Terjebak Cinta Pria Egois

Terjebak Cinta Pria Egois
cinta Jessi


__ADS_3

Jessica, pun hanya mengiyakan perkataan Ferdinand, dia tidak ingin bertengkar lagi, saat ini rasanya sangat lelah.


sementara itu di Paris, Jessi,kini baru pulang dari acara ulang tahun, sahabat nya , dia di kawal oleh asisten pribadi sang Daddy, pria muda yang selama ini di kagumi Jessi.


"bisakah kamu mengantar ku pulang ke apartemen, aku sudah sangat lelah"ucap Jessi,pada Mateo, dan pria itu hanya mengangguk.


"bisakah, kamu bersikap sewajarnya pada ku, kamu itu manusia bukan robot, aku tidak suka sikap mu yang dingin ini"ujar Jessi,sambil menatap Mateo.


"maaf Nona, Jessi ,ini adalah bagian dari tugas saya,mau tidak mau suka tidak suka ini lah saya"jawab Mateo, sedikit panjang lebar.


"owh ya ampun, Teo, aku ini wanita bisa tidak nada bicara mu di lembutin dikit"ujar Jessi.


"heumm"jawab Mateo, hanya deheman yang ia berikan.


"aku ingin mulai besok, kamu jadi asisten ku, saja biar aku yang akan, bicara dengan Daddy"ucap Jessi.


namun Mateo, hanya mengangguk tanpa berkata, apa-apa.


Jessi, lama-lama geram di buat nya, saat ini Mateo masih fokus, mengemudi hingga sampai di apartemen.


setelah turun dari mobil, Mateo , berjalan sambil membawa kan barang,milik Jessi beberapa paper bag dan juga koper kecil yang biasa Jessi,bawa di dalam mobilnya, saat akan berpergian ke mana pun.


sesampainya di dalam Mateo, langsung menyimpan barang di sofa.


"Teo,bantu aku membawanya ke kamar ok"ujar Jessi, Sambil berjalan menuju pintu kamar mandi Mateo, langsung menyimpan barang Jessi,di atas sofa dalam kamar tersebut, dia segera bergegas keluar kamar Jessi.


Jessi, selesai membersihkan tubuh nya, setelah aktivitas nya seharian di luar rumah,kini Jessi, sudah menggunakan piyama tidur nya, dan turun hendak minum.


sesampainya di bawah Jessi,kaget ternyata Mateo, masih ada di apartemen nya, karena belum sempat berpamitan.


"Nona, saya pamit pulang dulu"ucap Mateo.


"baiklah, aku harap permintaan ku tadi kamu pertimbangkan"ucap Jessi.


"saya, tergantung tuan besar Nona"ujar Mateo.


ada satu hal yang tidak di ketahui oleh siapapun, Mateo, adalah seorang tentara yang sedang menjalankan tugas, sebagai mata-mata, untuk membongkar kasus,besar yang di sebabkan oleh para mafia, yang berada di dunia bisnis, sebetulnya Kenan,tau tentang Mateo, karena ada sebuah kejadian, yang mengharuskan Mateo, membuka identitas asli nya, dan Kenan, merahasiakan hal itu sesuai permintaan Mateo.


sementara itu setelah Mateo, kembali ke Mension Kenan, dia langsung berbicara pada Kenan, layaknya seorang teman ia membicarakan soal permintaan Jessi, yang menginginkan nya untuk jadi asisten pribadi nya, sebenarnya tidak ada masalah hanya saja Mateo, akan sedikit kerepotan karena harus membagi waktu nya dengan pekerjaan nya itu.


"semua, terserah padamu, sekitarnya tidak menggangu tugas mu"ujar Kenan.


"mungkin sedikit ia, tapi aku tidak mungkin menolak permintaan nya,tuan seperti nya Nona muda mengidolakan saya"ucap Mateo, yang kini sedikit tertawa.


"tidak akan ku izinkan putri ku menjadi janda di usia nya yang sangat belia"ucap Kenan , lagi.


"heumm, aku akan meneruskan bisnis keluarga ku, sekiranya, saat itu terjadi, aku. mungkin akan pensiun di usia muda"ucap nya santai.


"apa kau serius"ucap Kenan.


"tentu saja"jawab Mateo.


"baiklah akan aku pertimbangkan"ujar, Kenan.


malam berganti pagi semua orang kini sibuk dengan aktivitas mereka masing-masing, kecuali Kenan, dan Sinan, yang kini tengah duduk santai menikmati mentari pagi yang bersinar cerah mereka sengaja berjemur saat ini.


sementara itu, Jessi datang ke kediaman orang tuanya, saat ini dia melihat Mateo, yang sedang sibuk dengan laptop nya, berada di ruang santai, sementara dia tidak melihat kedua orang tua nya saat ini.


"Teo, dimana Daddy dan mommy??"ucap Jessi.


"mereka sedang berada di taman belakang nona"ucap Mateo sopan.


"baiklah terimakasih"ucap Jessi, dan saat ini dia langsung bergegas menuju taman belakang yang sangat indah di penuhi bunga mawar, yang indah disana ada berbagai macam jenis mawar, semerbak wangi, saat ini kedua paruh baya tengah asik mengobrol santai di tempat tersebut.


"momm...dadd... Jessi pulang"ucap nya.


"owh sayang mommy, dan Daddy sudah pulang"ucap mereka berdua sambil merentangkan tangannya.


"mommy, Daddy aku boleh minta sesuatu??"ucap Jessi, yang kini duduk di tengah-tengah mereka.


"apa itu sayang"ucap Sinan.


"aku ingin Mateo, menjadi asisten pribadi ku"ujar Jessi.


"tapi sayang, dia sudah sangat sibuk"ucap Kenan.


"aku gak mau tau, pokonya Daddy, harus buat dia jadi asisten pribadi ku"ucap Jessi, yang langsung mencabik kan bibir nya, pura-pura marah, dan Kenan, pun mau tidak mau harus mengalah.


"baiklah sayang,baik jangan marah gitu dong Daddy, akan kabulkan permintaan mu, tapi Daddy, punya satu syarat untuk mu"ucap Kenan.


"apa itu Daddy??"ujar Jessi, yang teramat penasaran.


"kamu harus mengizinkan Mateo, pergi jika dia ada urusan mendadak"ucap Kenan.


"itu, saja Daddy"ucap Jessi,sambil tersenyum.


"iya, hanya itu"ucap Kenan.


"itu sih gampang Daddy, dan mulai hari ini dia akan tinggal bersama ku di apartemen ku"ujar Jessi.

__ADS_1


"ko,di sana sayang kenapa tidak biarkan dia di sini saja"ucap Kenan.


"tidak pokonya, aku ingin apartemen ku, tidak sepi dan dia harus tinggal di sana"ucap Jessi.


"sayang, bagaimana kalau dia tinggal bersebelahan saja sama apartemen milik mu"ucap Sinan.


"tidak mommy, aku ingin ada teman di apartemen ku, sekaligus asisten pribadi ku"ucap Jessi, tidak bisa di bantah.


"baiklah, kamu menang sayang, sekarang kamu temui dia dan katakan semua keinginan mu"ucap Kenan.


tidak menunggu lama Jessi, berlari ke dalam mension, menemui Mateo, yang kini tengah sibuk dengan pekerjaan nya.


"Teo, bersiap lah mulai saat ini kamu akan tinggal bersama dengan ku,di apartemen"ucap Jessi, tapi Mateo, hanya mengangguk tanpa ekspresi, sebenarnya dia sudah tau Jessi, akan meminta itu.


"jawab Teo"ujar Jessi.


"baiklah,nona"jawab Teo.


"sekarang bereskan semua barang mu kita pergi nanti sore, saat ini aku hanya ingin menghabiskan waktu dengan mommy, dan Daddy ku"ucap Jessi.


"Silahkan"jawab, Mateo, dingin dan tidak melirik sedikit pun.


"dasar pria kulkas"ujar Jessi sambil berlalu menuju kamar nya, saat itu dia ingin berganti pakaian, karena hari ini ingin bersantai dengan mommy dan Daddy nya.


setelah berganti pakaian, dia kembali turun dan meminta pelayan menyiapkan salad buah untuk nya dan segelas susu hangat.


Jessi,duduk sambil menunggu di meja makan, dilihat nya kedua orang tua nya yang baru memasuki rumah setelah asik berjemur bersama.


"momm... aku ingin bicara"ucap Jessi.


"nanti dulu ya sayang mommy,mau mandi dulu, setelah itu baru kita ngobrol"ucap Sinan,sambil berjalan bergandengan tangan dengan suaminya.


Sinan, dan Kenan, adalah pasangan yang sangat romantis,patut di contoh oleh semu,kalau dulu mereka sering bertengkar di awal pernikahan, saat ini jauh berbeda, tidak ada yang bisa memisahkan mereka berdua.


🌹💖💖💖🌹


satu jam berlalu, kini Sinan, dan Kenan,baru keluar dari kamar mereka menggunakan lift untuk turun menuju lantai bawah, untuk menemui putri nya itu.


"momm...lama amat mandinya aku bahkan sudah menghabiskan satu mangkuk salad, ngapain ???aja sih mommy, sama Daddy"ucap Jessi, penasaran.


"heumm, anu...anu...tadi..tadi... mommy"Sinan, bingung harus menjawab apa.


"urusan, orang dewasa sayang"ujar Kenan , tanpa ragu .


"heumm,ribet kaya nya"ucap Jessi, sementara itu wajah Sinan, memerah karena merasa malu dengan pertanyaan Jessi, dia pun duduk mendekati putri nya itu.


"sayang, tadi katanya mau ngobrol heummm"ucap Sinan, menutup kecanggungan.


"sayang, kamu kan sudah lulus jurusan itu, dan kamu sudah bisa menggantikan mommy,di dunia fashion, dan modeling, sekarang perusahaan mommy, kamu yang pegang terus kalo kamu kuliah lagi gimana dengan pekerjaan kamu, mommy lebih suka kamu minta nikah dari pada minta kuliah mommy, sudah tua pengen gendong cucu dari kamu dan Jessica"ucap Sinan.


"heumm, nikah apa nikah itu semudah membuat desain"ucap Jessi.


"hahaha, sayang kamu itu ada-ada saja,mana ada pernikahan di samakan dengan itu"ucap Kenan.


"Daddy, Jessi mau nikah, tapi Daddy, harus janji Jessi ingin menikah dengan pria yang Jessi, cinta dan Daddy, tidak boleh melarang itu"ucap Jessi, sontak Kenan, terkekeh.


"ih... Daddy,malah ngetawain aku"ucap Jessi kesal bibir nya langsung cemberut.


"sayang... kamu itu lucu memang nya kapan Daddy, melarang anak Daddy, menikah"ucap Kenan.


"buktinya kak, Arthurro"ucap Jessi, yang belum tau kalau Arthurro,kini sudah bahagia dengan Terry dan kedua anak nya.


"heumm, coba telpon kakak,mu apa Daddy, sekejam itu"ucap Kenan lagi.


"baik nanti akan aku telpon"ucap Jessi.


"ya telpon saja sekarang, Daddy, ingin tau pria mana yang kamu cintai??"ucap Kenan.


"sini Jessi, bisikan sama Daddy"ucap Jessi meminta ayahnya mendekat.


"Ok, siapa"ucap Kenan, mengikuti permintaan putri kesayangan nya itu.


"Mateo,aku suka dia tapi Daddy, janji harus setuju, dan tidak boleh bilang-bilang sama dia"ujar Jessi sambil menyodorkan jari kelingking nya agar Kenan,mau buat perjanjian dulu.


"heumm... baiklah-baiklah, Daddy janji sementara itu Sinan, hanya geleng-geleng kepala sambil tersenyum melihat tingkah ayah dan anak tersebut.


"jadi mommy,gak di kasih tau nih kalian jahat"ucap Sinan, pura-pura merajuk,lalu Jessi langsung memeluk ibunya dan berkata.


"mommy, belum saatnya,nanti juga mommy,tau karena Daddy, tidak akan bisa menyimpan semua itu dari mommy"ucap Jessi,sambil mencium pipi ibunya bertubi-tubi.


"Kenan, tersenyum bahagia, melihat putri bungsu nya mau terbuka pada nya, dia bahkan berani memberitahu pria mana yang sedang dia kejar.


sementara itu di sebuah kamar, Mateo, sedang membereskan barang-barang nya, dan langsung membawa tiga koper besar milik nya ke ruangan, keluarga yang kini tengah asik mengobrol.


"Teo, kamu sudah siap, waww... barang-barang mu banyak juga, mungkin tidak akan muat di bagasi mobil ku"ucap Jessi.


"saya bawa mobil sendiri Nona muda"ucap Mateo, dingin.


"Mateo, aku titip putri ku, jaga dia dengan baik"ucap Kenan.

__ADS_1


"Daddy,ko bicara'nya kaya aku mau di bawa kerumah mertua saja"ucap Jessi, yang sontak membuat Mateo,terbatuk.


"tidak apa-apa sayang itung-itung latihan"ucap Kenan,memberi isyarat.


"ya sudah Daddy, aku pamit pulang dulu,mau beresin kamar untuk Teo"ucap Jessi, penuh semangat.


Jessi, langsung bergegas menuju kamar nya untuk mengambil tas dan kunci mobil nya.


tidak lama Jessi, pun turun dan berjalan menuju kedua orang tua nya memeluk dan mencium pipi keduanya"Daddy,doain aku ya biar sukses"ucap Jessi, penuh semangat dan Kenan, pun tersenyum sambil mencium puncak kepala putri nya itu.


sementara itu Teo, sudah memasukkan koper kedalam mobil nya, seorang asisten yang memiliki mobil sport termahal saat ini sungguh menakjubkan.


Jessi, hanya tersenyum, sebelum, masuk ke dalam mobil nya sendiri.


mereka pun akhirnya pergi, dengan mobilnya masing-masing dan beriringan, tepat nya Mateo di belakang Jessi.


sesampainya di parkiran mobil Jessi, langsung turun dan bergegas menuju mobil milik Mateo, yang kini baru terparkir.


"ayo aku bantu kamu membawa barang-barang mu"ucap Jessi, membungkuk kan badan nya agar bisa bertemu muka dengan Mateo.


"terimakasih Nona,tapi tidak usah saya bisa sendiri"ucap Mateo tegas.


"baiklah kalau begitu"ucap Jessi, yang langsung melenggang pergi,menuju lift untuk naik ke lantai atas menuju yunit milik nya.


sesampainya di sana Jessi, menunggu Mateo, tepat di depan pintu masuk, mungkin beberapa detik kemudian Mateo, muncul dengan tiga koper besar milik nya.


Jessi, langsung membuka pintu nya, dan langsung mempersilakan Mateo, masuk terlebih dahulu.


"Mateo,kamar mu di atas di sebelah kamar ku"ucap Jessi sambil merebahkan tubuh nya di sofa, Jessi masih menunggu Mateo untuk turun setelah beberapa menit tapi tidak kunjung turun mungkin, dia langsung membereskan barang nya.


Jessi, menyusul ke kamar Mateo, dilihat nya, pintu kamar sedikit terbuka, dan Jessi melihat Mateo, tengah membereskan barang-barang nya termasuk pakaian nya kedalam lemari, Jessi yang melihat itu dia tidak tinggal diam Jessi langsung membantu membereskan barang-barang nya, Mateo, sempat terkaget melihat Jessi, berada di hadapan nya.


"jangan sungkan, aku tidak ingin diantara kita ada jarak lagi, mulai saat ini, kita saling membantu, karena di sini tidak ada pelayan dan semua harus di kerjakan berdua"ucap Jessi.


"baik Nona, tapi yang ini biar saya saja"ucap Mateo.


"Jessi, panggil aku dengan nama aku tidak ingin menjadi Nona,di saat kita hanya berdua"ucap Jessi tegas.


"tapi Nona"ucap Mateo terhenti ketika melihat Jessi, menatap tajam kearah nya.


"Jessi, atau kamu panggil aku sayang , bagaimana"tantang Jessi.


"baiklah Jessi"ucap Mateo.


"nah begitu lebih baik"ucap Jessi,sambil memasukkan pakaian Mateo, kedalam lemari nya.


sementara itu tanpa sepengetahuan, Jessi Mateo, tersenyum manis,baru kali ini ada gadis yang bersikap seperti ini pada nya, apa lagi dia adalah nona muda nya, yang harus dia jaga di sela kesibukan nya sebagai mata-mata.


semua sudah selesai, sekarang kamu temani aku belanja, aku sebenarnya tidak tau harus belanja apa saja untuk kebutuhan sehari-hari kita berdua, mungkin kamu tau apa yang perlu kita beli"ucap Jessi.


"baiklah itu adalah hal yang sangat mudah"ucap Mateo, dia tau Nona muda nya itu bahkan tidak pandai memasak seperti dirinya, yang sudah terlatih sejak masih sekolah di militer.


mereka berdua pun turun masing-masing membawa kunci mobilnya.


saat di bawah Jessi,baru sadar, kalau keduanya membawa kunci mobil nya masing-masing.


"kita pergi dengan satu mobil, saja biar gampang"ucap Mateo.


"baiklah" ucap Jessi.


Jessi menyimpan kembali kunci mobil nya, saat ini dia langsung membawa tasnya dan berjalan mengikuti langkah Mateo, yang lebar.


"Mateo, jalan nya pelan-pelan, aku cape ngikutin kamu"ujar Jessi.


"baiklah kamu duluan"ucap Mateo,kini dia bicara sesuai permintaan Jessi, yang melarang nya menggunakan bahasa formal.


sesampainya di depan mobil, Mateo langsung membuka pintu mobil bagian belakang, untuk Jessi, tapi bukannya masuk Jessi ,malah berdiri mematung.


"kenapa Jessi,ada yang ketinggalan"ucap Mateo.


"aku tidak mau, duduk di belakang"ucap Jessi.


"maaf baik'lah"ucap Mateo, yang langsung menutup pintu belakang dan membuka pintu penumpang samping kemudi, Jessi, langsung masuk dan duduk dengan anteng,di susul oleh Mateo.


"Jessi, kita sudah mau jalan pasang sabuk pengaman nya"ucap Mateo.


"kamu saja yang pasang"ucap Jessi ,sambil tersenyum manis ke arah Mateo, sementara itu Mateo, terdiam dan beberapa detik kemudian menghela nafas panjang lalu mendekat ke arah Jessi, langsung memasang kan sabuk pengaman, jangan di tanya keduanya, saat ini sedang menahan nafas agar detak jantung mereka tidak ada yang mengetahui satu sama lain nya.


setelah selesai memasangkan sabuk pengaman,milik Jessi, Mateo ,pun langsung tancap gas, dia bahkan tidak berkata apa pun sepanjang perjalanan hingga sampai di supermarket terbesar yang berada di pusat perbelanjaan tersebut.


Mateo, langsung mengambil keranjang belanjaan, iya mendorong nya mendekati Jessi.


"ayo "ucap Mateo.


"Teo, aku bingung mau beli apa ?? apa aku telpon mommy saja ya"ucap Jessi.


"ayo ikut saja dan sebutkan apa saja yang kamu suka dan tidak suka sekaligus makanan yang kamu suka, gampang kan"ucap Mateo, yang langsung mendorong keranjang belanjaan tersebut.


Mateo, mendengar kan apa saja yang Jessi, suka dan makanan favorit wanita itu dia sendiri tidak pemilih makanan, jadi di sesuaikan dengan selera Jessi, Mateo mengbil begiitu banyak bahan makanan saat ini, dan tidak lupa membeli peralatan, mandi dan yang lain nya, setelah selesai mereka pun mengantri di kasir untuk membayar belanjaan mereka, Jessi sesekali melirik kearah Mateo,ada rasa tidak percaya , diri nya yang seorang wanita, kalah dengan pria yang berada di hadapan nya saat ini.

__ADS_1


setelah selesai di hitung akhirnya Jessi, menyodorkan kartu pada petugas kasir tapi di tahan oleh Mateo, dia memberikan sebuah kartu black cart, nya Jessi melongo di buatnya, asisten pribadi nya memiliki itu.


__ADS_2