
setelah menikmati hasil ikan bakar mereka semua langsung bergegas ke kamar masing-masing, Siena yang sudah janji akan memijit tangan Adnan yang tadi merajuk karena pegal, mengipasi bara api tadi ia langsung melakukan apa yang tadi di janjikan nya, Adnan menyuruh Siena memijat bagian punggung nya yang terasa pegal-pegal mungkin efek sudah lama tidak berolahraga,
"Sayang, sudah belum tangan ku sudah pegal juga nanti aku tidak bisa gendong si kecil gimana!"
kata Siena.
"bentar lagi sayang ini masih pegal, gak papa nanti kalo kamu pegal-pegal juga nanti aku pijitin yang enak Ok,, sayang Hehehehe!"
senyum licik Adnan sudah terlihat, maklum saja mereka baru bisa bersama selama dua bulan ini dan saat ini pun mereka telah memiliki anak kembar.
"sayang ini sudah dua bulan, lama nya kita di sini bisa kah besok kita kembali ke ibukota?"
tanya Adnan.
"Aku sih terserah ayah saja dan lagi aku juga sudah meninggal kan rumah Bunda terlalu lama walau ada yang merawat nya hingga kini!"
jawab Siena lagi.
"tapi nanti kita tinggal di rumah kita sayang, tidak di rumah yang lain, kamu juga bisa ajak ayah tinggal dengan kita kaya saat ini.
agar bahagia kita terus bertambah"
ucap Adnan.
"baiklah sayang, tapi aku juga tidak mau menjual rumah ini bersama dengan butik,aku akan membayar orang untuk merawat nya dan butik akan aku isi dengan barang-barang baru
yg baru karena semua nya sudah ku kirimkan ke ibukota, untuk, memenuhi kepuasan customer yang sudah lama menanti kan nya.
nanti aku bisa, mengurus butik sambil mengurus kalian semua!"
ucap Siena.
ke esokan pagi nya Adnan di bantu oleh Harry yang datang semalam, datang karena perintah sang bos.
"sayang apa semua nya sudah siap.ayo kita berangkat, tidak usah bawa terlalu banyak barang nanti di sana sudah tersedia semua nya"
ucap Adnan
"iya sayang aku cuma bawa beberapa barang penting dan sedikit keperluan c kecil, coba kamu tanya apa ayah sudah siap atau belum"
jawab Sania.
"Ok,, baik lah kalo begitu aku temui ayah dulu!"
jawab Adnan"
mereka kini sudah sampai di bandara Ngurah Rai Bali,,, untuk kembali ke ibukota, saat ini juga sengaja naik pesawat umum karena perjalanan nya tidak akan terlalu lama kecuali kalo ke luar negeri, baru menggunakan jet pribadi.
sesampainya di bandara Sukarno Hatta mereka sudah di jemput sopir untuk menjemput Jimi dan barang-barang sementara, Siena dan Adnan di sopirnya adalah hari.
Siena yang memegang Sinan, sedang kan Adnan memegang anak laki-laki nya itu hingga satu jam perjalanan mereka pun sampai,di rumah yang dulu di penuhi kebagian walaupun hanya sesaat, tapi begitu indah nya sangat melekat di hati Siena.
"Sayang, selamat datang,di rumah kita, semoga semakin bertambah kebahagiaan kita nanti.
dan semua nya selalu baik-baik saja tidak kurang suatu apapun!"
__ADS_1
ucap Adnan yang mempersilahkan Siena beserta anak-anak nya untuk masuk di sana mereka sudah di sambut oleh pelayan rumah dan Jimi yang sudah sedari tadi sampai duluan.
Siena langsung bergegas masuk ke dalam kamar karena merasa lelah, dan dia juga ingin membaringkan tubuhnya yang sudah pegal kedua anak mereka di pegang oleh baby sitter yang kini telah siap untuk memberikan, mereka berdua, Siena langsung tertidur tapi tidak dengan Jimi dan Adnan mereka malah asyik mengobrol, di ruang keluarga,sambil menikmati teh hangat
"Adnan,kalo boleh ayah tau sejak kapan kamu jatuh cinta pada Sien,,,,?"
tanya Jimi.
"sejak Sien SMA,,,kelas satu aku melihat nya sedang di bully !"
kata Adnan.
"lama juga ternyata, terus kamu ngapain aja selama ini,ko ayah tidak pernah bertemu dengan mu?"
tanya Jimi lagi.
"Aku melanjutkan kuliah,dan pergi bekerja selama ini, saat aku kembali saat itu Aku melihat nya di panti, dan aku selalu memperhatikan, interaksi nya dengan anak-anak itu, aku semakin jatuh cinta pada nya!"
ucap Adnan.
mereka pun berbincang, tanpa sadar sudah hampir larut sore mereka bahkan melewatkan waktu makan siang saking keasikan ngobrol berdua.siena pun bergegas turun ke bawah dan memasak untuk makan malam.karena selalu seperti itu dia tidak suka mengandalkan orang lain untuk melakukan semua hal yang menurut nya masih bisa di tangani, kecuali kalo iya, terlalu sibuk untuk melakukan itu semua .Adnan yang melihat istrinya itu memasak segera mendekati nya.
"sayang kenapa mesti repot-repot sih kenapa kau tidak istirahat saja pasti kamu cape biar mereka saja yang memasak!"
ucap Adnan,sambil memeluk sang istri dari belakang.
"Sien, mau masak sendiri karena itu kewajiban seorang wanita, tolong deh jangan ganggu nanti aku telat masak nya dan kamu pasti lapar kan sayang?"
Siena mencoba melepaskan namun Adnan selalu menolak nya.
"Sayang aku hanya ingin makan kamu saja hehehehe, !"
"ih dasar mesum, apa kemaren masih kurang heuhhhhh?"
sahut Siena.
tak terasa hari demi hari mereka lalui, dengan bahagia nya, walau kadang Siena merasa kesepian, karena Adnan, pergi meninggalkan nya ke rumah Gladdiss, Adnan hanya ingin berbuat Adil terhadap kedua nya walau pun dia tidak mempunyai perasaan apa pun,
dan saat hari itu datang Siena selalu mengunjungi sang ayah di rumah lama nya bersama kedua buah hatinya.untuk menginap di sana, dan Jimi pun paham tidak akan ada lagi pertanyaan,lain selain menghibur sang putri yang sedang merasa kesepian dengan mengajak mereka jalan-jalan ke mall,sekedar berbelanja, Atau mengajak nya ke toko untuk mengecek toko yang sering kali ia tinggal kan saat Siena membutuhkan, waktu. untuk melupakan, luka di hati nya tidak terasa, dua tahun sudah dari semenjak itu Siena menjalani biduk rumah tangga dengan Adnan yang notabene masih memiliki istri lain, saat ini Sinan, dan sang kakak sudah memasuki usia Dua setengah tahun mereka sudah pandai berbicara, dan sering bertanya kepada, Adnan yang sering meninggalkan nya.
Adnan pun hanya bilang pergi bekerja keluar kota, iya tidak tahu sang istri memendam luka yang teramat dalam atas keputusan nya itu, tidak hanya itu Adnan pun memiliki Anak kembar dari Gladdiss yang semua nya adalah anak laki-laki lengkap sudah penderitaan Siena yang tidak pernah di akui oleh mertua nya itu, hari demi hari telah di lalui hingga bulan dan tahun silih berganti, kini kedua anak nya Siena sudah memasuki usia tujuh tahun dan itu artinya mereka sudah masuk SD.
🌹💖💖💖🌹
pada suatu hari, sekolah mengadakan rapat orang tua murid, mereka ingin mengadakan,acara yang selalu di gelar setiap setahun sekali ya itu kekompakan Ayah dan anak, Siena yang watu itu hadir di rapat itu datang berbarengan dengan Gladdiss, dia bahkan sempat di permalukan di depan umum oleh Gladdiss, bahwa Siena adalah pelakorr dan semua ibu-ibu mengolok-olok dirinya, hingga Siena pulang kerumah ayah nya langsung dari sepulang iya dari sekolah,
"kau kenapa, sayang hmm ayo cerita sama ayah, siapa tau Ayah bisa bantu?"
tanya Jimi yang kini telah memeluk putri nya itu.
Siena sudah tidak kuat lagi ayah, mereka selalu mengolok-olok,ku sebagai pelakorr, padahal siapa pun tidak akan mau memiliki, nasib seperti ku yang menjadi seorang pelakorr, aku terpaksa, tapi mereka selalu memandang rendah pada diri ku aku tak pernah merebut mas Adnan dari siapa pun justru aku yang di paksa menikah dengan nya, kenapa rasa sesakit ini ayah, aku tidak tahan, Hiks hiks hiks, semua nya kini memandang sebelah mata pada ku !"
ujar Siena Siena sambil menangis, dan begitu menyayat hati saat kedua nya mendatangi nya dan berkata,. Bunda, kenapa Bunda masih mau bertahan dengan ayah kalau itu menyakitkan aku dan Ade bahkan sering di ejek anak haram sama mereka, karena kami tidak pernah di jemput ayah sedang kan Galang dan Gilang selalu di jemput oleh Ayah seperti hari, kami hanya melihat saja, ketika jam sekolah bubar, Ayah seolah tidak perduli dengan kami di jemput siapa. dan besok adalah hari kekompakan ayah dan anak, sebaiknya, kami berdua tidak usah masuk sekolah saja Bun, dari pada nanti Guru bertanya, mana Ayah kalian seperti waktu itu, kami hanya berdiam diri di toilet, untuk menghindari, mereka yang selalu mengolok-olok kami"
ucap Daniel, anak pertama Siena, sontak Siena memeluk mereka iya menangis sejadi-jadi nya
__ADS_1
"maaf ,,, sayang Bunda, bunda tidak pernah tahu itu, Bunda yang salah, karena telah mempertahankan hubungan rumit ini, seharusnya Bunda tidak menerima nya kembali saat itu, Bunda. pikir dia bisa berubah dengan berjalan nya waktu tapi tidak sayang, bahkan ini semakin rumit saja, maaf kan Bunda sayang Bunda yang salah dalam hal ini, hiks hiks hiks.
Siena langsung ambruk di lantai iya sudah tidak kuasa menahan kesedihannya kini.
Jimi dan anak-anak sempat berteriak bersamaan, karena kaget.
Daniel dan Sinan pun menangis histeris, melihat ibunya tidak sadar kan diri.
"Sien,,,, bangun nak! kamu harus kuat untuk anak-anak mu jika kau ingin berpisah dengan nya ayah akan membantu mu nak, ayah mohon bangun Sien bangun!"
ucap Jimi yang di ikuti, Isak tangis anak-anak . tiba-tiba.
"Ada apa ini kenapa dengan Siena ayah?,,, Siena Sayang bangun jangan buat aku cemas, sayang hey,,, bangun!"
ucap Adnan yang mencoba membangunkan Sien,,,
"semuanya gara-gara Ayah kenapa ayah menyakiti perasaan Bunda selama ini, Bunda salah apa sama ayah, kenapa Bunda selalu di bully orang, di luar, kenapa tidak cukup dengan kami saja yang mereka olok-olok mengatai kami anak haram yang tidak jelas siapa ayah kandung nya!"
ucap Daniel yang kini merangkul adik nya Sinan, yang ternyata,sama rapuhnya dengan sang ibu,Sinan pingsan iya jatuh ke lantai dan Daniel semakin sedih Jimi kini mengeluarkan kata-kata yang tidak seharusnya iya ucap kan
"Adnan, mulai hari ini tinggal kan anak dan cucu ku dan jangan pernah temui mereka lagi, sudah cukup semua penderitaan, mereka jangan korbankan, anak dan cucu ku untuk keegoisan mu, selama ini pergi dari sini sekarang juga biar nanti pengacara yang akan mengurus, gugatan cerai nya. aku tidak akan membiarkan anak ku kembali pada mu!"
teriak Jimi pada Adnan yang di susul Adnan yang memohon ampun di kaki Jimi iya sadar kesalahan nya sangat Fatal dan kini sudah di ambang batas kesabaran ayah mertua nya.sementara itu Siena dan Sinan di bawa ke kamar untuk di periksa oleh dokter dengan di bantu oleh pelayan, rumah tersebut, Jimi melepaskan tangan Adnan dari kakinya dengan kasar hingga Adnan terkaget Jimi lebih mengerikan, saat marah di banding dengan marah nya sang ayah.
Jimi kini menyusul ke dalam kamar putri nya itu Di sana dia melihat Siena dan Sinan telah sadar Siena, melihat Adnan yang kini sedang menuju ke arah nya namun di cegah oleh Jimi.
"cukup, jangan berani kamu melangkah kan kaki mu lagi untuk mendekati putri ku,mulai detik ini aku tidak menganggap mu sebagai menantu lagi!"
ucap Jimi langsung di saksikan oleh sang dokter.
Siena hanya berurai air mata, iya tidak berkata sedikit pun karena, rasanya sudah tidak punya kata lagi yang harus iya ucapkan pada suaminya itu.
"Sayang, kamu harus bicara kita bisa perbaikin semua nya Aku memang salah karena berbuat tidak adil pada kalian, maaf kan aku, tolong maafkan aku!"
ucap Adnan memelas meminta maaf.
tapi Siena tidak berkata apa-apa yang dia lakukan hanyalah,memeluk putra putri nya, yang kini terluka, dua bulan sudah mereka pisah rumah, bahkan acara hari itu pun di ganti kan Jimi sang kakek yang mewakili lomba kekompakan ayah dan anak,dan Daniel berhasil memenangkan, setiap perlombaan dengan Jimi walau pun ada yang protes, kalau mereka bukan pasangan ayah dan anak, bahkan dengan kejadian itu semua orang tertenggun malu karena Jimi sempat menjelaskan kepada mereka bahwa anak dan cucunya adalah korban dari ke egois an dari seorang Adnan Sanjaya, yang saat itu sedang merangkul kedua putranya dari, Gladdiss, sontak semua orang, menghujat Gladdiss yang ternyata telah merebut Adnan dari cinta pertama nya.
Daniel dan Sinan, hanya terdiam di pelukan sang kakek yang memangku mereka di kursi tempat kake nya berbicara pada semua orang di sana, Adnan kini hanya bisa meratapi kesalahan nya, sambil memandang ke arah Siena yang hanya terdiam, di samping sang ayah.
sepulang nya dari sekolah Siena mengajak ayah dan kedua anak nya untuk mampir ke butik, di sana sudah ramai pengunjung, Siena meminta sang ayah dan kedua anaknya beristirahat di atas di ruangan Siena, Karena iya harus membantu Alina melayani costumer,
"halo saya minta di kirim menu yang kemaren ya untuk lima orang, dan kirim langsung ke butik saya saja, Ok,, terima kasih!"
ucap Siena, memesan makanan. dia langsung bergegas ke meja kasir untuk membantu Alina saat seseorang datang ke hadapan nya tanpa menoleh, Siena bertanya.
"ya anda mau buat pesan , seperti apa saat ini kami memang sedang sibuk tapi saya usahakan, tetap melayani costumer!"
ucap Siena.
"Aku hanya ingin kamu!"
ucap seorang pria yang kini berdiri di hadapan Siena.
"Fero,,
__ADS_1
ucap Siena kaget setelah bertahun,-tahun tidak bertemu
dan kini pria itu ada di hadapannya, pria yang dulu sempat di tolak nya.