Terikat Pernikahan Keluarga

Terikat Pernikahan Keluarga
Part 29


__ADS_3

Dari jauh, Rangga sudah memperhatikan Tania begitu intens, apalagi saat melihat penampilan Tania yang begitu cantik.


"Maaf, aku datang terlambat," ujar Rangga, yang langsung merangkul pinggang Tania, yang sudah mulai berisi, awalnya Rangga terkejut, tetapi sedetik kemudian ia membuang pikiran itu dan fokus kembali kepada Tania yang saat ini sedang melihat nya.


Adelia yang melihat itu pun nampak kesal, dan langsung menghampiri Rangga, hanya saja Adelia tidak dapat menyentuh Rangga di tempat umum, karena Rangga sudah memperingati Adelia sebelumnya.


Setelah menyapa semua tamu, Rangga membawa Tania ke ruangan VIP, sementara Adelia Rangga menitipkan nya kepada Han.


"Malam ini kamu terlihat begitu cantik, tapi sedikit berisi," bisik Rangga, langsung saja Tania menoleh dan memberi tatapan tak suka kepada Rangga, pria itu hanya bisa menahan senyum nya saat melihat tatapan maut dari sang istri.


Ucapan paling di hindari oleh perempuan adalah kata-kata, kamu gemuk, kamu berisi, kamu gendut. Nah, Rangga dengan sengaja nya menggoda Tania, tentu saja Tania akan melihat nya bak iblis ingin membunuh.


Melihat raut wajah Tania yang kesal, Rangga malah senang karena sangat imut, terlebih lagi memang usia Tania yang masih muda, di banding Adelia, Tania lebih muda beberapa tahun dari nya.


Kedua nya masuk ke dalam ruangan VIP, di sana banyak tamu dan juga kolega Rangga, mereka saling menyapa satu sama lain. Bahkan, tidak lupa Rangga juga memperkenalkan Tania kepada klien dan kolega nya.


Banyak orang yang mengagumi kecantikan Tania, terlebih lagi lelaki para hidung belang yang hadir pada acara tersebut. Hanya saja, mereka tidak memiliki kesempatan untuk berkenalan dengan Tania, karena Rangga tidak melepaskan tangan nya dari pinggang Tania walau hanya sebentar.


Dari jauh, seseorang memandangi Tania, pria itu adalah Rayhan. Orang yang pernah di cintai Tania, sesama saat Tania kuliah, mungkin sampai saat ini Tania masih menyimpan rasa itu hanya saja dia masih bingung, cinta nya untuk Rangga atau Rayhan.


"Tuan, Rangga. Senang bertemu dengan Anda disini," sapa seseorang yang memang di kenal akrab oleh Rangga, kedua nya saling menyapa satu sama lain.


"Ayo bergabung dengan yang lain, mereka ada di meja sana, aku mendengar mereka membahas proyek yang akan kita kerjakan dalam bulan ini," tukas pria yang membawa minuman di tangan nya. Rangga melirik ke arah Tania, wanita ini hanya mengangguk sekilas.


"Disana ada banyak makanan, kamu boleh mencicipi nya, aku akan bergabung dengan mereka sebentar." bisik Rangga, hanya di balas anggukan oleh Tania, setelah itu Rangga langsung pergi. Sementara, Tania berjalan ke arah meja desert, ada berbagai macam makanan penutup di atas meja itu yang menggugah selera Tania.

__ADS_1


Tania mencicipi desert yang tersedia disana, dan tiba-tiba ada seseorang yang datang menyapa Tania.


"Tania...." Tania yang merasa nama nya di panggil, ia pun menoleh, dengan cake yang masih ada di tangan nya. Tania, terkejut saat melihat Rayhan yang berjalan ke arah nya. Namun, sedetik kemudian ia pun sadar tentu saja Rayhan ada disini, keluarga Rayhan juga termasuk pebisnis yang sukses.


"Rayhan," sapa Tania dengan senyuman yang manis, dan ada netra yang saat ini sedang merekam apa yang terjadi terhadap dua insan ini, yang tak sengaja bertemu.


"Tania, kamu disini juga?" Rani sang Kakak dari Rayhan pun, ikut menyapa Tania. Rani langsung memeluk Tania membuat Rayhan heran dan bingung apa yang sedang kakak nya lakukan saat ini.


"Kenapa kau menatap ku begitu? aku hanya sedang menyapa teman ku saja, bukan begitu Tania? mulai saat ini kau akan menjadi teman, ku." ujar Rani, dengan akrab.


Rayhan hanya bisa menatap jengah ke arah kakak nya, karena Rayhan tahu Rani sangat menyayangi Tania, setelah apa yang Rayhan ceritakan pada kakak nya itu.


"Kamu sendiri?" tanya Rani,


"Dia datang bersama ku, "


"Tu-Tuan, Rangga?"


Rayhan melihat ke arah kakak nya yang memang mengenali pria yang sedang menghampiri mereka.


"Kakak kenal?" bisik Rayhan, namun Rani tidak menanggapi nya.


'Apa dia juga disini, kalau Tuan Rangga disini?" batin Rani, yang terus menatap Rangga, hingga tanpa sadar pria itu sudah melewati tempat dimana Rani berdiri.


Rani dan Rangga hanya berbeda tiga tahun saja umur nya. Namun, dengan Rayhan, Rangga terlihat seusia.

__ADS_1


"Kak, ini suami Tania," ucap Tania, bukan nya menyapa Rangga, justru Tania malah melirik ke arah Rayhan, dan pria itu tersenyum.


"Rani, " wanita ini mengulurkan tangan nya ke arah Rangga, tentu saja di sambut ramah oleh Rangga, yang tahu jika Rani adalah salah satu rekan bisnis nya saat ini, namun kerjasama kontrak belum resmi.


"Rangga" singkat Rangga, dan merangkul pinggang Tania, untuk menunjukkan kepada Rayhan, jika Tania adalah milik nya.


Rangga ingin membawa Tania kepada rekan bisnis nya, dan ingin memperkenalkan Tania pada mereka semua.


"Hubungan mereka baik-baik saja, kakak harap kamu bisa berhenti berharap" tukas Rani, yang kini melihat ke arah Rayhan, yang belum memindahkan pandangan nya dari bayangan Tania.


"Tapi aku tidak bisa, jangan hanya menilai dari luar, kakak tidak pernah tahu apa yang di rasakan Tania, "


"Memang nya kamu tau?"


Rayhan tidak menjawab, justru meninggalkan Rani di depan meja desert. Rani hanya bisa menggelengkan kepala nya saat melihat adik kesayangan nya yang menyukai istri orang lain.


Rangga terus saja memperkenalkan istri nya kepada klien-klien nya yang hadir. Hingga puncak acara pun di mulai, mereka semua bergabung dengan tamu lain yang ada di ruangan lain.


Rangga atau pun Tania, kini berjalan menuju lift, acara akan berlangsung di lantai tiga gedung tersebut.


Sedikit berdesakan, karena semua orang ingin segera tiba di lantai tiga, disaat Rangga dan Tania masuk, yang lain pun ikut masuk, sehingga mereka mengikis banyak ruangan di antara Rangga dan Tania, kini mereka berdiri begitu dekat.


Tania yang merasa diri nya begitu dekat dengan Rangga, membuat nya gugup. Begitu pun, Rangga yang terus memandangi wajah gugup Tania. Entah kenapa Rangga senang melihat wajah malu, dan gugup Tania, itu terlihat lucu bagi nya.


"Aah!"

__ADS_1


Seseorang menabrak Tania, membuat Rangga langsung melindungi nya, dan kini Tania berada dalam pelukan Rangga, tentu saja membuat ke dua nya terlihat canggung dengan keadaan tersebut.


__ADS_2