menyentuh paha mulus nya dengan tangan nya,Tania masih berusaha untuk menepis tangan Rangga,alhasil semakin membuat Rangga lebih bergairah lagi,seakan ia merasakan tantangan dari dalam diri nya terhadap tubuh Tania.
Lima belas menit berlalu,perjuangan Rangga untuk menaklukkan tubuh Tania tidak sia-sia,akhirnya nya ia bisa menguasai seluruh tubuh milik sang istri,sehingga kini terlihat Tania tidak salah melawan lagi,hanya saja isak tangis nya masih terdengar.
"Sayang..."
Deg!
__ADS_1
Pertama kali Rangga memanggil nama Tania dengan sebutan sayang,membuat jantung ke dua nya berdetak kencang.
"Jangan menangis,aku tidak akan menyakiti mu"Rangga mengecup kening Tania sekilas,air mata Tania mengalir tanpa henti.
"Rangga,aku masih berusia sembilan belas tahun,tolong kasihani aku,jangan lakukan itu"
"Tapi aku sudah hampir tiga puluh tahun,kamu tidak sayang pada ku,kini tongkat ku minta di keluarkan,aku mohon jangan menolak ku Tania"Rangga merebahkan kepala nya di dekat bahu Tania,suasana hening sejenak.
"Aku belum pernah menggunakan nya sama sekali Tania,kau orang pertama yang mendapatkan nya"ucap Rangga,yang kini melihat ke arah netra Tania,
Meskipun Tania bisa menolak dan berteriak dia tidak melakukan itu,saat ini orang yang berada di atas nya adalah suami nya,meskipun tidak cinta,Rangga meminta hak nya,yang seharusnya telah terjadi sejak dulu.
"Percaya pada ku,kita akan segera memiliki anak dan hidup bahagia"Rangga kembali mengecup kening Tania.Janji yang di berikan Rangga terhadap Tania begitu indah,sehingga hati nya tersentuh dan melupakan serangan di bawah saja.
"Ugh!"Tania merasakan sesuatu menusuk nya dari bawah sana,hingga rasa sakit terasa sampai ke tulang sumsum nya.Air mata nya mengalir tanpa henti,ia merasakan sakit yang luar biasa.
Terasa sesuatu yang hangat merembes keluar dari bawah sana,Rangga mendongakkan kepala nya ke atas,semakin mempercepat sedikit gerakan nya.
Tangan Tania mencengkram kuat punggung Rangga,dan bahkan ia menggoresnya.
"Aaarrg!"sekali lagi,suara itu berhasil lolos dari mulut Tania, yang merasakan berkali-kali hentakan di bawah sana.Tania telah pasrah apa yang terjadi terhadap dia dan Rangga.
Tania tidak memberontak lagi,bahkan ia sudah pasrah,air mata nya semakin deras,ia menangis dalam diam nya.
Sekujur tubuh nya terasa sakit,setelah beberapa jam berlalu,Tania merasakan kecupan berulang kali yang di berikan oleh Rangga,hingga ke dua nya terlelap di bawah selimut,dalam keadaan Rangga memeluk Tania.
Di apartemen. . .
Adelia terlihat begitu kesal,ia telah mempersiapkan diri untuk malam yang panjang,bersama dengan Rangga.Namun,beruntung nya Han,mendapatkan pesan dari Rangga,dan ia segera menjemput Rangga di apartemen Adelia.
__ADS_1