Terjebak Cinta Pria Egois

Terjebak Cinta Pria Egois
Siena siuman


__ADS_3

setelah sekian lama menunggu pada saat malam hari, tiba-tiba Siena,menggerjapkan matanya, semua orang tidak ada yang mengetahui itu semua begitu terlelap di ruangan itu.


Siena, memandang sekeliling ruangan itu di lihat nya, putra bungsu nya Ferdinand, masih terbaring,tak sadarkan diri di sana.


"Ferdinand, sayang bangun lah nak, mommy di sini"ucap Siena lirih.


saat Siena melirik, pada orang, yang tertidur di sofa semua seperti sangat dia kenal, Siena lalu memanggil nama yang pertama kali di lihat nya.


"Sinan, kamu di sini sayang Bunda, begitu merindukan mu"ucap Siena.


saat mendengar namanya di sebut, dia langsung terbangun dan saat dia melihat kearah sumber suara, Sinan langsung memanggil ibunya dengan keras dan suaranya langsung membangunkan, semua orang yang ada di sana.


"Bunda...oh... Sinan sangat merindukan Bunda"ujar Sinan sambil berlari menuju ke arah Siena, yang kini merentangkan tangan nya.


setelah mereka terbangun semua langsung melepas kangen.


Arthurro dan Arthur, yang berjaga di sana saat ini, mereka langsung memeluk Omah nya itu.


"Omah....kami sangat merindukan mu"ucap keduanya yang langsung mencium pipi Omah, nya yang sudah mulai memiliki kerutan di wajah nya, Siena, sudah berusia hampir tujuh puluh tahun, tapi dia awet muda.


sementara itu dokter langsung, memeriksa kondisi Siena, Dokter pun tersenyum, karena tidak ada yang perlu di khawatir kan, kondisi Siena , baik-baik saja, hanya perlu meregang kan otot-otot yang mungkin akan sedikit terasa kaku.


tinggal lah Ferdinand, yang kini masih terbaring semua orang menatap pada pemuda berusia, tiga puluh dua tahun itu.


Ferdinand, adalah anak bungsu, dari Siena dan Fero, dia lahir, saat Sherly, berusia dua tahun,jadi usia nya tidak terlalu jauh, saat ini Sherly, berusia tiga puluh empat tahun, tapi dia masih memutuskan untuk hidup sendiri, setelah di hianati, kekasih nya sembilan tahun lalu, saat Siena, menghilang.


di, saat kabar duka itu datang, Sherly hampir saja, mengalami depresi, di tambah lagi kekasih nya, menghianati cinta nya dengan cara berselingkuh dengan sahabat nya sendiri.


tapi,kini Sherly, tengah berbahagia, setelah ayah ibu, dan adiknya,di temukan selamat, walau pun masih koma, harapan hidupnya,kini telah kembali, Sherly, sangat bahagia saat ini.


"momm... Sherly, tidak mau mommy pergi lagi, Sherly, kesepian sendirian di, rumah itu"ujar Sherly.


"mommy, janji, sampai ajal menjemput, mommy tidak akan pernah meninggalkan kalian lagi, mommy, sangat sayang kalian Sherly, dan Kakak, juga adik"ucap Siena.


kini mereka tengah berkumpul di, ruangan, keluarga Fero, duduk di samping Siena,sambil mengelus punggung istrinya itu, dan mengecup nya sesekali.


"sayang, mulai saat ini, kita harus tetap tinggal berdekatan"ucap Fero.


"tentu, saja Daddy"jawab Daniel langsung.


"Ok, mulai sekarang, mommy hanya boleh tinggal di Paris, selama nya,kak, Dan juga bukan nya kantor pusat kak, dan ada di sini"ujar Sinan.


"terus, perusahaan ayah bagaimana"tanya Daniel, pada mereka.


"kak, Dan...tenang saja,kan ada Digo, yang mengurus nya, hanya perlu mengecek sesekali"ujar Sherly.


"terserah, kalian saja, tapi bagaimana dengan Mension, kakek mu"ujar Siena.


"momm... kita akan kesana setelah saat nya berlibur"ujar Sherly lagi.


"baiklah, Daddy serahkan pada kalian, semua Daddy sudah terlalu tua, mungkin Daddy hanya , akan mencari kerja, untuk menghidupi mommy mu ini"ucap Fero.


"Daddy, tidak perlu bekerja,uang kita tidak akan habis untuk seratus keturunan sekali pun"kata Daniel tegas.


"Daddy, tabungan Daddy, masih utuh, dan semua itu cukup untuk kalian di masa tua ini"ucap Sherly ,sambil berlanjut pergi dan, tidak lama kembali lagi membawa sebuah tas dan di dalam sana masih tersimpan rapi kartu-kartu, yang sangat penting adalah uang Fero, berjumlah triliun nan , dan sebagian aset, yang sempat Kenan selamat kan jadi Fero tidak jatuh miskin,uang itu bahkan cukup untuk membuka perusahaan baru, jika Ferdinand, siuman nanti.


mereka pun,kini tengah makan siang bersama, dengan begitu penuh syukur, dan canda tawa jangan lupa Jessi dan Jessica, saat ini sedang pamer, foto mereka saat melakukan pemotretan, dan Kenan, tersenyum melihat kedua putrinya itu, yang selalu ceria, dia selalu berdoa, semoga kelak senyuman itu tidak pernah luntur sampai selamanya.


hari ini adalah hari ketiga, Siena, berada di tengah-tengah mereka hanya, saja masih ada ganjalan, pasalnya, saat ini Ferdinand belum juga sadar.

__ADS_1


pria tampan, yang sangat berkarisma itu, masih enggan untuk membuka mata, jika di perhatikan, Ferdinand, persis Fero, saat masih muda dulu, saat dia mengejar-ngejar Siena, dan saat Siena,hilang ingatan dia mengira Fero, adalah bocah tengil yang selalu iseng dengan nya, padahal usia nya beda enam tahun, saat itu.


Fero, terlihat lebih muda, dari Siena, padahal dulu sebelum mereka berpisah, mereka terlihat beda jauh, Siena yang baru masuk SMP, dan Fero SMA,kls XII .


semua orang,kini tengah menunggu di ruangan perawatan Ferdinand,ada saja tingkah Jessica, yang menjadikan Om, nya itu sebagai pacar media sosial nya, yang terbaring koma, dia bahkan tidak menghiraukan larangan semua orang yang ada di sana sampai geleng -geleng kepala.


"momm... Om, Ferdinand mirip sekali dengan opah, ya, apa opah setampan ini saat,muda dulu"tanya Jessi .


kedua kakak, beradik itu, sama-sama usil tidak mau kalah, semua orang hanya tersenyum,di balik kesedihan mereka masih bisa menikmati canda tawa hingga tanpa di sadari tangan Ferdinand,kini tengah bergerak, dan mereka masih tidak sadar, saat ini hanya, Arthurro, yang seketika menoleh.


"Om, Ferdinand bergerak"ucap Arthurro, yang langsung mendekat, semua orang, langsung memperhatikan nya.


"benar"ucap semua serentak.


tiba-tiba, Jesicca langsung memeluk nya, Om tampan, bangun maafkan Jessica berdosa, karena menjadikan Om, sebagai kekasih Instagram, Jessica"ujar Jessica yang langsung di tarik oleh Arthur, gadis itu menghalangi jalan saat dokter ingin memeriksa nya.


"lepas kak, aku, sedang minta maaf"ucap Jessica,sambil menoleh kearah Arthur.


"iya, nanti minta maaf nya, setelah dokter memeriksa Om Ferdinand"ucap Arthur,sambil merangkul pundak adiknya yang kadang kelewat gokil.


Siena, pun mendekat, saat itu, dengan Fero Dokter, memeriksa nya,lalu Dokter kembali tersenyum.


"tuan, muda, Ferdinand,memang sudah menujukan tanda-tanda akan sadar tapi belum sepenuhnya, sebaiknya, terus di rangsang dengan cara di ajak bicara , mungkin akan secepatnya bangun.


"tuh kan apa aku bilang, Om, Ferdinand hanya ingin bicara dengan ku"ucap Jessica, yang mendapat ejekan dari Jessi.


"huhhh... kakak, saja yang berharap"ucap Jessi.


"sudah-sudah kalian berdua sama-sama berisik"ujar Arthurro, yang sedikit bersikap santai.


"Daddy, kakak,jahat"ucap Jessica yang kini langsung duduk di pangkuan Kenan,sambil menyusupkan wajah nya di leher Daddy nya itu, dan Kenan, hanya tersenyum sambil mengelus puncak kepala putri kesayangan nya itu.


"dasar tukang ngadu"ucap Arthurro, yang sengaja menggoda adiknya itu,tapi tidak jarang Arthurro, menemani, adiknya itu berjalan di catwalk, seperti supermodel yang biasa tampil, bahkan sedari kecil dialah yang mengajari adiknya berlenggok di atas karpet merah yang sengaja Daddy nya sediakan sebagai tempat bermain mereka berdua.


🌹💖💖💖🌹


suatu hari,di mension, semua sedang sibuk di kamarnya masing-masing,kini Jessica, datang ke ruang perawatan, Ferdinand, untuk menjawab rasa penasaran, sahabat sosial media nya,ia ingin melihat, laki-laki tampan yang kini masih terbaring koma.


Jessica, langsung melakukan siaran langsung, dengan Ferdinand yang masih setia memejamkan mata nya itu.


hingga, Jessica, berakting menangis,sedih karena kekasih nya,belum juga sadarkan diri.


saat Jessica, hendak menggenggam tangan Ferdinand, tiba-tiba dia langsung kaget, tangan Ferdinand, menggenggam tangan nya erat Jessica, sampai berteriak.


"Om... Om, sudah bangun"ujar Jessica yang kini melempar ponsel nya, Ferdinand tersenyum kearah nya, dan berkata.


"bocah, tengil ternyata kamu sudah besar"ucap Ferdinand, yang kini tersenyum di paksakan karena jujur saja dia masih lemas.


"momm...eumm"tiba-tiba tangan Ferdinand membekap mulut, Jessica.


"diam... aku ingin memberikan kejutan, sampai aku benar-benar pulih, aku sangat lapar, bisa kah kamu ambilkan makanan untuk ku"pinta Ferdinand.


"owh ya ampun, baik'lah akan aku buatkan bubur"ujar Jessica.


"ingat, jangan sampai orang lain tau kalau tidak aku, akan minta bayaran, untuk menjadi kekasih sosial media mu itu"ancam Ferdinand.


Jessica, heran dia tidak percaya ternyata Ferdinand tau saat itu, entahlah tapi Jessica, buru-buru pergi, keluar menuju dapur, meminta pelayan membuat kan bubur lengkap untuk nya.


padahal bubur itu untuk Ferdinand.

__ADS_1


satu Minggu berlalu, Ferdinand, masih pura-pura koma, dan setiap malam, Jessica memberikan nya makan, jadi Ferdinand paginya di kasih sarapan roti panggang siang nya jus segar dan malam nya bubur komplit.


itu, semua Jessica, lakukan hanya untuk membayar hutang nya pada Ferdinand, karena sudah lancang menjadikan nya kekasih sosial media nya.


Jessica, saat ini sangat mencurigakan bagi semua keluarga nya, yang sering absen kuliah gara-gara sering menunggui Ferdinand di ruangan nya, dan saat itu, mereka kompak ingin mengejutkan Jessica.


saat Jessica membawa bubur di nampan dan segelas air putih, dia berjalan mengendap-endap, dan masuk ke ruangan tersebut, setelah itu akhirnya dia duduk dan menyuapi Ferdinand makan walaupun infus masih setia menempel di tangan nya.


jadi Ferdinand, tidak kekurangan cairan saat Jessica telat memberi nya makan.


tiba-tiba,pintu terbuka dan mereka berdua pun sangat kaget, setelah itu semua orang berteriak.


"Ferdinand"ucap mereka kompak, yang di panggil hanya tersenyum, dan Jessica lah yang kini jadi tersangka.


"bukan aku,ini semua permintaan, Om, Ferdinand, untuk memberikan kalian kejutan"ucap Jessica jujur, Siena pun tersenyum dia tau cucunya pasti merasa terpojokkan, saat ini.


"tidak apa-apa sayang, Omah, ngerti justru Omah, bersyukur kamu sudah mau merawat Om, kamu sendirian"ucap Siena yang kini memeluk cucunya itu lalu beralih pada Ferdinand, anak bungsu nya itu.


"momm... syukurlah kita semua bisa selamat"ucap Ferdinand terharu, mengingat siksaan mereka seperti di neraka, dan Ferdinand,sangat tidak tahan saat melihat ayah nya di siksa, beruntung Fero,di berikan umur panjang jika mengingat siksaan mereka begitu mematikan.


"kita harus mengadakan syukuran, dan memberikan sumbangan pada, anak yatim-piatu"ujar Siena lagi, mereka pun mengangguk, mungkin mereka bisa selamat dan berumur panjang,berkat doa yang selalu di panjatkan, oleh mereka, yang selalu di santuni oleh Siena dulu.


"ide, bagus Omah, sekalian aku berlibur di Bali"ujar kedua cucunya yang tidak pernah mau diam,itu.


"baiklah, kita akan berlibur ujar Kenan.


semua orang begitu bahagia saat ini, mereka tinggal menunggu, Ferdinand benar-benar pulih sebelum kembali ke, Indonesia.


ya, Siena, masih ingin Tinggal di Bali, saat ini mungkin sampai akhir hayat nya, karena, baginya Ayah, ibunya masih di sana walaupun setelah di sana Siena dan Fero di larang berpergian jauh untuk menghindari, kejahatan yang terjadi bertahun-tahun lamanya hingga hampir kehilangan nyawa, saat ini Sinan,lah yang akan selalu datang berkunjung ke Indonesia, sesuai kesepakatan.


hari demi hari, mereka lalui dengan kebahagiaan dan kebersamaan, saat ini Ferdinand sudah mulai bisa beraktivitas seperti biasa nya, dan saat itu juga semua orang memutuskan untuk liburan ke Indonesia sekaligus mengantar, kepulangan keluarga tercinta nya itu, Sherly pun ikut pulang, dia tidak jadi membantu di perusahaan kakak, nya itu dia ingin menghabiskan waktu nya bersama keluarga, nya saat ini.


Sinan, pun menyetujui nya, karena orang tua mereka usia nya tidak lagi muda, jadi mereka membutuhkan begitu banyak perhatian, Daniel juga memutuskan untuk pindah ke Bali mereka menempati, Mension, milik Jimi, yang begitu besar dan megah.


dua hari kemudian, mereka kini sudah berada di Bali, saat ini semua orang tengah sibuk membereskan rumah megah tersebut,di bantu para pelayan yang kembali di pekerjakan oleh Fero,dulu mereka sempat berhenti bekerja karena tuan mereka sudah tidak ada lagi, dan Sherly menyetop semua nya.


Sherly benar-benar tinggal sendirian di mension tersebut dan dia akan bersih-bersih untuk mengurangi rasa sapi nya itu, dan rasa cinta terhadap orang yang pernah tinggal di sana.


"Siena,kini bersama keluarga sedang menikmati indahnya sunset, di atas Mension dengan berbagai tanaman yang masih terawat, Sherly, benar-benar menjaga semua nya saat mereka tidak ada di rumah tersebut.


"mulai saat ini, keluarga kita tidak akan terpisah lagi"ujar Fero.


"Daddy benar"ucap Siena, yang kini mencium bibir suaminya itu, semua orang tersenyum melihat kemesraan mereka.


Ferdinand, saat ini sedang duduk menatap kesekeliling, dia melihat kedua ke enam keponakan nya, sedang sibuk berfoto bersama tak lupa Jessica, yang jahil dia memotret dirinya yang kini menoleh kearah nya dengan kamera yang canggih.


"kamu masih harus membayar foto yang diambil itu"ujar Ferdinand.


"yah,,, dasar Om pelit "ujar Jessica sambil menjulurkan lidahnya.


"bukan nya,sekali pemotretan itu bayaran nya mahal ya, jadi aku juga minta bayaran apa lagi, aku sudah di jadikan kekasih sosial media mu, rugi donk aku jika wajah tampan ku terpajang sia-sia apa lagi dengan wanita jelek seperti mu"ujar Ferdinand, sengaja mengejek keponakan nya yang cengeng itu.


"Daddy, Om, Ferdinand kejam masa aku di bilang jelek, aku kan cantik Daddy, buktinya banyak yang antri di belakang,hiks hiks hiks"Jessica, benar-benar menangis.


"hahaha...antri untuk minta bayaran"ucap Ferdinand lagi.


"Ferdinand, sudah kasihan keponakan mu yang cantik itu dia menangis"ucap Siena, sementara Kenan,sibuk menenangkan putri nya yang menangis histeris karena kesal di ledekin oleh pamannya, padahal semua orang tau Ferdinand hanya menggoda nya.


"huhhh... airmata buaya"ujar Ferdinand sambil pura-pura pergi ngambek, padahal dia tertawa puas dalam hati nya.

__ADS_1


"Om, jelek aku sumpahin, kamu jatuh cinta sama aku"ucap Jessica tanpa sadar semua orang pun tertawa, mereka berpikir bahwa Jessica tidak serius.


__ADS_2