Terjebak Cinta Pria Egois

Terjebak Cinta Pria Egois
kepergian menyisakan sepi


__ADS_3

Mateo pun memeluk Jessi saat ini dia langsung mencium bibir nya dengan lembut dia ingin lakukan itu lebih lama, sebelum dia pergi.


"tunggu aku pakai baju, setelah itu kita sarapan, dan aku akan membantu mu untuk bersiap"ucap Jessi,sambil tersenyum di paksakan.


"terimakasih sayang atas pengertiannya"ucap Teo,sambil mengecup bibir Jessi ,sekilas.


Jessi pun, menggunakan pakaian nya di wal-k in closed,lalu setelah itu dia berdandan secantik mungkin, saat ini untuk menemani calon suaminya ke bandara.


setelah selesai ia pun memanggil Mateo, dan saat Mateo masuk, dia langsung terpana melihat kecantikan Jessi, yang berkalilipat terpancar kecantikan nya, walau hanya dengan polesan make up edan natural.


"sayang, kamu cantik sekali"ujar Mateo yang langsung memeluk dan mencium bibir Jessi.


"makasih sayang ku, aku dandan spesial untuk mengantar keberangkatan mu"ucap Jessi.


"makasih sayang ku aku sangat mencintaimu dan sangat menyayangi mu,I love you more"ujar Mateo,sambil kembali mengecup bibir Jessi.


"ayo sarapan dulu sayang, nanti kamu terlambat"ujar Jessi.


"tidak akan sayang, aku sudah putuskan untuk berangkat Sore ini, dan kita akan menghabiskan waktu kita, sebelum Sore"ujar Mateo sambil merangkul pinggang Jessi, aku akan sangat merindukan mu, jaga diri baik-baik jaga kesehatan dan jaga cinta kita"ucap Mateo sambil memeluk erat tubuh Jessi.


"aku juga sayang, aku pasti akan sangat merindukan mu"ucap Jessi yang kini menitikkan air mata.


"jangan nangis sayang, aku akan selalu menghubungi mu,sebisa mungkin aku akan mengusahakan itu, dan setelah selesai dengan urusan ku, aku akan segera kembali, dan kita akan menikah"ucap Mateo, lembut mereka pun kembali berciuman saat ini.


setelah itu mereka pun sarapan pagi yang sudah hampir masuk jam makan siang, tapi mereka tidak perduli akan hal itu,rasa laparnya tergantikan oleh rasa yang sulit di artikan mereka sama-sama berat untuk berpisah saat ini hingga urusan perut mereka pun tidak di perduli kan nya.


setelah selesai sarapan, Jessi membantu Mateo berkemas saat ini Mateo membawa semua barang-barang nya, seperti orang yang hendak kabur, tapi itu adalah barang-barang penting yang sudah seharusnya di kembalikan pada yang berwenang.


sebagian bukti kerja nyata nya saat ini.


"sayang, aku punya sesuatu untuk mu"ucap Mateo.


"heumm apa itu??"ucap Jessi penasaran.


"ini,ini dan ini"ucap Mateo sambil memberikan tiga barang penting miliknya.


"ini apa"ucap Jessi, yang bingung dengan maksud Teo, saat ini.


"ini untuk mencukupi kebutuhan mu, selama aku tidak ada, dan aku ingin kamu menggunakan itu karena itu adalah kewajiban ku, untuk memenuhi kebutuhan mu, aku tau kamu juga memiliki semuanya, tapi aku berharap kamu mau menggunakan nya sebagai nafkah dari calon suami mu ini"ucap Mateo.


"lalu ini apa"ucap Jessi , mengangkat sebuah benda persegi panjang tepat nya kotak kecil.


"buka saja sayang semoga kamu suka"ucap Mateo.


"baiklah"Jessi membuka kotak tersebut, dia begitu kaget melihat sebuah kalung yang sangat indah bertahtakan berlian dan ada inisial nama mereka berdua JM Jessi dan Mateo.


"sayang ini indah sekali"ucap Jessi


"pakailah sayang,sini aku pasangkan , jangan pernah lepas ini kapan pun, aku ingin kamu terus memakainya"ucap Mateo.


"terimakasih sayang aku sangat suka"ucap Jessi"lalu ini buku apa"ucap Jessi itu buku harian ku mulai saat ini akan menjadi milik mu, kamu juga bisa menulis perasaan mu di sana saat aku tidak ada di samping mu"ujar Mateo.


Jessi, tidak tau itu adalah sebuah alat komunikasi, yang terletak di dalam buku, sengaja Mateo, ciptakan untuk berkomunikasi Mateo, juga memiliki benda yang satu, dan itu terhubung, itu akan mereka gunakan di sela aktivitas nya nanti.


kini sudah tiba waktunya mereka berangkat ke menara Eiffel, yang mungkin bagi Jessi,itu sudah tidak asing lagi, tapi Mateo, ingin mengabadikan momen di tempat itu sebelum dia pergi.

__ADS_1


saat ini Jessi, dan Mateo, tengah berfoto dengan pose yang bikin orang Baper, mirip prewedding , setelah itu Mateo , memberikan kejutan kecil untuk calon istri yang sudah menjadi ratu seutuhnya di hati nya.


"sayang, aku punya sesuatu untuk mu"ucap Mateo,sambil memberikan bunga mawar merah yang berjumlah 999 dia menekuk sebelah kakinya langsung mengucapkan.


"sayang mungkin ini sudah telat harus nya di lakukan sebelum kita bertunangan tapi aku tetap akan melakukan ini, Jessi sayang maukah kamu menikah dengan ku"ucap Mateo.


"sayang, kamu benar-benar mbuat ku semakin cinta, pada mu tentu saja aku mau menikah dengan mu"jawab Jessi yang langsung berhambur memeluk Mateo, saat ini Jessi bahkan menghujani Mateo, dengan kecupan di seluruh wajah nya, begitu pula Mateo, melakukan hal sama.


kini tiba saatnya Mateo, berangkat Jessi, kembali murung saat ini dia begitu berat melepaskan Teo, untuk kembali ke negara nya saat ini walau pun hanya dua bulan batas waktu yang di janjikan kepada nya.


kini mereka sudah berada di airport dan Mateo, yang akan terbang satu jam lagi, dia mengajak Jessi untuk makan siang yang sudah terlewat.


mereka berdua sudah ada di kafe yang berada di area airport tersebut, saat ini Jessi , hanya mengaduk-aduk makanan nya, Mateo yang melihat itu dia langsung menghentikan makannya.


"sayang, ayolah beri aku semangat, jangan seperti ini, aku janji akan menyelesaikan semua secepat mungkin dan aku akan segera kembali,ayo dong sayang jangan murung begini dan ayo makan, jangan buat aku tidak tenang saat di sana nanti, aku tidak ingin kamu menyiksa diri, aku mohon please"ucap Mateo,sambil mengangkat sendok berisi makanan Mateo ingin menyuapi Jessi, tapi Jessi, kekeuh tidak ingin makan.


"aku tidak lapar aku hanya ingin di peluk saja"ujar Jessi, yang langsung menitikkan air mata, serasa berada di ujung tanduk, bagaimana tidak, saat ini mereka baru saja menjadi hubungan serius, dan bahkan tinggal satu jalan lagi mereka akan sah menjadi suami istri, tapi saat ini mereka harus berpisah ruang dan waktu, sampai waktu yang belum pasti.


"sayang aku mencintaimu aku mohon makan lah setelah itu aku janji akan memeluk mu sampai aku berangkat nanti"ucap Teo, meyakinkan.


akhirnya Jessi pun mengalah dia memakan makanan nya walau pun rasanya sulit untuk menelan makanan tersebut.


setelah selesai makan mereka masuk ke ruang tunggu, dan hanya mereka berdua , saat ini mereka sedang asik bercumbu mesra,sambil saling berpelukan, jika ada yang melihat mungkin akan Baper dibuat nya.


🌹💖💖💖🌹


setelah tiga puluh menit menunggu akhirnya tibalah keberangkatan Mateo, dan tangis pilu Jessi, pun akhirnya tumpah, berkali-kali, Mateo, berbalik untuk memeluk dan mencium bibir nya, dia tidak perduli orang lain memperhatikan nya, dia memeluk erat tubuh Jessi,sambil berbisik" I love you more"ucap Mateo yang langsung mengecup kening Jessi,lalu berpindah ke bibir setelah itu dia melepaskan pelukannya namun genggaman tangan Jessi, seolah menghentikan Mateo, untuk tidak pergi.


"sayang aku mencintaimu jaga diri baik-baik, jangan lupa makan, aku janji akan sering menelpon mu"ucap Teo,sambil melepaskan pegangan tangan nya saat Teo, menghilang dari pandangan nya, Jessi jatuh pingsan, beruntung Kenan, meminta orang untuk menjemput nya di sana.


tiga hari sudah Jessi,kini sudah di perbolehkan pulang dan Jessi , menolak pulang ke Mension dia ingin berada di apartemen nya.


Jessi, teringat dengan tunangan nya saat ini dia mencoba menghubungi Teo, tapi tidak tersambung, selalu saja seperti itu, Jessi, hanya bisa menghela nafas ternyata benar rindu itu berat, kata-kata yang selalu Arthurro,katakan saat dulu sebelum menikah dengan Terry.


Jessi teringat tentang buku harian yang di berikan oleh Mateo empat hari lalu sebelum dia pergi dia pun membuka nya,tapi sesuatu yang mengejutkan yang iya dapat ternyata di dalam buku itu ada sebuah alat komunikasi seperti tablet, saat Jessi, menghidupkan nya sesuai petunjuk di buku tersebut tiba-tiba alat itu menyala, seperti dongeng virtual anak-anak di dalam kartun yang sering di tonton.


Mateo, mengirim pesan setelah kepergian nya saat itu,


video Mateo muncul saat itu dia tengah berada di dalam rumah nya yang cukup megah dan indah dia memasuki kamar nya saat itu dan membuat percakapan untuk mengobrol dengan Jessi.


"Hay, sayang ku ...kamu sedang apa di sana apa kamu tau aku baru sampai di rumah saat ini dan ini adalah kamar ku, dan nanti akan jadi kamar kita juga, Oya,ada sesuatu yang ingin aku beri untuk mu tapi waktu nya saat itu terlalu mepet, saat aku baru akan menyatakan cinta, dan kamu bisa mengambilnya di lemari yang ada di kamar ku sayang, aku harap kamu menyukai nya, satu lagi aku rindu padamu tolong jaga cinta kita I love you more Honey, bila selama satu bulan ini aku tidak bisa di hubungi kami bisa menulis pesan untuk ku di sini atau Vidio, seperti ini,ok sayang aku harap kamu baik-baik saja dan tunggu aku kembali untuk menjemput mu"ucap Mateo,sambil memberikan kecupan dari jauh.


"aku juga mencintai mu, sayang, aku sangat merindukan mu, kenapa rindu ini rasanya menyiksa ku"ucap Jessi,sambil meneteskan air mata dan mencium layar tersebut.


satu bulan sudah terlewati Jessi, berusaha membuang Rasa rindunya dengan bekerja dan bekerja, bahkan sekarang dia berada di Filipina, untuk mengurus cabang perusahaan nya di sana,butuh kerja keras yang ekstra saat ini karena dia harus bergelut dengan orang-orang baru dan bahasa yang baru juga,di sana dia dibantu oleh seorang model asuhan nya, yang selama ini bekerja di bawah naungan nya dia jadi translator bahasa saat ini.


hingga tiga bulan lamanya, dia baru kembali, dari negara tersebut, setelah menempatkan orang kepercayaan nya di sana, sementara itu Mateo, juga belum kembali, hingga saat ini bahkan sudah lewat dari perjanjian, saat dia pulang Jessi, hanya bisa pasrah dia pun langsung membersihkan diri dan tidur meringkuk di atas ranjang nya, Jessi benar-benar merindukan pria yang sudah meluluhlantakkan hati nya itu.


tanpa, Jessi sadari saat ini sebuah tangan kekar, kini tengah membelainya, pria itu bahkan mengecup bibir Jessi, berkali-kali, hingga menyelusup kan tangan nya pada gundukan bukit tinggi milik Jessi, tapi Jessi mengira itu adalah mimpi beberapa tanda merah pria itu berikan, tanpa sadar Jessi pun mendesah perlahan dalam tidurnya, pria itu hanya tersenyum manis melihat calon istri nya terlihat sangat menikmati perbuatan jahilnya.


"sayang, mau sampai kapan kamu tidur terus"ucap pria itu dengan suara bariton nya, tiba-tiba Jessi, membuka mata nya saat ini dia begitu kaget melihat sosok yang di rindukan nya saat ini berada di hadapan nya.


"Teo, aku tidak sedang bermimpi kan sayang, aku sangat merindukan mu, aku tidak ingin berpisah jauh dari mu lagi hiks hiks hiks rasa nya sangat menyakitkan"ucap Jessi sambil terisak.


Teo, pun langsung berhambur memeluk Jessi saat itu juga, dia melepas rindu nya, saat ini dengan pelukan dan juga cumbuan mesra Teo Pun membenamkan kepala Jessi ,di dada bidang nya , saat ini.

__ADS_1


"jangan menangis lagi, aku janji akan membawa mu kemana pun aku pergi nanti"ucap Mateo, menenangkan Jessi, yang masih terisak.


"Jessi, sayang kamu baru kembali, dari luar negeri, kenapa tidak pernah bilang??"ujar Teo, yang melihat tiga koper besar berada di kamar Jessi.


"aku baru membuka cabang di Filipina, jadi aku tinggal lama di sana semua karena kamu tidak pernah memberiku kabar bahkan sekedar pesan singkat pun tidak "ucap Jessi.


"maaf kan, aku sayang semua diluar dugaan, aku baru bisa terbebas dari pekerjaan ku bulan ini maka dari itu aku langsung kembali ke sini, aku sangat merindukan mu cinta ku muachh"ucap Mateo.


mereka pun akhirnya, tidur bersama, walaupun hanya saling berpelukan, saat ini itu sudah membuat keduanya, merasa nyaman, rencana nya Teo,besok akan memberikan sebuah kejutan besar, untuk calon istri nya yang akan resmi menjadi istri nya saat itu.


malam pun berlalu, pagi ini sebelum Jessi membersihkan diri, dia hanya mencuci wajah dan gosok Gigi, setelah itu dia turun ke bawah, dan memasak sarapan untuk mereka berdua.


pagi ini dia membuat masakan spesial untuk Mateo, sebagai kejutan bahwa dia sudah pandai memasak, setelah semua terhidang di atas meja makan Jessi langsung bergegas menuju kamar nya untuk membersihkan diri setelah itu dia, duduk di depan meja rias dan berdandan secantik mungkin,lalu menghampiri Mateo, yang masih tidur seperti kebiasaan nya bertelanjang dada dan hanya menggunakan bokser..


"sayang bangun, sudah siang,ayo mandi dan kita sarapan dulu"ucap Jessi, sambil mengusap lembut rahang kokoh tersebut.


"masih ngantuk sayang, bisa tidak sebentar lagi lima menit deh aku janji hanya lima menit"ucap Mateo.


"baiklah sayang"ucap Jessi,sambil hendak pergi tapi tangan Jessi, langsung di tarik oleh Mateo, dan dia langsung terjatuh kedalam pelukan nya.


"Teo, kamu nakal deh, aku sudah mandi nanti baju ku kusut lagi"ucapan Jessi terhenti saat ini, dia langsung di bungkam oleh ciuman dari Mateo, yang kini menahan tengkuk nya sepersekian detik, Jessi dan Teo, menikmati hal itu, ketika Jessi sadar dia langsung melepaskan diri dari Teo.


"Teo,,, kamu nakal deh, udah ayo bangun aku sudah memasak pagi ini khusus untuk calon suami ku"ucap Jessi.


"suami, sayang calon nya,di buang"ucap Mateo.


"Watt... kita belum menikah sayang"ujar Jessi.


"sore ini sayang, aku sudah mempersiapkan semua nya"ucap Teo.


sementara itu Jessi, terbengong tidak percaya bahwa Teo, sudah menyiapkan itu semua.


"kamu serius sayang???"tanya Jessi, tidak percaya.


"dua rius sayang"jawab Teo, dan itu membuat Jessi, berderai air mata, dia benar-benar bahagia ternyata Teo, tidak pernah main-main dengan ucapan nya.


"hey sayang kenapa menangis, apa kamu belum siap untuk itu, tidak masalah kita bisa menundanya sampai kamu siap"ucap Teo, yang kini memeluk Jessi.


"kamu tau Teo, aku sudah menunggu saat ini sejak dulu, aku sangat ingin menikah dengan pangeran tampan ku, sejak pertama kali aku melihat mu di rumah ku sejak saat itu pula aku jatuh cinta pada mu"ucap Jessi jujur.


"terimakasih sayang, kamu sudah begitu tulus mencintai ku, dan aku sangat mencintaimu aku janji akan membahagiakan mu, sampai akhir hayat ku"ucap Mateo.


"terimakasih cinta"ucap Jessi,sambil mengecup bibir Mateo, dan hal itu membuat Mateo, langsung menahan tengkuk Jessi, dan ******* bibir Jessi lebih dalam lagi, mereka terbuai dengan suasana pagi hari yang cerah ini dan Mateo, pun langsung bangkit untuk mandi dan setelah itu langsung memakai pakaian nya, yang sudah di siapkan oleh Jessi.


"terimakasih istri ku yang cantik"ujar Teo,sambil masuk ke dalam wal-k in closed, tidak lama dia keluar dari ruangan tersebut dan jangan di tanya lagi, ketampanan nya berlipat ganda, saat ini.


"sayang aku mencintaimu"ucap Jessi, sambil memeluk Mateo.


"aku juga muachh"ucap Mateo.


mereka pun pergi ke lantai bawah, dan langsung bergegas menuju meja makan, semua sudah terhidang begitu menggoda semu seperti masakan hotel bintang lima, Jessi, bahkan sudah terampil dengan urusan masak-memasak, saat ini bahkan sangat menggoda lidah, dan saat Mateo , mencicipi, makanan yang tersaji di piring nya yang di siapkan oleh Jessi, dia langsung terdiam sejenak setelah itu tersenyum manis.


"selamat sayang, kamu sudah pandai memasak, bahkan ini lebih lezat dari masakan hotel bintang lima"puji Mateo, yang berhasil membuat Jessi,memerah karena malu.


"syukurlah jika kamu suka sayang"ucap Jessi yang mulai menyendok makanan nya ke dalam mulutnya.

__ADS_1


mereka pun makan bersama bahkan Mateo, menambah lagi dan lagi, saat ini rasanya lidah nya begitu di manjakan oleh rasa masakan dari tangan sang istri, ya walaupun tinggal menunggu beberapa jam dari saat ini.


__ADS_2