
sementara, waktu Daniel menunggu di rumah sakit bersama Natalia dan Adnan sementara Siena Jimi dan Fero, pulang ke. Mension bareng Sinan dan juga Kenan.
mereka semua istirahat di rumah Kenan dan besok akan bergantian ke rumah sakit untuk menggantikan Daniel,menunggu Juli di sana.
malam pun berganti pagi setelah istirahat beberapa jam kini mereka semua sudah bangun apa lagi Kenan dan sang istri yang sudah terbiasa bangun subuh karena Sinan harus solat subuh.
"pagi Hanny, apa?? kabarmu pagi ini, muachh" ucap Kenan sambil mencium bibir Sinan sekilas.
"Ken,,, aku belum gosok Gigi,jorok ih"ucap Sinan.
"Nona, Dheandra Sinan, aku tidak merasa, jijik dengan keadaan kamu walaupun belum mandi satu bulan pun karena aku mencintaimu" ucap Kenan.
"Ken, sudah ah aku mau bangun aku bosan mendengar gombalan mu pagi ini, aku juga mau mandi dulu sebelum solat" ucap Sinan.
"ini cuaca dingin sayang mandi nya, harus air yang benar-benar hangat" ucap Kenan mengingat kan sementara itu, Kenan hanya duduk di sofa setelah bangun membersihkan diri sebelum nya,lebih dulu dari Sinan,karena sengaja ingin membangunkan istri nya lebih dulu sebagai rasa toleransi nya, walau mereka punya perbedaan keyakinan.
sementara di kamar yang berbeda di Mension yang sama dua suami istri tengah solat berjamaah,dia adalah Fero dan Siena.
Jimi masih tidur saat ini mungkin dia ke lelahan, tapi tidak lama dia pun bangun dan bergegas, menuju kamar mandi, asisten nya sudah menyiapkan baju ganti untuk nya.
setelah selesai mereka semua pun berkumpul, bersama di meja makan untuk sarapan bersama di pagi hari, Kenan dan Sinan pagi ini sudah berdandan rapi, seperti yang lain nya rencana nya hari ini Kenan akan kekantor untuk rapat penting, dan Sinan hanya akan menunggu di rumah bersama dengan Jimi.
"pagi semua" ucap mereka kompak.
"pagi " juga sayang" ucap Jimi dan Siena.
"pagi putri Daddy, apa kabarmu pagi ini" ucap Fero yang mencium puncak kepala Sinan.
"baik Daddy, aku bahkan lebih segar dari kemarin" ucap Sinan.
semuanya pun sarapan, dengan nikmat tanpa ada seorang pun yang berbicara.
sementara itu di rumah sakit Adnan dan Liliana sedang bertengkar karena Liliana yang ingin segera kembali ke Indonesia,ia tidak betah di sana karena Siena ada di rumah sakit bersama dengan mereka saat ini ia baru datang, Liliana merasa sangat iri dengan Siena yang di kelilingi oleh kemewahan dan semakin kuat lagi, karena Kenan juga yang menjadi mentunya kini lebih kaya lagi dari semua nya.
"apa kau tidak pernah berpikir kami bersama di sini karena ada anak aku dan Siena, yang membutuhkan kami berdua, sudah deh, Fero saja cuek, tidak mempermasalahkan hal ini kenapa kamu yang baru di kehidupan kami bisa begitu egois, Daniel itu putra semata wayang ku sudah sewajarnya semua memberikan perhatian" ucap Adnan yang di Landa emosi.
karena perkataan Adnan di dengar oleh Daniel, Daniel pun keluar dan mencoba melerai keributan saat ini.
"maaf ayah, Tante,ini rumah sakit jangan buat keributan di sini, jika Tante tidak betah di sini silahkan kembali aku masih ada Daddy dan Bunda, yang menemani ku di sini, tidak apa-apa ayah pulang saja dari pada jadi masalah, Daniel tidak mau hanya karena Daniel kalian berdua cekcok" ucap Daniel yang menahan emosi.
Daniel, mengerti bukan ayah nya yang, tidak menyayangi mereka, berdua hanya saja ayah nya selalu salah memilih pendamping hidup, sekarang ia mulai mengerti kenapa ayah nya kurang memperhatikan dirinya dan adiknya.
"ada, apa nak, kamu seperti nya seddang kesal?" kata Fero.
"tidak apa-apa, Daddy hanya saja ayah, dan Liliana, bertengkar karena Liliana cemburu pada Bunda" ucap Daniel.
"dasar wanita ******" ucap Fero kesal ya Fero yang tau kelakuan Liliana di belakang Adnan kini mulai mengungkapkan bahwa Liliana wanita tidak baik.
"Daddy jangan, bicara begitu tidak baik, biarkan saja itu maunya dia" ucap Siena.
"aku kesal Hanny dengan wanita licik itu, kenapa harus cemburu sama kamu yang jelas-jelas memiliki suami, yang sangat ganteng seperti ku" ucap Fero sambil tersenyum manis.
__ADS_1
semua orang tertawa, terbahak-bahak melihat tingkah Fero yang narsis abis untuk memulihkan suasana ruangan itu yang mulai tegang.
"ya Daddy, sedari dulu kamu memang sudah tampan itulah kenapa aku jatuh hati pada mu tapi sayang kamu malah pergi jauh hingga aku lupa dengan mu, dan menemukan pangeran tampan lain nya, seperti putra ku yang satu ini, tapi sangat di sayangkan dia juga lemah" ucap Siena, yang membahas masalalunya.
sementara itu, Fero hanya tersenyum, dia tidak cemburu karena tau Siena dulu sedang tersesat saat mendapat kan cinta kedua nya.
"tapi aku yakin sayang walau kau menikah dengan sepuluh orang pria pun kau tetap mencintai ku, jadi aku tidak perlu khawatir" ucap Fero.
"eh... siapa bilang aku malah lebih mencintai Adnan waktu itu, karena dia adalah ayah dari kedua anak kembar ku" ucap Siena sambil mencabikan bibir nya.
sementara itu Adnan mematung depan pintu, saat mendengar kata-kata Siena, yang sangat membuat hati nya sedikit nyeri andaikan dulu Adnan tidak menyia-nyiakan Siena demi restu orang tua nya, mungkin kini dia akan lebih bahagia tapi kini nasi telah menjadi bubur, Adnan harus terima kenyataan, bahwa Siena bukan miliknya lagi walau pun, rasanya sangat menyakitkan.
Adnan, langsung masuk ke ruangan itu, setelah sebelumnya mengantar Liliana, kembali ke hotel, dan menyuruh nya menunggu untuk pamit pada Daniel dan keluarga besarnya.
saat di perjalanan, Adnan, melihat toko peralatan bayi, dia pun langsung ingin membelikan sesuatu untuk kedua cucunya itu.
"maaf menggu, aku kesini untuk berpamitan pada kalian semua, dan Daniel ayah minta maaf sama kamu sayang, ayah tidak bisa lama-lama bersama dengan kalian di sini bukan ayah tak sayang dengan kalian, hanya saja kamu pasti mengerti, maaf kan ayah na yang tidak pernah bisa memberikan kasih sayang sebagai mana mestinya, seorang ayah, tapi asal kamu tahu ayah sangat menyayangi kalian berdua hanya saja kemampuan ayah terbatas" ucap Adnan yang kini menitikkan air mata sambil memeluk erat tubuh Daniel.
"tidak apa-apa, ayah tenang lah Dan.. ngerti ko, keadaan ayah Dan.. juga tau kasih sayang ayah untuk kami berdua begitu besar hanya saja, ayah tidak pernah mengatakan itu karena orang yang ada di samping ayah bukan lah orang yang tepat,Dan.. juga Sinan sangat menyayangi ayah walau di antara kita ada penghalang sejak kami kecil, maaf kan Dan.. ayah dan belum bisa membahagiakan ayah" ucap Daniel yang membuat semua orang terharu, dan Adnan semakin terisak.
"ayah, sudah lebih bahagia, sejak kau dan adik mu, lahir kedunia ini tidak ada yang membahagiakan dari kehadiran kalian berdua, karena biarpun harta kita berlimpah tanpa kehadiran seorang anak dalam hidup kita akan terasa kurang, dan hampa" ucap Adnan.
"terimakasih ayah" ucap Daniel.
"sama-sama sayang, semoga kelak keluargga mu semakin harmonis, dan ingat seberat apapun cobaan yang menghampiri keluarga mu nanti jangan sampai kalian berdua berpisah, jadikan masa lalu mu sebagai contoh sayang kamu adalah korban ke egoisan kita sebagai orang tua mu, dan ayah ingin memberikan kado untuk cucu ayah yang cantik dan tampan ini" ucap Adnan yang menyuruh asisten nya masuk membawa setumpuk kado untuk kedua cucunya itu.
setelah pamit dan mencium ke empat nya Adnan pun kembali ke hotel untuk bersiap pulang ke Indonesia.
hari, sudah hampir Sore, tapi Kenan belum juga pulang bahkan dia tidak mengabari nya sama sekali, Sinan yang tengah menikmati rujak sore-sore gini di temani Jimi yang selalu setia berada di sisi cucunya itu,kini dia sedang berbincang dengan Sinan.
"sayang apa perut mu nyaman setelah memakan itu"tanya Jimi sambil mengelus puncak kepala cucunya yang sangat manja itu.
"tidak kakek justru rasanya sangat nyaman setelah memakan ini"ucap Sinan.
"syukur lah,kalo begitu, setelah ini kamu harus makan nasi,biar perut mu lebih baik lagi" ucap Jimi.
"aku sudah kenyang,kek.. mungkin nanti saja setelah, Ken... pulang aku akan makan bareng dia" ucap Sinan yang entah kenapa dia selalu merindukan sosok pria yang selalu ia tolak sebelum nya, bukan karena tidak suka hanya saja Sinan takut di madu.
sementara itu, Kenan yang baru selesai rapat, yang cukup melelahkan itu,ia begitu kangen dengan istri tercinta nya, saat ini mungkin karena Sinan, juga sedang sangat merindukan nya.
"sayang, aku merindukan mu, tunggu aku sebentar lagi pulang" ucap Kenan dalam hati nya.
setelah semua pekerjaan nya selesai Kenan langsung menyuruh asisten nya untuk segera menyiapkan mobil karena dia ingin segera sampai ke rumah nya.
tidak butuh waktu lama, asisten nya, sudah siap dengan mobilnya,Ken juga sudah turun dari lantai teratas gedung pencakar langit tersebut,kini dia sudah berada di lobi untuk pulang sesampainya di depan ia sudah di siapkan, untuk langsung memasuki mobil karena sopir dan asisten nya kini sudah membuka pintu mobil untuk nya.
setelah perjalanan selama satu jam kini Kenan pun sampai di Mension nya saat seorang pelayan memberitahu pada Sinan,bahwa Kenan sudah pulang, Sinan langsung bergegas menuju pintu masuk, sedikit berlari kecil Jimi pun berteriak melarang Sinan untuk berlari karena dia sedang hamil.
sesampainya di dekat pintu Kenan sudah tersenyum kepada nya.
"Ken.. aku merindukan mu"ucap Sinan yang kini langsung memeluk suaminya itu.
__ADS_1
"aku juga Hanny, muachh muachh muachh" Kenan memberikan ciuman bertubi-tubi pada Sinan,ia begitu bahagia saat ini, karena istrinya menyambut nya dengan kata rindu, yang dia ucapkan saat ini Ken, pun lanjut berjongkok,di bawah iya mencium perut Sinan dan berkata penuh kelembutan.
"sayang Daddy apa kabarnya kalian berdua, apa kalian menjaga mommy dengan baik seperti yang Daddy katakan hmm" ucap Kenan.
"mereka baik-baik saja Ken,, bahkan mereka tidak rewel mungkin karena tau Daddy nya seddang bekerja untuk mereka" balas Sinan.
Kenan, pun mengangkat tubuh Sinan berjalan menuju sofa sambil sesekali mencium bibir istri nya itu.
"Ken, kamu pasti lelah turun kan aku" ucap Sinan.
"tidak, sayang, melihat kamu dan anak kita baik-baik saja, pun sudah menjadi obat lelah ku, kamu semakin cantik saja sayang ku muachhhh" jawab Kenan sambil mengecup bibir istri nya lagi.
sementara itu Jimi, sedikit menitikkan air mata, iya terharu melihat kebahagiaan cucunya itu, menggambarkan masalalu nya dengan sang istri tercinta nya, yang kini telah tiada.
sudah, hampir tiga puluh tahun, istrinya itu pergi meninggalkan nya, saat ini bahkan ia tidak pernah berkeinginan untuk menikah lagi, bahkan dia tidak pernah ingin menghianati cinta istrinya itu.
Kenan pun mendudukkan Sinan di sofa,ia langsung pergi ke kamar nya untuk membersihkan tubuh tidak sampai lima belas menit, Kenan sudah kembali, dan sudah fresh, dengan baju santai nya.
"Hanny, apa kamu dan kakek sudah makan" ucap nya bertanya pada Sinan dan Jimi.
"kami menunggu mu" ucap Jimi.
"kenapa harus menunggu, bagaimana kalau aku terlambat pulang, jangan di biasakan makan lah duluan dan Kakek juga harus jaga kesehatan, ingat cicit mu yang di sini belum lahir, aku ingin kau juga sehat agar bisa mengajak mereka bermain" ucap Kenan, pada Jimi.
"tentu saja,nak Kakek akan mengajak mereka bermain seperti kakek menjaga istri mu dulu"ucap Jimi.
Mereka bertiga pun makan bersama, sampai saat kedatangan seluruh keluarga nya termasuk Daniel dan Juli, sementara bayi mereka,di gendong oleh Siena dan Natalia.
"wah... kakak sudah pulang, aku bahagia bisa bersama dengan keponakan mu, yang dua ini" ucap Sinan yang terburu-buru, menemui kedua bayi gembul tersebut.
"Hanny, hati-hati jalan nya" ucap Kenan yang menghawatirkan istrinya itu.
"tenang saja Sayang, aku baik-baik saja ko aku hanya ingin menggendong dua keponakan ku ini" ucap, Sinan, yang langsung mencium kedua nya.
"Juli, apa kau sudah baikan" tanya Kenan.
"sudah Ken,, terimakasih" jawab Juli.
"istirahat lah, semua sudah di siapkan termasuk kamar untuk bayi kalian" ucap Kenan lagi.
"terimakasih, Ken" ucap Daniel.
"sama-sama, tidak perlu sungkan kakak ipar" jawab Kenan.
"Sien...menantu dan besan ku kemari lah kalian makan dulu" ucap Jimi.
"silahkan makan ibu mertua dan juga yang lainnya,biar aku yang menemani istri dan keponakan ku" ucap Kenan sambil menggeser kursi nya setelah berdiri ia langsung meminta pelayan untuk membantu Daniel dan Juli, kekamar nya, sementara itu Ken dan Sinan duduk di sofa kamar sambil menggendong bayi kembar tersebut masing-masing satu.
"itu, sudah benar Ken, kamu harus sudah latihan, mengurus atau menggendong bayi, karena tidak mungkin selama nya, akan di serahkan pada Nanny nya, aku bahkan sering ikut kursus, semua itu bersama dengan Juli" ucap Daniel.
"aku akan cari tempat khusus terbaik untuk aku dan istriku" ucap Kenan sambil mencium Sinan.
__ADS_1