Terjebak Cinta Pria Egois

Terjebak Cinta Pria Egois
Cinta tapi bimbang


__ADS_3

satu bulan kemudian, Terry benar-benar sendirian, saat ia tahu kalau seorang pengusaha bernama Arthurro, akan segera melangsungkan pertunangan dengan anak dari rekan bisnis nya, berita yang menghebohkan, dalam dan luar negeri, Arthurro, tidak pernah lagi menemui Terry, saat ini entah apa alasannya, bahkan Terry, sudah pasrah mungkin semua berita yang di sangkal oleh Arthurro sebelum nya adalah kenyataan, yang sebenarnya.


Terry, mungkin merasa sedih dan hancur saat ini, tapi dia tidak ingin menyerah dengan keadaan, Terry, bahkan masih bekerja di kafe tersebut sebagai penyanyi dan siang nya sebagai penjual bunga.


semua ini tidak ada apa-apa bagi Terry, yang sudah pernah melewati,masa tersulit dalam hidupnya,dulu mungkin sakit yang kini dia rasakan, adalah seperempat dari rasa sakit yang dia terima dulu.


Terry, pun bangun, dari tidur nya setelah jam menunjukkan pukul delapan pagi, dia begitu merasa lelah saat ini mungkin karena kesibukan yang lebih banyak selama beberapa hari terakhir,toko bunga nya selalu ramai dikunjungi pembeli, dia bahkan sampai pulang jam delapan malam, setelah itu dia hanya singgah sebentar untuk memberikan diri terlebih dahulu, setelah itu dia langsung bergegas menuju kafe tersebut.


Terry, menghela nafas panjang, setelah itu dia langsung bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya yang terasa lengket dan lelah, dia pun berendam,sambil tersenyum kecut,lalu berkata pada dirinya sendiri.


"semangat Terry, untuk masadepan mu, jangan kalah dengan perasaan ini,anggap dia tidak pernah hadir dalam hidup mu saat ini dan lupakan"Gumam, Terry dalam hati.


dia pun langsung bergegas membersihkan busa sabun di ruang shower, saat itu juga dan langsung berpakaian, setelah nya dia langsung bergegas menuju dapur saat ini dia hanya ingin membuat sarapan pagi sekaligus bekal untuk makan siang nya nanti di toko.


Terry, membuat semur daging sapi, dan juga dadar sayur, kesukaan nya, setelah selesai dia langsung mengisi perut nya dengan masakan nya tadi dan memasukkan bekal untuk makan siang nya itu, tiba-tiba di saat tengah memasukkan,bekal nya Terry, teringat Arthurro, yang selalu datang minta bekal makan siang nya.


Terry, pun langsung menepis ingatan nya itu, dan melanjutkan aktivitas nya, saat itu juga dia langsung bergegas menuju toko bunga milik nya, menggunakan motor yang baru dua Minggu ini dia beli dari hasil kerja keras nya, dia menyimpan paper bag di bagian depan dan menggunakan helm,lalu melajukkan motor nya.


sesampainya di toko, dia langsung membuka kunci rolingdor dan memarkirkan motor nya di depan halaman toko, dia langsung membereskan bunga-bunga yang akan di jual pagi ini dengan begitu tersusun rapi, dan sangat cantik, hingga orang-orang yang lewat sana banyak yang tertarik dengan tatanan toko yang teramat rapi tersebut sekaligus juga indah di pandang mata.


tidak sampai lima belas menit Terry, pun akhirnya, selesai menata semua nya, tiba-tiba dia di serbu para ABG, yang masih berseragam SMA mereka saling berpasangan, dan setiap pasangan membeli dua buket bunga ada yang membeli bunga Lily ada juga mawar dan berbagai jenis mawar dan satu lagi bunga, campuran, semua terkemas rapih dan mereka begitu puas.


"terimakasih, telah berkunjung dan semoga hari kalian lancar"ujar Terry,sambil tersenyum, saat dia hendak masuk ke dalam, tiba-tiba, ada sebuah mobil, yang datang ke toko itu, Terry, tidak memperdulikan nya, saat dia melihat mobil yang tidak asing lagi saat ini.


Arthurro, datang dengan seorang wanita,di samping nya yang saat ini bergelayut manja,di lengan nya, Terry , berusaha profesional, dia menyapa mereka, dengan bertanya"apa??ada yang bisa saya bantu tuan dan nyonya"ujar Terry,sambil merapikan bunga nya.


"honey... kamu mau pilih bunga yang mana heumm??"kata Arthurro, pada perempuan tersebut.


"terserah saja, yang penting kita segera berangkat, karena mommy dan Daddy mu sudah menunggu"ujar wanita itu, wanita yang memiliki wajah belasteran tersebut dia tidak pernah melepaskan tangan Arthurro.


"Nona, tolong bunga mawar merah nya,satu buket, yang besar untuk tunangan ku ini"ujar Arthurro, dan Terry, pun langsung bergegas membuat buket tersebut, tanpa memperhatikan mereka berdua tanpa Terry, sadari Arthurro, menatap tajam ke arah nya.


setelah selesai Terry langsung memberikan nya sekaligus, black cards yang pernah di berikan oleh Arthurro, Terry, bahkan tidak pernah menggunakan itu sekalipun.


Arthurro,mengambil keduanya, tapi dia langsung membuang black cart nya itu ke tong sampah tepat di hadapan Terry, sakit, rasanya melihat itu, tapi Terry, berusaha untuk tidak menunjukkan ekspresi apapun, saat ini dia bahkan langsung masuk ke dalam ruangan tanpa menoleh ke arah mereka berdua.


sementara itu, Arthurro, langsung pergi bersama dengan wanita itu setelah dia menyimpan uang dua puluh lembar seratus ribuan,dua juta rupiah,di meja depan .


wanita itu, merasa heran, tapi dia tidak pernah bertanya apapun, Terry, duduk membelakangi kaca ruangan toko tersebut dan tanpa satu orang pun yang tau saat ini dia begitu terluka dalam diam dia menangis.


hingga para pelanggan lain datang, dan seseorang, memberitahu uang milik Terry, tergeletak begitu saja, Terry, juga memungut black cart nya, dan langsung memasukkan itu ke dalam tas nya,lalu langsung melayani pelanggan nya, dan sambil berbincang dengan mereka, juga sambil mengemas pesanan mereka.


"Emba, Terry pelanggan nya semakin banyak ya,baru saja buka sudah hampir habis bunga nya"ujar mereka hampir kompak.


"Alhamdulillah, rejeki saya mungkin"ujar Terry,sambil tersenyum di paksakan, hatinya begitu terluka saat ini, dia pun langsung memberikan, bunga tersebut.

__ADS_1


setelah itu Terry, langsung memakan bekal makan siang nya, saat ini walau kurang bersemangat, setelah itu dia langsung menutup toko, karena memang sudah pada habis terjual dan stok nya tinggal sedikit dia berencana untuk pulang cepat saat itu juga, hati dan jiwa nya seakan sangat lelah, Terry, langsung pulang setelah selesai menutup tokonya.


sesampainya di sana, dia langsung memberikan diri nya dan setelah itu dia merebahkan tubuh nya yang terasa sangat lelah hingga tertidur,di siang menjelang sore hingga jam tujuh malam, dia baru bangun dan kembali mandi dan berganti pakaian, dia bersiap untuk ke kafe, tapi sebelum nya dia langsung, membuat roti bakar di olesi dengan selai kacang dan langsung melahap nya lalu meminum susu nya dan bergegas menuju pintu keluar rumah, dan mengunci pintu dia memakai motor nya kembali, saat hendak keluar pagar, tiba-tiba saja dia melihat mobil Arthurro, sudah terparkir di depan nya, Terry tidak memperdulikan nya dia pergi begitu saja dengan motornya.


sesampainya di kafe, dia langsung berjalan menuju tempat biasa dia bernyanyi saat itu juga,para pengunjung begitu antusias ingin segera mendengar suara indah wanita cantik tersebut, Terry, membawakan beberapa lagu yang menguras air mata saat ini tanpa dia sadari seseorang, tengah memperhatikan nya, sedari tadi bahkan pria itu menatap tajam kearah nya.


Ya... pria itu adalah Arthurro, yang sangat marah dengan sikap Terry, yang mengacuhkan nya, hingga saat ini.


setelah pukul satu malam, akhirnya teripun menyudahi pekerjaan nya, Terry, langsung bergegas menuju kasir, dimana bosnya tengah berdiri di depan sana menunggu Terry, dengan menggenggam amplop di tangan nya, berisi gaji Terry.


setelah menerima itu Terry, pun duduk dan berbincang dengan, mantan calon kakak, iparnya dulu, dia juga tertawa terbahak-bahak, entah apa yang sedang mereka bahas hingga, seseorang mendatangi nya, dan bergabung bersama dengan mereka, dia adalah teman kuliah nya dulu.


🌹💖💖💖🌹


"Owh,pantas saja, sikapmu berubah ternyata ada dia yang menggantikan ku"ujar Arthurro, tepat di samping Terry, saat ini Arthurro, menatap wajah Terry, begitu tajam.


Terry, tidak menggubris, ucapan Arthurro, dia langsung naik ke atas motor nya dan mengunakan helme nya tapi, tiba-tiba Arthurro ,mengambil kunci motor Terry, begitu cepat, dia langsung bergegas menuju mobilnya Terry, hanya diam tidak berbuat apa-apa, saat itu juga dia langsung mencegat taksi, dan pergi begitu saja, tanpa memperdulikan Arthurro, dan motor milik nya.


"mau sampai kapan kamu keras kepala heuhhhhh, aku tidak akan melepaskan mu sampai kapan pun"Gumam Arthurro,sambil memukul kemudi di hadapan nya, dia langsung tancap gas dan dengan kecepatan tinggi, dia sampai lebih dulu dari Terry, bahkan Arthurro, sudah memarkir mobilnya di depan rumah Terry, saat ini.


Terry pun datang setelah lima belas menit, Arthurro, menunggu nya, dia masih tidak memperdulikan, keberadaan Arthurro, dan melewati nya begitu saja, Terry , membuka pintu, dan saat hendak masuk, tangan nya di cekal oleh Arthurro,sangat erat.


"mau sampai kapan kamu begini heuhhhhh???"Arthurro, menatap lekat wajah Terry, yang berusaha menghindari nya.


"jawab, pertanyaan ku!!!""teriak Arthurro.


"tidak ada yang perlu aku jawab, dan aku minta jangan temui aku lagi, kita bahkan tidak pernah saling mengenal"ujar Terry, dingin.


"owh, jadi ini karena dia, baik'lah jika itu yang kamu mau,detik ini juga aku pastikan, dia akan mati"ujar Arthurro.


"Jangan, pernah mengancam ku, lagi pula dia bukan siapa-siapa ku"ujar Terry.


"bohong!!!""teriak Arthurro lagi.


"kamu, boleh saja menganggap aku berbohong, tapi sebelum itu, kamu harus nya sadar siapa yang telah berbohong, dan buktinya sudah sangat jelas"ujar Terry, yang langsung menghempaskan tangan Arthurro.


"bunuh laki-laki itu sekarang juga"ucap Arthurro, lantang hingga membuat Terry, berbalik badan.


"kamu sudah gila ya, jangan pernah lakukan itu,atau aku akan bunuh diri juga"ujar Terry.


"demi dia, kamu bahkan rela bunuh diri"ucap Arthurro, frustasi


"dia, adalah orang baik, dia tidak pernah menyakiti ku, dan kalau dia harus mati gara-gara aku ,itu artinya aku juga siap mati untuk dia"ucap Terry,sambil beranjak pergi,namun lengan nya di tahan oleh Arthurro, yang begitu marah dan kecewa.


"seperti nya, aku perlu mengingat kan mu dengan tindakan, saat ini "ujar Arthurro, yang langsung membawa Terry, masuk dia mendorong nya ke atas sofa, Arthurro, langsung melonggarkan dasinya, dan melepaskan nya, dia mengungkung tubuh Terry,di sana, Terry, berteriak histeris dan berusaha memberontak tapi tenaganya kalah sama Arthurro, yang sangat murka saat ini, Arthurro, mencium nya dengan membabi buta, dia bahkan melepaskan, semua pakaiannya mereka berdua Arthurro, bahkan tidak memperdulikan jerit kesakitan yang kini di alami, oleh Terry.

__ADS_1


"aku sudah katakan, apa pun yang terjadi, aku tidak akan pernah melepaskan mu"ujar Arthurro, yang kini membawa tubuh Terry, yang terkulai lemah kelantai dua menuju kamar nya, Arthurro, melanjutkan aksi nya, dia bahkan tidak memperdulikan Terry yang kesakitan, akibat perbuatan nya, Arthurro, masih di selimuti amarah dan nafsu nya, saat ini hingga Terry, pingsan saking tak kuatnya menerima perlakuan Arthurro, Arthurro, pun langsung menghentikan aksi nya, saat ini dia langsung menepuk-nepuk wajah Terry.


"sayang, bangun sayang, kamu tidak boleh seperti ini, aku sangat mencintaimu, dan aku tidak rela kamu di miliki oleh orang lain, dan satu lagi aku tidak terima kamu bersikap dingin padaku, aku benci itu, sayang, bangun atau aku akan benar-benar, membunuh nya"ucap Arthurro, yang langsung menghubungi dokter pribadi nya.


Arthurro, pun langsung memasang gaun tidur milik Terry, yang ia ambil dari lemari, dan ia juga sudah menggunakan kaos dan celana pendek nya, saat ini Arthurro, masih menunggu dokter yang sedikit terlambat, dia menatap lekat wajah Terry, yang begitu tertekan saat ini.


"Aku tidak perduli dengan yang lain nya, yang aku perduli hanya kamu, sekalipun aku sudah menikah dengan nya, karena bagiku hanya kau satu-satunya, wanita di hati ku, kamu adalah istri ku sampai kapan pun"ujar Arthurro lirih.


Dokter, yang di tunggu-tunggu pun sampai, dia langsung memeriksa dan memasang infus,tak lupa juga dia menyuntikkan obat, kedalam infus tersebut, dan langsung memberikan beberapa vitamin, untuk Terry, yang kini terlihat sedikit lebih kurus.


"tuan, seperti nya, Nona Terry ,sangat tertekan, saat ini dan dia begitu kelelahan, saya harap dia bisa beristirahat dengan cukup, dan pola makan yang teratur agar cepat pulih, dia juga terkena anemia"ujar dokter,sambil memberikan resep obat yang harus di beli oleh Arthurro.


"baiklah terimakasih dokter"ujar Arthurro,sambil mengantar Dokter, tersebut ke depan halaman rumah.


setelah itu Arthurro, menelpon seseorang untuk menebus obat yang di butuhkan, dan langsung bergegas kembali menuju kamar Terry.


sesampainya di sana Terry, ternyata sudah sadar, dia hanya diam dan tatapan nya kosong saat ini, Arthurro pun langsung duduk di samping nya dan menggenggam tangan Terry.


"sayang, maafkan aku, aku sudah menyakiti mu, tapi percayalah bahwa aku akan segera menikah dengan mu bahkan jika perlu kita bisa langsung menikah besok"ujar Arthurro.


"aku tidak butuh semua itu, lebih baik kamu pergi dari hadapan ku, saat ini juga dan jangan pernah temui aku lagi, apa pun yang terjadi"ujar Terry,datar.


"Terry, aku minta maaf, apa yang harus aku lakukan supaya kamu mau memaafkan aku"ujar Arthurro.


"pergi dari hidupku, sekarang juga"ujar Terry,sambil berteriak histeris, dia mendorong tubuh Arthurro, namun Arthurro, tidak ingin menyerah begitu saja dia langsung memeluk Terry, begitu erat.


"sayang, aku bisa lakukan apapun , untuk mendapatkan maaf dari mu, tapi tidak yang satu ini aku rela kehilangan apa pun,demi cinta ku padamu, tapi aku mohon jangan pernah kau suruh aku menjauh dari mu, karena aku tidak sanggup, dan lebih baik aku mati saja"ujar Arthurro,sambil menangis dan memeluk erat tubuh Terry, yang juga masih menangis dan berusaha melepaskan pelukan nya.


"aku benci kamu Arthurro, aku benci, dengan dunia ini, yang tidak pernah bisa membiarkan hidup ku tenang, aku beci kenapa kita harus bertemu, jika akhirnya, aku harus terluka, aku lebih memilih buta selama nya, dari pada harus melihat kemesraan kalian, pergilah, sampai kapan pun kita tidak akan pernah bersama, karena perbedaan kita terlalu jauh, dan satu lagi aku sudah mengumpulkan uang, untuk mengembalikan uang mu, yang aku pergunakan untuk biyaya pengobatan mata ku,"ujar Terry.


Deg...


seketika itu Arthurro, begitu merasa sangat sakit, mendengar ucapan Terry, Arthurro , bahkan tidak pernah memberitahukan, siapapun tentang hal itu, dan dia bahkan berusaha menutupi semuanya dari Terry.


"sayang, apa yang kamu katakan, Aku tidak pernah meminjamkan uang apa pun terhadap mu, dan aku tidak tau kapan kamu melakukan operasi mata mu itu, kita terpisah sangat lama waktu itu"ujar Arthurro,mengelak,jujur hati nya sangat hancur saat ini.


"sudah lah tuan Arthurro, aku tau semua nya, kamu tidak perlu berpura-pura lagi, jika memang kamu menginginkan balasan atas pertolongan mu itu katakan saja, dan uang yang sudah kamu keluarkan, akan segera aku lunasi, aku akan mengganti nya, secepatnya dan untuk kejadian tadi anggap saja aku sedang balas Budi"ujar Terry, yang kini berusaha menjauh dari Arthurro.


"tidak, sayang tidak aku tidak mau dengar kata itu, aku sangat mencintaimu, dan apapun yang aku lakukan itu semua demi rasa cinta ku padamu, aku mohon jangan ucapkan itu lagi aku juga tidak pernah memberikan uang apapun pada mu, jadi jangan pernah lakukan apapun"ujar Arthurro, yang kini berusaha mendekati Terry, tapi Terry , langsung menjauh dari nya, dengan langkah gontai dia bahkan mencabut jarum infus itu dengan kasar dia tidak perduli lagi pada diri nya sendiri.


"Terry, aku mohon jangan pernah lakukan itu, please, Terry kembali aku mohon jangan menjauhi ku,kalau tidak aku akan bunuh diri sekarang juga"ujar Arthurro, yang mengambil gunting, yang tergeletak di atas nakas.


"baiklah Terry, jika ini yang kamu inginkan, kamu mau aku pergi untuk selamanya dari hidup mu bukan???"ujar Arthurro, Terry yang hendak pergi kembali berbalik, saat hendak mengatakan tidak Terry, kembali jatuh pingsan, Arthurro, langsung melempar kan gunting tersebut dan mengangkat tubuh Terry, keatas ranjang.


"sayang, maafkan aku, aku berbohong demi kebaikan mu, aku tidak ingin kamu terbebani dengan semua itu, aku lakukan semua itu karena aku sangat mencintaimu, aku jatuh cinta pada pandangan pertama, saat itu meski kamu tidak bisa melihat, tapi kamu begitu mempesona, dan aku jatuh cinta pada mu"ujar Arthurro.

__ADS_1


__ADS_2