
Queen membawa Tania ke kamar, sementara Leo, menunggu Rangga pulang di ruang tamu, pria ini menyilangkan kaki nya serta ke dua tangan di rentangkan di atas sofa.
Leo, mengumpat Rangga sejak dari tadi dia tiba di villa, tetapi Pria itu tak juga menunjukkan keberadaan nya di dalam villa. Karena lelah menunggu, akhirnya Leo bangkit dari tempat duduk nya dan menghubungi Han.
[Han, saya meminta alamat Adelia kepada mu,] tanpa menunggu jawaban dari Han, Leo telah memutuskan panggilan nya, lalu ia berjalan ke arah pintu utama.
Begitu Leo berada di dalam mobil, dia menerima sebuah pesan masuk dari Han, yaitu alamat tempat tinggal Adelia. Han, tidak berani membohongi Leo, karena Han tahu Leo tidak mudah di atasi, dia lebih berbahaya dari Rangga.
Setelah mendapatkan alamat Adelia, Leo pun segera meluncur ke alamat Adelia, guna untuk menjemput Rangga di apartemen Adelia.
Di tempat lain, di apartemen Adelia, saat ini Rangga baru saja tiba di apartemen Adelia, bersama dengan wanita itu, Rangga dan Adelia baru saja kembali berkencan, dan Rangga berniat akan menginap di apartemen Adelia malam ini.
Rangga duduk di meja makan, sembari melamun. Adelia membawakan minuman untuk Rangga, terlihat raut wajah Rangga yang begitu menahan amarah, entah amarah untuk siapa tidak ada yang tahu.
Rangga mencengkram ke dua bahu kecil Tania membuat Tania menahan sakit. "Tetapi, sekarang aku tak ingin lagi punya anak dari seorang wanita seperti mu, aku tidak sudi anak ku, di lahirkan oleh mu!" ucap Rangga tegas lalu melepaskan genggaman tangan nya di bahu Tania, serta mendorong wanita itu hingga terjatuh kembali ke sofa.
__ADS_1
Rangga ingin pergi, tetapi Tania menghalangi nya lagi.
"Mas, apa yang salah? kenapa kamu mengatakan itu? kamu tahu aku tidak memiliki siapapun di sini selain kamu," ujar Tania yang kini berusaha meraih tangan Rangga, yang berdiri di depan pintu ruangan Rangga.
"Urusan kita berdua telah selesai," Imbuh Rangga, dan membuka pintu ruangan, ternyata di depan ruangan sudah ada Adelia.
Rangga langsung menarik tangan Adelia, dan membawanya pergi dari sana, Tania hanya bisa memandangi punggung Rangga yang berlalu pergi bersama dengan Adelia.
Prang!
"Rangga, apa yang terjadi?" tanya Adelia panik, saat mendengar suara teriakan Rangga beserta gelas yang pecah.
'Ini yang kau mau bukan? kau memilih pria itu? kau pikir kau siapa? hanya aku yang bisa mencampakkan mu, orang lain tidak bisa melakukan apapun kepada ku,' batin Rangga yang terus memikirkan ucapan nya kepada Tania waktu di perusahaan Wiguna.
"Rangga," panggil Adelia,
__ADS_1
Dugh!
"Jangan menyentuh, ku!" teriak Rangga, yang tak sengaja mendorong Adelia hingga terjatuh ke lantai.
"Adelia, maaf." Ucap Rangga kemudian setelah sadar orang yang di dorong nya adalah Adelia bukan Tania. Rangga membantu Adelia untuk berdiri, Adelia mengeluh sakit di bagian pinggang nya karena dorongan Rangga lumayan kuat.
"Kamu enggak apa-apa? aku minta maaf, aku tidak sengaja," ucap Rangga, memegang ke dua pipi Adelia, wanita ini langsung memeluk Rangga dengan erat dan manja.
"Jangan lakukan itu lagi, aku takut kamu menyakiti ku, apa yang salah dengan mu Rangga?" tanya Adelia, memegang wajah Rangga.
Rangga melepaskan tangan Adelia yang menyentuh wajahnya, lalu Rangga berbalik dan duduk kembali di kursi meja makan.
Ting Tong !
Suara bel pintu apartemen Adelia, mengejutkan Adelia ataupun Rangga, ke dua nya saling pandang satu sama lain.
__ADS_1
"Kamu memesan makanan?" tanya Rangga, Adelia menggelengkan kepala nya.