
setelah, dokter kembali memasang infus di tangan Terry, saat itu tidak lama Terry, pun sadar dan saat ini jam menujukan pukul empat pagi, Terry, begitu lelah ia bahkan melihat pria yang sangat di cintai nya, saat ini masih tidak ingin menyerah juga, Terry, pun kembali memejamkan mata nya kepalanya masih sangat pening saat ini dan Arthurro, pun tertidur pulas di samping nya,sambil memeluk erat tubuh Terry.
sebelum Arthurro, tertidur dia sempat meminta asisten nya mendaftar kan pernikahan nya,di kantor KUA, setempat dia tidak ingin menunda-nunda waktu lagi, dia sangat takut kehilangan, wanita yang sangat di cintai nya itu,maka dari itu Arthurro, akan menikah secara diam-diam tanpa memberitahu keluarga nya.
setelah pukul delapan pagi, Arthurro,di bantu asisten nya, sudah rapi dengan jas mahal yang di kenakan nya, saat ini dan dia masih setia menunggu Terry, bangun.
"sayang, bangun ini sudah pagi, apa kamu ingin kita terlambat untuk melakukan ijab Kabul"ucap Arthurro,sambil mengecup bibir Terry.
"ap .. apa yang kamu katakan Arthurro, siapa yang akan menikah"ujar Terry, kaget.
"tentu saja kita sayang,lalu siapa lagi"ujar Arthurro.
"tidak itu tidak mungkin, kita tidak akan pernah menikah, kita terlalu"ucapan Terry, terpotong saat Arthurro , langsung membungkam bibir nya dengan bibir Arthurro dan mencium nya dengan lembut.
"jangan pernah katakan itu lagi, aku mencintaimu, persetan dengan semua itu,bagiku kau lebih berharga dari apapun"ujar Arthurro.
Terry, pun langsung bergegas menuju kamar mandi, sementara itu dua orang perias pengantin tengah menunggu nya di sana, Terry, tidak pernah berpikir bahwa ucapan Arthurro,benar adanya saat dia keluar dari kamar mandi, dia kaget melihat dua orang asing ada di dalam kamar nya.
saat itu juga, Terry,di paksa untuk di makeover, dan hanya butuh satu jam kini Terry, sudah di gandeng oleh mereka, Arthurro, yang sedang sibuk dengan ponselnya saat itu juga dia menoleh, dan betapa terpesona nya, dia saat melihat kecantikan Terry, yang lebih terpancar lagi saat ini, dan kebaya modern yang kini di gunakan nya, begitu pas dan sangat cantik melekat di tubuh Terry.
"sayang, kamu cantik sekali"ujar Arthurro, yang langsung mendekat ke arah nya, saat itu Terry, juga kaget, saat melihat orang-orang sudah berkumpul di dalam rumah nya, dan suasana nya sangat terasa sakral,penghulu dan para saksi yang terdiri dari tetangga, dan para pelayan sudah hadir untuk menyaksikan pernikahan mereka saat ini,ini bukan pernikahan siri, karena Arthurro, sudah mendatarkan pernikahan mereka secara resmi,ke kantor urusan agama, dan penghulu itu adalah salah satu bagian nya, dan karena Terry, adalah anak yatim-piatu, dan tidak punya sanak saudara, jadi nikah dengan wali hakim.
mereka pun, duduk berdampingan, dan Arthurro, sudah siap dengan ijab Kabul nya, hanya dengan satu kali tarikan nafas, Arthurro, begitu lancar mempersunting Terry, dengan emas kawin berupa satu set perhiasan bertahtakan berlian, dan seperangkat alat sholat.
Terry, pun menitikkan air mata, saat ini bayangan kedua orang tua nya dan Kakak nya hadir secara bergantian.
"Ayah, Bunda,kakak, Terry sudah menjadi seorang istri"ucap nya lirih.
semua tetangga yang menyaksikan menitikkan air mata nya, betapa tidak Terry, yang sebatang kara kini di hari pernikahan nya dia memanggil keluarga nya yang sudah lama tiada.
Arthurro langsung membawanya kedalam pelukan nya, dan mencium puncak kepala istrinya itu, mereka pun saling memasang cincin nikah secara bergantian dan saling memeluk setelah itu mereka menandatangani surat surat , selayaknya pernikahan resmi walaupun tidak ada pesta, tapi mereka juga mengabadikan foto pernikahan mereka dengan sangat baik.
kini semua tamu tengah menikmati hidangan yang tersedia di rumah Terry, yang sengaja di persiapkan sedari pukul empat pagi oleh koki profesional,koki hotel bintang lima, sesuai pesanan asisten Arthurro, semua orang kagum dengan pasangan itu, hingga mereka berdoa semoga langgeng sampai maut memisahkan.
setelah semua tamu bubar kini Arthurro,membawa istrinya untuk istirahat, dan meminta pelayan untuk menyiapkan makan siang mereka yang sudah terlewat.
"sayang, maafkan aku, tidak memberikan mu pernikahan impian mu, saat ini tapi aku janji kita bisa melakukan resepsi, setelah semua urusan ku selesai"ujar Arthurro.
"aku tidak butuh semua itu,bagiku pernikahan, bukan tergantung pesta, tapi niat dan tekad yang kuat, asalkan semua sudah sah itu sudah lebih dari cukup, aku juga tidak ingin ada resepsi, besar-besaran untuk apa,toh aku sudah tidak punya siapa-siapa, dan jika kamu ingin seperti itu, kamu lakukan saja nanti saat kamu menikahi nya"ujar Terry,datar.
"sayang, please jangan rusak suasana, aku tidak ingin membahas semua itu, aku tidak akan menikah dengan siapapun lagi, hanya kamu istri ku satu-satunya hingga akhir hayat ku"ujar Arthurro tegas.
Terry, hanya diam tak ingin berdebat lagi, karena percuma saja, semua tidak akan pernah ada habisnya, Arthurro, bukan orang yang gampang di kalahkan, Terry, hanya bisa pasrah sekalipun dia harus menerima kenyataan pahit, nantinya, Terry, hanya akan diam mungkin dengan cara itu, Arthurro, akan mengerti kegelisahan jiwa nya saat ini.
Terry, mehapus makeup, dan melepaskan sanggul, dan menyisir rambut nya saat itu juga setelah itu dia langsung bergegas menuju kamar mandi, dia mandi dan, berganti pakaian di kamar mandi, setelah itu baru keluar.
"sayang, apa? baju itu tidak nyaman hingga kamu buru-buru mengganti nya"ucap Arthurro.
"aku bukan, Nona,di luar sana yang akan betah menggunakan baju seperti itu, jadi ini lah aku"ujar Terry,lugas.
Arthurro, hanya diam dan menatap lekat wajah istri nya itu, wanita itu memang beda dari wanita yang sering di temui nya, di luar sana bahkan kedua adiknya pun teramat beda.
Arthurro, pun mendekat , dan berkata.
"sayang, maafkan aku setelah ini aku harus segera kembali ke Paris, Daddy membutuhkan ku, untuk menyelesaikan pekerjaan,di sana karena ka Arthur, sedang mengurus perusahaan yang berada di Jerman, aku janji tidak akan lama"ujar Arthurro.
"terserah kamu, mau pergi ke mana pun, dan kamu tidak perlu minta izin pada ku, aku bukan orang penting yang harus di mintai"ucapan Terry, terhenti saat Arthurro, meletakkan telunjuk nya di bibir istrinya itu.
__ADS_1
"jangan pernah berkata seperti itu lagi, bagiku kau lebih berharga dari apapun bahkan dari nyawaku sendiri"ujar Arthurro, dan kini Arthurro , ******* bibir Terry, begitu lembut, dan Terry, pun membalas nya mereka saling berpelukan dan saat itu juga Arthurro, langsung membawa istrinya ke atas ranjang empuk, Arthurro langsung mengungkung nya, dan mereka pun melakukan olahraga panas nya saat itu juga, hingga berkali-kali, dan setelah itu mereka pun tertidur pulas sambil berpelukan.
🌹💖💖💖🌹
ke esokan pagi nya, Arthurro, sudah bersiap untuk pergi ke Paris, Terry, hanya bisa diam tanpa protes.
"sayang,ini untuk mu, dan ini adalah ponsel baru, nomor ku sudah ada di dalam sana,satu lagi sayang, jangan lagi pergi bekerja, mulai saat ini kamu hanya boleh memanjakan dirimu tidak ada hal yang lain lagi,jaga diri baik-baik dan jaga cinta kita"ujar Arthurro,sambil mencium dan memeluk nya erat .
"aku akan sangat merindukan mu"ucap Arthurro lagi.
sementara itu, Terry, hanya mengangguk, dan tidak berkata apa-apa lagi, dia tau Arthurro, bukan pergi karena pekerjaan, tapi Arthurro, akan menikah dengan wanita itu di Paris, Terry, mungkin sangat hancur saat ini tapi dia berusaha bersikap biasa saja, Terry , bahkan sudah tidak ingin berharap lebih biar bagaimanapun, di tidak punya hak untuk melarang mereka, Terry, hanya wanita yang di nikahi secara diam-diam, bukan gadis yang sangat di inginkan oleh kedua orang tua nya.
setelah kepergian Arthurro, Terry, terduduk lemas di lantai, dia menangis dalam diam, saat ini dunia seakan tidak adil pada nya, Terry masuk kedalam kamar nya dan mengunci pintu, dia sudah tidak ingin melihat dunia ini lagi saat ini dia memejamkan mata nya tertidur dalam rasa sakit yang menghujam jantung nya saat ini.
satu hari
satu Minggu
satu bulan
sudah Terry, menunggu dia bahkan lebih menyibukkan diri lagi saat ini dengan membuka cabang toko baru dengan bantuan asisten nya saat itu yang di pekerjakan nya adalah anak-anak panti, dia sengaja membuka itu untuk membuka lowongan kerja bagi anak pantai, Terry, bahkan sudah tidak menginat bahwa dia memiliki suami, dan dia pun tidak ingin berharap lagi pada pernikahan nya.
sepulang dari toko bunga seperti biasa Terry, datang ke kafe untuk bernyanyi, dia bahkan lebih semangat lagi,kali ini semangat nya, untuk membantu mereka yang kurang beruntung seperti dia dulu, setelah pulang dari kafe, Terry, langsung bergegas membersihkan diri, saat dia hendak keluar dari kamar mandi dia mendengar ponsel nya berbunyi nyaring, setelah sekian lama menyimpan nya tanpa pesan atau kabar.
📱"Hallo"ucap Terry.
📱"Hallo, sayang kamu apa kabar??"ujar Arthurro.
Terry, tidak menjawab dia hanya bisa menangis dalam diam, hatinya sangat sakit kenapa setelah sekian lama dia baru mengingat dirinya.
📱"sayang, apa kamu masih di situ tolong katakan sesuatu, aku sangat merindukan mu"ujar Arthurro lagi.
📱"sayang, maafkan aku aku tau aku salah, tapi aku mohon, bicara lah aku mohon, aku sangat merindukan mu"ucap Arthurro lagi.
📱"istri mu sudah mati, jadi tidak perlu ucapkan itu lagi"ujar Terry.
saat hendak menutup telepon nya tiba-tiba Terry, mendengar suara perempuan yang begitu menggoda bertanya pada Arthurro.
📱"sayang, kamu sedang bicara dengan siapa jam segini"ujar wanita itu.
Terry pun langsung melempar ponsel tersebut ke dinding hingga pecah berkeping-keping dan tidak berbentuk lagi.
"Hallo, sayang hallo "pekik Arthurro,sambil menjauh dari wanita yang juga istrinya itu.
"sayang, apa yang kamu lakukan, aku ini istri mu, ingat ya kita sudah menikah, bahkan aku sudah hamil anak mu anak pertama kita"ujar istri Arthurro, yang bernama Sharena.
Arthurro, langsung memukul tembok, dan Sharena, pun terdiam seketika itu sedari awal Arthurro, sudah memperlakukan Sharena, dengan baik seperti layaknya istri pada umumnya, walaupun hati nya tidak bisa di bohongi dia hanya mencintai satu orang wanita yaitu Terry.
Arthurro, langsung bergegas pergi saat itu juga dia tidak ingin melupakan amarah di depan Sharena,biar bagaimanapun dia sedang mengandung anak nya.
sementara itu Terry, hanya bisa diam tanpa kata setelah menelan obat tidur, yang selama sebulan ini dia konsumsi, karena tidak bisa melupakan tetang berita pernikahan Arthurro, dengan Sharena, yang ternyata sudah mengandung anak nya.
Terry, pun langsung merebahkan tubuh nya di atas ranjang nya, dia memejamkan mata nya saat itu juga dia tidak sadarkan diri seperti orang mati.
sudah hampir dua hari Terry, tertidur tanpa ada yang mengetahui keberadaan nya, dan saat ini seseorang tengah mencari nya, dan masuk langsung kedalam rumah nya, dia tak lain adalah asisten Terry, betapa terkejutnya Saras, saat melihat Terry, tergeletak di lantai dengan keadaan tidak sadar kan diri, dan obat tidur berhamburan di lantai.
"kak, Terry, apa yang terjadi, tolong-tolong"Saras berlarian memita Tolong pada tetangga dan orang yang lewat, dan beruntung mereka langsung membawa Terry, yang kini masih tidak sadarkan diri, kerumah sakit terdekat, dan dokter segera menangani nya.
__ADS_1
Saras, yang sedari tadi memegang tas milik Terry, dia saat ini sangat panik tiba-tiba dering ponsel lama Terry, berbunyi, dan Saras langsung mengangkat telepon tersebut.
📱"Hallo,ini dengan siapa"ujar Saras, yang masih terisak.
📱"hallo, dimana pemilik handphone ini"ujar Arthurro.
📱"kak, Terry sedang berada di UGD dia sedang di tangani doktor,kak Terry,hiks hiks hiks, dia hiks hiks, aku takut dia kenapa-napa hiks, seperti nya kak, Terry , ingin bunuh diri setelah dua hari tidak ada kabar"ujar Saras.
Arthurro, langsung syok ponsel nya,kini terlepas dan terjatuh dari tangan nya, Arthurro berteriak memanggil Terry, dia langsung bergegas menuju mobilnya, dan langsung menghubungi asisten nya, saat itu juga dia akan pergi ke Indonesia.
sementara itu Terry, masih belum sadarkan diri saat ini dokter membawanya ke ruang ICU,dan Dandi, yang mengetahui kabar Terry, masuk rumah sakit,kini dia berada di ruangan itu, dan menggenggam tangan Terry.
"Terry, bangun lah kakak mohon, hanya kamu satu-satunya, yang tersisa dan kamu harus kuat , aku akan selalu ada untuk mu, bantu aku untuk memenuhi janji ku pada mendiang Tita , aku mohon bangun dan kau harus tetap baik-baik saja, dan jika gara-gara hutang bekas kamu operasi mata, aku akan membayar nya, tinggal kamu sebutkan siapa orang yang meminjam kan uang itu pada mu, aku janji akan melunasi nya"ujar Dandi, yang kini masih mencintai almarhum,kakak Terry, pria itu masih menyimpan cinta nya yang abadi itu hingga kini, kepergian Tita , begitu meninggalkan duka yang mendalam hingga saat ini.
tapi sayang, Terry, masih merasa enggan untuk bangun dia masih asik bermimpi di alam bawah sadar nya, seperti nya dia sudah sangat menyerah, terlalu lelah rasanya perjuangan nya selama ini.
ke esokan hari nya, Arthurro, sudah mendarat di bandara Sukarno Hatta, dan pergi langsung menuju rumah sakit, sesampainya di sana tubuh nya, begitu lemas melihat wanita yang sangat di cintai nya itu tergolek lemah dengan peralatan yang terpasang di tubuhnya saat ini.
"sayang,hiks hiks hiks maaf kan aku maafkan aku bangun lah aku sudah ada di sini"ujar Arthurro.
namun Terry, tidak pernah terusik masih dalam keadaan koma.
"sayang kenapa harus seperti ini, aku tau aku salah tapi aku tidak pernah ingin semua ini aku sangat mencintaimu bangun aku mohon bangun hiks hiks hiks"Arthurro semakin terisak saat ini hingga dokter menghampiri nya saat ini dan ia langsung bertanya pada dokter, yang kini bertugas merawat nya.
"apa ?? yang terjadi dengan istri saya dokter"ujar Arthurro yang begitu terpukul dengan kejadian ini.
"istri anda, seperti nya mengkonsumsi obat tidur dengan dosis tinggi, dan itu sudah sangat lama dan terakhir, dia sepertinya menambah dosis nya lagi, hingga berakhir seperti ini"jawab sang dokter.
"tolong selamatkan istri ku, Dokter berapapun biyayanya akan saya bayar"ujar Arthurro tegas.
"baik tuan,saya sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi semua tergantung kondisi pasien yang seperti nya menyerah dengan kehidupan nya saat ini"jawab Dokter tersebut.
Arthurro, pun kembali ke kamar perawatan Terry saat itu juga, tapi saat ia akan masuk kedalam dia kaget melihat seorang pria yang kini menggenggam tangan Terry.
"Terry, aku mohon bangun lah, kamu harus kuat dan segera bilang siapa orang yang telah meminjamkan uang kepada mu, saat itu,biar kakak yang bayar kamu tidak usah memikirkan hal yang lain yang kakak, ingin kan adalah kesembuhan mu"ujar Dandi.
"siapa??? sebenarnya kamu"ujar Arthurro.
"kamu yang siapa, aku kakak iparnya"ujar Dandi.
"aku suaminya"ujar Arthurro.
"heuhhhhh...suami ,lucu sekali sementara yang kamu anggap istri hidup sendiri banting tulang untuk melunasi hutang bekas operasi mata nya, kamu enak-enak kan dengan wanita lain, dan kini dia sedang mengandung anak kalian, sungguh sangat lucu"ujar Dandi.
"istri ku, tidak pernah berhubungan pada siapapun, karena aku sendiri yang mencari kan donor mata untuk nya, dan membiayai operasi tersebut"jawab Arthurro tegas.
"owh, jadi karena itu, kamu memperlakukan adikku sesuka hati mu, berapa hutang nya pada mu sebutkan sekarang juga, dan segera tandatangani surat cerai nya saat itu juga"ujar Dandi.
"aku tidak akan pernah melepaskan dia, sekalipun kamu membayar lebih dari apapun, karena dia istri ku dan aku sangat mencintai nya"ucap Arthurro,sangat tegas.
"kamu memang egois, kesalahan apa yang dilakukan padamu hingga kau tega menyakiti hati nya"ujar Dandi,sambil menatap tajam kearah nya.
"kesalahannya adalah sudah membuat ku, jatuh cinta pada nya, dan itu tidak akan pernah bisa di rubah, aku akan melakukan apa pun untuk nya bahkan jika harus kehilangan nyawa ku sendiri"ucap Arthurro.
"heuhhhhh,kau hanya bisa berkata manis, tanpa bisa membuktikan nya,kau tidak lebih dari seorang pengecut"ujar Dandi.
"diam kau siapa kau yang bisa mengatakan itu pada ku"ucap Arthurro,terbakar emosi.
__ADS_1
"kata-kata ku benar bukan,satu yang Terry, ingin kan dia hanya ingin hidup damai, tapi kamu bahkan menabur benih kebohongan atas pernikahan kalian dan asal kau tahu Terry, sudah mengetahui, semua nya, dan hingga saat ini dia hanya diam saja.