
Rangga menerima amplop coklat yang di kirim oleh orang yang tak di kenal. Amplop itu sengaja di kirim ke kantor Wiguna, agar yang menerima nya langsung Rangga sendiri.
"Han, siapa yang mengirim amplop ini?"
"Tidak tahu Tuan, mereka menitip nya di resepsionis!"
"Eeemm baiklah, kamu boleh pergi"
Han, pun pergi meninggalkan ruangan Rangga. Pria itu langsung membuka amplop coklat yang ada di tangan nya dan melihat isi di dalam nya, betapa terkejut nya Han saat melihat isi nya, itu adalah foto Rayhan dan Tania.
Brak !
Rangga mengebrak meja kerja, lalu segera meminta Han, untuk kembali ke ruangan nya. Setelah menunggu lama sekitar lima belas menit, Han pun kembali ke ruangan Rangga.
Ceklek !
"Maaf Tuan, ada yang bisa saya bantu?"
"Siapa yang mengirim amplop ini ke sini?"
"Saya juga tidak tahu, jika Tuan mau, saya bisa menyelidiki nya segera, dan kita akan tahu, dimana foto ini di cetak" ujar Han, saat foto Rayhan dan Tania yang tergeletak di atas meja kerja Rangga.
"Tidak perlu, lain kali jika ada yang seperti ini suruh orang itu, langsung menemui ku!"
"Baik Tuan"
Han, segera pergi meninggalkan ruangan Rangga. Begitu Han pergi, Rangga juga ikut pergi dari ruangan itu, dan membawa amplop bersama dengan nya.
Di lobi, Han yang baru saja keluar dari ruangan dewan direksi melihat Rangga yang terburu-buru pergi meninggalkan kantor.
Namun, Han belum sempat memanggil Rangga, pria itu sudah masuk ke dalam mobil nya yang terparkir di dekat pintu masuk ke lobi.
Ponsel Rangga sudah bergetar sejak ia pergi meninggalkan kantor, hanya saja ia membiarkan tetap bergetar, karena panggilan itu dari Adelia sang kekasih Rangga.
Tiba di rumah, Rangga langsung masuk, dan mendapati Tania yang sedang duduk bersantai di ruang tamu.
"Sudah pulang? cepat bangat?" seru Tania, masih sibuk melihat majalah yang ada di tangan nya, tanpa melihat ke arah Rangga.
"Heeemm" Rangga menghela nafas berat nya dan duduk di sofa yang ada di dekat Tania.
__ADS_1
"Kau bertemu dengan Rayhan hari ini"
Tangan Tania terhenti, saat membalik halaman majalah, lalu ia menoleh ke arah Rangga.
"Kamu bertemu dengan Rayhan?" pertanyaan itu kembali di ulang oleh Rangga, saat pria itu tidak mendapat jwaban dari Tania.
"Iya " jawab Tania singkat, lalu melanjutkan melihat - lihat majalah yang ada di tangan nya.
"Kenapa kau bertemu dengan nya ? bukan kah, kita sudah membuat perjanjian kau tidak boleh bertemu dengan Pria itu lagi, tapi kenapa kau masih bertemu dengan nya?"
Pak!
Tania menutup majalah, lalu menurunkan kedua kaki nya dari sofa. Tania menoleh ke arah Rangga sebentar, sebelum ia berdiri dari tempat duduk nya.
"Kau mau kemana ? aku sedang berbicara dengan mu, tidak bisa kah kau bersikap sedikit sopan terhadap ku?"
Tania tersenyum mendengar ucapan Rangga. "Seperti nya anda telah amnesia, yang mengingkari janji itu bukan saya, tapi anda. Tuan Rangga, anda bisa membawa kekasih anda tinggal di sini, tapi kenapa saya tidak bisa bertemu dengan mantan dosen saya, padahal jelas di antara kami tidak memiliki hubungan apapun. Seperti yang anda jalani dengan Nona Adelia!" setelah mengatakan itu, Tania beranjak pergi, dan meninggalkan Rangga di ruang tamu.
"Apa yang terjadi? kenapa dia marah ? seperti nya ada yang salah di antara kami berdua" gumam Rangga, yang kini ikut menyusul Tania yang sudah berlalu ke kamar.
Di dalam hubungan Tania dan Rangga, memang tidak lah adil, Rangga bisa bertemu dengan Adelia seperti yang ia ingin 'kan. Sementara, Tania masih di batasi kebebasan nya oleh Rangga, entah apa yang sebenarnya di inginkan oleh Rangga, sehingga membuat pria ini begitu egois.
Di dalam kamar, Rangga memperhatikan Tania yang sedang sibuk mengotak atik laptop nya. Rangga yang berdiri di dekat pintu hanya bisa memperhatikan Tania yang tidak mau berbaikan dengan nya.
"Eeemmm" sahut nya yang tak mau melihat ke arah Rangga.
"Aku ingin kau menjauhi Rayhan, sebelum perjanjian kita selesai!"
"Maaf, aku tidak bisa!" Tania langsung menjawab, sehingga membuat Rangga terkejut, dan berjalan ke arah nya.
"Bagaimana tanggapan orang lain, kamu bertemu dengan pria lain di luar rumah, tanpa sepengetahuan suami kamu ?"
"Tuan Rangga, ku rasa anda benar-benar amnesia, istri yang kamu maksud siapa ? saya?" ucap Tania sembari menunjuk ke arah diri nya. Rangga tercengang dengan ucapan yang keluar dari mulut Tania, kini wanita itu berdiri tepat di depan Rangga.
"Anda sendiri jalan dengan wanita di masa lalu anda, dan itu fine - fine saja, terus apa yang salah dengan saya?" lanjut Tania, Rangga menaikan alis nya.
"Kita itu berbeda, saya ini pria dan tidak akan masalah di masa depan!" tegas Rangga yang sudah mulai kesal, Tania sudah berani melawan ucapan pria ini.
"Iya, kita berbeda, anda pria bisa berbuat semau Anda, sedangkan saya wanita harus tunduk pada perkataan anda? selama saya tidak merugikan anda, itu tidak akan masalah. Tuan Rangga, tinggalkan saya, saya mau istirahat!"
__ADS_1
Tania berbalik, kembali ke ranjang nya. Sementara Rangga, masih tercengang dengan ucapan Tania barusan.
"Kamu mengusir ku dari kamar ini ? kamu lupa, ini juga kamar ku, dan ini rumah ku!" tegas Rangga,
"Kalau begitu, aku yang akan keluar"
"Oke, kau boleh disini!" Rangga berbalik dan pergi meninggalkan kamar.
Blam!
Pintu kamar di banting Rangga, Tania hanya bisa melihat nya. Sampai saat ini Tania tidak pernah tahu perasaan dia terhadap Rangga.
Rangga tidak pernah menunjukkan rasa ketertarikan terhadap Tania, jadi Tania beranggapan pria itu tidak pernah mencintai nya, apalagi Rangga masih bersama dengan Adelia.
Di lantai dasar, Rangga duduk di sofa, Queen menghampiri nya.
"Tuan, tadi pagi aku melihat Non Adelia datang kemari, tapi Non Adelia tidak mampir" ujar Queen.
"Untuk apa dia kemari?"
"Saya juga tidak tahu Tuan, mungkin Non Adelia datang untuk bertemu dengan Tuan"
"Eemmm" Rangga kembali berpikir tentang Tania.
"Queen, apa pagi ini Tania melakukan hal aneh?"
"Hal aneh yang bagaimana Tuan?"
"Hal aneh, misalnya ....sudahlah, kamu tidak akan mengerti!" tukas Rangga kemudian, Queen malah tersenyum.
"Tuan, apa Anda mulai jatuh cinta kepada Nyonya?"
"Jatuh cinta? aku?" Rangga malah menatap lekat kearah Queen, wanita ini mengangguk nya.
"Eeemmm, benar bukan Tuan?"
"Tidak, kamu salah paham, kami berdua bagaikan Air dan minyak, tidak akan bisa bersatu!" tegas Rangga,
" Bisa Tuan!"
__ADS_1
Rangga membulatkan mata nya mendengar ucapan Queen, "Apa yang kamu katakan?"
"Air dan Minyak bisa bersatu kalau ada sabun, begitu juga dengan Tuan dan Nyonya bisa bersatu asal ada cinta!" pungkas Queen, setelah mengatakan itu, ia pun pergi meninggalkan Rangga, sebelum pria itu memarahi nya.