Terjebak Cinta Pria Egois

Terjebak Cinta Pria Egois
perhatian berlebih


__ADS_3

setelah itu mereka pun turun dari atas Mension tersebut dan menuju ke kamar masing-masing, saat Jessica paling terakhir turun saat itu tidak ada siapapun di atas dia pun turun, dengan sangat hati-hati, karena, takut terpeleset.


tiba-tiba saja, satu tangan, menahan lengan nya, dia melirik melihat Ferdinand, yang kini tersenyum penuh tanda tanya pada Jessica.


"ikut aku ke sana"ucap nya menuju lantai tiga tanpa menuruni tangga.


"Ferdinand, aku mau mandi tau kenapa harus ikut kamu"ucap Jessica, jutek.


"panggil aku Om"ucap Ferdinand.


"tidak mau, mulai saat ini kita adalah musuh"ucap Jessica.


"Ok, baik'lah kalau itu mau mu"ucap Ferdinand dan langsung mengecup bibir Jessica.


"Ferdinand.....!!!"""pekik Jessica yang kesal karena Ferdinand mencuri ciuman pertama nya, dan tidak hanya itu Ferdinand adalah paman nya walau tidak sedarah dengan ibu tapi satu ibu.


"teriak lah,biar semua orang datang dan tahu kita sudah berciuman"tantang Ferdinand.


Jessica yang marah pun menghentakkan kakinya cukup keras di lantai dan berbalik pergi hendak turun menggunakan lift, tapi tangan nya di tahan.


"tunggu dulu"ucap Ferdinand.


"apa lagi, aku tidak mau bicara lagi dengan mu"ucap Jessica.


"heumm, baik'lah"cup...satu kecupan kembali mendarat di bibir Jessica.


"Ferdinand... kamu itu ya"ucapan nya terhenti kembali, saat Ferdinand, kembali membungkam bibir nya dengan ciuman, yang sedikit lebih lama walaupun, dia tidak mendapatkan balasan, yang ada Jessica, memukul-mukul dadanya.


"itu adalah hadiah karena kamu mengutuk ku dan ini karena kamu menjadi kan aku sebagai kekasih sosmed mu, dan ini"ujar Ferdinand, menunjukkan Vidio singkat saat mereka barusan berciuman.


"kurang ajar....!!!"""teriak Jessica,sambil mencoba meraih ponsel Ferdinand, tapi bukan nya dapat, dia malah semakin dekat dengan wajah tampan paman nya itu, lagi-lagi Ferdinand mencium bibir Jessica, tapi Jessica refleks menamparnya sangat keras.


"kamu"ujar Ferdinand hampir emosi, tapi sesaat kemudian kembali tersenyum Jessica, semakin jengkel dibuat nya, dia tidak perduli lagi, dan langsung pergi menggunakan lift turun ke lantai bawah.


sesampainya di sana dia langsung bergegas masuk ke dalam kamar nya, dan langsung mengguyur tubuhnya di kamar mandi, dan tidak lupa mencuci bibir nya yang berkali-kali mendapatkan ciuman dari Ferdinand.


dia sungguh sangat kesal saat ini bahkan dia menangis, karena kehilangan kesucian bibir nya itu yang selalu di jaga nya selama ini.


saat makan malam tiba, dia sendiri tidak ikut makan malam, walaupun perutnya meronta minta di isi, tapi dia tidak mau bertemu dengan Ferdinand.


"sayang ayo keluar,ini sudah waktunya makan malam"ucap Kenan


"kalian duluan saja Daddy, aku belum lapar"ujar nya.


"baiklah, tapi jangan sampai tidak makan sayang ingat lah kamu punya mah.."ucap Kenan lagi.


"iya Daddy"ucap nya, dari dalam kamar.


saat ini semua orang berkumpul di meja makan sibuk menyantap hidangan, sementara itu Ferdinand sedikit kaget, karena tidak melihat Jessica, saat ini.


dia pun menghabiskan makanan nya, lebih dulu setelah itu kembali ke kamar nya.


setelah semua orang selesai makan malam kini mereka juga sudah berada di kamar nya masing-masing, Jessica, yang saat ini merasa kelaparan, dia menghampiri meja makan, dia pun mengambil piring nya dan mengisi nya, saat akan memasukan,sendok berisi makanan ke mulut nya, dia kaget melihat Ferdinand, sedang duduk di samping nya, membawa secangkir kopi di tangan nya.


"kenapa baru makan??"ucap nya sambil pura-pura tidak mengerti.


"sudah kenyang"ucap Jennifer, yang kini menaruh sendok itu langsung di piring nya, dan pergi menuju kamar nya, Ferdinand yang melihat itu, dia langsung membawa makanan tersebut dan menyusul langkah Jessica, dengan cepat dan langsung nyerobot masuk kedalam kamar nya, dia duduk dan menaruh piring itu di hadapan Jessica.


"aku tau kamu lapar, makan lah sebelum perutmu sakit"ujar Ferdinand tanpa melirik Jessica.


"sudah hilang rasa laparnya"ucap Jessica, yang kini berdiri namun tangan nya di tarik oleh Ferdinand, sampai dia kembali terduduk di sofa tersebut.


"jangan bertingkah konyol, kamu itu sudah dewasa saat ini dan itu adalah hal yang wajar"ucap Ferdinand.


"tapi kamu itu bukan kekasih ku, dan kamu adalah Om,ku apa kata dunia"ujar Jessica.


"lalu, kenapa kamu menjadi kan aku kekasih sosmed,mu apa kamu sadar, semua itu adalah pengumuman, untuk keseluruhan ucap Ferdinand.


"aku hanya bercanda"ucap Jessica.


"apa mereka juga sama mengagapmu seperti itu, sudah lah, sekarang makan dulu setelah itu langsung istirahat, untuk kejadian tadi, jika kamu menganggap bahwa itu adalah candaan terserah, yang penting sekarang kamu makan dulu, aku pergi"ucap nya tanpa menoleh ke arah Jessica,ada rasa kesal yang teramat yang Ferdinand, rasakan saat ini bagaimana tidak ia merasa di permainkan.

__ADS_1


"kamu, tidak tau Jessica, sembilan tahun lalu aku sudah jatuh cinta pada mu"gumam Ferdinand.


Jessica, pun terpaksa memakan, makanan yang sudah dingin itu, karena kelamaan, berbicara.


setelah itu dia pun langsung minum, karena air ada di kamar nya di atas nakas nya, dia pun langsung menyalakan televisi, dia menonton film romantis kesuksesan nya, saat ini sampai tidak sadar ketiduran, di sofa yang terlampau empuk itu.


Jessica, pun terlelap hingga pagi, tanpa mematikan televisi, yang kini masih menonton nya.


saat semua orang tengah sibuk berolahraga termasuk ke empat pria, itu di sebuah ruangan khusus yang ada di Mension.


sementara itu para wanita tengah sibuk, memasak bareng, dan ketiga cucu laki-laki nya sedang bermain bola di depan halaman Mension, dan dua gadis itu pun bergabung dengan kakak, nya.


hanya Jessica yang terlambat dia hanya diam di di bangku taman, belakang sambil minum teh.


seseorang memperhatikan nya dari samping balkon tempat fitness tersebut.


ingin sekali dia menghampiri, Jessica tapi dia menahan nya,agar Jessica, tidak berbuat bodoh seperti semalam hampir saja, tidak jadi makan hingga Fero,menepuk bahu putra bungsu nya itu, Ferdinand langsung menoleh.


"apa yang sedang kamu perhatikan serius sekali??"tanya Fero yang kini melihat kearah taman belakang,di sana tidak ada siapapun, karena Jessica, sudah pergi.


setelah itu anak dan ayah itu pergi untuk membersihkan diri,di kamar nya masing-masing,para wanita kini sedang menonton, pertandingan sepak bola yang di lakukan, oleh ke lima cucunya itu, saat ini dia bahkan Jessica yang tadinya tidak tertarik kini dia masuk ke Tim, kakak sepupu nya itu melawan Arturo dan artur juga Jessi.


sekarang imbang, tiga lawan tiga meski, yang satu adalah kebanyakan wanita.


Jessica, masih asik menggiring bola sampai kakak, nya Arturo, mencurangi nya dengan mengalihkan fokus Jessica.


"Jess,coba lihat deh ada pangeran tampan di sana"ucap Arthurro.


"mana"jawab Jessica, tiba-tiba, bola di ambil alih oleh kakak nya.


"di kayangan"jawab Arthurro,sambil membawa bola lari, semua orang tertawa terbahak-bahak.


"dasar kakak, tidak punya ahlak"kata Jessica,sambil mengejar kakak nya itu dan mendorong nya hingga jatuh.


"aduh... sakit tau Jess, kamu itu main kasar"ucap Arthurro.


"suruh, siapa kakak curang yeyy..."ujar Jessica, tapi tiba-tiba bola itu sudah gol oleh Kakak, sepupunya, Dean, dan Julia, anak dari Daniel.


"Gol... ucap mereka berdua adik kakak itu saling berpelukan.


"bubar semua ayo siap-siap sarapan tidak boleh telat ucap Daniel dan Kenan, yang kompak untuk kedamaian kakak beradik itu, masih memiliki sifat kekanak-kanakan, jika sedang bermain.


mereka pun menurut, Arthur memapah adik laki-laki nya itu karena sedikit lecet di bagian lutut nya.


sementara itu Jessica,di bawa Kenan, untuk pergi menuju kamar nya, karena Jessica,kini menangis dan menyesal sudah menyakiti kakak, nya itu.


sementara Dean, dan Julia,kini tengah berjalan beriringan dengan Jessi.


mereka pun bersiap dengan sangat cepat seperti waktu yang telah di tentukan oleh Kenan dan Daniel,tapi lagi-lagi Jessica, tidak ikut sarapan pagi, sampai Kenan, menjemput nya ke kamar nya,baru dia keluar dan bergabung saat ini, tapi. Jessica, benar-benar hanya makan, dan tidak bersuara sedikit pun, setelah selesai dia langsung masuk kedalam kamar nya, semua orang heran menatap nya, termasuk Arthurro, yang berpikir mungkin adik nya masih merasa sedikit bersalah, dan Arthurro berniat untuk menemui nya.


sesampainya di kamar, Jessica Arthurro langsung mengetuk pintu yang tidak di kunci sama sekali, setelah itu dia langsung masuk karena Jessica, sudah mempersilahkan nya.


"Jessica, kamu sedang apa sayang"ucap Arthurro lembut seperti biasa nya.


"aku tidak sedang apa,hiks hiks hiks hiks"Jesika tiba-tiba menangis, saat ini.


"sayang kamu kenapa nangis ayo bilang sama kakak siapa yang sudah menyakiti mu??"ucap Arthurro, yang selalu menyayangi adik-adik nya itu.


"aku minta maaf, tadi aku kesal sama kakak, tapi tidak berniat melukai mu"ujar Jessica, yang berderai air mata.


"sayang, kamu jangan sedih kakak, tidak kenapa-kenapa,kok hanya lecet dikit sekarang sudah baik-baik saja seharusnya kakak, yang minta maaf karena kakak, duluan yang curang"ujar Arthurro.


mereka pun berpelukan.


"kak, aku ingin pulang"ucap Jessica lagi.


"loh...ko ingin pulang,ini kan liburan yang sangat kamu inginkan"ucap Arthurro heran.


"aku tidak betah, aku mau pulang"ucap Jessica, dan itu sangat membuat Arthurro, heran biasanya dia yang selalu bersemangat untuk datang ke tempat itu, tapi sekarang dia bilang tidak betah.


"nanti Kakak, bilang Daddy"ucap Arthurro.

__ADS_1


"aku lelah mau istirahat"ucap nya.


"baiklah, istirahat lah, Kakak mau ke pantai hari ini bersama kak, Dean dan Julia juga ujar Arthurro.


"pergilah aku hanya ingin tidur saja"jawab Jessica.


sementara semua orang tengah bersiap untuk pergi ke pantai, Jessica, hanya tiduran sambil melihat acara TV, yang sangat membosankan, semua keluarga nya pergi ke pantai dia hanya sendirian di mension tersebut, hingga bosan dia pun akhirnya tertidur.


sementara itu di pantai Ferdinand, yang sedang bermain air bersama ke lima keponakan nya merasakan ada sesuatu yang kurang hingga dia pamit untuk membeli minum saat ini, padahal dia menelpon Jessica.


namun telpon nya tidak di angkat, dia mengirim video saat ini suasana pantai yang ramai tapi juga tidak di lihat sama, sekali, bagaimana mau respon orang tidur nya sudah kaya putri tidur saat ini.


Ferdinand, pun memutuskan untuk pulang terlebih dahulu, dan berpamitan kepada semua nya.


"aku pulang duluan, ya ada yang ingin bertemu "ucap Ferdinand,sambil mengambil jaket dan kunci dari tempat para orang tua nya yang sedang berkumpul.


saat tengah di jalan tiba-tiba seorang wanita menyetop mobilnya, wanita itu sedang menangis, dan butuh pertolongan saat ini, Ferdinand pun langsung membawa nya kedalam mobil, karena dia tau wanita itu adalah, putri dari teman bisnis Fero Daddy nya itu, dan Ferdinand, tidak banyak bertanya dia pun membawa pulang wanita yang bernama shanty, tersebut.


shanty, adalah warga Jakarta, dan sudah pasti saat ini, dia tengah berlibur di Bali, tapi pasal dia menangis Ferdinand, tidak mau banyak tanya,biar nanti Daddy, nya yang akan bertanya.


Ferdinand, pun membawa dia masuk, ke dalam Mension, tersebut dan mempersilahkan shanty, duduk di sofa ruang tamu yang tidak tersekat dinding, dan tembus ke ruang tv, yang kini di tempati Jessica.


shanty, pun memeluk Ferdinand, sepontan Ferdinand kaget, tapi saat shanty menangis semakin kencang Ferdinand, pun membalas dengan elusan lembut di punggung shanty.


Jessica, yang melihat itu langsung pergi dari ruangan tersebut menuju kamar nya, Ferdinand, sedikit,salah tingkah, dia tidak mungkin membiarkan orang yang kini membutuhkan nya Sementara,di sisi lain dia melihat wanita yang di cintai nya pergi entah karena cemburu atau menang benci melihat itu semua.


setelah shanty, tenang Ferdinand, meminta pelayan melayani semua kebutuhan nya, termasuk menyuruh pelayan untuk mempersiapkan,kamar untuk shanty istirahat.


Ferdinand, pun pergi menuju kamar nya dan membersihkan diri nya, yang terasa sangat lengket, saat itu juga, setelah selesai, dan menggunakan pakaian nya, dengan rambut kelimis, yang masih berantakan dia bergegas menuju kamar Jessica, yang sama sekali tidak terkunci, saat itu Ferdinand, langsung bergegas masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


"Jess, apa yang sedang kamu lakukan??"tanya Ferdinand, saat melihat Jessica, memberskan baju, dan juga barang-barang nya kedalam koper.


"aku sedang berses-beres apa kamu tidak lihat"ujar Jessica, dingin tanpa menoleh ke arah Ferdinand.


"aku melihat nya makanya aku bertanya"ucap Ferdinand sambil menghentikan tangan Jessica, yang kini hendak mengambil laptop nya.


"lepas, apa mau mu bicara saja, tidak usah mengganggu ku, aku sedang buru-buru"ujar Jessica, masih tetap tidak menoleh Ferdinand.


"aku ada di hadapanmu dan kita sedang bicara, dan kamu tau bukan cara yang sopan "ujar Ferdinand kesal.


Jessica, pun langsung menatap wajah Ferdinand.


"apa yang kamu mau, aku sudah bilang aku sibuk dan sedang buru-buru, pekerjaan ku sudah menumpuk di sana"ujar Jessica dingin.


"heuuhh... pekerjaan, yang mana,owh aku tau pekerjaan mu yang mempertontonkan keseksian tubuh mu di depan umum"ucap Ferdinand, tidak kurang dingin.


"terserah, semua bukan urusan mu"ujar Jessica, yang melanjutkan membereskan barang-barang nya.


"jadi kamu akan melewatkan pernikahan ku"ucap Ferdinand, yang berhasil menghentikan kegiatan Jessica, beberapa saat dan mematung, entah kenapa dadanya begitu terasa sakit seperti di hantam batu besar, saat tersadar, Jessica pun langsung, melanjutkan lagi kegiatan nya itu.


"hanya aku, yang pergi, dan yang lain, tidak jadi kamu tidak akan kekurangan saat hari bahagia mu"ujar Jessica yang kini sudah selesai membereskan semua nya.


sementara itu Ferdinand, mengepalkan tangannya, dia tidak pernah semarah ini, terhadap siapapun, kecuali saat penculikan nya sembilan tahun lalu.


"baiklah, pergi lah yang jauh dan tidak usah lagi kembali ke mari, itu akan lebih baik"ucap Ferdinand, Jessica pun terdiam dan meneteskan air mata,lalu dia pergi menuju kamar mandi untuk mencuci wajah nya saat itu juga, setelah segar dia langsung pergi membawa dua koper besar miliknya, tanpa sepengetahuan keluarga yang lain nya, sementara itu Ferdinand,kini tengah mengamuk di dalam kamar nya semua nya hancur berantakan bahkan tangan nya saat ini sudah terluka dan berdarah, karena sempat memukul cermin.


dia begitu terluka, saat ini Jessica, benar-benar pergi, tanpa perduli dengan perasaan nya, dan saat seluruh keluarga kembali, mereka kaget Jessica,pamit melalui surat yang ia tinggalkan di atas nakas samping ranjang nya.


"Daddy, mommy aku pergi bibi Emily, sudah menghubungi ku,ada pemotretan yang tidak bisa di tunda, kalian tidak usah khawatir aku pakai jet milik Daddy"ucap Jessica dalam surat nya.


Kenan, hanya memijat keningnya yang terasa sedikit pusing saat ini, putri kesayangan nya itu memang sedikit keras kepala.


sementara itu Siena, diam-diam sedang mengobati tangan putra nya yang di temukan tengah menenggak minuman keras di dalam kamar nya, dia tidak ingin semu orang cemas, melihat putra bungsu nya, yang terlihat menyedihkan.


sementara itu di ruang keluarga, saat ini Fero tengah mengobrol dengan shanty, dia heran kenapa anak sahabat karib nya berada di Mension itu, dan masih terlihat sembab.


akhirnya, Fero,tahu kalau shanty, saat itu sedang berlibur dengan calon tunangan nya, dan pria itu hampir saja melecehkan nya, untung saja shanty berhasil kabur dan, berpapasan dengan Ferdinand.


Siena, yang baru saja dari,kamar putra nya dia langsung bergegas menemui suaminya dan anak cucunya yang lain yang kini tengah berkumpul di ruang keluarga.


Siena, tidak berbicara masalah Ferdinand, saat itu dia hanya sempat menyuruh pelayan merapihkan kamar nya, dan saat ini Ferdinand, sedang tertidur setelah Siena, mengobati luka nya.

__ADS_1


di pesawat, Jessica, hanya berderai air mata, dia sendiri tidak mengerti kenapa, harus merasa sesakit ini, saat mendengar semua perkataan Ferdinand, termasuk menyuruh nya agar jangan kembali.


sesampainya di Paris, Jessica pun langsung menyibukkan diri, dan tidak ingin beristirahat, dia bahkan lupa waktu makan, dan iapun jatuh sakit dan di rawat di rumah sakit,milik Kenan, Emily langsung mengabari Sinan, bahwa putrinya jatuh sakit, saat ini tengah di rawat .


__ADS_2