
Shanti menuntun langkah kaki Tania menuju ranjang. Lalu, Shanti mengambil mantel bulu yang ada di dalam lemari dan memakai nya untuk Tania.
"Sayang, apa yang ingin kau makan, mama akan mengambil nya untuk mu," Shanti memegang ke dua tangan Tania, tetapi Tania hanya diam saja, dan tidak mau berbicara.
"Mama harus mengatakan kehamilan mu sama Rangga, agar pria itu sadar!"ucap Shanti dengan tegas, tetapi Tania sekali lagi melarang nya.
"Jangan, ma...."
"Kenapa? Rangga harus tahu, jika kamu hamil anak nya, jangan biarkan pria itu menceraikan mu, Tania!" Shanti terlihat sedikit frustrasi mengingat sikap anak nya yang masih belum bisa menerima Tania dalam pernikahan nya.
"Aku akan mengatakan nya sendiri, saat ini aku butuh waktu, ma." Tania, menundukkan kepala nya, membuat Shanti segera memeluk wanita ini.
"Apapun yang terbaik untuk mu, mama mendukung mu, mama tak peduli dengan wanita ****** itu," cibir Shanti, dan mengusap pelan punggung Tania.
Shanti meminta Tania untuk istirahat, dan begitu Shanti keluar dari kamar, ternyata Rangga sudah berada di depan kamar terlebih dulu.
__ADS_1
Shanti menutup pintu kamar sebelum Rangga masuk ke dalam kamar.
"Mama perlu bicara dengan mu," ujar Shanti dan menarik tangan Rangga agar sedikit menjauh dari pintu kamar nya.
"Apalagi yang mau mama bicarakan, aku dan Tania akan segera bercerai, "
"Katakan sekali lagi, aku akan membunuh mu!" ucap Shanti tegas, pria ini langsung membungkam mulut nya, Rangga juga merasa lelah dengan apa yang telah terjadi. Rangga sendiri tidak tahu kenapa dia bersikap seperti itu kepada Tania. Padahal, jujur saja Rangga sendiri mulai ada rasa untuk Tania.
"Dengar kata mama, jauhi Adelia, jika tidak aku akan membuat kau menyesal!" setelah mengatakan itu, Shanti berlalu pergi meninggalkan Rangga yang berdiri tak jauh dari kamar nya.
Rangga, mengambil baju mandi dan berlalu ke kamar mandi. Tania tidak menegur nya karena tak ingin membuat pria itu marah.
Tiba-tiba saja rasa mual mulai menyerang Tania, dia merasakan mual yang cukup parah, Tania mendengar suara pintu kamar mandi terbuka, dan langsung berlari ke arah kamar mandi hampir saja menabrak Rangga yang baru keluar dari kamar mandi.
"Apa yang terjadi?" gumam Rangga, saat melihat Tania yang buru-buru ke kamar mandi.
__ADS_1
Lama sekali Tania tak keluar dari kamar mandi membuat Rangga penasaran, pria ini mendekat ke arah kamar mandi dan ingin mengetuk nya, tetapi Tania sudah membuka pintu kamar itu terlebih dulu.
"Kenapa lama sekali?" tanya Rangga dingin.
"Maaf," ucap Tania dan berlalu pergi. Rangga hanya melihat sekilas lalu pergi meninggalkan kamar tersebut.
Hari ini Rangga ada meeting, sekalian Rangga ingin membahas perceraian nya dengan Han. Han dan Rangga saat ini berada di dalam ruangan CEO.
"Tuan, apa Anda yakin ingin menceraikan Nyonya Tania?" tanya Han lagi, Rangga langsung menatap nyalang pria itu.
"Baiklah, aku akan mengurus surat itu," lanjut Han, lalu pergi meninggalkan ruangan CEO.
Rangga, mendapat panggilan dari Adelia pria ini bergegas pergi meninggalkan perusahaan Wiguna. Tak lama kepergian Rangga, Leo tiba di perusahaan Wiguna, begitu juga dengan Rani, yang kebetulan ingin bekerja sama dengan Wiguna grup.
Belum bisa double up ♥️ next nanti akan di double up♥️
__ADS_1