Terjebak Cinta Pria Egois

Terjebak Cinta Pria Egois
kehadiran tak terduga


__ADS_3

Siena tidak menggubris, perkataan dari Fero iya langsung pergi saat itu juga membawa, Sheryl di pangkuan nya dan saat sampai di rumah, Siena langsung, bergegas memberikan Sherly kepada Nanny nya, yang menjaga Sherly kala Siena sibuk.


Siena kini tengah beristirahat di bangku taman belakang rumah nya yang menghadap ke kolam renang, dia benar-benar lelah, dan Siena kini tengah memejamkan mata nya, hampir tiga puluh menit tiba-tiba,ada seseorang yang mengecup bibir nya saat ini, dan Siena langsung terbangun,kaget.


"Kau,,, kamu sedang apa di sini siapa yang mengijinkan mu masuk dan, dari mana kau tau Mension ini" pertanyaan, Siena terhadap laki-laki yang tengah berada di hadapan nya kini.


"Bisakah, kamu bertanya nya satu-satu sayang, aku bingung mau jawab dari mana dulu"ucap Fero, yang kini memeluk Siena dan mengungkungnya.


"pergi jangan kurang ajar, sudah cukup kau selalu mengatas namakan cita hanya untuk memenuhi nafsu bejat mu itu, aku tidak akan pernah perduli lagi" ucap Siena yang mencoba melepaskan Fero dari atas tubuh nya kini namun sulit sekali.


"sekuriti,,,,to...eummm,,,,,, eummm ahhh lepas kan aku, bajingan" Siena makin meronta-ronta ingin terlepas.


"jaga ucapan mu sayang atau kau akan menyesal, saat ini juga" ancaman Fero.


"kau mau apa heuuh lepas, apa kau tidak dengar" teriak Siena.


" aku hanya ingin kita menikah,resmi dan aku akan membawa mu hidup bersama dengan ku selama nya, kita akan tinggal dengan anak-anak kita Sien" jawab Fero.


"lepas Fero sampai kapan pun itu hanya akan menjadi mimpi, dan tidak akan pernah menjadi kenyataan, apa kau tahu itu, jadi pergi lah menjauh dari ku seperti saat aku mengandung dulu" ucap Siena.


"itu tidak akan terjadi kalau saat itu kamu tidak memikirkan laki-laki lain yang jelas-jelas ada aku saat itu di hadapan mu!!!"""ucap peri, berteriak ia marah besar.


" hey, aku saat itu sedang bermimpi siapa pun akan melakukan itu di saat bermimpi" jawab Siena.


"sepenting itu kah dia di hati mu, kamu tahu aku lah yang pertama kali hadir di hidup mu, bahkan aku masih mencintaimu dan masih berharap janji kita akan terwujud, tapi apa bahkan tidak pernah satu kali pun kau memimpikan, aku, kenapa Sien,,, kenapa......!!!!"""


Fero, berteriak di hadapan Siena sambilenangis, iya bahkan menekan, tengkuk Siena, mencium bibir Siena dengan rakusnya,ia bahkan merobek baju yang kini di kenakan oleh Siena, dan mengungkungnya,nya saat ini hingga Siena menangis menjerit, sakit hati nya kini teramat dalam di perlukan seperti itu, oleh Fero, laki-laki yang selama ini mengisi relung hati nya sedari kecil


"Sien, aku tidak akan melepaskan mu lagi mulai dari saat ini" Fero langsung mengangkat tubuh Siena membawanya, ke dalam kamar nya Siena,dan Fero bahkan tau letaknya.


"Fero, aku mohon jangan ulangi kesalahan itu lagi cukup Sherly saja yang menjadi korban, keegoisan mu jangan lagi Fero aku mohon lepaskan aku,hiks hiks hiks, lepas aku mohon, jangan pernah kau ulangi lagi aku mohon" tangis Siena sama sekali tidak di gubris nya Fero kembali menyentuh tubuh Siena lewat penyatuan, Siena yang saat ini tangan nya terikat ke atas menggunakan dasi Fero, iya tidak bisa melakukan apa-apa, hanya bisa menangis pasrah.


"Fero, aku mohon jangan, kak Fero lebih baik kamu bunuh saja aku agar kau puas, tapi aku sudah tidak mengenal mu lagi!" teriak Siena. namun tidak di gubris juga oleh Fero iya tetap memacu tubuhnya di atas Siena.


hingga akhirnya,mencampai puncak, Fero berteriak memanggil nama Siena.


"Ahhhhhh, Siena sayang....!!!""" ucap Fero yang kini ambruk di atas tubuh Siena, lagi-lagi Fero, menumpahkan cairan itu di rahim Sien, yang bahkan tidak memakai kabe, apa pun.


"kau kejam Fero, sangat kejam kau bahkan tidak pernah punya perasaan, kamu jahat,hiks hiks hiks,,, kamu jahat Fero" ucap Siena yang kini kini Fero hanya mengelus pipi Siena.


"maaf kan aku sayang aku melakukan ini semua, karena aku tidak mau kehilangan, sudah cukup, waktu ku bersabar selama ini aku akan menikahi mu saat ini juga, karena aku sangat mencintaimu" ucap Fero tulus, dan iya langsung bangkit.

__ADS_1


" siapkan, semua nya sekarang juga, aku hanya, akan menikahi nya saat ini juga" ucap Fero.


"Siapa yang kau telpon saat ini, aku tidak mau menikah dengan pria Egois seperti mu" kata Siena, yang kini bangun dari ranjang nya.


"mau tidak mau kamu harus menikah dengan ku saat ini juga, tidak ada penolakan, dan ingat sebelum benih ketiga,ku tumbuh di rahim mu aku akan akan menikahi mu, saat ini juga bersiaplah" kata Fero yang kini masuk ke dalam kamar mandi terlebih dahulu.


"Fero aku tidak mau, kamu itu, sudah memiliki anak dan juga istri aku tidak mau lagi-lagi di madu, tidak" teriak Siena yang kini melempar semua benda yang ada di kamar nya,ke lantai.


saat, itu tiba-tiba Jimi kembali dan saat tau ada keributan dia langsung naik ke kamar anak nya itu.


"Sien ada apa ini sayang?" tanya Jimi.


" Fero, ayah dia ingin menikah dengan ku saat ini juga,hiks, hiks hiks hiks" Siena menangis. di pelukan Jimi, saat Fero keluar dari kamar mandi iya kaget' melihat Jimi sudah ada di situ dan Siena berada di pelukan nya kini.


"Om Jimi, kapan Om pulang" saat ia bertanya, Jimi berbalik dengan emosi iya mencecar pertanyaan.


"apa yang kamu lakukan di sini dan kenapa kau mandi di kamar mandi nya, dan apa yang kau katakan pada, putri ku hingga dia menangis belum cukup kah selama ini penderitaan yang kau berikan, ke pada putri ku hingga dia harus menanggung malu karena, kelakuan mu, apa yang kamu inginkan, tidak cukup kah Anak yang kau terlantar kan di saat tubuh di rahim hingga saat ini heuhhhhh, tidak kah kau punya otak,belum puas kah karena ibumu istri ku meninggal, apa masih kurang, apa masih kurang heuhhhhh jawab....." ucap Jimi yang kini tengah di liputin amarah, Jimi mendorong tubuh Fero hingga terpental ke dinding.


"pergi, sekarang juga atau kau tidak akan pernah bisa menghirup udara bebas lagi, aku akan menuntut mu seberat-beratnya, di pengadilan" ucap Jimi yang saat ini sedang menunjuk,arah pintu keluar.


"Om, aku tidak pernah lari dari tanggung jawab, tanya kan pada putri Om, siapa yang menolak aku nikahi dan apa kesalahan yang terjadi saat, itu, pada nya ayo jawab Sien apa aku yang egois atau justru kau sendiri yang egois" ucap Fero yang kini bangkit dan memegang pundak Sien, minta penjelasan,untuk itu.


Jimi kini berbalik kepada putrinya.


"katakan,na apa benar yang di ucapkan, oleh dia apa benar, kamu yang menolaknya, dan saat kau hamil siapa yang lebih dulu, memutuskan untuk pergi" tanya Jimi.


"ayah,Siena memang salah waktu itu, Siena memanggil ayah anak-anak, saat KA Fero ada di hadapanku, tapi aku hanya bermimpi"


" mimpi kau bilang, kau bahkan menyesal telah berpisah dari nya, dan kau bilang masih mencintainya saat kau bangun,di depan ku, apa aku tidak pernah ada di hati mu selama ini, bahkan kau, tidak pernah memimpikan, aku sekali pun, paman sudah dengar bukan apa yang aku katakan, tadi sekarang paman, bisa menilai laki-laki maupun tidak akan tahan mendengar kan wanita nya meng eluh-eluhkan perasaan nya terhadap, orang lain.di hadapan nya" ucap Fero tegas.


"Sien, ayah memang tidak setuju putri ayah di madu, apalagi untuk yang kedua kalinya, tapi ayah tidak ada pilihan lain selain itu, sekarang juga menikah lah dengan Fero, untuk menebus semua kesalahan mu pada Sherly, dan Fero, tapi ingat satu hal Fero satu kali saja kau,buat dia menangis aku pastikan kamu akan jauh lebih menyedihkan, saat itu terjadi, sekarang, pergi lah untuk bersiap" ucap Jimi terhadap kedua nya.


"lagi-lagi, Siena harus siap menjadi istri kedua dari laki-laki yang hadir sebagai cinta pertama nya, tapi jangan di kira semua akan baik-baik saja, bahkan mulai dari hari pernikahan,sikap Siena, sudah berubah dingin bagaikan, pribadi yang menolak akan kehadiran seseorang dalam hati nya.


Siena bahkan tidak pernah melakukan kewajiban nya, sebagai seorang istri, dia sibuk bekerja, dan jarang pulang ke rumah, Daniel dan Sinan, yang berada di rumah pun harus puas hanya di perhatikan oleh sang kakek yang telaten mengurus kebutuhan mereka di bantu, oleh para Nanny nya, dan Daniel sudah bisa mengerti itu dia bahkan sering menyemangati ibunya itu, dengan cara datang ke butik bersama sang adik dan tidak lupa membawa seikat bunga, untuk Bunda mereka.


Siena cukup bahagia, dengan hal itu, iya bahkan, Sangat berterima kasih kepada kedua buah hatinya itu.


saat ini Siena tengah makan bersama ketiga anaknya di butik lantai dua tempat iya beristirahat di sana.


"sayang,ayo habis kan makan nya setelah itu, kalian istirahat, di ruangan Bunda, dan Ade juga sebentar lagi akan di jemput oleh kakek, apa kalian mau nemenin Bunda,di sini atau mau pulang dan istirahat di rumah bersama kakek, maaf ya sayang belakangan ini Bunda terlalu sibuk, dan tidak bisa, di memperhatikan atau mengurus kalian" ucap Siena sambil mengelus puncak kepala kedua anak nya itu.

__ADS_1


"tidak apa-apa, Bun,,, Bunda tenang saja kami tidak marah ko, justru kami sangat berterima kasih kepada Bunda, karena Bunda selalu memberikan yang terbaik, selama ini untuk kami, dengan cara bekerja keras seperti ini, dan saat, ini kami lebih bersyukur memiliki Bunda, yang begitu sayang pada kami, dan kakek yang selalu menjadi pengganti ayah kami yang mungkin tidak pernah sedikitpun, memikirkan kami" ucap Daniel, sebagai anak tertua, dia sudah sangat Dewasa, sebelum waktunya.


saat mereka, sedang me ngobrol tiba-tiba,ada Fero datang ke butik itu.


"Daddy,kapan Daddy datang?" ucap Sinan yang sangat mendambakan sosok Fero, sedari dulu.


"Baru saja sayang Daddy mulai saat ini akan tinggal bersama kalian di rumah yang sengaja Daddy, bangun di daerah sini untuk kita" ucap Fero, sambil memeluk Sinan, yang kini memeluk nya.


"de,, Ayo pulang, kakek, sudah menjemput kita di bawah"ucap Daniel kepada kedua adiknya, dan dia meng gendong Sherly, memeluk nya erat, dan membawanya turun untuk pulang bersama.


"Bunda,kami pulang dulu Bunda hati-hati ya di sini, ingat Minggu besok pulang Ok, aku mau jalan-jalan dengan Bunda, karena sudah lama kita tidak jalan bareng" ucap Sinan.


saat ini mereka sudah pergi meninggalkan butik pulang menuju Mension.


"Sayang, apa kamu sudah makan siang,Oya aku lupa aku punya hadiah untuk mu " ucap Fero yang mengecup bibir Siena sambil merogoh kantong celana iya mengambil sebuah,kalung berlian, dari sana.


"pergilah, aku tidak butuh semua itu, berikan saja untuk anak dan istri mu" ucap Siena yang langsung berdiri.


"sayang, Hey... aku minta maaf baru kembali saat ini, aku baru, selesai menangani proyek,di Kanada, dan baru bisa kembali saat ini, dan ini adalah sebagian hasil kerja keras ku kemaren, ambilah sayang" ucap Fero merayu.


"dengar ya Fero, mulai saat ini tolong jangan temui aku lagi" ucap Siena yang langsung mendapat tatapan tajam dari Fero.


"kau bilang apa heuuh,kalo bicara itu di jaga, jangan seenaknya, aku tidak akan pernah melepaskan diri mu sampai kapan pun, dan ingat, kamu hanya istri ku satu-satunya"kata Fero sambil membawa Siena kedalam dekapannya, Fero mencium bibir Siena begitu kasar, dan melucuti pakaiannya, Siena bahkan ia mengajar tubuh Siena,ke atas ranjang, dan langsung memaksa nya untuk bercinta dengan nya.


bisa di bayangkan, betapa terpaksa nya Siena harus me layani nafsu, dari Fero suaminya itu, bahkan Fero tidak, pernah mau mendengar protes sedikit pun, iya terus memaksakan kehendak nya, saat ini.


setelah selesai dengan urusan, itu Fero yang kini sudah duduk di sofa menggunakan bathroob, dan menyesap sebatang rokok, sambil memperhatikan istrinya, yang terbaring lemas di ranjang, nya hanya berbalut selimut tebal.


"Sien,,, untuk apa kau pergi kelinik, dua hari yang lalu" tanya Fero.


"aku ingin aborsi,puas" ucap Siena sambil menatap Fero, yang kini langsung mendekat ke arah nya, sambil menarik tangan nya, kasar.


"apa kau bilang coba katakan sekali lagi!!!""'


Fero berteriak pada Siena, untung kamar itu kedap suara.


"aku ingin aborsi, apa kau tidak dengar" ucap Siena, yang langsung di tampar oleh Fero.


"apa yang kamu lakukan berani kamu tampar aku, apa ini cinta yang kau sebut-sebut" ucap Siena yang kini berlinang air mata.


"aku bahkan bisa menghabisi mu jika kau berani membunuh anak ku, ingat Siena jangan coba-coba, kamu menguji kesabaran ku, berani kamu lakukan itu, maka kedua anak mu dari pria sialan itu pun akan aku lenyap kan " Fero sengaja mengancam, agar Siena tidak pernah menggugurkan janin yang tumbuh saat ini di rahim, nya,Siena.

__ADS_1


__ADS_2