Terjebak Cinta Pria Egois

Terjebak Cinta Pria Egois
seperti berjalan di atas pecahan kaca


__ADS_3

satu Minggu berlalu, Sinan kembali ke Paris setelah seluruh keluarga tau dia sudah menikah dengan, Kenan Jimi sendiri merasa bersalah karena dia tidak bisa membebaskan Sinan cucunya dari genggaman Kenan dan Jimi sangatlah tau keadaan Sinan saat ini.


Sinan pun memutuskan, untuk pergi ke Paris saat ini juga, tanpa sepengetahuan Kenan karena Kenan sedang berada di, Jerman dengan alasan mengurus perusahaan di sana.


Sinan tidak mau semua itu membebani hati dan pikiran nya,ia mencoba hidup tanpa berpikiran, negatif Sinan membuat dirinya menjadi orang yang tidak punya hati karena luka demi luka yang di alami nya saat ini, Sinan lebih menyibukkan diri untuk mengurus pekerjaan nya yang saat ini tengah menumpuk.


"Sinan kembali ke Mension nya jam dua dini hari,Sinan langsung membersihkan diri,dan langsung tertidur pulas setelah selesai mengganti baju nya saat ini.. hingga pagi menjelang Sinan menunaikan ibadah sholat nya saat ini, setelah itu dia merebahkan tubuhnya kembali Sinan pun tidur sampai pagi.


sementara itu Kenan yang telah kembali ke Indonesia, tepat nya di Mension nya ternyata tidak menemukan istrinya, saat Kenan menelpon, asisten nya menyuruh, mencari Sinan tapi tidak ada yang tau.


Kenan pun ingat dengan cincin yang di kenakan oleh Sinan adalah sebuah alat pelacak Akhirnya dia tau Sinan di mana, saat ini, dia langsung bergegas ke Paris saat ini dengan pesawat pribadi milik nya.


Sinan pun seperti biasa nya dia pergi ke butik dan saat setelah dari butik dia juga menghadiri acara fashion show,di sebuah pusat perbelanjaan bersama dengan asisten nya kali ini dia hanya menjadi tamu VVIP sebagai seorang desainer terkenal Sinan harus bersikap profesional.


setelah dari situ Sinan menghadiri salah. satu stasiun televisi swasta yang mengundang nya sebagai seorang peragawati yang sukses, dengan karir cemerlang di negara itu Sinan pun mengikuti alur cerita yang di buat oleh acara tersebut,jam menunjukkan pukul sebelas malam, Sinan baru kembali ke rumah untuk beristirahat ia mandi dan setelah selesai langsung berpakaian dan langsung tidur.


hingga pukul empat pagi,ia bangun tapi ada yang aneh seperti ada yang sedang memperhatikan nya, saat ini.


saat Sinan melihat ke arah lain dia melihat Kenan ada di sebuah sofa tengah duduk dan menatap tajam pada Sinan.


"Ken..., kau di sini, kapan kamu datang"tanya Kenan.


namun Kenan tidak menjawab saat ini dia hanya terus menatap nya.


Sinan tidak mau ribut dengan suaminya itu kini dia, tengah melakukan kewajiban nya sebagai seorang muslim, Kenan hanya memperhatikan gerakan sholat, yang sedang di lakukan oleh Sinan setelah selesai solat Sinan langsung berdoa untuk seluruh keluarga dan kehidupan nya Kenan tidak tahu apa yang Sinan katakan dalam do'a nya saat ini.


setelah selesai berdoa Sinan langsung mengulurkan tangannya pada Kenan sedikit lama tapi akhirnya Kenan membalas uluran tangan tersebut lalu Sinan mencium punggung tangan suaminya itu.


Deg... jantung Kenan seperti di hantam batu besar saat ini siapa yang menyangka kalau istrinya itu akan bersikap lembut pada nya selama ini dia selalu berontak pada Kenan setelah Kenan pergi pun dia masih membangkang dengan perintah nya, saat ia menyuruh nya menunggu di Indonesia sampai dia kembali tapi nyata nya dia malah pergi ke Paris.


"apa kau sudah istirahat, Ken..?" ucap Sinan.


"belum, aku baru saja sampai di sini saat kau bangun" ucap kenan yang langsung mengajak istrinya duduk dalam keadaan Sinan masih mengenakan mukena.


"Ken... aku masih belum melepas kan ini" ucap Sinan, yang saat ini memeluknya dari belakang.


"tidak usah kamu sangat cantik saat ini Hanny, seperti putri dari negeri timur tengah" ucap Kenan.


"Yasmine maksud mu"balas Sinan.


"hmm... aku tidak begitu tau namanya, tapi kamu itu lebih cantik " kata Kenan yang langsung mendapat tawa menggelikan dari Sinan, Kenan ikut tersenyum ia sangat suka melihat istrinya tertawa, selama ini ia hanya bisa melihat kesedihan di mata nya.


"Ken.. aku akan melepaskan ini dulu lalu akan ku siapkan, sarapan pagi untuk mu kau pasti lapar bukan?" kata Sinan.


"Hanny aku bisa,menahan lapar, tapi aku tidak bisa menahan diri jika aku jauh dari mu" deg... ucapan Kenan seketika membuat jantung Sinan terasa di hantam batu besar kini ia sadar dengan semua kejadian yang ia alami Kenan tidak hanya memiliki dirinya, tapi juga memiliki wanita lain di Jerman sana, Sinan langsung bergegas melepaskan rangkulan tangan Kenan.


"Hanny kamu kenapa hmm" ucap Kenan yang bingung dengan sikap Sinan yang berubah tiba-tiba.


Sinan tidak me jawab dia melepaskan mukena nya, dan segera turun ke bawah semua pelayan Mension nya sudah hampir selesai membersihkan seluruh ruangan dan koki seddang mempersiapkan sarapan pagi menu khas Bali paforit nya, ya khusus untuk koki terbaik nya ia pekerjakan orang Indonesia.


"nona ingin sarapan pagi sekarang" tanya koki Tersebut.


"aku sarapan nanti saja tolong siapkan sarapan untuk suami ku saat ini, aku akan keatas tolong antarkan ke kamar ku saja" ucap Sinan yang kini kembali ke atas Kenan masih setia di tempat semula, saat ini hanya saja dia tengah mengisap rokok.


Sinan langsung merebut rokok tersebut.

__ADS_1


"aku tidak suka kamu merokok di kamar ku, jika itu di lakukan di,rumah istri mu yang lain aku tidak perduli tapi jangan lakukan itu di sini, mandi lah aku sudah siapkan sarapan untuk mu, nanti koki nya langsung yang akan mengantarkan kemari" ucap Sinan sambil pergi ke kamar ganti iya mengambil beberapa pakaian santai untuk di pakai Kenan hasil rancangan nya sendiri dia juga yang langsung mengawasi proses penjahitan nya.


"baju mu sudah aku siapkan di ruang ganti, setelah kau mandi, aku akan bersiap hari ini ada jadwal pemotretan, untuk anak asuh ku" ucap Sinan, yang memang Sinan memiliki anak didik yang datang dari Indonesia,di tempat ia melakukan penyeleksian para model nya setiap satu Minggu tiga kali ia memberikan pelatihan langsung, untuk mereka sebagai seorang peragawati, yang sangat di percaya.


"aku tidak mengijinkan kamu pergi hari ini temani aku istirahat di kamar" ucap Kenan.


"aku tidak akan lama hanya dua jam aku sangat di butuhkan saat ini" jawab Sinan.


"aku bilang tidak ya tidak"ucap Kenan,keras kepala.


"terserah kamu saja aku cape berdebat dengan mu, kamu itu sangat egois" ucap Sinan yang langsung keluar dari kamar nya saat ini ia langsung pergi ke ruang kerja nya di lantai bawah.


Sinan menangis,kini hidup nya seperti di penjara tidak ada kebebasan lagi, saat ini Sinan


duduk di sofa ruang kerja nya,ia mengusap air mata nya yang kini tidak mau berhenti.


Kenan yang selesai mandi dan berganti pakaian saat ini turun hingga seorang koki menawarkan sarapan pagi nya.


"tuan sarapan pagi mu" kata sang koki.


"taruh saja di meja makan aku mau menemui istri ku dimana dia?" tanya Kenan.


"dia pergi ke ruang kerja nya tuan" jawab sang koki.


Kenan pun menuju ke ruangan tersebut dan di lihat nya istri nya saat ini sedang menangis.


"sayang, kamu kenapa menangis apa aku salah dan menyakiti hati mu, aku hanya ingin kau temani saat ini, apa salah jika aku merindukan istri ku sendiri?" tanya Kenan sambil berjongkok di hadapan Sinan.


"kau tidak pernah salah hanya aku yang selalu salah, aku yang salah hanya aku" ucap Sinan yang kini bangkit dari duduknya tapi di tahan oleh tangan Kenan saat ini.


"kita harus bicara, bukan terus menerus mengidar dari ku" ucap Kenan.


"hey.. sayang kapan aku menyalakan mu" ucap Kenan lembut.


"Dari sikap mu yang tidak mau mengerti, aku, tadi sudah bilang aku hanya pergi dua jam untuk membimbing mereka,itu sudah menjadi tugas ku saat ini penting tapi kau tidak ingin mengerti, dan saat aku mencoba untuk memohon kau bilang tidak bisa aku seperti wanita pembangkang di hadapan mu, kamu selalu mengatur hidup ku, tapi aku sendiri tidak mempermasalahkan kau mau pergi ke mana saja mau itu kerumah istri mu atau kemana pun karena aku tidak akan pernah berarti di mata mu, siapa aku, aku bahkan tidak berhak untuk berkata tidak padamu tidak seperti istri mu yang bebas melakukan apa pun" kata Sinan masih di sela Isak tangis nya saat ini.


"Hanny, aku tidak bermaksud begitu, aku hanya merindukan mu, baik lah jika aku salah maafkan aku, kamu bisa pergi kemana pun saat ini, aku tidak akan pernah melarang mu jika itu membuat mu bahagia" ucap Kenan sambil pergi keluar dari ruangan tadi.


Sinan semakin,merasa sakit ia bingung harus bagaimana,di satu sisi ia harus menghadiri acara penting tersebut di sisi lain, dia harus mengikuti kemauan suaminya.


Sinan pun pergi ke kamar nya di lihat nya Kenan sedang merokok dan lebih parahnya dia minum-minuman beralkohol tinggi.


"Ken.. aku sudah bilang, jangan lakukan itu" ucap Sinan terhenti karena Kenan mengangkat tangan, untuk menyuruh nya berhenti bicara.


"baiklah lakukan saja apa yang kamu mau, aku memang bukan istri sah mu yang bisa mengatakan tidak pada mu, orang-orang benar jadi simpanan itu tidak boleh melewati batasan" Sinan berlari pergi dia hanya menggunakan piama tidur nya ia membawa tas nya bermaksud keluar kamar untuk pergi.


"jangan berani melangkah kan kaki mu keluar,satu langkah pun, kamu tidak akan pernah bisa keluar lagi" ancaman Kenan berhasil menghentikan langkahnya.


Sinan merosot ke lantai,tubuh nya bergetar ia menahan tangisnya, saat ini dia tau derita yang di alami oleh Bunda nya dulu hingga Siena berulang kali mencoba untuk bunuh diri.


"kau bilang, kau wanita simpanan, apa aku pernah meredah kan mu jawab??""'


Kenan berteriak.


"ya, kamu memperlakukan aku seperti itu itu kenyataan nya, kamu sudah punya istri dan aku kau jadikan simpanan, kamu tidak sadar itu bahkan, kamu kini datang dan pergi sesuka hati apa itu tidak pernah kau sadari, aku bahkan tau saat ini istrimu tengah mengandung buah cinta kalian.aku tau itu, bahkan aku sadar diri bahwa aku tidak ada hak melarang mu!!!"teriak Sinan.

__ADS_1


"jangan sesekali pun kau katakan itu lagi, aku hanya mencintai mu, tapi tidak dengan nya, dan satu hal yang harus kamu tahu aku sudah membuat surat keputusan, setelah bayi itu lahir aku akan menceraikan nya, aku hanya ingin kau jadi wanita satu-satunya yang ada di hidup ku, itu lah kenapa aku pergi ke Jerman kemarin" ucap Kenan menjelaskan.


"aku tidak perduli, karena sebelum aku ada pun kau sudah memilikinya, terserah kamu saja mau lakukan apa tapi jangan pernah melibatkan aku di dalam masalah mu" ucap Sinan yang kini masuk ke dalam kamar mandi,ia mengisi bathtub dengan air hangat dan sabun aroma terapi kedalam nya setelah itu ia langsung berendam di dalam nya.bahkan ia lupa untuk mengunci pintu kamar mandi nya hingga Kenan, masuk ke dalam dan duduk di pinggir bathtub.


"untuk apa kau kemari" ucap Sinan.


"aku hanya ingin melihat kamu Hanny, aku sangat merindukan mu" ucap Kenan sambil meraba tubuh Sinan yang kini terendam busa.


"hentikan, pergi keluar aku sedang mandi, apa tidak ada sedikit pun kebebasan untuk ku bahkan hanya sekedar untuk mandi saja" ucap Sinan tegas, Kenan pun bangkit dan membersihkan tangan nya di wastafel, setelah itu ia keluar, Kenan bahkan harus mati-matian menahan ***** Nya yang bergejolak saat ini setelah meraba tubuh istrinya itu.


Sinan yang tadinya ingin berendam sekarang,ia langsung bergegas ke ruang shower untuk memberikan diri nya.


sementara itu Kenan membaringkan tubuhnya di, atas ranjang menunggu istrinya sampai selesai.


setelah Sinan keluar dengan kimono mandi dan lilitan handuk di kepala nya, saat ini dia langsung duduk di depan meja rias nya untuk mengeringkan rambut nya, dan merias diri nya setelah selesai ia masuk ke dalam room closed untuk memakai baju nya.


kini Sinan keluar dengan mengunakan Fred pendek selutut, berwarna putih seperti kebiasaan Siena dulu.


Kenan bangkit dan memeluk istrinya itu.


"sayang, kamu sudah sangat cantik bolehkah aku meminta hak ku sekarang" ucap Kenan lembut.


"tidak Ken .. aku harus segera berangkat saat ini, aku sudah terlambat" ucap Sinan pelan.


"satu ronde saja Hanny, enggak akan lama ko"ucap Kenan dengan nafas memburu,ia sudah tidak tahan untuk menahan nya lagi.


"Ken.. aku mohon jika kau ingin nanti setelah aku pulang dari sana ok hanya. dua jam ko tidak akan lebih" ucap Sinan mencoba bersabar menghadapi pria Egois yang kini menjadi suami nya itu.


"baiklah tapi berikan aku ciuman saja dulu sisanya nanti Ok" kata Kenan.


Sinan pun mencium bibir Kenan dengan lembut, tapi Kenan menahan nya, tengkuk Sinan ia mencium bibir istrinya itu dengan penuh ***** hingga hampir kehabisan nafas.


setelah lepas Kenan pun berkata,


"aku yang akan mengantarkan kamu pergi tunggu aku ganti baju dulu" ucap Kenan.


"sebaiknya kamu sekarang sarapan dulu setelah itu istirahat lah aku akan pergi sendiri, tidak usah mengantar ku" ucap Sinan.


"aku, bisa istirahat di tempat mu bekerja setelah aku mengantar mu" ucap Kenan, Sinan yang tidak mau lagi berdebat karena benar-benar lelah, saat ini dia juga langsung bergegas menuju meja makan untuk sarapan karena asisten nya sudah menunggu nya di tempat pemotretan.


Sinan, yang menunggu Kenan ia gelisah di tempat duduk nya saat ini ia mengetuk-ngetuk kan jari nya di atas meja sampai Kenan turun dan nampak sangat rapih wajah nya semakin terlihat tampan, namun Sinan tidak merasa bangga karena, dia tau Kenan bukan miliknya saja.


setelah sarapan dengan terburu-buru, Sinan langsung memutuskan untuk pergi bersama dengan suami nya di antar oleh supir pribadi nya, Kenan duduk, di samping istrinya itu ia membawa Sinan kedalam dekapannya saat ini


"sayang, aku ingin kau berhenti bekerja, harta ku tak akan habis untuk membahagiakan mu, aku tidak mau kau sibuk seperti saat ini, cukup lah kamu mengurus ku saja dan kau bisa lakukan, seperti wanita yang lain jika bosan kau bisa pergi berbelanja atau apa pun asal tidak bekerja" ucap Kenan.


"Ken.. aku tidak bisa seperti istri mu yang di sana, aku tidak " ucapan Sinan langsung terhenti karena Kenan langsung membungkam bibir nya dengan bibir Kenan.


"dengar kan aku Hanny, aku tidak suka membahas soal dia saat kita tengah bersama" ucap Kenan tegas.


Sinan terrdiam saat ini mereka pun sudah di sampai di tempat pengambilan gambar, tepat nya di sebuah taman yang indah, ruangan terbuka di musim panas, Sinan langsung di sambut oleh kru dan ada beberapa wartawan yang ikut bekerja sama saat Kenan keluar dari mobil nya, dan langsung memeluk istrinya dari samping, Kenan tidak perduli dengan semua wartawan yang ada di sana mereka bahkan tidak luput dari jepretan kamera, dan setelah itu Sinan meminta kru menyiapkan tempat untuk suaminya yang akan menunggu dirinya di sana.


setelah Kenan deduk dengan nyaman di sebuah sofa yang empuk yang sengaja kru bawa untuk tempat duduk Sinan kini di tempati oleh suaminya itu, semua orang terpana dengan suaminya Sinan saat ini, namun Kenan terlihat dingin seperti biasanya.


Sinan langsung bergegas mengatur posisi model-model nya saat ini biasanya asisten nya yang melakukan, Sinan tinggal memerintah kan saja tapi saat ini asisten nya hanya sibuk memayungi bos nya itu semua kru puas dengan hasil kerja Sinan saat ini para model pun tidak merasa berat kerja di bawah terik matahari, karena bos nya langsung yang mengatur gerakan mereka dan jadi tidak harus melakukan nya berulang ulang.

__ADS_1


Kenan yang melihat cara istrinya bekerja sangat,merasa kagum ternyata yang ia nikahi ada wanita yang penuh dengan talenta Kenan semakin jatuh cinta pada istri nya itu.


jangan lupa kan hal sebelum mereka berangkat tadi, Kenan tengah menagih janji hingga beberapa ronde lamanya.


__ADS_2