Terjebak Cinta Pria Egois

Terjebak Cinta Pria Egois
Menikmati hidup


__ADS_3

Dua Minggu sudah, Siena di luar kota kini iya kembali ke rumah nya, yang pertama di lakukan, adalah mengucap salam,dan langsung menemui sang ayah.


"Asalamualaikum, Aya Siena, sudah pulang,,,! ayah di mana, ayah"


ucap Siena, tiba-tiba dari arah belakang


"wa Alaikum salam sayang kamu sudah pulang,ya apa kabar ?,, putri kesayangan ayah"


ucap sang ayah, yang baru datang dari luar sambil menenteng kantong belanjaan nya, ayah Siena,begitu menghargai,adat istiadat, sebagai seorang, yang menganut beda agama,iya begitu menghargai putrinya itu sebagai mana iya memperlakukan istrinya dulu setiap kali istrinya pulang dari mana pun iya selalu memberi salam dan Jimi selalu menjawab salam dengan baik dan benar, sekarang pun seperti itu karena Jimi juga sudah terbiasa hidup di lingkungan mayoritas muslim,


Jimi selalu mengingat kan Siena, untuk solat, atau mengantar kan nya ke mesjid dulu pas Siena lagi belajar mengaji , karena sang ibu sudah tiada, jadi tugas nya beralih pada nya.iya lakukan dengan senang hati, karena bagi nya semua yang ia jalani sekarang adalah bagian dari perjalanan hidup yang indah,saling menghargai, Siena pun selalu mengingat kan jika sang ayah lupa untuk beribadat, di tengah kesibukan nya.


"Ayah, Siena, hari ini akan ke panti apa ayah mau ikut"


tanya Siena.


"ayah kaya nya gak ikut, soal nya ayah harus ke toko lagi sayang ini ayah pulang dulu untuk masak, makan siang.


"Ayah Siena mohon, ayah jangan kecapean, Siena sudah besar dan Siena, juga sudah punya usaha sendiri, sebaiknya ayah memikirkan masa depan ayah, Bunda sudah lama tiada, ayah juga butuh pendamping, aku ingin melihat ayah bahagia dengan istri ayah yang baru"


ujar Siena, memberikan nasehat pada sang ayah.


"Siena, ayah tidak mau mengkhianati Bunda mu yang begitu Ayah cinta seumur hidup ayah dan sampai di surga nanti,ayah hanya ingin bersama nya, sayang jadi ayah bahagia walau tidak tinggal bersama tapi, Bunda mu hidup di hati ayah"


jawab sang ayah.


"Ayah setidaknya, biarkan asisten rumah yang mengerjakan, keperluan rumah dan ayah hanya di toko itu pun cukup mengawasi pegawai, pokonya dari sekarang ayah harus bisa menikmati waktu, ayah bahkan sudah lama tidak pulang,ke tempat, Oma mungkin juga Oma, rindukan ayah, ayah juga sudah tidak pernah pergi bersama teman-teman ayah hanya sekedar untuk memancing, lakukanlah kegiatan ayah seperti yang dulu,aku mohon ayah jangan buat putri mu sedih melihat ayah kesepian, Bunda juga pasti sedih kalo lihat ayah begini terus"


ucap Siena lagi.


"Baiklah sayang ayah janji akan melakukan semuanya yang kamu minta tapi tidak yang satu itu, ayah tak akan menikah lagi"


kata sang ayah.


"ok terimakasih, ayah ku tersayang kau adalah ayah terbaik di dunia ini, muachhhh, ayo kita makan, Siena tadi mampir di restoran favorit kita,dan aku belikan makanan yang paling Ayah suka"


"baik lah Puri ku Aya bersih-bersih dulu"


Jawab nya.


Siena pun , menyiapkan perlengkapan makan dan menata semuanya di meja,tak lama Jimi pun datang menghampiri meja makan tersebut lalu mendarat kan bokong nya di kursi, Siena, langsung memberikan piring yang sebelumnya, sudah di isi dengan makanan paforit sang ayah.


sementara di kediaman Sanjaya.


"Agnes, mau sampai kapan kau selalu, mencari masalah dengan orang yang jelas-jelas melakukan kebaikan"


kata Adnan,pada adik perempuan nya itu.


"Ada apa dengan kalian,memang nya ada masalah apa?,,,"


Adryan bertanya pada kedua anak nya.


"itu yah Agnes dua Minggu yang lalu ia mendatangi sebuah butik hanya untuk melabrak seorang wanita yang jelas jelas sudah menolong Fero , saat Fero hampir mati di keroyok oleh musuhnya saat itu"


kata Adnan menjelaskan pada sang Deddy


"lalu dimana salah nya seseorang menolong sesama itu wajar"


ujar sang Deddy


"yang salah itu Fero sudah berubah setelah mengenal perempuan itu Deddy"


"ya mungkin, dia berubah menjadi lebih baik, atau sudah insyaf, dari sifat Casanova nya harus nya kamu dukung lah"


Adrian,malah menasehati sang putri karena iya tau watak nya, mirip sang mommy,keras.


"Ah udah ah gak ada yang akan ngerti, kalian sama saja membela perempuan sundel itu"


ujar Agnes yang emosi nya tidak bisa di kontrol


"Agnes, kakak peringatkan kamu sekali lagi jangan sekali-kali buat ulah lagi kalau tidak kamu, akan tahu akibat nya"


Adnan memperingati sang adik, begitu penuh penekanan.


"kakak Takan mau ngerti karena kakak juga sebenarnya, suka bukan sama cewek perebut kebahagiaan itu"


kata Agnes lagi.


"kamu tuh yang sebenarnya Egois kamu bahkan melimpahkan kesalahan mu terhadap orang lain"


kata Adnan tegas .

__ADS_1


"Adnan, apa iya kamu suka sama wanita yang di sebutkan Agnes tadi, ingat na kamu sebentar lagi akan, bertunangan,dengan, Gladdiss, jangan macam-macam kamu.


ujar sang mommy, yang selalu menekankan sang putra dengan Ambisi nya itu, untuk memiliki,menantu yang sederajat dengan nya.


"Mommy tau mommy itu Egois" mau sampai kapan mommy memaksakan kehendak mommy padaku, aku bukan anak kecil lagi yang harus terus di atur"


Adnan marah, tidak biasanya iya menentang perkataan,sang ibu, mungkin karena dia sudah memiliki keteguhan hati, tentang pilihan nya terhadap, Siena, Gadis yang dua Minggu lalu ia temui.


"Adnan, dengarkan mommy, suka-gaksuka kamu tetap akan bertunangan dengan Gladdiss,can kan itu"


peraturan keras yang harus di ikuti oleh Adnan.


"sayang, jangan terlalu keras pada anak mu itu berikan dia kebebasan, kasihan dia, sudah cape kerja,di tambah lagi kamu terus-terusan menekan nya, apa sih istimewanya Gladdiss,ya walaupun, dia terlahir di keluarga kaya tapi itu tidak akan pernah, menjamin, anak kita bahagia ingat itu"


ujar sang suami, yang selalu bersikap bijak.


Adnan, yang selalu datang,ke proyek pembangunan panti tersebut, hari ini pun dia datang, tepat berbarengan dengan mobilnya Siena, mereka pun parkir mobil nya bersebelahan, Sania turun dari mobil nya, iya begitu terlihat fresh dan sangat cantik, iya mengunakan celana jeans panjang, atasan Pink dengan kardigan,selutut berwarna senada.


"Nona Siena, kamu juga datang"


tanya, Adnan, pada Siena.


"ya aku sudah janji sama mereka, untuk datang, maaf aku tinggal dulu ya"


ucap Siena pamit kepada Adnan.


"owh iya silahkan, saya juga mau bertemu,Bu Halimah,di dalam"


Adnan mempersilahkan Siena, pergi.


tak lama kemudian Siena datang bersama segerombolan, anak-anak batita, yang memang sering di ajak dia main, bersama.


🌹💖💖💖🌹


setibanya, Sania beserta anak-anak tersebut di taman di samping panti , Siena, memarkir, mobilnya di sana karena tidak mungkin kalo harus meminta bantuan pada anak-anak kecil tersebut, sesampainya di taman yang luas Siena, membuka, pintu samping mobil nya itu,lalu ia mengeluarkan beberapa kardus, yang berisi hadiah dan juga makanan semuanya ada sekitar, sepuluh kardus berukuran sedang yang memenuhi,ruang di mobilnya itu, dia mulai menata nya,satu persatu, kardus sudah berjejer rapi, anak-anak mulai berjajar membentuk barisan panjang,


Siena yang kala itu di temani oleh ketua Bu Halimah, iya berusaha menghibur anak itu,


"Bu saya mulai membagikan nya sekarang saja ya kasihan anak-anak pasti sudah gak sabar, ingin cepat-cepat dapet hadiah"


"baik lah silahkan, saja Nak,"


ucap Bu Halimah,


tanya Siena pada Anak-anak tersebut,


"tidak KA,,,,,,"


jawab mereka kompak,


"baik lah Kaka kasih tau sekarang ya,Kaka sengaja,buat gelang ini sesuai dengan nama kalian, jika kalian dewasa nanti hidup nya terpisah dengan saudara kalian ingat kalian bisa saling mengenal lewat Gelang ini, apa kalian paham, kita adalah saudara, jadi kalo kalian suatu saat bertemu di mana pun Gelang ini akan membuat kalian saling mengingat , Apa sudah paham sekarang?,,,"


tanya Siena lagi.


"paham,,,, KA"


mereka memang selalu kompak.


nah sekarang Kaka sebutin nama kalian dengarkan baik-baik yang di sebut langsung kemari ok, siap"


kata Siena lagi,.


"siap",,,


jawab mereka.


Siena pun mulai mengabsen satu persatu di pasangkan gelang nya setelah semua beres, mereka pun, berbaris lagi untuk pembagian mainan dan juga makanan.


"Siena, ibu betul-betul mengucapkan terima kasih atas semua kebaikan mu semoga Rizky yang kau berikan di ganti oleh yang kuasa sebesar-besarnya, Amiinn.


ucap Bu panti,


"Amiinn, jawab anak-anak serentak.


"semua yang saya berikan tidak ada apa-apa nya di banding,dengan rasa sayang saya,pada mereka, jadi ibu tidak usah sungkan"


kata Siena lagi.


di sebuah kursi di taman tersebut, Adnan tersenyum, bangga sekaligus kagum pada apa yang di lakukan Siena, Siena saat ini sedang mengajarkan,cara menggambar,dan untuk anak laki-laki, dan cara mengikat rambut untuk anak perempuan, yang di lakukan, oleh Siena saat ini, iya sedang bermain salon-salonan,juga masak-masakan dan Dokter-dokteran,ada lagi ngajarin mereka bernyanyi, kebetulan Siena suaranya sangat merdu,Bu Halimah bangga pada Siena yang di usia nya menginjak 22 tahun, iya, bisa menjadi kakak sekaligus ibu, bagi anak-anak tersebut,


"KA,,,KA,,ini aku mau di ikat juga rambutnya biar kaya princess,"

__ADS_1


kata Abel anak yang baru berusia 3 tahun, anak malang ini kadang suka manggil dia mama, tapi Siena tidak keberatan, bahkan kalau ada waktu luang dia suka membawanya pulang ke Apartemennya, empat puluh orang, anak yang masih membutuhkan belayan, dan pangkuan sang ibu tapi mereka tidak seberuntung itu.


"hmmm Apa aku boleh gabung"


ucap Adnan, yang sedari tadi memperhatikan dari jauh sambil menunggu pesanan nya di antar oleh Harry,sang Asisten.


"Boleh saja tidak ada yang melarang"


ucap Siena,pada Adnan.


"ini Gelang persahabatan, untuk mu"


Adnan langsung memberikan gelang itu pada, Siena, dan Siena merasa terkejut, iya diam sedikit tidak merespon, mungkin karena kaget.


"Anak-anak kalo seseorang berbuat baik dengan memberikan sesuatu,itu harus di terima atau ditolak"


Adnan, langsung, pura-pura bertanya pada anak-anak yang ada di hadapannya,dan semua kompak menjawab.


"diterima KA,,,,!"


"iya itu lebih baik dari pada menolak rejeki"


Adnan menyindir, Siena.


"Baiklah Aku terima, terimakasih ya, Oya setelah ini kita udahan main nya ya kebetulan Kaka ada kerjaan di butik kalian baik-baik ya, Minggu depan kita jumpa, ok"


"ok Kaka,,,"


Siena, pun membatu mereka menyudahi kegiatan, semua hadiah yang tadi di berikan Siena telah masuk kedalam tas nya masing-masing.


"Ok anak-anak Kaka pulang dulu ya Dah ,,,,,"


Siena, bergegas memasuki mobilnya,dan langsung menghidupkan mesin mobil lalu melambaikan tangan ke arah anak-anak tersebut,


Adnan, pun sama iya bergegas meninggalkan panti untuk menuju kantor nya,


Siena, langsung bergegas masuk setelah memarkirkan mobilnya,di depan butik nya tersebut, saat ini iya harus menyelesaikan rancangan nya yaitu sebuah gaun untuk pesta pertunangan, Gladdiss yang datang sendiri, iya pun langsung mencorat-coret kertas sketsa, hingga akhirnya selesai, tinggal iya menjahitnya


"Siena, ada yang mencari mu "


"Siapa,masuk saja" diruang tunggu ok"


jawab, Siena,


Siena pun menemui tamu nya tersebut, dan iya pun langsung duduk,


"Maaf, nyonya,ada keperluan apa ya datang mencari saya, apa ada yang bisa saya bantu?,,,"


tanya Siena, dengan sopan.


"Saya kemari hanya ingin bilang, jauhi putra saya, karena sebentar lagi ia akan bertunangan"


ucap nyonya Inez Sanjaya, tegas penuh penekanan di setiap kata nya.


"maaf kalo saya boleh tau, siapa nama putra anda, kalau saya boleh tahu?,,,


tanya Siena.


"Adnan Sanjaya, dia akan bertunangan dengan Gladdiss, beberapa hari lagi"


"Oh kebetulan nyonya, Nona Gladdiss, pun memesan Gaun pesta nya di butik ini, kemaren malam,


"Oh bagus lah kalo kau sudah tahu, Aku tidak akan ber basa-basi lagi, dan satu lagi jangan coba merebut Fero, dari Agnes anak kedua ku"


"maaf nyonya, bukan saya berniat kurang ajar tapi, semua itu salah paham,di antara kita, aku tidak berniat merebut siapapun, di sini semua terserah, anda mau menilai,tapi saya bukan tipe orang yang seperti itu.


setelah nyonya Inez Sanjaya pergi. dari butik nya Sania langsung bekerja, mencari bahan di gudang penyimpanan bahan, iya ingin segera menyelesaikan nya,Agar dia tidak berurusan dengan keluarga itu lagi. Siena, saat itu lembur, hingga pagi iya tidak pulang kerumah atau pun ke Apartemen, Siena benar-benar, bekerja keras hingga gaun itu pun selesai di buat.


"Adnan, yang melewati butik tersebut iya heran dengan, mobilnya Siena yang masih ada di sana tidak berpindah, Adnan pun memberikan diri ,mengetuk pintu butik.


"permisi,,,, apa ada orang di dalam "


kata Adnan, sambil terus mengetuk.


"siapa,jam segini mengetuk pintu,"


sahut Sania lagi.


"ini Aku teman mu kenapa kau masih di sini?,,,"


tanya Adnan lagi.

__ADS_1


"Aku sedang lembur mengerjakan, gaun pesta buat nanti tunangan mu"


ucap Sania jujur,


__ADS_2