Terikat Pernikahan Keluarga

Terikat Pernikahan Keluarga
Rahasia


__ADS_3

Rangga bersama dengan Han,telah tiba di tempat yang di janjikan seseorang.Rangga tidak melihat pesan dari Adelia,karena memang bukan wanita ini yang ingin di temui Rangga.


"Apa informasi yang ingin kamu berikan kepada ku?"


"Aku membawa informasi penting kepada anda,sesuai yang anda minta"


Informan yang di bayar oleh Rangga,untuk menyelidiki kasus kematian Mahendra telah di terima oleh Rangga.


Rangga cukup puas dengan hasil itu,karena selama ini ia curiga dengan kematian Mahendra yang tiba-tiba saja.Rangga telah memeriksa riwayat penyakit Mahendra tidak ada masalah apapun.Namun,dengan kematian Mahendra yang mendadak membuat Rangga curiga.


Dia juga bersalah dalam hal ini,telah mengurung Tania di villa selama beberapa hari,sehingga Tania tidak bisa leluasa bertemu dengan Mahendra.Sehingga seseorang mengambil keuntungan atas peristiwa itu.


"Kamu tahu, apa yang harus kamu lakukan, satu lagi jangan sampai Tania tau, jika aku mengambil alih atas perusahaan Papa nya, aku takut dia salah paham" tegas Rangga kepada Han,


"Baik Tuan"


"Dan terimakasih atas informasi yang kamu berikan sama Kami, ini bayaran mu!" Rangga mengeluarkan amplop coklat yang ada dalam jas nya.


"Han, sisa nya salah urusan mu, penjarakan sektretaris Om Dairuz!"


"Baik Tuan, kita kembali?"


"Oke"


Rangga dan Han, pun pergi dari tempat itu setelah mendapatkan semua bukti yang mereka cari.


Di dalam mobil, Rangga memperhatikan ponsel nya, karena Adelia terus saja menghubungi Rangga, dan berhasil panggilan itu di abaikan Han.


"Tuan, aku perhatikan sejak kita berada dalam ruangan itu, Nona Adelia terus menghubungi Anda, kenapa anda menolak nya, maaf jika pertanyaan saya lancang!"


"Tidak ada apa- apa. Apa kau memberitahu mama atas keberadaan Adelia?"


"Tidak, saya tidak berani!"


"Bagus!"


Rangga menyimpan ponsel nya. Lalu duduk dengan tenang, dan kembali ke villa.


Di dalam kamar, Tania sudah terlelap karena menunggu lama kepulangan Rangga. Pintu kamar terbuka, pertanda Rangga sudah tiba di villa.


Rangga duduk di tepi ranjang Tania, dia tidak menceritakan apa yang telah terjadi kepada Dairuz, karena Rangga tidak ingin melihat Tania terluka dan bersedih. Rangga telah berjanji tidak akan mengungkit masa lalu atas kematian Dairuz papa dari Tania.

__ADS_1


Satu bulan kemudian . . .


Satu bulan telah berlalu, meskipun tidak saling mencintai satu sama lain, hubungan Rangga dan Tania terlihat semakin membaik.


Shanti ikut bahagia, mendengar perkembangan Tania dan Rangga, ia pun menjadi lega meninggalkan Tania kepada Rangga.


Rangga duduk di tepi ranjang, menunggu Tania yang keluar dari kamar mandi.


Ceklek !


Begitu pintu kamar terbuka, Rangga langsung berdiri.


"Bagaimana ?" tanya Rangga menghampiri Tania, wanita itu menggelengkan kepala nya.


"Sabar, mungkin belum rejeki, jadi aku harus lebih semangat lagi untuk memuaskan mu!" ujar Rangga, yang menggoda Tania,


"Itu sih mau mu!" Tania pun menyimpan benda pipih yang ada di tangan nya ke dalam laci, terlihat sudah ada sepuluh benda itu berjejer di sana, semua hasil nya negatif.


Rangga mengajak Tania untuk turun. Kedua nya masih menjaga komunikasi yang baik, untuk mengontrol mood agar usaha mereka segera berhasil.


Rangga menggandeng tangan Tania untuk turun sarapan, tiba di lantai dasar, ke dua nya di kejut 'kan oleh kedatangan Adelia, tangan Rangga yang semula menggenggam tangan Tania langsung terlepas.


"Sayang, kenapa kamu datang"


"Aku bosan di apartemen. Kamu sudah sebulan tidak datang menjenguk ku, bahkan aku menghubungi mu, kamu tidak mengangkat nya. Kamu hanya mengirim makanan saja, itu tidak lah cukup sayang, untuk mengobati rindu ku!" pungkas Adelia yang kini memeluk pinggang Rangga.


'Berarti selama ini Rangga menepati janji nya, dia tidak datang untuk bertemu Adelia ? ternyata dia bekerja sangat keras untuk mendapatkan anak untuk ibu nya, sungguh usaha yang luar biasa!' Tania memperhatikan dua orang yang sedang di mabuk cinta.


"Eh, Tania. apa kabar mu?" tanya Adelia, saat melihat Tania ada disana, padahal dia sudah tiba di sana bersama dengan Rangga, dasar Adelia tukang drama.


"Kurang baik, akhir- akhir ini sering menonton film Korea perselingkuhan, jadi mood ku kurang baik" sindir Tania berjalan ke arah meja makan, Rangga mengerutkan dahi nya.


"Sayang, apa yang terjadi dengan Tania?"


"Ah, aku juga tidak tahu"


Rangga mengajak Adelia menuju meja makan.Lalu, Queen menyiapkan sarapan untuk mereka bertiga.


"Queen apa Mama menelpon akhir-akhir ini?"


"Iya Tuan, pulang dari Paris, Nyonya akan singgah jika memiliki waktu banyak!"

__ADS_1


"Semoga saja, tidak memiliki waktu, karena Tante tidak akan senang melihat ku disini!" tukas Adelia, Rangga hanya menggelengkan kepala nya.


Mereka bertiga langsung makan bersama, seperti janji Rangga, dia telah membantu Tania untuk wisuda, dan kini Tania sudah bisa untuk melamar pekerjaan di bidang entertainment kalau ia mau, karena menjadi seorang model adalah cita- cita Tania.


"Selamat atas wisuda mu"


"Terimakasih"


Adelia terlihat begitu ramah kepada Tania, itulah sebab nya kenapa Rangga tidak perlu menceritakan hubungan dia dan Tania, karena Adelia telah menghargai Tania sebagai ponakan Rangga.


Setelah sarapan selesai, mobil Han untuk menjemput Rangga pun tiba, Rangga membawa Tania bersama dengan nya.


Setelah dua orang itu pergi, Tania mendapat pesan singkat dari Rayhan.Pria itu baru saja kembali dari Kanada atas perjalanan bisnis keluarga nya.


Setelah kembali dari Kanada, Kakak dari Rayhan juga ikut kembali.


[Ayo bertemu, sudah lama tidak bertemu, aku memiliki oleh- oleh untuk mu]


Pesan singkat yang di kirimkan oleh Rayhan, Tania menganggap nya sebagai teman, dan Rayhan juga orang baik, tidak salah nya ia juga baik dengan Rayhan.


[Baik, di kafe mawar dekat kampus!]


[Baik]


Setelah membaca balasan pesan singkat milik Rayhan, Tania pun kembali ke kamar untuk bersiap-siap.


Tak lama kemudian, Tania tiba di sebuah kafe dimana Rayhan sudah menunggu nya. Tania datang dengan kendaraan yang di berikan Rangga, atas perjanjian mereka berdua, Tania memiliki kebebasan nya lagi.


"Maaf aku terlambat!" seru Tania, Rayhan menoleh dan segera berdiri.


"Tidak masalah, ayo duduk"


Tania langsung duduk, dan melihat wanita sexy dan cantik, kulit nya sangat putih, wanita itu terlihat begitu elegan, penampilan nya sangat memukau.


"Apa ini istri mu?" goda Tania,


"Uhuk uhuk" Rayhan langsung terkejut,dan Wanita di samping Rayhan tertawa kecil mendengar pertanyaan Tania.


"Ini Kakak ku, baru kembali dari Kanada, dia akan memimpin perusahaan keluarga!" pungkas Rayhan, Tania pun malu dan tersenyum menutup mulut nya. Rayhan yang melihat itu ikut tersenyum, karena bahagia bisa melihat Tania lagi.


"Rani " Wanita itu mengulurkan tangan nya.

__ADS_1


"Tania" Ke dua nya terlihat sangat akrab setelah berkenalan.


Ada seseorang di luar restoran melihat Tania dan Rayhan bertemu, dan mengambil kesempatan itu untuk memprovokasi Rangga, orang itu langsung memotret nya sebagai barang bukti.


__ADS_2