
Sherly, masih tetap tidak merespon berbagai macam pesan maupun telpon saat ini Devan begitu prustasi di buatnya, bagaimana tidak, anak nya kini meningal akibat sakit demam berdarah dan kini tengah sibuk mengurus pemakaman putra angkat nya tersebut, dia sebenarnya tidak memiliki anak dengan istri pertama nya itu karena rahim wanita cantik yang kini sudah memasuki usia 35 tahun tersebut, sudah di angkat, dari awal mereka menikah karena ada gangguan kesehatan.
sementara putra nya itu adalah anak dari seorang pelayan yang meninggal akibat menyelamatkan nyawa istrinya, saat akan di tabrak oleh musuhnya.
tapi mereka begitu menyayangi putra angkat nya tersebut, hingga ia hidup bergelimang kemewahan yang di pasilitas si oleh Devan sang ayah yang selalu memanjakan nya, dia meninggal dunia di usia dua puluh tahun saat ini.
satu bulan sudah berlalu kini Devan ,baru bisa beraktivitas secara normal seperti biasa nya, dia bahkan sudah lebih bisa menerima kenyataan bahwa putranya kini sudah tiada,Devan, tidak tahu bahwa Sherly,kini tengah mengandung anak nya, berusia dua bulan lebih, dari saat sebelum menikah mereka memang sudah beberapa kali, melakukan hubungan badan, karena, Devan, yang selalu memaksa kan kehendak nya,agar Sherly, segera hamil dan tidak pernah pergi dari sisinya.
saat ini Devan, datang ke Bali, dia mengurus pekerjaan nya sekaligus pulang ke istri muda nya itu, Sherly, tidak ada di tempat saat ini dia tengah menyendiri di rumah peninggalan mommy, nya yang dulu di tempati oleh Ferdinand, adiknya dengan Jessica.
"kamu, dimana sayang, aku mohon jangan seperti ini"ujar Devan, yang kini masih duduk termenung di sofa, kamar mereka.
sementara itu Sherly, tengah mengidam berat, saat ini dia ingin menghabiskan waktu bersama suami nya yang sangat ia benci tapi di balik itu ada rasa sayang dan rindu yang membuncah, tapi Sherly, enggan untuk menatap wajah suaminya itu, saat ini.
seseorang menghubungi nya saat ini dia langsung bangkit dari ranjang nya, dan berusaha untuk mengakhiri panggilan tersebut.
Ya...dialah Devan,suami nya yang sudah satu bulan ini tidak pernah ditemui nya dia bahkan tidak pernah memberitahukan tentang kehamilan nya saat ini.
Sherly, akan berusaha untuk mengelak bahwa itu bukan lah darah daging Devan,agar pria yang sudah dua bulan menikah dengan nya kini Sherly, sudah terlanjur sakit jika harus terus jadi istri simpanan, atau yang kedua.
📱"pulang lah sayang, aku mohon, kamu dimana sekarang biar aku jemput"ujar depan.
📱"kirimkan saja surat cerai nya, aku tidak ingin lagi melanjutkan pernikahan ini"ucap Sherly.
📱"Sherly!!!"""
📱"kenapa apa aku tidak punya hak untuk bahagia, hiks hiks hiks apa aku tidak berhak menentukan hidup ku sendiri"ucap Sherly, tertahankan.
📱"Sherly, kita bicara baik-baik sayang, aku minta maaf, sebaik-baiknya katakan saja dimana kamu sekarang biar aku jemput"ujar Devan, tapi Sherly, tidak menjawab dia mematikan sambungan telepon nya dan langsung memeluk guling, dia menangis, tidak ada seorang wanita pun, yang menginginkan hidup seperti Sherly, menjadi istri tersimpan, sampai saat suami menginginkan nya.
Devan, langsung menyuruh seseorang untuk menyelidiki keberadaan istrinya saat ini.
📱"segera temukan istri ku sekarang juga, aku tidak ingin waktu terbuang sia-sia"ucap Devan tegas.
hanya butuh waktu dua jam akhirnya Devan,tahu keberadaan istrinya itu, saat ini Devan, langsung menemui nya.
Sherly, duduk termenung di balkon kamar nya saat ini dia begitu terkejut ketika seseorang datang di hadapan nya saat ini.
"sayang,mau sampai kapan kamu bersembunyi dari ku heuhhhh, aku sangat mencintaimu dan aku sangat merindukan mu"ujar Devan.
"stop,di situ jangan mendekat , aku minta saat ini juga cerai kan aku, aku tidak ingin lagi melanjutkan pernikahan ini bahkan saat ini aku sedang mengandung anak orang lain"ucap Sherly.
"jangan bohong Sherly, jangan pernah bicara omong kosong, aku tau dia anak ku, dan aku tidak akan pernah melepaskan mu, sekalipun kamu mengandung anak dari pria lain, aku akan menerima nya, dengan lapang dada, karena aku sangat mencintai mu"ujar Devan.
"kamu tau, ini adalah anak dari mantan kekasih ku,dua bulan yang lalu aku dan dia tidur bersama"ucap Sherly, mencoba meyakinkan nya, namun Devan hanya tersenyum, sambil menarik tangan Sherly, dan memeluk nya erat.
"aku tau kamu marah sayang,tapi sebagus apapun akting mu saat ini kamu tidak akan pernah bisa menipuku, muachh, maafkan aku karena sudah lama tidak menemui mu, aku mohon jangan marah mengerti lah aku baru saja kehilangan putra ku, satu-satunya sebulan yang lalu setelah kamu menelpon ku"ucap Devan,sambil mengelus punggung istrinya itu.
"Devan, aku tidak berbohong, aku hamil anak orang lain"ucap Sherly, kekeuh, padahal tubuhnya sangat menginginkan pelukan tersebut.
"sayang, sudah ku katakan sekalipun kamu berbohong kepada ku, atau pun itu fakta, aku tetap akan selalu mencintaimu, karena kamu lah nyawaku"ucap Devan.
"Sherly, terdiam dia tidak lagi berkata apapun lagi saat ini karena percuma saja berdebat dengan Devan, tidak akan pernah bisa menang Devan, membawa Sherly, kedalam kamar nya, dan dia merebahkan tubuh Sherly , perlahan di ranjang tersebut.
"sayang, aku sangat merindukan mu"ujar Devan, yang kini langsung mengungkung tubuh Sherly, dengan ciuman mesra di seluruh tubuh nya Sherly, pun pasrah dan hanya bisa diam sambil menggigit bibir bawahnya.
"sayang, lepaskan jangan ditahan "ujar Devan, tapi Sherly, hanya membuang pandangannya ke arah lain, Devan, tiba-tiba menghentikan aksi nya, dia pun langsung turun dari ranjang tersebut.
__ADS_1
"aku tidak ingin memaksa , maafkan aku jika aku tidak bisa membuat mu bahagia, kamu boleh mencari laki-laki yang selama ini sangat kamu cintai"ujar Devan, sambil melangkah pergi menuju pintu keluar, namun Sherly, menghentikan langkahnya.
"kenapa, setelah semua ini terjadi pada ku, kamu baru sadar untuk melepaskan ku, aku bahkan tidak pernah menuntut tanggung jawab dari mu, terimakasih atas luka dan rasa sakit yang teramat ini"ucap Sherly.
Devan,berbalik arah dan dia langsung menghampiri Sherly"ayo kita selesaikan semua nya sekarang juga, aku tidak ingin menunda waktu, kamu tinggal bilang apa yang kamu inginkan saat ini setelah kita berpisah"ujar Devan.
"aku ingin mati saja"ujar Sherly.
"Sherly!!!""
"tidak ada kah,maaf mu untuk aku, yang telah lalai ini, apa aku terlalu tidak berharga bagi mu"untuk Devan,sambil menatap sendu ke arah Sherly.
"kamu sudah memutuskan untuk berpisah dengan ku,maka aku pun sudah putuskan untuk pergi dari dunia ini untuk selamanya, agar kamu bahagia dengan istri mu, tanpa gangguan dari ku, dan semua beban ku sebagai felakor berakhir, aku sudah sangat lelah, hidup sendirian di dunia ini, aku ingin menyusul Daddy, dan mommy ku"ucap Sherly, yang kini bangkit berdiri, Sherly, pergi menuju pintu kamar mandi, tapi langkah nya terhenti saat Devan, memukul kaca meja rias tersebut hingga pecah berkeping-keping, dan tangan nya mengeluarkan darah segar.
"De...Devan, apa yang kamu lakukan heuhhhhh, apa yang kamu lakukan tidak cukup kah rasa sakit ini hingga kamu tambah dengan yang lain lagi"ujar Sherly, yang kini mendekat hendak,meraih tangan Devan,tapi Devan, menepis tangan Sherly.
"bahkan saat ini kamu sendiri sudah tidak ingin aku sentuh lagi, baik'lah jika itu yang kamu inginkan"Sherly, berjalan menuju pintu keluar kamar nya, dia menuruni tangga nya dengan terburu-buru, dia meminta pelayan memanggil dokter untuk Devan, sementara dia sendiri pergi dari rumah tersebut menggunakan mobil nya.
Devan, hanya berurai air mata, entah kenapa hati nya terasa sakit, mendengar ucapan Sherly, Sherly, wanita, yang telah membuat nya jatuh cinta , selama ini kini dia sudah sangat membenci nya.
Sherly, tiba di sebuah pantai di pulau Bali tersebut, dia turun dari mobil nya, dia hendak bunuh diri, tapi seseorang berhasil menghentikan langkahnya, siapa lagi kalau bukan, orang kepercayaan Devan, yang di suruh oleh Devan, untuk menjaga nya.
"nona, sadarlah,bunuh diri adalah perbuatan dosa, dan apa kamu tidak sayang dengan bayi yang kini berada di perutmu"ujar seorang lelaki tampan, yang bekerja sebagai asisten pribadi suaminya itu.
Sherly, terduduk sambil menangis, di atas pasir pantai saat ini, dia bahkan mengatakan percuma saja hidup, semua orang yang ia cintai tidak ada lagi yang perduli dengan hidup nya, bahkan ayah dari janin yang dikandungnya sudah tidak Sudi lagi untuk ia sentuh.
Devan, langsung datang saat anak buah nya yang lain memberitahu kan bahwa Sherly, hendak bunuh diri di pantai, Devan, langsung menyetir mobil, dia tidak memperdulikan luka di tangan nya, yang baru saja di obati oleh dokter.
"sayang, kenapa, kamu harus berbuat seperti itu, aku tau kamu sakit hati,tapi aku tidak menyangka kalau kamu akan senekat ini"Gumam,Devan, dalam hati.
"sayang, aku minta maaf, aku salah aku teramat salah pada mu, maaf kan aku, jika kamu ingin menjadi satu-satunya wanita yang ada di hati ku, mungkin saat ini aku belum bisa mewujudkan nya, tapi percayalah, aku sangat mencintaimu, dan sampai kapan pun aku akan tetap mencintai mu"ucap Devan,sambil memeluk erat tubuh istrinya.
"jika kamu tidak bisa melepaskan nya maka aku yang akan mengalah, kamu tidak perlu terbebani oleh kehadiran ku, lagi anggap saja kita tidak pernah saling mengenal"ucap Sherly,sambil tersenyum kearah Devan, yang kini menatap tajam kearah Sherly, rasanya seperti di tusuk ribuan pisau tajam, hati Devan, sangat sakit mendengar ucapan Sherly, dan tatapan nya yang seolah tak terjadi apa-apa.
"Sherly, sayang aku mohon jangan lakukan itu aku tidak bisa hidup tanpa mu lagi"ucap Devan,tapi Sherly, tidak menggubris nya dia pergi menuju mobilnya, saat itu juga, Devan, menghadangnya tepat di depan mobil Sherly.
"bunuh aku sekarang juga, jika kamu ingin terlepas dari ku"tantang Devan.
🌹💖💖💖🌹
pertengkaran itu berlangsung hingga larut malam, Devan, yang berhasil menghentikan Sherly,kini mereka tengah berada di hotel, karena Devan, sudah membuat Sherly, pingsan agar Sherly tidak berbuat yang tidak-tidak.
"maafkan aku sayang, aku sangat mencintaimu dan aku sangat takut kehilangan dirimu, kamu adalah wanita pertama yang mbuat ku jatuh cinta sedalam ini"gumam nya lirih.
ke esokan pagi nya, Sherly,sadar kini dia sudah berada di dalam pelukan suaminya, yang terlihat sangat tampan, dengan usia empat puluh tahun tersebut, wajah nya terlihat sangat tampan hidung mancung dan rahang yang tegas,bagi Sherly, dia adalah sosok laki-laki yang sangat sempurna, Sherly, menatap lekat wajah suaminya saat ini dia juga membenamkan wajahnya di dada bidang Devan.
"sayang kamu sudah bangun, maafkan aku"ucap Devan,sambil mempererat pelukannya.
"kamu ingin membunuh ku" ujar Sherly.
"maaf kan aku sayang, aku terlalu bersemangat saking besarnya rasa rindu ini"ucap Devan, dia mendekat kan wajah nya dengan wajah Sherly, dan membenamkan bibir nya di bibir Sherly, perlahan tapi pasti, Devan, mulai ******* bibir bibir ranum milik istrinya itu dan Sherly, pun membalas nya, sehingga mereka larut dalam percintaan di pagi hari.
sementara itu di Singapura, Ferdinand, tengah sibuk dengan pekerjaan nya, saat ini dia tidak ingin membuat semua nya terbengkalai, Ferdinand, mengerjakan pekerjaan nya yang selalu di kirim lewat email, oleh asisten pribadi nya saat ini.
"Daddy, apa pekerjaan nya masih banyak"tanya Jessica,sang istri yang kini sudah terlihat fresh, dengan balutan baju tidur berwarna merah marun, yang memperlihatkan tubuh mulus nya.
"waw...momm... kamu sangat cantik dan seksi malam ini, maaf aku masih banyak pekerjaan yang harus di selesaikan saat ini juga, tapi bisakah kamu menemani ku di sini "pinta Ferdinand.
__ADS_1
"tentu saja Sayang, tapi tunggu aku buatkan kopi dulu Ok"jawab Jessica, yang kini langsung berjalan menuju dapur dari ruang kerja Ferdinand.
tidak sampai sepuluh menit,kini Jessica kembali dengan nampan yang berisi segelas kopi dan cheese cake, kesukaan Ferdinand, Jessica pun langsung menaruhnya atas meja samping , dekat suaminya.
"minum dulu sayang selagi hangat"ucap Jessica, Ferdinand, pun langsung melirik istrinya itu dan mengbil kopi tersebut,lalu menyeruput kopi tersebut perlahan tapi pasti.
"terimakasih sayang ku, kamu memang yang terbaik"ucap Ferdinand.
"heumm, aku tunggu di kamar saja kalau pekerjaan nya masih lama kasihan kamu takut terganggu"ucap Jessica, yang kini beranjak dari kursi yang ada di hadapan meja kerja Ferdinand.
"sayang katanya mau temani aku, tapi ya sudahlah mungkin kamu juga lelah pergi lah istirahat lebih awal"ujar Ferdinand.
"aku tidak lelah sayang, tapi aku takut mengganggu fokus mu"ucap Jessica, dengan lembut sambil mengecup bibir Ferdinand, sekilas dan langsung bergegas pergi, Ferdinand, tersenyum sambil menjilat bibirnya, yang terasa sangat manis bekas kecupan bibir Jessica istrinya itu.
Ferdinand, pun segera kembali mengerjakan pekerjaan nya, saat itu juga dia tidak ingin membiarkan istrinya menunggu, di kamar nya.
setelah dua jam lamanya akhirnya Ferdinand, menyelesaikan pekerjaan nya yang ia kerjakan sedari pagi, hingga jam sepuluh malam,itu dia hanya beristirahat saat Jessica, meminta nya untuk makan saja, dan saat ini Ferdinand, langsung mbersihkan tubuh nya yang terasa sangat lengket.
sementara itu Jessica, sudah tertidur pulas di ranjang empuk nya, dan Ferdinand, membetulkan selimut nya, perlahan, dan mengecup puncak kepala, istrinya itu.
"selamat malam sayang, mimpi indah maaf sudah dua hari ini aku mengabaikan mu, karena pekerjaan ku yang menumpuk"gumam Ferdinand, sambil berjalan menuju kamar mandi dan segera membersihkan diri setelah itu dia langsung menggunakan bathroob dan bokser saja dia menghampiri Jessica dan melepaskan bathroob tersebut, dan masuk kedalam selimut dia memeluk Jessica, saat ini dan ikut memejamkan mata nya.
tepat pukul tujuh pagi, mereka sudah terbangun dan, mulai bersiap untuk berangkat, kerja sekaligus, mengantar Ferdian, sekolah,bocah laki-laki tersebut, begitu bersemangat untuk berangkat bersama dengan kedua orang tua nya, dan saat pulang nanti, dia akan di antar ke studio pemotretan milik Jessica, yang sebagian anak didiknya, mengikuti nya sampai Singapura.
Ferdian, pun selalu di ajari bagaimana cara nya berjalan di catwalk dan mengambil gambar, dia begitu suka belajar dan walaupun usianya masih sangat kecil, tapi dia begitu suka dengan semua yang di ajarkan rekan kerja mommy nya itu.
"sayang, ingat kata mommy, jangan dekat dengan orang yang tidak di kenal,itu sangat berbahaya, dan ingat, jangan berani keluar gerbang sekolah, sebelum sopir menjemput mu, Ok, anak pintar"ucap Jessica,sambil mengecup puncak kepala putra sambung nya itu.
"ok, mommy, sampai jumpa"ujar Ferdian, yang kini berada di samping gurunya.
"saya titip anak saya "ucap Jessica, sambil melangkah pergi, Jessica, yang masih sangat muda di usia nya kini yang baru dua puluh lima tahun, dia begitu cantik sempurna, seperti ABG, tujuh belas tahun.
Ferdinand, langsung memeluk dan mencium bibir Jessica, sekilas,lalu membuka pintu untuk istrinya itu.
"sayang, kamu jangan bekerja terlalu lelah, ingat kesehatan mu"ucap Ferdinand.
"iya sayang, aku tau, apa??"hari, ini kamu ke kantor ka Arthurro"tanya, Jessica.
"tidak sayang, aku sedang ada janji dengan klien ku yang tengah berada di negara ini kebetulan dia minta bertemu saat ini juga"ucap Ferdinand,sambil tetap fokus mengemudi.
"kapan rencana nya pindah ke Paris??"kata Jessica, bertanya .
"secepatnya, sayang setelah selesai aku janji tidak akan lama lagi, tapi maaf kan aku selama dua Minggu ini, terlalu sibuk dengan pekerjaan ku saat ini"ucap Ferdinand, minta maaf, pada istri nya itu.
"tidak masalah sayang, aku ngerti kok, yang penting kamu sehat,itu sudah cukup "jawab Jessica.
"I love you more, Honey"ucap Ferdinand.
mereka pun sampai di studio pemotretan, dan Jessica, mengecup bibir Ferdinand, dan memeluk erat seperti biasa sebelum mereka berpisah dengan tujuan mereka masing-masing.
"hati-hati sayang jangan terlalu lelah"ucap Ferdinand.
"sama-sama sayang, kamu juga jangan lupa makan siang"ucap Jessica.
"tentu Honey"ucap Ferdinand.
"muachh"kecupan kembali Jessica, berikan dan Ferdinand, pun membalas nya.
__ADS_1