Terjebak Cinta Pria Egois

Terjebak Cinta Pria Egois
hari bahagia di selimuti duka


__ADS_3

akhirnya hari persalinan Sinan pun tiba, dia kini tengah berjuang melahirkan bayi kembar nya di ruang operasi, karena Sinan tiba-tiba terpeleset di kamar mandi jadi mau tidak mau terpaksa hari ini dia harus mengeluarkan bayi nya segera.


Kenan kini sedang menunggu bersama mama nya di depan ruang operasi, dia begitu mengkhawatirkan kondisi istri itu.


tiba-tiba Kenan mendapatkan kan telpon dari Indonesia, mengabarkan bahwa Jimi telah meninggal dunia, dia langsung terduduk lemas bagaimana mana pun dia juga menyayangi pria yang sudah di anggap nya sebagai kakek nya sendiri, dia bahkan sangat bingung saat ini dia tidak bisa hadir di sana, sementara saat ini pun Sinan tengah menjalani operasi Kenan semakin bingung harus bagaimana dia menyampaikan berita duka ini pada istrinya itu.


"sabarlah sayang ini semua ujian"ucap mommy nya.


"aku, harus bagaimana momm... Sinan tidak mungkin,kuat mendengar berita ini bahkan saat ini dia sedang berjuang melahirkan anak kita"ujar Kenan.


"kamu, sebaiknya bilang pada keluarga istri mu, saat ini jangan beritahu Sinan dulu kasihan"ujar nya lagi.


"baiklah, aku akan menelpon nya saat ini juga"saat Kenan sendang berbicara dengan Daniel, ruang operasi sudah terbuka dan dua bayi kembar perempuan pun kini tengah di dorong oleh para perawat,menuju ruang perawatan bayi, di ikuti oleh ibunya Kenan, sementara Kenan langsung mengakhiri telpon nya saat ini dia langsung mengikuti dokter yang tengah membawa Sinan ke dalam ruang perawatan VVIP.


hari bahagia berselimut duka,di Indonesia Daniel dan Siena begitu terpukul saat ini atas kepergian orang yang begitu berjasa dalam hidup mereka.


ya,Jimi kini telah meninggal dunia,di usia nya yang memasuki delapan puluh lima tahun, saat ini Daniel dan Siena sedang menangis di depan peti jenazah ayah dan kakek nya itu, berkali-kali Siena pingsan di pelukan Fero yang selalu setia mendampingi nya,kini jenazah ayah nya itu telah di kebumikan, melalui tata cara kepercayaan yang di anut nya sejak kecil.


Jimi, adalah seorang beragam Kristen jadi dia di kebumikan dengan cara dan kepercayaan nya semasa hidup, yang jadi pemandangan saat ini adalah Jimi di makamkan di samping makam istri nya, sesuai keinginan nya sewaktu mereka hidup dulu, mereka ingin selalu berdampingan sampai di akhir hayat mereka, biarpun berbeda keyakinan tapi cinta mereka abadi, ada kelegaan tersendiri bagi Siena di atas duka nya si dia masih bisa mewujudkan keinginan sang ayah semasa hidup nya karena itu permintaan terakhir nya, dan juga tidak di permasalahkan, karena itu adalah pemakaman keluarga.


walaupun mereka berbeda keyakinan tapi Siena masih melapalkan do'a, untuk sang ayah melalui keyakinan nya dia juga menabur bunga di atas pusara sang ayah air mata nya tidak berhenti mengalir bagaimana tidak Jimi, tidak mengalami sakit apa pun sebelum ia menghembuskan nafas terakhir nya bahkan dia seperti seseorang yang tengah tidur nyenyak saat itu.


tepat di pagi hari Daniel ingin memberikan hasil laporan pada Jimi, namun Daniel kaget Kakek nya di jam itu belum juga bangun tidak seperti biasanya, Daniel pun mencoba mengecek kondisi Jimi, dia takut Kakek nya sakit,namun dia begitu kaget saat merasakan, suhu tubuh yang dingin dan tidak bernafas lagi, Daniel langsung berteriak dan menangis histeris saat ini menggoyangkan tubuh renta tersebut namun nihil Jimi tidak bergeming sama sekali hanya seluruh tubuh nya bergerak karena di goyang-goyang kan oleh Daniel.


Siena dan seluruh penghuni Mension tersebut datang menghampiri kamar Jimi setelah mendengar teriakkan dan tangis histeris, dari Daniel.


"Daniel,ada apa sayang"ujar Siena.


"kakek, Bunda, Kakek hiks hiks hiks"Daniel tidak kuasa menahan tangisnya hingga dia tidak bisa berkata-kata lagi Daniel pun pingsan, saking tak kuatnya menerima kenyataan bahwa kakek yang selama ini sangat di cintai nya yang selalu ada dalam hidup nya kini dia sudah tidak lagi.


"ayah........................."teriak Siena sambil menggoyangkan tubuh Ayahnya itu"bangun ayah bangun jangan tinggalkan Siena ayah ayah sudah jadi tidak akan meninggalkan Siena sampai kapan pun ayah.... bangun hiks hiks hiks hiks ayah Siena minta maaf jika selama ini Siena selalu merepotkan ayah bangun ayah Siena,mohon bangun...."Siena pun langsung di bawa dalam pelukan Fero yang kini ikut menitikkan air mata nya.

__ADS_1


Fero, mengingat masa kecilnya dulu yang sering mendapatkan kasih sayang kedua orang tua Siena, dia bahkan sering menghabiskan waktu bersama Jimi dan juga bunda Siena ketimbang dengan keluarga nya,Jimi adalah sosok yang Hambal dan begitu pengertian dan penuh kasih sayang pada siapa pun.


"maaf kan Fero, yang selalu mengecewakan ayah"ucap nya lirih yang kini mendekat ke arah Jimi dia mencium kening mertua nya untuk terakhir kalinya, dia berjanji dalam hati nya akan menjaga amanat yang selalu Jimi katakan pada nya semasa hidupnya,ya itu dia selalu berpesan menitipkan anak dan cucunya terhadap nya selama ini.


sementara itu Daniel yang sudah sadar dia langsung mendekat ke arah kakek nya yang kini tengah di urus oleh pihak keagamaan dari gereja setempat, Daniel bahkan ikut memandikan sang kakek air mata nya tidak berhenti menetes biar pun dia sudah dewasa dan anak laki-laki paling besar tapi dia tidak bisa melihat orang yang sangat di cintai nya itu terbaring tak bernyawa.


"kakek maafkan Dan, yang belum bisa membuat kakek bahagia, dan janji akan melaksanakan keinginan kakek agar dan bisa menjadi pengganti kakek untuk melindungi Bunda dan juga adik Dan"ucap nya lirih tangis itu masih terus berlangsung hingga akhirnya pemakaman selesai di lakukan kini Siena dan ke tiga putra-putri nya kembali ke rumah sementara Juli hanya bisa menangis dalam rumah karena tidak mungkin meninggalkan kedua buah hatinya sendirian di rumah besar tersebut.


sesampainya di Mension semua orang kini tengah duduk di ruang tamu mereka masih berderai air mata, mengiringi duka yang menyelimuti keluarga nya kini sosok pria tangguh dan penyayang tersebut kini sudah tidak ada lagi hanya tinggal kenangan yang tersisa di hati mereka bahkan saat ini hanya ada foto dan harta peninggalan nya.


"Daniel, Daddy minta kamu sebagai anak Daddy yang paling tua tolong harus bisa tegar menghadapi semua ini, apa lagi Kenan memberitahu kan bahwa saat ini Sinan baru saja melahirkan bayi nya, dengan operasi sesar karena terjatuh di kamar mandi, mungkin sebelum itu dia merasakan kontak batin karena Daddy tau perawatan Mansion milik Kenan tidak main-main jadi tidak mungkin jika adikmu terpeleset begitu saja"ujar Fero.


"ya Daddy aku tahu tapi aku tidak mungkin bisa menghadapi nya saat ini, apa lagi suasana masih sangat berkabung Daddy, Daniel belum siap untuk kesana"ucap Daniel yang mengerti apa maksud dari ucapan Fero saat ini.


"bunda, tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada Sinan jika dia tau semua ini, apa lagi saat ini dia baru saja melahirkan, Bunda takut akan terjadi sesuatu pada nya"kata Siena yang kini tengah berada di dekapan suaminya.


"ayah kenapa ayah pergi secepat ini, bagaimana aku bisa menghadapi cucu ayah yang sangat manja itu, bagaimana ayah hiks hiks hiks hiks, dia pasti lebih terpukul dari kami saat ini, aku tidak tega untuk mengatakan nya"ujar Siena yang kini menangis sesenggukan.


Daniel hanya bisa merenung sambil meneteskan air mata Juli kini membawa Daniel dalam dekapan nya, dia bisa melihat begitu rapuhnya suaminya saat ini, Juli mencoba memberikan rasa nyaman walaupun dia sendiri begitu terpuruk bagaimana tidak Jimi sudah seperti ayah bagi nya bukan hanya seorang kakek yang sayang cucu menantu tapi dia mampu menggantikan sosok ayah bagi Juli, yang mungkin bahkan lebih pengertian.


satu Minggu berlalu kini Sinan, merasa heran karena tidak ada satupun keluarga nya yang mengunjungi dirinya biasanya Kakek nya adalah orang pertama yang selalu menghawatirkan nya di setiap waktu kini Sinan meraih lengan suaminya, yang sedang duduk memangku laptop nya.


"Ken, apa kakek tidak di beritahukan kalau aku sudah melahirkan?"tanya nya lirih.


Deg... jantung Kenan seperti di timpuk batu besar.


"sayang, kamu sangat merindukan nya, berdoalah semoga semua nya baik-baik saja mungkin mereka sedang sibuk, aku sudah menghubungi Daniel, saat kamu melahirkan karena kakek sedang pergi memancing ikan di tempat yang jauh"ujar Kenan berbohong dia pun langsung membawa istrinya kedalam dekapannya setelah menyimpan laptop nya.


"Ken, tidak biasanya Kakek, tidak menghubungi ku dan jika dia mancing paling dua hari aku begitu merindukan nya saat ini dan semalam aku mimpi Kakek, tapi dia hanya tersenyum dan melambaikan tangan sebelum cahaya putih melenyapkan Kakek"ujar Sinan.


"Kenan, hanya bisa diam dia tidak bisa berkata-kata, Kenan meraih ponsel dan mengetik sesuatu di ponsel nya itu meminta seluruh keluarga nya hadir di sana karena Sinan selalu bertanya-tanya.

__ADS_1


"sayang, putri kita pasti sudah sangat kehausan aku akan membawanya kemari"ujar Kenan mengalihkan pembicaraan.


"baiklah Daddy, aku juga sudah tidak nyaman mungkin ASI nya sudah terlalu penuh"jawab Sinan yang masih di liputi kebingungan.


Kenan pun berjalan menuju kamar sebelah itu tempat ke empat putra dan putri nya yang sengaja tidak di pisah karena Arthur dan Arthurro, tidak mau berpisah dengan adiknya yang begitu cantik dan menggemaskan mereka berdua hampir seharian penuh tidak mau jauh dari adik kesayangannya itu.


"sayang Daddy kalian sedang apa hmmm"ucap Kenan sambil mencium kedua nya sebelum menghampiri kedua putri kembarnya itu, sementara itu kedua orang tua nya juga tidak jauh dari mereka berempat ini adalah kebahagiaan yang sangat besar yang keduanya rasakan di masa tua nya.


mereka tidak berhenti berucap syukur dan mengucapkan terimakasih kepada anak dan juga menantunya atas kehadiran cucunya yang kini telah lengkap bahkan tidak hanya dua tapi kini menjadi empat.


"Daddy, aku sedang membuat gambar hello Kitty untuk kedua princess"ujar keduanya kompak,sambil memperlihatkan gambar yang begitu sempurna mereka berdua menuruni bakat sang mommy yang pintar menggambar.


"wow... sayang itu gambar yang sangat menakjubkan adik kalian pasti sangat suka, tapi mungkin saat ini dia belum bisa menikmati keindahan gambar itu sayang jadi minta pada Paman max... untuk membelikan bingkai foto biar gambar kalian di pajang rapi dan Ade kalian pasti akan sangat suka setelah mereka sedikit lebih besar"kata Kenan, yang selalu sabar memberikan pengertian kepada kedua putranya itu.


sifat Kenan saat ini lebih seperti Jimi, ya dia belajar itu dari kakek mertua nya yang sangat di kagumi nya, dan hal itu membuat jiwanya terasa sejuk.


kedua bayi, yang baru di beri nama oleh Kenan menggunakan inisial nama Jimi,itu kini sudah selesai di bersihkan oleh babby sister nya.


Jesica, dan Jessi itu kini di gendong oleh kenan keduanya begitu nyaman dalam dekapan Daddy nya itu.


"Jesica, Jessi kalian di panggil mommy, dia ingin memberikan hadiah untuk kalian berdua sayang"ucap Kenan seolah kedua putrinya itu mengerti akan ucapan nya sementara kedua orang tua nya yang sedari tadi duduk santai di kamar anak mereka,kini keluar untuk mengikuti Arthur dan Arthurro menemui asisten Kenan.


sesampainya di dalam kamar Kenan langsung tersenyum pada istrinya dan Sinan mengambil Jessi si bungsu yang kini mulai kehausan.


"sayang mommy, kemari lah lebih dulu sebentar lagi kakak,mu pasti juga akan ikut menangis"ujarnya.


"tidak akan mommy, karena Daddy akan meminang nya, sampai Jessi selesai minum asi"ujar Kenan sambil tersenyum.


"Daddy, apa kamu bahagia"tanya Sinan yang kini tengah menatap kearah nya sambil memberikan asi pada Jessi.


"tentu saja Sayang ku aku sangat bahagia, dan lebih bahagia lagi melihat istri ku yang cantik ini cepat pulih dan selalu baik-baik saja, semua nya sudah membuat ku lebih bahagia lagi terimakasih sayang ku karena kamu sudah mau mendampingi ku, dan menjadi ibu bagi anak-anak ku, aku sangat mencintaimu yakinlah sampai tutup usia ku aku akan selalu setia mendampingi mu muachh" Kenan mendekat, dan mencium puncak kepala istrinya itu lalu mengecup bibir nya sekilas.

__ADS_1


hari-hari mereka lalui dengan kebersamaan,kini Kenan benar-benar menepati janji nya, bahwa dia tidak akan pernah pergi ke kantor kecuali kalau asisten nya tidak bisa menghendel pekerjaan nya, tapi Kenan bekerja di sela-sela waktu, setelah membantu merawat anak istrinya satu Minggu berlalu kini Sinan sudah lebih baik luka bekas operasi nya pun sudah mulai pulih dia bisa sedikit leluasa bergerak mengurus ke empat putra-putri nya yang begitu menggemaskan.


Kenan bahkan tidak sungkan lagi untuk berdekatan dengan sang istri tanpa rasa takut menyakiti istrinya, yang sudah pulih itu tidak seperti saat hari pertama dia bahkan begitu takut untuk sekedar mengelus tubuh istrinya itu karena takut luka operasi nya terganggu sekarang dia bisa mengelus dan mencium bekas operasi sesar tersebut, karena menurut nya bagian itu adalah hal yang paling berharga sebagai perjuangan istrinya yang rela bagian perut nya di robek demi melahirkan putra-putri nya.


__ADS_2