Terjebak Cinta Pria Egois

Terjebak Cinta Pria Egois
Daniel sakit


__ADS_3

Saat, sedang sibuk mengecek, pesanan dari costumer, Siena di kejutkan oleh, seseorang yang berdiri di depan meja kasir dia menyapa orang tersebut tanpa me melihat siapa orang nya.anda mau memesan, jenis barang apa biar saya yang mencatat nya saat ini karena yang lain sedang sibuk-sibuknya, di sini.


"kalo aku mau pesan kamu boleh?"


suara orang itu Siena mengenal nya.


"Fero,,, itu kamu sedang apa di sini?,, bukan nya kamu pindah ke luar negeri ya?"


tanya Siena.


"Aku kembali untuk menagih janji pada mu!"


ucap Fero lantang.


"janji , apa aku tidak pernah berjanji pada mu!"


tanya Siena lagi.


"kau sudah berjanji bahwa kamu akan menemani ku ngobrol.


"Owh itu itu kan dulu ternyata kamu masih ingat itu rupanya!"


ucap Siena lagi.


Mereka pun mengobrol dengan Santai nya di balkon lantai dua bangunan butik itu


"Sien,,,aku tau kau sudah mau bercerai dengan suamimu tapi apa boleh aku menjadi orang terdekat mu, setelah ini?"


ucap Fero,pada Siena.


"Aku belum bisa menerima, siapapun itu orang nya Fero,rasa sakit yang di torehkan oleh nya.belum bisa hilang seberapa besar nya pun aku mencoba untuk bisa melupakan itu tetap saja semua nya nihil tidak berhasil, aku malah semakin larut di dalam rasa sakit itu!"


ucap Siena.


ya benar seberapa pun Siena berusia untuk membuang rasa yang telah di torehkan oleh Adnan dengan mencoba mencari penawar namun tetap saja semua itu nihil,tak ada gunanya sama sekali, Siena kini semakin larut dalam kesedihan, bagaimana tidak orang yang sangat iya cinta selama ini tega melukai hati dia dan kedua buah hatinya, bahkan dia semakin gencar mesra-mesraan di depan kedua buah hatinya dan dirinya. Adnan telah berkhianat dengan kata cinta nya pada Siena.


kini Siena tengah meneteskan air mata nya,di hadapan Fero, betapa perihnya mendengar penjelasan Sang anak tentang ketidak Adilan sang ayah pada mereka, kalo hanya Siena yang terluka mungkin iya masih bisa menahan nya.


tapi tidak untuk kedua buah hatinya itu.


" Siena,,, aku tahu seberapa terluka nya kamu saat ini, tapi tolong jadi kan aku sandaran untuk kamu, walau hanya di jadikan obat sakit hati mu aku rela Sien,,, asalkan kau bisa kembali ceria seperti dulu!"


ucap Fero lagi .


"Aku tidak bisa seperti itu lagi Fero, semua nya begitu menyakitkan!"


jawab Siena.


"sudah-suday ya kita jangan bahas itu lagi sekarang,kamu tinggal di mana?"


tanya Fero.


"Aku tinggal di rumah ayah karena tidak mungkin kalo harus pindah lagi ke Bali, soalnya anak-anak sudah masuk sekolah tapi kalo di pikir sih hidup di Bali itu tenang karena tidak ada paparazi seperti di sini yang selalu membuat aku dan anakku tertekan. kami hidup tenang dulu di sana sekarang pun rumah nya kami kosong, dan butik ada yang jaga juga jadi aku tidak pernah menjual aset-aset yang ku punya di Paris juga Mension ,dan butik juga kelak yang di Paris aku ingin putra putri ku yang mengurus nya!"


jawab Siena seadanya.


"Wah,,,, janda kaya ternyata ya hehehe!"


canda Fero.


tiba-tiba saja Jimi memanggil Siena.


"Sien,,,, cepat kemari anak mu sakit!"


ucap nya panik, Jimi memang suka panik juga anggota keluarga nya sakit.


"kenapa ayah tadi baik-baik saja ko dan tadi bukan nya baru habis makan bareng ayah!"


ucap Siena sambil,bangkit dari duduknya di susul oleh Fero . Siena langsung pergi menuju tempat istirahat nya karena Daniel tadi ada di sana bersama Ayah dan Sinan.


"Daniel, sayang mana yang sakit,.Nak? ayo kita ke dokter sekarang!"

__ADS_1


kata Siena yang akan langsung menggendong anaknya itu.


"Siena,biar aku yang bawa, dia pasti berat dan kamu tidak akan sanggup kalo harus membawa nya sendiri!"


kata Fero yang langsung membawa Daniel turun dari lantai dua ke bawah menuju mobilnya, dan Siena mengikuti dari belakang di susul Jimi dan Sinan.


"Ayah, sebaiknya ayah pulang dulu bareng Sinan, nanti ayah bawakan baju ganti untuk Daniel nanti!" ucap Siena pada sang ayah, iya baik lah sayang, ayah sama Sinan pulang dulu ya!"


"iya ayah hati-hati di jalan Sinan nurut sama kakek ya nanti kita ketemu lagi Bunda mau bawa Kaka kerumah sakit, Alina aku titip, butiknya ya !"


Siena pun bergegas pergi ke rumah sakit di temani Fero dan sang sopir.


sesampainya di sana Siena langsung bergegas masuk UGD karena Fero sudah lebih dulu membawa Daniel,ke sana.siena mengikuti langkah Fero yang sudah lebih dulu sampai dan langsung memanggil dokter yang ada di sana.


"Dokter, tolong anak saya dia demam!" ucap Fero, yang langsung di tangani oleh Dokter dan perawat langsung sementara Siena mengurus Administrasi.


setelah,satu jam demam Daniel, belum turun juga, Siena sedikit panik karena obat penurun panas sudah di masuk kan kedalam infus .


"Fero, ko Demam Daniel belum turun juga ya, kenapa ya bisa begini?"


ucap Siena.


"Tenang lah pasti sebentar lagi dia akan sembuh!"


ucap Fero yang sekarang merangkul bahu Siena .


"Ayah,,,, Ayah,,, Ayah,,,!"


ucap Daniel, ternyata dia merindukan ayah nya diam-diam Daniel selalu membayangkan punya ayah yang bertanggung jawab terhadap mereka.


"Fero,, Hiks hiks, di saat seperti ini dia sangat merindukan Ayah nya hiks hiks hiks,,, aku harus bagaimana, menghadapi nya.


ucap Siena yang menangis lirih perempuan berusia tiga puluh tahun itu tidak kuasa menahan kesedihannya, saat sang anak yang terbaring sakit memanggil ayah nya.


yang mungkin tidak pernah perduli lagi pada mereka.


"Siena, bersalah biar aku yang menangani ini!"Fero,pun langsung bergegas mendekati Daniel, dia menggenggam tangan Daniel


"sayang ini ayah di mana yang sakit!"


"sayang maaf kan Bunda, seharusnya Bunda dulu tidak menerima Ayah mu kembali!"


kita pasti hidup damai di Bali,,, apa kita pergi saja ke sana lagi ya sayang , nanti kita bicarakan ini dengan kakek mu !"


Gumam Siena dalam hati.


"Daniel, sudah mulai membaik demam nya sedikit berkurang, dan dia sudah membuka mata orang yang pertama dia lihat saat ini adalah Fero, bukan sang ayah yang di rindu kan nya.


"paman, kenapa paman ada di sini mana ayah?"


tanya Daniel yang ternyata mengira bahwa yang tadi mengelus-elus nya dengan lembut, adalah Ayah nya padahal Fero lah yang saat itu melakukan nya.


"Sayang, Om juga me nyayangi mu,sama seperti anak Om sendiri jadi jangan sungkan mulai sekarang aku adalah ayah kalian ok!"


kata Fero menjelaskan, Daniel hanya mengangguk sebagai jawaban, mungkin karena anak itu sedikit kecewa karena yang mereka temui adalah, orang asing saat ini.


🌹💖💖💖🌹


sebulan berlalu, Siena semakin sibuk, di butik nya bahkan untuk sekedar menjemput anaknya sekolah pun di gantikan sang ayah, Siena selalu sibuk, tapi ada satu hal yang Siena lewatkan itu adalah kedekatan Fero dengan kedua putra dan putri nya, saat ini Fero sering mengajak nya jalan-jalan bahkan membelikan semua yang kedua nya inginkan, seperti sekarang dia sedang menonton,di bioskop yang ada di mall tersebut,dan mereka riang gembira bersama dengan orang yang baru dua bulan ini mereka kenal teman baik sang ibu.


"Om aku lapar, aku mau makan di situ!"


ucap Sinan yang telah menunjukkan jari nya di sebuah restoran.


mereka pun bergegas,menuju tempat tersebut, Fero merasa gembira,kini dia memiliki teman kecil nya.yang sudah di anggap nya seperti anak nya sendiri.


"Baik lah sayang, kamu mau makan apa biar Om pesan kan sambil memberikan buku menu pada kedua nya!"


ucap Fero tulus sambil mengelus puncak kepala keduanya, mereka pun memesan banyak makanan, dan melihat mereka bisa makan dengan di barengi canda tawa dari kedua nya, hati Fero merasa miris sebenarnya yang mereka butuh kan bukan lah harta berlimpah tapi perhatian dan kasih sayang dari ayah mereka, tiba-tiba saja saat mereka sedang asik canda tawa sambil menikmati makan siang mereka, dari arah meja sebrang Fero melihat Adnan dan seluruh keluarga nya sedang memesan makanan kepada seorang pelayan yang menghampiri nya,


"sayang,ayo selesai kan makan nya kita akan pergi ke wahana bermain setelah kalian makan, ucap Fero lantang, sengaja iya keras kan karena ingin melihat reaksi mereka semua, keluarga besar Sanjaya yang kini sedang menikmati menu nya.sontak mereka melirik kearah Fero, yang sudah bangkit ingin membayar, makan yang sudah di pesan nya tadi.

__ADS_1


"Fero, kamu di sini dengan siapa-siapa mereka berdua?"


ucap Agnes tidak sabar mendengarkan penjelasan sambil menghampiri ketiga nya, Agnes bahkan tidak sadar dengan wajah dari kedua anak itu mirip dengan sang kakak, yang kini sedang sibuk makan dengan kedua putra dari Gladdiss, itu.


"Mereka anak ku dan kita baru saja habis menonton di bioskop, dan kita mampir kesini untuk makan!"


ucap Fero, dan semua orang memperhatikan mereka kini.


"jangan bohong aku tau kamu tidak pernah menikah, selama ini !" ucap Agnes, dan semua orang makin memperhatikan nya termasuk Adnan yang juga melihat ke arah mereka saat ini ia bahkan sedikit terkejut, karena kedua anak nya ada di sana. lalu Fero menjawab.


"tidak perlu menikah untuk memiliki seorang anak, karena yang menikah juga belum tentu bisa menyayangi anak nya apa lagi kalo punya istri dua, yang penting aku saat ini selalu perhatian terhadap anak-anaku karena yang mereka butuh cuman kasih sayang soal berjodoh atau enggak nya kita dengan ibu, mereka itu bukan masalah besar karena masih banyak wanita di luar sana yang akan menerima ku menghangatkan ranjang ku tapi anak adalah prioritas, yang harus selalu di utamakan karena mereka adalah masa depan ku!"


jawab Fero tegas dan itu adalah sebuah sindiran keras untuk Adnan.


"Ayo anak-anak Deddy mau ngajak kalian ke wahana bermain kan tadi, sebaiknya cepat sebelum tempat nya penuh nanti kalian tidak nyaman. ucap Fero sambil mengelus, puncak kepala mereka berdua lalu membawa kan begitu banyak paper bag, di tangan Fero,iya juga tangan sebelah nya menggenggam tangan Sinan, dan langsung bergegas meninggalkan Agnes, yang masih mematung di tempatnya nya dia sadar yang di katakan oleh Fero ada benarnya juga.


"Sinan mau main di situ Deddy,Sinan juga mau boneka nya yang di dalamnya boleh kan Deddy!"


ucap Sinan, yang kini sudah berani memanggil nya dengan sebutan itu.


"Boleh Sayang, apa pun itu, Deddy berikan bahkan jika kau menginginkan mall ini pun akan Deddy beli untuk mu!"


ucap Fero tulus.


"Sinan hanya ingin boneka itu Deddy, enggak mau yang lain !"


ucap Sinan lagi.


"baik lah Nak, nanti Deddy, belikan untuk mu!"


ucap nya lagi.


sesampainya di dalam toko boneka Fero membelikan Sinan boneka Minion dengan ukuran besar,dan juga beberapa boneka lain nya.


"Bentar ya sayang, Deddy bayar dulu pegang dulu boneka nya ya!" ucap Fero sambil memberikan boneka, yang besar nya melebihi tubuh Sinan, sementara Daniel tersenyum manis, memperhatikan adik nya sangat bahagia itu sudah cukup bagi nya.


"Ayo kita jalan lagi mereka berjalan meninggalkan sang sopir yang tengah kerepotan membawa barang belanjaan milik gadis kecil anak dari Siena tersebut.


"Daniel, kamu mau beli apa ko dari tadi diam saja Sayang, apa kamu tidak mau beli mainan gitu?"


tanya Sinan pada Daniel.


"Tidak Deddy, yang tadi juga kan sudah beli banyak lagian aku kurang suka bermain seperti itu, itu hanya untuk anak manja, aku sudah besar dan tugas ku melindungi Bunda,dan Ade dari orang-orang jahat seperti mereka!"


tunjuk, Daniel pada seluruh keluarga besar ayah nya itu yang sedang asik di wahana bermain menunggu anak cucu mereka bermain.


"Deddy tau sayang kamu anak yang hebat, sekarang,biar Deddy yang melindungi kalian,jalani lah masa kecil mu yang berharga ini dengan, kebahagiaan.jangan memikirkan kewajiban, yang belum seharusnya kamu pikul karena tanggung jawab untuk hal itu hanya untuk orang dewasa, kamu gak akan kuat menanggung nya, jadi jangan pikir kan orang lain mau berbuat apapun biarkan mereka berbuat sesuka hati mereka, dan jalani hidup mu dengan baik biar Deddy, yang akan jadi pelindung kalian kini dan nanti Ok!,, sayang, sekarang tersenyum lah dan pergi lah bermain dengan Ade apa pun itu sesuai yang kamu mau !" ucap Fero pada Daniel, dengan tulus.


"Baiklah Deddy!" Daniel tersenyum,sambil menggandeng tangan sang Adik,menuju wahana permainan anak-anak seusianya, dengan di awasi oleh Fero dari luar dinding kaca, yang tersedia, tempat duduk, Fero kini menerima telepon dari seseorang,


Fero"


Halo, Sien,ada apa?"


Siena"


Apa anak-anak, sedang bersama mu ?"


Fero"


ya mereka di sini bersama dengan ku, sekarang sedang di dalam wahana permainan, dan aku sedang menunggu nya di luar!"


Siena"


owh syukurlah, maaf aku telah merepotkan mu hari ini aku sibuk banget, jadi tidak sempat, menjemput anak-anak,ke rumah, dan kata ayah baru saja ada sopir mu membawa banyak belanjaan kerumah,,, nanti uang nya aku transfer ya maaf merepotkan,mu aku titip mereka padamu, nanti aku jemput mereka setelah bermain karena ini belum selesai juga, kerjaan masih menumpuk!"


Fero"


"Siena, dengar kan aku, aku ikhlas memberi kan semua itu aku menyukai mereka seperti anak ku sendiri ada atau tidak nya hubungan darah itu bukan masalah yang terpenting bagiku saat ini sebisa mungkin membuat mereka bahagia agar mereka melupakan kesedihannya dan masalah uang jangan pikir kan uang ku tak akan habis untuk memborong sepuluh mall ini sekali pun, jadi jangan menghinaku dengan uang yang tidak seberapa, yang ku berikan pada mereka, yang aku inginkan saat ini membuat mereka bahagia titik.!"


Siena"

__ADS_1


" ya Aku tau terimakasih, untuk semua nya!"


telpon pun terputus, Siena menangis sejadinya di hadapan Alina kini.


__ADS_2