
Ternyata Shanti sudah menghubungi Leo, sejak dari tadi, tetapi Leo tak melihat ponsel nya.
"Dimana ponsel mu? ibu mu sejak dari tadi menghubungi ku, mungkin dia juga menghubungi mu," Leo memberitahu Rangga akan hal itu, karena saat ini Leo melihat layar ponsel yang menampilkan panggilan dari ibu Rangga.
Rangga mencari ponselnya, ternyata ponsel Rangga mati sejak dari tadi, pantesan saja Rangga tak menerima panggilan masuk apapun.
"Hallo, Tante."
[Berikan ponsel mu kepada Rangga] titah Shanti, yang tahu kalau saat ini Leo ada bersama dengan Rangga. Leo memberikan ponsel nya kepada Rangga, pria itu segera mengambil dan berbicara dengan sang ibu.
"Hallo, ma."
[Kenapa kau tidak mengangkat panggilan ku? apa kau bosan hidup? aku enggak mau tahu, kau harus meninggalkan wanita itu, ini peringatan terakhir dari ku!] ucap Shanti tegas, lalu panggilan terputus, Rangga melihat ke arah Leo, yang sedang fokus menyetir. Leo, mengulurkan tangan nya untuk meminta ponsel nya kembali kepada Rangga.
__ADS_1
"Kau yang memberitahu mama?" tanya Rangga, Leo tak menjawab karena males berdebat dengan Rangga.
Tak terasa mereka telah tiba di depan villa Rangga, Leo langsung menyetir mobil ke arah garasi, tidak menunggu Leo untuk turun Rangga sudah turun lebih dulu, dan Leo segera menyusul pria itu.
Tiba ke duanya di dalam rumah, mereka melihat Queen yang baru saja turun dari lantai atas dengan nampan yang ada di tangan nya, tetapi posisi semua makanan masih utuh dan tidak di sentuh oleh Tania.
"Nyonya tidak mau makan, " ujar Queen, Leo mengambil nampan tersebut dan memberikan nya kepada Rangga.
Akhirnya Rangga mengalah, dan membawa nampan berisi makan tersebut ke kamar Tania.
Ceklek!
Rangga menutup kembali pintu kamar tersebut, dan dia melangkah masuk ke dalam kamar, dengan membawa nampan itu bersama dengan nya.
__ADS_1
"Aku dengar kamu belum makan?" tanya Rangga, Tania yang masih tidur dalam keadaan membelakangi pria itu, Tania tak menjawab dia sengaja membisu, karena Tania masih bersedih setelah mengetahui kehamilan diri nya.
Rangga meletakkan nampan itu di atas nakas, lalu duduk di tepi ranjang, sembari melihat ke arah Tania yang masih setia memejamkan mata nya.
"Mari berpisah, "ucap Rangga pelan, Tania terkesiap, tetapi tak membuka matanya, tangan nya yang berada di dalam selimut langsung gemetar mendengar ucapan Rangga.
"Aku tidak akan mengekang kamu lagi, seperti nya kita memang tidak bisa terus bersama, kau bisa memiliki siapapun dalam hidup mu dengan terbebas dari ku," lanjut Rangga, Tania masih bungkam, semakin lama dada nya semakin sesak, Tania tidak sanggup lagi menahan air mata serta tangis nya ketika mendengar ucapan sang suami.
"Kau bisa bersama dengan Rayhan, aku bisa bersama dengan Adelia. Aku akan menikahi Adelia," ujar Rangga dengan bangga tanpa memedulikan perasaan Tania saat ini, wanita ini tengah mengandung anak dari Rangga, tetapi Rangga tak pernah tahu akan hal itu.
Melihat tak ada jawaban dari Tania, Rangga pun bangkit dari tempat duduk nya serta membuka dasi dan juga jas yang dia kenakan tadi.
"Aku tak ingin berpisah," ucap Tania lirih, dan akhirnya air mata Tania tumpah dan tak terbendung lagi. Rangga menghentikan langkah kaki nya saat mendengar ucapan Tania padahal pria ini baru saja akan pergi ke kamar mandi.
__ADS_1