Terjebak Cinta Pria Egois

Terjebak Cinta Pria Egois
#ferdinand pergi#


__ADS_3

sementara kebahagiaan sedang menyelimuti Jessi,lain halnya dengan Jessica, saat ini dia tengah menahan kesedihannya, bagaimana tidak Ferdinand, saat ini tengah mendiamkan nya, setelah beberapa waktu lalu, saat Jessica, meminta Ferdinand, menyerah dengan keadaan nya saat ini yang sulit untuk memiliki anak.


Ferdinand, tidak pernah menyapa atau sekedar bertanya keadaan Jessica, Ferdinand, yang kekeuh meminta Jessica, untuk kembali ke Indonesia bersama dengan nya, tapi Jessica, menolak, Ferdinand marah dia bersikap dingin pada Jessica, hingga saat ini.


Jessica, hanya bisa pasrah dia pun tidak ingin lagi berdebat dengan Ferdinand,biar bagaimanapun Ferdinand, akan tetap keras kepala, Jessica, melewati hari nya dengan menyibukkan diri, tapi bukan berarti dia lupa dengan kewajiban nya, menyiapkan kebutuhan Ferdinand, sebelum ia pergi mulai dari pakaian dan sarapan, walau kadang Ferdinand, tidak menganggap nya sama sekali.


Jessica, pergi di pagi buta, dia tidak ingin melihat sikap acuh yang di tunjukkan oleh Ferdinand padanya, saat ini Ferdinand, bahkan masih terlelap di kamar lain di mension tersebut, dia tidak pernah tidur lagi dengan Jessica.


Jessica, hanya bisa menangis dalam diam, jika keadaan nya sudah tidak terkendali seperti ini, dia pulang ke apartemen milik nya, yang sampai saat ini masih bersih terawat, dia langsung pergi ke kamar nya dan langsung menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang nya.


"apa salah ku ya Allah, hingga kau menghukum ku seperti saat ini, apa sudah tidak ada lagi kebahagiaan untuk ku"ucap Jessica lirih sambil berderai air mata.


Jessica, pun terlelap hingga lupa untuk pergi ke kantor, saat ini bahkan berulang kali asisten nya menelpon begitu juga Jessi, yang kini menghubungi kakak, nya itu yang bolos tanpa kabar.


Jessica, tertidur setelah ia menangis pilu mungkin dia terlalu lelah saat ini hingga lupa waktu bahkan dia sama sekali tidak mengisi perut nya, Jessica, rasanya malas untuk bangun saat ini walaupun, dia sudah membuka mata.


"aku hanya ingin begini saat ini jika semua sudah tidak ada lagi harapan" ucap Jessica lirih, wajah nya sudah sembab saat ini Jessica hanya terus berdiam diri bahkan dia tidak memperdulikan perutnya yang sudah keroncongan saat ini.


sementara itu Ferdinand, tengah sibuk di kantor nya saat ini, dia bahkan hanya sempat istirahat saat makan siang, itupun masih di ruang kerjanya saat ini Ferdinand, lupa dengan keadaan rumah tangga nya, hingga satu Minggu berlalu, Jessica, sudah tidak pulang ke Mension nya, dan saat ini Jessica, masih tinggal di apartemen nya itu, dia pulang bekerja dan Jessica, langsung membersihkan diri setelah itu dia juga merebahkan diri di kasur, Jessica, hanya bisa membuang nafas, saat ini saat mengingat ketidak pedulian Ferdinand, pada nya sudah sangat keterlaluan.


Ferdinand, baru sadar selama satu Minggu ini, dia tidak melihat wajah istrinya, bahkan Jessica, tidak pernah menyiapkan sarapan atau pakaian kerja nya, Ferdinand , menghempaskan tubuhnya ke sofa, dia sangat frustasi saat ini bagaimana tidak ia bahkan tidak pernah memperbaiki masalah yang ada, Ferdinand, mencoba menghubungi Jessica, tapi dia tidak mengangkat nya, Ferdinand juga mencoba mencari Jessica ,ke kediaman mertua sekaligus kakak nya tersebut, tapi juga tidak ada, Ferdinand sangat merasa bersalah karena ia terlambat menyadari bahwa saat ini rumah tangga mereka di ambang kehancuran.


"dimana kamu Jessica, aku harap kamu sadar dengan perbuatan mu, aku tidak ingin kehilangan mu sampai kapan pun, walaupun aku tahu kesalahan ku, yang menginginkan anak dari mu, aku lakukan itu agar cinta kita semakin kuat, aku tau kamu pasti sangat tersiksa dengan keadaan ini tapi aku ingin kita terus berusaha"ucap Ferdinand.


setelah Ferdinand, mencoba menghubungi Jessi, ternyata Jessi, memberitahu bahwa Jessica, sedang berada di apartemen milik nya saat ini, Ferdinand, langsung bergegas menuju tempat tersebut.


sesampainya di sana Ferdinand, langsung masuk tanpa menunggu di bukakan pintu oleh Jessica, Ferdinand tau kode masuk apartemen Jessica.


setelah berada di dalam keadaan nya gelap gulita, saat ini Ferdinand, langsung menyalakan lampu seluruh ruangan tersebut dan dia berjalan menuju tangga, yang mengarah ke kamar Jessica, langsung.


saat ini Ferdinand, terdiam mematung saat melihat Jessica, tengah menangis sambil meminum minuman beralkohol, Jessica, begitu sakit hati, seberapa besar kesalahan nya hingga Ferdinand, selalu saja mengungkit ketidak berdayaan nya, Jessica, belum lama ini berbaikan, tapi setelah itu mereka kembali cekcok mulut hingga berakhir sikap Ferdinand yang mendiamkan nya seolah sudah tidak perduli lagi pada dirinya.


"cinta, kenapa harus sesakit ini, andaikan rasa ini tidak pernah ada di sini, mungkin takkan semenyakitkan ini,hiks hiks hiks, apa salah ku, selama ini hingga aku harus terjebak dalam jurang nestapa ini, tuhan aku mencintai nya tapi rasanya sungguh berat, dia bukan milikku, bukan dia bukan milikku, dia milik wanita lain,dia milik shanty, dan buah hati nya, aku tidak punya hak apa pun, apa lagi aku tidak bisa memberikan apa yang dia inginkan, lebih baik kamu ambil saja nyawaku ini tuhan, sudah cukup rasa sakit ini"ucap Jessica, lirih.


Ferdinand, langsung merampas gelas dan botol tersebut, dia melempar benda itu tembok hingga pecahan gelas dan botol itu pun berhamburan.


"apa yang kamu lakukan, Jessica, aku kurang apa selama ini pada mu, aku mohon katakan, apa kurang rasa ini untuk mu heuhhhhh, hingga kamu tega melukai hati ini dengan perbuatan mu ini, jawab aku Jessica, jawab!!""ucap Ferdinand,pelan tapi penuh penekanan, Ferdinand, bahkan sudah bercucuran air mata hati nya begitu sakit melihat kondisi Jessica, yang seperti saat ini, Ferdinand, berlutut di hadapan Jessica,sambil terisak saat ini meminta Jessica, menjawab pertanyaan nya tapi Jessica, hanya diam hanya air mata nya yang terus meleleh di pipinya.

__ADS_1


"Jessica, jawab aku, apa rasa cinta ku ini masih kurang untuk mu, hingga kamu menyakiti perasaan ku seperti saat ini"ucap Ferdinand,tapi Jessica ,tak sedikit pun menjawab pertanyaan itu.


bibir Jessica, seperti terkunci, padahal saat ini dia masih dalam keadaan sadar sepenuhnya, tapi dia tak mampu berkata apapun.


Jessica, mencoba bangkit, tapi kemudian dia jatuh pingsan, dan Ferdinand, langsung menahan tubuh istrinya itu, Ferdinand, sangat khawatir saat ini dia langsung membawa Jessica, ke atas ranjang nya, dan langsung menghubungi dokter, saat itu juga.


sambil menunggu dokter, Ferdinand, sudah melakukan segala cara agar bisa membuat istrinya itu sadar tapi nihil, hingga dokter datang dan memeriksa keadaan nya saat ini dan mengatakan kalau Jessica, sedang banyak pikiran hingga membuat dia lelah dan dokter pun memberikan infus di tangan Jessica, saat ini karena dokter juga melihat Jessica, kekurangan cairan.


bagaimana tidak, Jessica, bahkan tidak memperhatikan kondisi tubuh nya yang mengurus selama dua Minggu ini.


🌹💖💖💖🌹


setelah satu jam mendapatkan penanganan dari dokter, akhirnya Jessica pun sadar, dia membuka mata tapi masih tidak ingin bicara, saat ini bahkan Jessica, mencoba melepaskan jarum infus dari tangan nya saat ini.


"sayang, kamu mau apa, jangan lakukan itu, kamu masih sangat lemah"ucap Ferdinand.


Jessica, tidak menjawab, bahkan dia kekeuh melepaskan itu dari tangan nya saat ini, hingga darah segar mengalir di tangan nya, karena melepaskan jarum dengan kasar Ferdinand, mencoba meraih tangan Jessica, yang kini bercucuran darah tapi wanita itu menepis nya.


"Jess, aku mohon jangan keras kepala, kemari kan tangan mu biar aku obati"ucap Ferdinand, tapi Jessica,sama sekali tidak perduli, dia menekan tangan nya sendiri dengan baju yang kini dia kenakan, Jessica, merebahkan tubuhnya dan membelakangi Ferdinand.


"pergi lah semua nya sudah berakhir, kamu bisa kembali bahagia dengan nya"ucap Jessica, tapi seketika Ferdinand,berbalik dan berjalan menghampiri Jessica.


"berikan aku alasan kenapa kamu bisa berkata seperti itu, apa kamu sudah tidak mencintai ku lagi atau karena sudah ada orang lain yang menggantikan posisi ku, hingga kau berani pergi dari rumah"ucap Ferdinand, tegas.


"tidak perlu mencari kesalahan ku, Ferdinand, aku tidak akan pernah bisa membela diri, aku sudah tidak berdaya, jika terus berada di samping mu, aku bukan wanita sempurna, seperti yang kau inginkan, dan aku juga tidak bisa memberimu kebahagiaan seperti dia, sekarang kamu bisa pergi , tanpa harus menoleh ke arah ku lagi semoga kalian semakin bahagia setelah ini"ucap Jessica, yang kini menyelimuti tubuh hingga ujung kepala, dia menangis dalam diam Jessica, menggigit bibir bawahnya agar Isak tangis nya tidak terdengar lagi.


Ferdinand, langsung memeluk Jessica saat itu juga dia tau Jessica, sedang sangat putus asa, dan Jessica,kini tengah menangis.


"aku tidak sedang mencari alasan apapun sayang, yang aku butuhkan adalah, wanita yang kini berada di pelukan ku ini aku tidak butuh apa pun lagi, atau siapapun karena yang aku mau hanya dirimu"ucap Ferdinand.


Jessica, semakin terisak dalam tangisnya saat ini Ferdinand, membalikkan tubuhnya Jessica, menghadap kearah nya, "sayang, please maafkan aku aku tau aku salah aku sudah bersikap dingin pada mu,tapi aku tidak bermaksud untuk tidak memperdulikan mu,satu Minggu ini aku sibuk di kantor, dan aku kira kamu berada di rumah selama ini"ucap Ferdinand.


"stop, Ferdinand jangan katakan apa pun lagi, aku sudah bertekad mulai detik ini, kita akan berpisah, dan dua Minggu ini, aku sudah terbiasa dengan ketidak pedulian mu, terhadap ku, aku tidak ingin lagi berharap kebahagiaan yang nyata nya, hanya bisa menyakitkan"ucap Jessica.


"Jessica,ayo kita pulang, aku tau kamu masih mabuk, saat ini hingga ucapan mu melantur, setelah kamu sadar kita akan memperbaiki semua nya"ucap Ferdinand.


"pulang lah,ini rumah ku, dan mulai detik ini kita berpisah, dan aku tidak sedang mabuk aku masih sangat sadar"ucap Jessica.

__ADS_1


"tidak sayang, aku tau kamu mabuk ayo ikut aku pulang"ucap Ferdinand, yang kini berusaha meraih tangan Jessica, tapi Jessica, selalu menghindar.


"sudah ku katakan aku tidak mabuk, apa kamu tidak bisa membedakan orang mabuk atau tidak"ucap Jessica.


"Jess, aku tidak ingin kehilangan mu, lebih baik aku mati saja, dari pada harus kehilangan mu, Jessica, aku tidak sanggup menjalani hidup tanpa kamu aku mohon jangan pernah lakukan itu"ujar Ferdinand, yang kini memeluk Jessica erat,Isak tangis nya tidak bisa terbendung lagi, Ferdinand, mengecup puncak kepala Jessica,sambil bercucuran air mata.


"aku mohon sayang, lebih baik kamu bunuh aku dari pada kamu meninggalkan aku, aku tidak akan pernah sanggup bertahan hidup tanpa mu"ucap Ferdinand.


Jessica, terdiam dan hanya berderai air mata, dia sendiri pun belum tentu sanggup jika harus berpisah dengan Ferdinand, untuk selamanya, bahkan satu Minggu ini seperti neraka untuk nya, Ferdinand adalah laki-laki pertama dan terakhir nya, saat ini Jessica, hanya bisa menangis dalam diam.


Ferdinand, merengkuh tubuh istrinya, dan mencium bibir Jessica, dengan penuh cinta dan kelembutan, Ferdinand, saat ini begitu merasa ketakutan dan putus asa, tapi sesaat rasa itu sirna saat Jessica, membalas ciuman nya, mereka saling berbagi Saliva,di antara rasa sedihnya di hati masing-masing saat ini Ferdinand, pun langsung memeluk istrinya dengan Sayang iya bahkan melanjutkan aktivitas nya saat ini memberikan kecupan di leher jenjang milik Jessica, Ferdinand melakukan itu hingga tanpa sadar mereka sudah dalam keadaan polos tanpa sehelai benang pun,lalu Ferdinand, meminta persetujuan dari Jessica, untuk melanjutkan nya, melepas rindu dan memperbaiki semua nya, dengan cara bercinta seperti sekarang ini, Ferdinand, melakukan penyatuan dengan Jessica, dengan penuh doa, dan harapan agar mereka di karuniai anak, saat itu juga agar rumah tangga mereka tetap utuh tanpa harus ada yang tersakiti lagi.


setelah pagi menjelang, Ferdinand meminta Jessica, untuk bersiap kembali ke Indonesia, Ferdinand, sudah putuskan untuk tinggal di sana,agar Jessica, tidak meminta berpisah lagi, saat dia merasa bahwa hanya Ferdinand, yang berada di samping nya saat itu.


"sayang, bersiap lah kita akan segera kembali ke Indonesia, hari ini juga, aku tidak ingin kita tinggal di sini lagi"ucap Ferdinand.


"Ferdinand, aku tau kamu merindukan dia pergi lah temui dia, Karena sampai kapan pun aku tak akan pernah kembali tinggal di sana, aku akan tetap berada di sini"ucap Jessica tegas.


"yank... aku lakukan ini agar kita tetap bersama"ucap Ferdinand.


"tidak, semua itu kamu lakukan untuk kebahagiaan mu"ucap Jessica,tak mau kalah.


Ferdinand, membuang nafas kasar, dia sadar situasi nya akan sangat sulit, dan mereka pun baru berbaikan, Ferdinand, pun mengalah dia pergi untuk membersihkan diri dan bersiap untuk ke kantor.


"ikut aku pulang ke Mension"ucap Ferdinand.


"tidak Ferdinand, aku akan tetap tinggal di sini "ucap Jessica.


"tapi sayang itu rumah kita, dan mommy, pasti sedih jika melihat mu seperti ini"ucap Ferdinand, beralasan.


"Ferdinand, aku mohon jangan paksa aku, aku hanya ingin tinggal di sini apa salahnya"ucap Jessica.


"salah,tentu salah Jessica, aku ini suamimu yang seharusnya kamu layani setiap waktu, sekarang kalau kamu tinggal di sini,lalu siapa yang akan mengurus semua kebutuhan ku"ucap Ferdinand, frustasi.


"fer... aku akan tetap di sini setuju atau tidak terserah jika kau masih ingin bersama dengan ku, berarti kamu pindah kemari tapi jika tidak kamu bisa membawanya tinggal bersama mu, terserah"ujar Jessica.


"aku harus katakan berapa kali Jess, aku tidak suka kamu bawa-bawa dia di antara kita, sudah cukup"ucap Ferdinand, yang langsung pergi meninggalkan Jessica, yang kini menatap punggung nya, Jessica lagi-lagi berderai air mata, Ferdinand, bahkan tidak pernah perduli dengan hatinya saat ini.

__ADS_1


__ADS_2