
Akhirnya Queen berhasil membujuk Tania, meskipun sebelumnya sempat di tolak, tapi rasa penasaran nya masih berlanjut. Tania, masih ingin membuktikan siapa diri nya dalam hidup Rangga, jika hanya sebatas untuk wanita yang memberikan nya anak, maka Tania sudah tahu jawaban nya.
Setelah menunggu Tania, hampir sejam di ruang tamu, semua penata rias keluar dari kamar Tania, dan Tania juga ikut turun ke lantai dasar.
Queen bersama dengan Han, menunggu Tania, di ruang tamu.
"Dimana Nyonya,?"
"Itu Nyonya, Tania." jawab mereka sembari menoleh ke arah tangga, dimana Cinderella yang sesungguh nya sedang menuruni satu persatu anak tangga.
Han, melihat ke arah Tania, yang sedang menuruni anak tangga tanpa berkedip, dan Queen pun menyadari itu, langsung menyenggol Han yang berdiri tak jauh dari nya.
"Awas mata mu, di congkel sama Bos," bisik Queen, Han langsung melirik ke arah Queen.
"Berapa nilai nya?"
__ADS_1
"Sepuluh!" jawab Han, tanpa berpikir panjang.
"Mata mu masih sehat, " cibir Queen, dan berlalu dari hadapan Han, untuk menghampiri Tania, yang sudah tiba di lantai dasar.
Queen memperhatikan Tania, dari dekat Queen minta Tania dari atas hingga bawah, dan juga melihat sisi kiri dan kanan, bahkan tidak ada yang terlewat, hanya saja Queen bingung apa yang salah, dengan penampilan Tania, yang begitu sempurna.
"Sudah bisa pergi?" tanya Han, Queen menoleh dan menatap tajam ke arah pria itu, Han hanya bisa tersenyum bodoh saat mendapati tatapan tajam dari Queen.
"Tunggu, apa bagian pinggang sedikit sempit? apa ini merasa sesak?" tanya Queen kemudian setelah tahu di malah salah nya gaun yang di pakek Tania.
"Eemmm, enggak sesak. Namun, sedikit sempit," jawab Tania, sembari melihat bagian pinggang nya.
'Rangga, bagaimana dia begitu yakin, dengan ukuran tubuh ku' batin Tania, melirik ke arah penata rias yang masih disana.
"Sudah begini saja, aku masih nyaman kok" sahut Tania, setelah melihat raut wajah bingung mereka.
__ADS_1
Akhirnya mereka pun menyetujui ucapan Tania, Han langsung mengajak pergi istri Bos nya itu.
Di sepanjang perjalanan, Tania duduk dengan tenang, namun dalam diam nya dia merasakan kegelisahan yang cukup mendalam. Terlebih lagi, rasa gugup nya kian mendera.
"Apa Tuan Rangga, sudah tiba?"
"Tuan masih di kantor, mungkin akan langsung pergi ke sana, Tuan meminta aku untuk menjemput anda lebih dulu, " ujar Han, hanya di balas anggukan oleh Tania.
Mobil Han, berbelok dan berhenti tepat di depan gerbang, beberapa penjaga membuka pintu gerbang tersebut. Han, langsung melajukan mobil nya ke tempat parkiran.
Acara yang di datangi Tania dan Rangga malam ini adalah pesta bersifat privat. Karena hanya para pebisnis yang terpilih yang boleh ikut, jika tidak mendapat undangan maka tidak perbolehkan untuk menghadiri acara tersebut.
Sementara Tania, undangan nya pada Rangga, dan Tania tertulis menjadi pasangan Rangga. Sementara Han, dia mendapatkan undangan kelas biasa dan itu akan terpisah ruangan nya dengan Rangga.
"Nyonya, kita sudah tiba," tukas Han, sembari menoleh.
__ADS_1
"Apa kita harus menunggu disini? " tanya Tania, saat melihat tidak ada mobil milik Rangga disana.
"Sepertinya Tuan, Rangga belum tiba. Anda mau langsung masuk, atau menunggu disini," Han, berbalik bertanya kepada Tania, wanita ini bingung memberi jawaban untuk Han, karena ia sendiri tidak tahu, mau langsung masuk atau menunggu suami nya, yang saat ini belum tiba.