
Drrt..Drrt..Drrt..
"Hallo Ma..."
[Sayang,kamu sudah tidur? dimana menantu ku?]
"Dia ada di kamar,seperti nya sudah tidur.Ada apa mama telepon jam segini?"
[Kenapa kamu belum tidur? kalau kamu tidur larut malam,bagaimana bisa mama memiliki cucu!]
"Mah,apa hubungan nya sih tidur larut malam dengan cucu,aku masih bekerja ma,aku tutup dulu!"
[Tunggu!]teriak Shanti dengan keras,sampai Rangga menjauh 'kan ponsel dari kuping nya.
"Apa lagi?"
[Apa kau mengambil alih perusahaan Megawe?]
"Tidak,itu di ambil alih oleh Asisten Papa Tania,aku hanya membantu nya saja dari jauh,jangan sampai bangkrut,kalau kami bercerai setidak nya,Tania masih punya perusahaan Papa nya untuk menghasilkan uang!"
[Apa kata mu barusan? jangan pikirkan untuk bercerai,mama enggak akan membiarkan mu bercerai dengan Tania.Kalau kau berani,maka siap-siap saja kamu untuk miskin!]ancam Shanti.
"Ma,aku bisa hidup tanpa uang dari keluarga Wiguna,aku punya penghasilan sendiri di Inggris!"
[Penghasilan sendiri?aku bisa menghancurkan perusahaan kecil mu itu di Inggris,Mama banyak kenalan disana,harusnya kau mengerti itu.Jangan pernah Kau sakiti menantu mama yang baik itu,kalau tidak mau menyesal!]
"Iya aku mengerti!"
[Rangga,jangan lupa mama masih menagih cucu pada mu]
"Itu mustahil"
Rangga langsung memutuskan panggilan dengan Shanti.
Di China,Shanti yang mendapati panggilan nya di putus sepihak oleh Rangga,merasa cukup marah.
"Sayang,lihat lah anak mu,dia berani mematikan panggilan saat terhubung,benar-benar anak durhaka!"maki Shanti,Bram mendekat kepada istri nya.
"Ma,apa kamu tidak terlalu kejam kepada Tania,kamu meninggalkan gadis malang itu untuk anak kita yang kurang ajar itu,Tania tidak akan bahagia kalau tinggal bersama dengan Rangga!"
"Kamu tidak tahu apa-apa mas,aku tahu segala nya!"Shanti segera pergi dari hadapan Bram,menuju kamar.
Villa di Bali...
Setelah pekerjaan nya selesai,Rangga kembali ke kamar,dan menyimpan laptop di atas nakas.
Rangga melihat Tania yang tidur di atas sofa,lali ia memindahkan wanita itu ke atas ranjang.
__ADS_1
"Kenapa ibu begitu memaksa aku untuk menikah dengan mu,dan juga kenapa ibu selalu menuntut cucu dari ku dan Kamu!"Rangga mengelus wajah Tania dengan lembut.
'Apa yang ku lakukan!'
Rangga menarik kembali tangan nya,dan ia segera naik ke atas ranjang,dan tidur di sebelah Tania.
Tanpa sadar,Tania memeluk tubuh Rangga saat diri nya berbalik,dan ternyata guling ada di sebelah kanan Rangga.
Ke esokan pagi nya. . .
Tania dan Rangga tidur dalam posisi masih berpelukan,tanpa mereka sadari.
"Heemmm"Tania menggeliat dan membuka mata nya,dengan tangan masih berada di atas dada bidang milik Rangga.
"Aaaaah!"teriak Tania dengan keras,Rangga langsung menutup mulut Tania,saat ia terbangun.
"Sssttt!"
Tania mengangguk nya,baru lah Rangga melepaskan tangan nya.
"Kenapa aku ada disini,bukan kah aku tidur di sofa?"tanya Tania yang berusaha turun dari ranjang.
"Aku melihat mu tidur di sofa,jadi aku menggendong mu ke ranjang!"setelah mengatakan itu,Rangga juga ikut turun dari ranjang dan berjalan ke arah kamar mandi.
Tania menguncir rambut nya seperti biasa,lalu ia menghadang Rangga yang hendak masuk kamar mandi.
"Aku mau ke kantor!"
"Aku lebih dulu,kalau Adelia kesini aku sudah selesai mandi"
'Oh ya,ada Adelia disini,kenapa aku melupakan itu!'
Akhirnya Rangga membiarkan Tania yang mandi duluan.Dan dia menunggu di balkon.
Setelah beberapa menit berlalu,Rangga kembali mengecek Tania,karena sudah lama tidak terdengar air di dalam kamar mandi.
"Tania,kau sudah selesai!"
"Tunggu sebentar!"
"Rangga aku melupakan handuk ku!"teriak nya dari dalam kamar mandi,dan Rangga melihat handuk Tania masih berjemur di tempat handuk,
"Buka pintu,aku membawa nya untuk mu!"
Ceklek !
Tania mengulurkan tangan nya,Rangga memberikan handuk untuk Tania,setelah itu baru ia keluar dari kamar mandi.
__ADS_1
Glek!
Rangga menekan saliva melihat pemandangan di depan mata nya.Pertama kali Rangga melihat tubuh Tania berbalut handuk,sebelumnya dia tidak pernah berpapasan dalam keadaan begitu.
"Baju ku jatuh,jadi aku akan menggantikan nya dengan yang lain!"setelah mengatakan itu,Tania pergi ke arah lemari.Rangga adalah pria normal,bagaimana pun ia akan bereaksi saat melihat tubuh Tania,hanya saja Rangga tidak ingin mengakui nya.
Satu jam kemudian. . .
Di meja makan,mereka bertiga sarapan seperti biasa.Kali ini ada rasa canggung dalam diri Tania untuk pertama kali,saat mengingat ia tidur dalam keadaan memeluk Rangga.
"Bagaimana pekerjaan mu di Inggris,bukan kah kamu baru saja menanda tangani kontrak baru,kata mu film baru mu akan syuting akhir bulan ini!"
"Benar,aku akan kembali ke Inggris akhir bulan,aku masih memiliki waktu selama dua puluh hari lagi disini,selama aku disini,ayo kita bikin banyak kenangan romantis disini"Adelia menggenggam tangan Rangga,
"Eeemmm,akan ku pikirkan tempat yang bagus!"
Tania mengerutkan alis nya,Rangga langsung menyetujui saran Adelia,tanpa berpikir panjang.
"Tania,nanti siang datang lah ke kantor,ada yang ingin ku bahas dengan mu!"
"Kenapa harus Tania? kenapa bukan aku?"Adelia menyela ucapan Rangga.
"Karena mama berbicara dengan Tania.Han juga disana,tidak perlu khawatir!"
"Tania jangan lupa.Adelia aku pergi dulu!"Rangga pun segera pergi meninggalkan meja makan,dan berlalu ke pintu utama.
"Tania!"
"Eem,iya"
"Hubungan sepupu seperti apa yang kamu miliki dengan Rangga,aku sudah lama mengenali nya,namun aku tidak pernah tahu ada sepupu Rangga yang bernama Tania"
Tentu saja pertanyaan itu,membuat Tania terkejut.
"Hubungan sepupu yang jauh,aku juga baru tahu memiliki hubungan sepupu dengan Rangga!"
"Oh,saudara jauh ya?"
"Benar,Adelia kenapa kamu tidak mau bertemu dengan Mama Shanti?"
"Kamu tahu,Mama Rangga cukup cerewet,aku tidak terbiasa bertemu dengan perempuan yang selalu mengomentari hidup ku,Aku terbiasa hidup di Inggris,jadi kamu pasti tahu bagaimana kehidupan ku disana.Dan Mama Rangga tidak menyukai itu!"
Tania dapat melihat dan mendengar ucapan Adelia,namun pernyataan Adelia sangat berbeda dengan apa yang di lihat Tania saat ini.
"Satu lagi,Mama Rangga membenci wanita yang karir nya seperti model,maka nya aku terkejut kamu ambil jurusan itu di saat kuliah,apa keluarga Rangga tidak keberatan?"
"Tidak,sebelum aku tinggal disini,aku sudah lebih dulu kuliah di jurusan itu!"
__ADS_1
Ke dua nya mengobrol cukup dekat,dan bahkan Tania belum mengerti kenapa Adelia tidak menyukai Shanti ibu dari Rangga.