Terjebak Cinta Pria Egois

Terjebak Cinta Pria Egois
Nikah kontrak


__ADS_3

seminggu sudah berlalu, Siena kini telah mulai bisa, beraktivitas di dalam ruangan, tempat iya di rawat, Adnan sudah kembali ke Indonesia, untuk pekerjaan yang sudah menumpuk karena tidak semuanya bisa di tangani oleh Harry, contoh nya berkas yang membutuhkan tanda tangan dari Adnan. yang kini menumpuk di meja kebesaran tempat Adnan, bekerja.


"sayang, kamu kenapa dari kemaren tidak bisa di hubungi kata Asisten mu katanya, lagi ada dinas luar negeri,bener gak sih padahal aku sudah, ketinggalan, edisi baru loh!"


"Gladdiss, kamu itu yang ada di otak mu hanya ada shopping,, shopping,,, bisa gak sih mikirnya masa depan lagian, untuk apa coba kamu itu ngumpulin barang GK penting cuman hambur-hamburin uang doang bukan nya berpikir yang lebih baik lagi, pakai uang untuk hal yang bermanfaat gitu, misalkan buka usaha, atau beramal, ini malah buang-buang gak jelas!,,,"


"Adnan kesal karena orang yang baru enam Minggu lalu ia nikahi malah menghambur-hamburkan uang untuk setiap, barang branded, yang gak murah itu tidak sedikit iya Barus mengeluarkan uang saku nya padahal cari uang itu tidak gampang walaupun ia hidup sebagai orang terlanjur kaya, tapi ia lebih berpikir ke arah yang positif, bukan nya pelit tapi lebih baik di gunakan untuk hal yang bermanfaat, seperti, membantu orang yang membutuhkan,dan lain sebagainya, baru Adnan suka, seperti Siena kekasih nya itu.


"Alina, aku akan pergi ke Paris setelah ini, aku sudah terlalu lama meninggalkan, butik yang baru ku buka itu, dan aku akan menetap di sana untuk waktu yang lama bersama ayah"


"Tapi Siena,apa tidak sebaiknya, kamu balik dulu ke Indonesia, untuk beristirahat di sana, lagian di sana juga sudah sama-sama ada butik juga yang harus kamu urus"


kata Alina.


"Alina, aku percayakan semua urusan, tentang butik yang di sana itu padamu!"


kata Siena lagi.


"Baiklah, jika itu keputusan mu, yang penting kamu sehat terus dan selalu rajin mengabari aku"


kata Alina.


"okeh baik semua sudah Dil dan aku akan kirimkan,gaun dan aksesoris yang terbaru nanti ke Indonesia, agar butik kita makin banyak peminatnya"


kata Siena lagi.


"kau memang yang terbaik , kamu selalu membuat ide baru dalam bisnis mu, kamu jenius, semoga kelak kamu makin sukses"


kata Alina.


"bukan hanya aku tapi kita, kita akan selalu sukses bersama-sama "


ucap Siena.


"Nak sebaiknya, kamu makan dulu, nanti kamu harus banyak istirahat, minimal satu bulan kedepan dan kamu juga tidak boleh terlalu lelah bekerja, kalau boleh biar ayah yang menggantikan, mengontrol bisnis mu di sana kau istirahat dulu di sini"


kata sang ayah.


"Ayah semua tidak sesederhana yang ayah bayangkan, mengurus butik tidak seperti mengurusi toko bangunan, ayah juga, harus bisa mengurusi berbagai pelanggan, yang minta bermacam-macam desain, yang mereka inginkan, dan juga mencari bahan baku kain yang lumayan sangat menguras tenaga dan pikiran, lagian kalo,ayah ngurusin butik, nanti apa ayah bisa handel semuanya, termasuk menggambar desain yang begitu pelik nya, tidak terbayang ayah ku jadi Desainer, hahahaha, ayah-ayah yang benar saja"


Siena tertawa geli membayangkan sang ayah menggambar yang bukan ahli nya, ayah nya tidak pandai menggambar.


"Astaga, kamu mengejek ayah,kualat nanti kamu baru tau rasa"


kata sang ayah pura-pura merajuk, Jimi memang orang nya sangat humoris, bahkan iya kadang suka,mengerjai anak nya itu sesekali untuk menggoda sang anak yang kadang suka ngambek, tapi Jimi adalah sosok ayah yang sempurna bagi Siena iya sangat bertanggung jawab, dengan keluarga, yang buat Siena sedih itu sang ayah, tidak mau kembali,ke rumah nenek nya yaitu ibu dari Jimi, karena dulu nenek Siena, tidak merestui, pernikahan sang putra, karena perbedaan keyakinan, walau pun tetap memegang teguh, keyakinan nya, selama ini Jimi tidak pernah berpindah keyakinan, karena bagi nya tuhan itu satu hanya saja cara kita beribadah yang beda, itu keyakinan di hati Jimi,dan iya begitu saling menghargai perbedaan antara dia dengan istri,dan anak nya, mereka juga berkomitmen, tidak memaksakan anak keturunan nya harus mengikuti keyakinan siapa, tapi mereka membebaskan nya, itu lah yang mungkin, membuat cinta mereka abadi Jimi tidak menikah lagi setelah sang istri, meninggal dunia.


Jimi seperti, orang asing di hadapan keluarga nya, tapi iya tidak berkecil hati, justru iya membuktikan, bahwa ia mampu menjalani rumah tangga nya di tengah perbedaan.


satu bulan pun berlalu, Siena,pergi ke Paris, setelah,di nyatakan sehat total,da iya sudah boleh beraktivitas, kembali seperti biasa, sementara itu sang ayah selalu mendampingi dia di sisinya.


Adnan, saat ini tengah merasa kebingungan pasalnya Siena, sudah dua Minggu belum juga bisa di hubungi, Alina juga tidak memberitahu kan keberadaan, Siena.


"Alina,aku tahu kau berbohong, tentang Siena, tapi asal kau tahu aku bisa menemukan nya, dengan cara ku, tapi ingat jika kau ketahuan berbohong, kau akan rasakan akibatnya"


suara, Adnan, menggelar di ruangan itu, bahkan Alina, sampai gemetar di buat nya.


"Aku, sudah bilang aku tidak tahu, semua nya, aku hanya di suruh menjaga butik ini, dan katanya, tidak perlu tahu dia di mana"


kata Alina berbohong.


"kau pikir aku bodoh heuhhhhh, sekarang juga aku minta kamu telpon dia kalau enggak akan ku hancurkan,butik ini saat ini juga, ancaman Adnan,kali ini cukup membuat nyali Alina menciut.


"ba,,, baik lah,,, aku kasih alamatnya Siena sekarang juga"


kata Alina, yang ketakutan.


"Gitu dong, kenapa gak dari tadi kau berikan saja dengan mudah jadi tidak perlu kami mengeluarkan, ancaman"


ucap Harry, yang sedikit menyungging kan senyuman.

__ADS_1


"Dasar kurang ajar, kalian memang manusia aneh"


gumam, Alina yang masih bisa di dengar oleh Harry.


"Nona, jika kau ingin marah silahkan, jangan bisik-bisik, nanti kau bisa kena stroke" lagi-lagi Harry mengejek, sebenarnya Harry tertarik dengan Alina, hanya saja dia belum mau mengatakan nya karena dia sendiri masih terikat hubungan dengan, kekasih yang sudah lama meninggal kan nya tanpa kabar berita.


"Bos,, sebaiknya, kita pergi bersama dia ke sana takut nya,dia berbohong"


ujar Harry lagi.


"T,,t,, tidak, aku masih ada kerjaan di sini dan tidak bisa di ganggu gugat"


kata Alina, menolak.


"memang siapa yang meminta izin dari mu heuhhhh" ucap Adnan yang sekarang sedang menatap tajam ke arah nya.


"ba ,,,ba baik lah terserah anda saja "


ucap Alina,


mereka pun langsung bergegas ke Bandara, dan mempersiapkan keberangkatan nya.


🌹💖💖💖🌹


sesampainya, di tempat yang di tuju setelah penerbangan yang cukup melelahkan,Andan, Harry dan Alina Langsung bergegas menuju rumah Siena, sesampainya di rumah itu kebetulan, saat itu sore hari Siena sudah berada di rumah nya a dengan sang ayah yang baru pulang berkumpul bersama teman baru nya, seperti, yang Siena harap kan sang ayah, ikut, kegiatan yang biasanya dulu di lakukan saat sang ibu masih hidup.


Alina pun memijit bel rumah Siena.


"Siena,,ini aku Alina" ucap Alina yang sedang menggedor pintu rumah Siena.


tak lama Siena pun membuka pintu, iya begitu terkejut saat pintu terbuka Adnan ada di depan pintu bersama dua orang yang juga di kenal nya iya langsung mematung.


"sayang, kamu tidak mempersilahkan aku masuk"


ucap Adnan, yang sudah tidak tahan dengan sikap Siena yang dingin.


"si silahkan masuk"


ucap Siena.


tanya sang ayah.


"ini ada Alina, ayah"


"Alina, bukan nya dia sedang sibuk,di Indonesia"


Jimi yang bertanya namun tidak beranjak dari kursi nya sambil me nonton iya hanya bertanya dengan malas nya mungkin karena lelah baru pulang dari luar iya hanya diam sambil menikmati camilan yang di buat kan oleh Siena.


Adnan,kini duduk di sebelah Siena sementara Harry sedang menemui Jimmi di ruang tv dan Alina masuk ke kamar yang di tunjukkan oleh pelayan rumah tersebut.


"Sayang, kenapa kau diam saja sedari tadi apa kau tidak mau memelukku, apa kamu tidak merindukan aku?,,"


pertanyaan itu mampu membuat Siena yang sedari tadi sedang termenung karena bingung harus berkata apa pada Adnan dia meneteskan air mata.


"Untuk apa aku merindukan suami orang, apa aku kurang kerjaan!"


Siena, memalingkan wajahnya nya, agar Adnan tidak melihat nya menangis, iya sebenernya, selalu merindukan Adnan dengan segala kelembutan nya pada Siena, tapi Sien, tidak mungkin kalo harus merindukan Adnan yang jelas-jelas bukan miliknya, bahkan pria itu memiliki istri.


"Sayang,tatap aku kalo aku sedang bicara"


Adnan, langsung memeluk Siena dari samping


iya memeluk nya dengan penuh kasih.


"lihat aku sayang, aku mau kita menikah dalam waktu dekat ini"


kata Adnan lagi.


"itu tidak mungkin sayang kamu itu sudah memiliki istri, apa kamu lupa, kita tidak akan pernah menikah eummm,, eummm,, ahhh lepas"

__ADS_1


Adnan tiba-tiba saja mencium Siena dengan penuh perasaan.


"Sayang jangan pernah berkata begitu aku tidak suka penolakan pokonya mulai besok kita akan menikah aku akan membawa penghulu kemari kau tidak bisa menolak itu"


"kenapa kau selalu memaksa kan kehendak mu"


kata Siena yang, langsung menaiki tangga bergegas menuju kamar nya, yang buru-buru di kejar oleh Adnan.


"Sayang,hey please dengarkan aku kali ini saja, aku mohon menikah lah dengan ku aku tidak mau kehilangan mu!"


Adnan masuk kedalam kamar mengikuti langkah Siena.


"Adnan, please jangan kau runtuh kan pertahanan batinku yang selama ini aku coba bangun sekuat mungkin,agar aku bisa melepas mu, dengan mudah walau rasanya sulit!"


ucap Siena yang tidak berhenti menangis.


"Sayang aku mohon berhenti menyakiti diri sendiri untuk apa kau menahan, diri jika kau memang menginginkan ku aku tidak keberatan untuk itu bahkan, aku juga menginginkan mu"


kata Adnan.


"tapi aku tidak mau menikah dengan mu, kau tahu karena kau bukan pria lajang, kamu punya istri dan aku tidak akan pernah mau di dua sekalipun sudah tidak ada pilihan lain Adnan aku membencimu,,,! apa kau dengar itu aku sangat membenci mu, kamu adalah pria Egois yang pernah aku kenal,!"


teriak Siena, yang sudah terlanjur kecewa, perasaan nya yang kadang berubah-ubah akibat perlakuan Adnan, yang kadang menganggap enteng semua nya.


"Siena, please jangan ucap kan kata-kata itu lagi mau atau pun tidak kita akan menikah toh di luar sana masih banyak yang memiliki istri lebih dari dua mereka baik-baik saja apa lagi aku tidak menginginkan istri pertama ku itu"


kata Adnan.


"kau memang sangat egois, kamu tidak pernah memikirkan betapa sulit nya jadi aku"


ujar Siena.


" Harry, bawakan berkas itu kemari"


panggilan Adnan pada Harry, yang langsung di turuti oleh Harry langsung masuk ke kamar Siena.


"tanda tangan itu saat ini juga, aku tidak mau kau berulah lagi dengan pergi kau dari ku tanpa kabar" kata Adnan.


"berkas apa ini,dan untuk apa aku tanda tangan semua nya"


tanya Siena


"itu surat perjanjian pernikahan kita, semua sudah ku buat begitu terperinci, jika kau menolak nya maka kau tahu akibat nya, semua usaha mu akan ku hancurkan dengan begitu mudah dan cepat"


ujar Adnan,sontak membuat Siena geram


"memang nya kau siapa berani mengancam ku, dan kalau kau berani menghancurkan bisnis ku kau bisa di penjara, gampang kan gitu aja ko takut"


ucap Siena lantang, ayah nya yang mendengar itu ia hanya diam karena dia tahu Adnan tidak bisa di bantah, itu yang iya tahu selama ini karena pria ini terkenal dengan kekejaman nya jika ada yang menolak berbisnis dengan nya, iya tidak mau kalo putri nya sampai kenapa-napa .


Siena pun di paksa Adnan, menandatangani perjanjian pranikah,alias nikah kontrak, meski pernikahan nya di resmikan besok tetap saja pernikahan itu terjadi di atas kontrak,dan walau Siena mencintai Adnan tapi dia tidak bisa memiliki Adnan seutuhnya karena Adnan, sudah, memiliki istri, Adnan juga melarang Siena ikut campur dengan urusan pribadi nya melingkupi keluarga besar Adnan.


"Gitu dong sayang, jadi mulai sekarang, aku dan kamu sudah menikah walau pernikahan kontrak yang akan di resmikan besok, kita adalah suami istri yang sah dan setelah ini semua selesai kau hanya boleh tinggal bersama ku di villa ku Di daerah Bali, mulai saat ini jam kerja mu terbatas hanya boleh mengurus bisnis mu kalo aku tidak sedang ber sama kamu, selebihnya waktu mu hanya untuk melayani ku, sudah mengerti sayang, muachh"


setelah panjang lebar menjelaskan semua Adnan langsung mengecup Siena di bibir nya.


Sien,,, hanya bisa pasrah dengan apa yang terjadi kini karena menolak pun percuma, dia juga belum bisa berpikir jernih dia terjebak,di dalam sangkar emas.


"Tuan Adnan apa keputusan mu itu sudah kau pikir kan baik-baik,maaf bukan nya saya lancang, tapi apa semua ini aman untuk putri ku, secara, keluarga mu selalu memburu Siena, dengan melimpah kan kesalahan yang jelas tidak pernah di lakukan Siena"


tanya Jimi.


"tenang lah ayah mertua, Sien, aman bersama ku selagi dia tidak berulah mencoba pergi dari ku,dan di surat perjanjian itu aku sudah berikan keuntungan pada Sien, jika aku mendadak menceraikan nya, tanpa persetujuan dari nya,maka setengah saham ku akan jadi milik nya tapi jika Siena yang meninggal kan ku otomatis dia tidak mendapatkan kan apa-apa malah justru semua harta yang Siena miliki saat ini akan aku ambil alih bagai mana, adil kan ayah mertua"


Ya terserah kamu saja, aku yakin kau pria yang bertanggung jawab aku hanya bisa menitipkan harta ku yang paling berharga pada mu, jagalah dia dan jangan buat air mata nya menetes sia-sia kecuali kebahagian yang bisa membuat nya menangis haru"


mendengar perkataan itu Siena, menangis memeluk,ayah nya.


"jangan, menangis sayang, ayah percaya, Adnan melakukan semua ini karena ia begitu mencintai mu dan sekarang, berbahagia lah na walau mungkin jalan nya, akan sulit"

__ADS_1


ujar Jimi lagi untuk menenangkan putri nya itu, semua yang berbeda di kamar Siena kini pergi meninggalkan mereka berdua, sementara Herry tengah sibuk mempersiapkan pernikahan nya,di Bali besok setelah kepulangan mereka dari Paris yang akan kembali saat ini juga.


__ADS_2