Terikat Pernikahan Keluarga

Terikat Pernikahan Keluarga
Marahan


__ADS_3

Tania dan Rangga pagi ini masih saling mendiamkan diri, setelah perdebatan yang terjadi kemarin sore, antara mereka berdua.


Di meja makan, Rangga dan Tania saling diam satu sama lain, baik Rangga atau Tania saling tidak mau menyapa duluan.


"Aku hari ini harus pergi ke kampus, aku harus mengambil dokumen untuk melamar pekerjaan" ujar Tania,


"Pekerjaan apa? kamu mau bekerja?" tanya Rangga, Tania hanya mengangguk.


"Tidak boleh!" Rangga meletakkan sendok di atas piring nya. Tania menaikan alis saat mendengar penolakan dari Rangga atas keinginan dia.


"Kenapa tidak boleh, sampai kapan Tuan Rangga akan membatasi kebebasan saya, bukan kah, anda sudah berjanji ?"


"Oh, kamu masih ingat dengan janji mu ? jangan lupa malam ini, aku ingin kita mencoba lagi, agar kamu segera hamil, sebelum Mama kembali dari China kamu sudah harus hamil"


Awal nya Tania menatap Rangga dengan sinis, saat mendengar ucapan Rangga, namun Tania teringat akan perjanjian yang ia sepakati dengan Rangga.


"Eeem, aku ingat itu!"


Tentu saja Tania, harus menyelesaikan janji nya dengan Rangga, karena pria itu telah menyelesaikan wisuda nya sesuai janji mereka berdua.


Begitu Rangga selesai sarapan dia pun pergi ke kantor, Tania masih di meja makan, dan tidak bergerak sedikit pun.


Tania menghela nafas nya berkali - kali saat memikirkan untuk nanti malam, dimana dia harus melayani pria itu lagi.


Meskipun berat, Tania harus melakukan itu, demi bisa bebas dari pernikahan, karena dia sendiri tidak mau terus - terusan berada di tempat itu, dalam pernikahan tanpa cinta.


Ting !


[Hari ini jadi ke kampus? aku akan menemani kamu jika kamu mau !]


[Boleh, jemput aku di villa]


[Baik]


Tentu saja balasan dari Tania membuat Rayhan senang. Saat ini pria itu sedang berada di kantor Rani, sang kakak mengurus bisnis keluarga.


"Apa yang terjadi? kamu senyum-senyum sendiri?" tanya Rani, yang melihat sang adik tengah senyum sendiri.


"Biasa lah Kak"


"Pasti karena Tania?"

__ADS_1


"Eeemmm"


"Ray, aku tahu, kau mencintai Tania, tapi kau harus sadar, jika Tania saat ini adalah istri orang lain, mana bisa kau mendekati wanita itu, sementara dia masih memiliki suami saat ini, kau mau disebut pebinor oleh orang lain?"


Rayhan bangkit dari tempat duduk nya, lalu menoleh ke arah Rani.


"Aku tidak akan merebut nya selama dia bahagia, tapi aku akan merebut nya jika dia terus menderita" ujar Rayhan, lalu pergi meninggalkan Rani, wanita ini hanya bisa menghela nafas nya, saat mendengar ucapan sang adik.


Meskipun Rayhan adalah dosen termuda di dalam keluarga Rani, tapi dia tetap adik kecil bagi Kakak nya. Rani tidak melarang dengan siapa Rayhan dekat, asal Rayhan bahagia, Rani bisa menyetujui nya, karena Rani punya alasan tersendiri. Namun, jika wanita yang di cintai Rayhan masih istri orang itu membuat Rani sedikit berat merestui hubungan itu, apalagi yang di kejar Rayhan menantu keluarga Wiguna.


Rayhan sudah tiba di kediaman Tania. Setelah Rayhan mengirim pesan, tak lama Tania keluar dan telah meminta izin kepada Queen, untuk memberitahu Rangga.


"Maaf, menunggu lama"


"Tidak apa-apa, aku bisa menunggu mu selama nya, asal kamu bersedia bersama ku"


"Maksudnya?"


"Tidak, ayo masuk kita berangkat sekarang"


Blam !


Tania dan Rayhan segera pergi menuju ke kampus untuk menemani Tania, mengambil semua yang di perlukan wanita itu.


Selesai dari kampus, Rayhan mengajak Tania untuk singgah di sebuah kafe, mengajak Tania untuk ngopi bersama.


"Boleh, mau ngopi dimana ?"


"Di kafe shop bagaimana ?"


"Boleh"


Rayhan langsung memutar arah mobil menuju kafe shop. Baru saja tiba di sana, Rayhan melihat Rangga dan Tania masuk ke dalam tempat itu, dari dalam mobil Tania melihat kemesraan ke dua orang itu, yang sudah biasa di lihat oleh Tania.


Wanita ini tersenyum kecut.


"Apa kamu baik-baik saja?" Rayhan melihat nya, maka dari itu dia bertanya kepada Tania.


"Aku baik - baik saja" Tania langsung menjawab, sembari tersenyum ke arah Rayhan. Tapi, air mata Tania menetes, Tania teringat akan ucapan Rangga tadi pagi, nanti malam mereka ingin mencoba nya lagi, supaya Tania segera hamil. Namun, pagi ini dia masih bisa bermesraan dengan kekasih nya.


' Aku ini hanya mesin sebagai alat untuk melahirkan anak sesuai dengan perjanjian, bukan?' Tania meremas jari jemari nya, Rayhan dapat melihat itu, lalu ia menggenggam tangan Tania, dan menenangkan wanita itu.

__ADS_1


"Mau cari tempat yang lain?"


"Tidak, kita disini saja aku tidak apa-apa, ayo!" Tania langsung turun, begitu juga dengan Rayhan, Pria ini mencoba menggandeng tangan Tania, agar Tania terlihat baik - baik saja.


Mereka segera mengambil tempat yang sedikit jauh, dari Rangga dan Adelia. Namun, seberapa ramai pengunjung tetap masih terlihat meja yang di tempati Tania dan Rayhan.


"Rangga, bukan kah, itu Tania sepupu mu?"


Rangga langsung melihat ke arah yang di tuju Adelia, dan benar saja wanita yang bersama dengan Rayhan adalah Tania. Rangga tidak memberi komentar, pria ini mengepalkan tangannya .


"Mereka sangat cocok dan serasi sekali ya, tidak menyangka, ternyata pria waktu itu adalah kekasih Tania, lihat lah mereka cukup serasi" Adelia mengalungkan lengan Rangga, dari jauh, Tania mengintip nya sedikit melihat bagaimana Adelia memeluk lengan Rangga.


Setelah mereka semua selesai ngopi di tempat itu, Rayhan dan Tania, serta Rangga dan Adelia sama-sama, pergi meninggalkan kafe itu.


Di pintu masuk, mereka berempat malah berpapasan.


"Kebetulan sekali Tuan Rangga" seru Rayhan, saat melihat Adelia dan Rangga yang hendak keluar, Rayhan melihat bagaimana Adelia memeluk lengan Rangga dengan begitu mesra.


Saat ini Rangga belum menceritakan siapa Tania bagi dirinya, Adelia hanya tahu, kalau Tania adalah sepupu Rangga.


"Iya kebetulan sekali" Rangga melihat ke arah Tania, wanita itu malah membuang pandangan nya, ke arah lain.


Rangga tidak bisa marah terhadap Tania, karena dia sendiri yang memberi kebebasan terhadap Tania.


"Tania, ini pacar mu ?" tanya Adelia, Tania mengerutkan dahi nya, Rangga melirik sang kekasih yang saat ini tengah memberi pertanyaan kepada istri nya.


"Bu..."


"Iya" sahut Rayhan, seketika dia menggenggam tangan Tania, dan mengajak wanita itu pergi.


Disaat Rangga ingin mengejar mereka, Adelia melarang nya.


"Kamu kenapa sih, biarkan saja mereka pacaran, lagian mereka juga sudah besar, kamu tidak boleh melarang Tania pacaran!" tukas Adelia, lalu mengajak Rangga untuk pergi dari tempat itu.


Tiba di mobil, Rangga berniat untuk memberitahu Adelia kalau Tania adalah istri nya, dan Rangga sendiri merasa kalau dia sudah mulai punya rasa terhadap istri nya itu.


"Adelia...."


"Eeemmm, kenapa Rangga?"


Namun, ada keraguan dari wajah Rangga, saat ingin mengatakan itu, dia ragu, dan takut kalau Adelia akan melakukan hal konyol saat berpisah dengan diri nya, karena saat ini Adelia tidak memilki keluarga lain, selain Rangga.

__ADS_1


"Rangga tunggu sebentar, seperti nya dari pihak agensi" ujar Adelia, Rangga hanya tersenyum, dan membiarkan Adelia mengangkat panggilan itu.


Dari dalam mobil, Rangga melihat mobil Rayhan yang meninggal 'kan kafe shop.


__ADS_2