
Pagi-pagi sekali Rangga mencari keberadaan Tania, tetapi pria ini tak menemukan Tania, karena memang Tania sudah pergi sejak tadi pagi, sebelum Rangga bangun dari tidur nya.
Rangga masih mengenakan baju tidur, turun untuk mencari keberadaan Tania. Di dalam rumah ini yang belum mengetahui kehamilan Tania adalah Rangga, karena Queen ataupun Leo, di larang oleh Tania untuk memberitahukan Rangga, setelah Tania dengar kata perceraian dari Rangga.
"Queen!" teriak Rangga, memanggil Queen, sehingga membuat Queen bergegas pergi ke ruang tamu untuk menemui Rangga.
"Dimana Tania? Leo juga tak ada di rumah," ujar Rangga, frustrasi. Rangga takut jika Leo membawa pergi Tania dari villa nya tanpa sepengetahuan Rangga.
"Saya juga tidak tahu Tuan, karena Tuan Leo, dan Nyonya Tania, tidak berpamitan dengan saya, " Queen menundukkan kepala nya, saat ini dia benar-benar takut dengan Rangga.
__ADS_1
Rangga, meniggalkan Queen di ruang tamu, dan pergi menuju pintu utama, tetapi begitu pintu utama terbuka, Rangga terkejut Tania dan Leo pulang. Bahkan, saat ini Shanti juga ikut pulang bersama dengan Bram, membuat Rangga membatu di depan pintu masuk.
"Cepat bantu mama, kenapa kau malah bengong di depan pintu," seru Shanti, yang baru saja turun dari mobil, dan memanggil Rangga, yang masih mematung di depan pintu masuk.
Leo membawa Tania masuk ke dalam rumah, karena Leo tahu sejak dari tadi pagi kondisi Tania tak begitu baik, bahkan sejak perjalanan menjemput ibu mertua nya di bandar udara, Tania sering kali merasakan mual.
Akhirnya Rangga membantu Shanti untuk menurunkan semua barang Shanti dan Bram dari dalam mobil. Tiba di depan pintu masuk, Queen membantu Rangga, membawa semua barang milik Shanti dan Bram ke kamar tamu.
Leo memberikan obat untuk Tania, Shanti dan Bram memperhatikan dua orang itu, tetapi Rangga malah diam saja, tanpa melakukan apapun, karena Rangga sampai saat ini belum tahu jika Tania hamil.
__ADS_1
"Apa yang kau liat? apa kau tidak bisa merawat istri mu dengan baik? dia terlihat cukup kurus, aku sangat malu memiliki anak seperti mu," cibir Shanti yang duduk sembari menyilangkan kaki nya, serta kedua tangan dilipatkan di dada nya. Bram mengusap punggung sang istri agar berhenti marah-marah.
"Kami akan segera bercerai," ucap Rangga pelan, tetapi masih begitu jelas terdengar di telinga semua orang, termasuk Tania dan Leo. Shanti, menoleh dengan cepat ke arah Rangga, dan membulatkan mata nya tak percaya, saat mendengar ucapan Rangga yang begitu berani.
"Aish....!" geram Shanti, sembari berdiri. "Mas, lihat lah anak seperti apa yang ku lahirkan, dia ingin menceraikan istrinya, padahal jelas-jelas Tania adalah wanita yang baik untuk nya," tukas Shanti, sembari melihat ke arah Bram.
"Sejak awal aku tidak pernah setuju sama pernikahan ini, tetapi kalian memaksa ku, lagian aku sejak awal sudah katakan orang yang ingin ku nikahi Adelia bukan dia!" tunjuk Rangga, ke arah Tania, wanita ini masih diam sembari menahan air mata agar tak keluar dari tempat nya.
"Apa kau gila?" Leo, geram melihat tingkah Rangga, dan ingin sekali menghajar Rangga saat itu juga, tetapi Leo masih menghargai Shanti dan Bram yang berada di ruang tamu.
__ADS_1