
saat, Siena ingin kembali ke ruangan nya di atas karena masih,jam 02:30 dia berusaha, untuk tidak perduli, dengan orang yang ada di samping nya.
"Siena, kelihatan nya kau sedang marah, apa ada yang salah dengan ku"
tanya Adnan to the points.
"kenapa aku harus marah , pada orang yang baru aku kenal aku hanya sibuk,dan aku lagi capek banget, karena baru kali ini spesial aku membuat Gaun untuk tunangan dalam waktu yang sangat singkat, bayangkan saja hanya satu hari sampai pagi buta, aku belum istirahat,agar kau bisa secepatnya bertunangan, dan aku tidak di tuduh jadi perebut,laki orang"
Siena, menjawab, dengan sinis.
"siapa yang mengatakan itu heeuh, katakan pada ku siapa orangnya,?,,,"
Adnan, tiba-tiba iya, memeluk Siena, dari belakang, dia bahkan membenamkan wajahnya di, lehernya Siena, Adnan lepas kendali, karena mendengar kata-kata Siena, yang entah kenapa membuat hati nya merasa sakit.
"Tuan, Adnan lepas apa yang kamu lakukan, lepas',,,!"
Siena, berontak ingin melepaskan diri namun, tiba-tiba saja Adnan, mencium bibir Siena dari samping saat iya berontak ingin melepaskan diri dari nya.
"eummm,,, eummm,, apa yang kamu lakukan, lepas kan aku kau sudah mencuri ciuman pertama ku, kau jahat Adnan, lepas,,,.
Siena, berontak tapi Adnan bersikukuh, tetap memeluk nya.
"Siena, Aku mohon biarkan seperti ini dulu sebentar saja,maaf kalau kau pikir aku kurang ajar,tapi aku mencintaimu,aku jatuh cinta saat pertama melihat mu dan soal, pertunangan, itu bukan mau ku, itu keinginan mommy, bukan aku, apa kau tahu aku, selalu mengagumi semua kebaikan mu, kamu wanita yang telah mencuri hati ku aku mohon terima lah cinta ku ini, please"
ujar Adnan menjelaskan panjang lebar,
"Tapi apa pun, itu kau salah melakukan semua itu, kamu sudah akan bertunangan, mau tidak mau kau harus terima itu, dan aku tidak bisa menerima, apa yang bukan seharusnya untuk ku"
Siena, melepaskan paksa Adnan, dan dia pergi meninggalkan Adnan,ke ruang istirahat nya itu iya menutup pintu sebelum sempat iya mengunci pintu kamar, tiba-tiba Adnan, mendorong pintu, itu.
"Adnan apa yang kau lakukan, pergi dari sini, jangan masuk ke dalam ini tempat ku istirahat"
"Aku tidak perduli Siena, sebelum kamu terima cinta ku,aku tidak akan pernah, pergi dari sini,dan aku akan membakar gaun itu saat ini juga"
potong Adnan.
"Memang nya siapa kamu berani-berani ya mengancam aku?,,,"
kata Siena lagi.
"Siena, aku tidak akan pernah melepaskan, kamu, atau jika perlu aku akan membuat mu mengalami kebangkrutan permanen beserta ayah mu,aku akan buat kamu memohon ampun kepada ku dengan sangat menyediakan, kalau kau berani, meneruskan Gaun itu"
Adnan mengancam, Siena.
"Terserah kamu, lakukan apapun yang kamu mau aku tidak perduli"
Siena, tidak perduli, iya pergi dari kamar itu tapi tiba-tiba, Adnan menariknya berbaring di kasur itu, langsung menindih nya, saat itu Adnan, hampir melecehkan, Siena, namun Siena berhasil menghentikan nya, dengan bilang
"baiklah baik aku terima kamu tapi ku mohon lepaskan aku dulu,"
Siena, memohon,agar di lepaskan, Adnan begitu Egois, tidak mau mendengar penolakan.
"Gitu dong sayang,aku tidak suka di tolak,dan satu lagi segera, buang Gaun itu, sekarang, aku tidak mau melihat nya, dan kamu tidak perlu takut rugi aku akan menggantikan semua nya dengan ini"
Adnan, memberikan, Black cards, pada Siena.
"Ambil ini sekarang ini milik mu"
"maaf tuan Adnan, saya tidak membutuhkan nya, sebaiknya, Anda simpan itu, untuk seseorang, nanti"
Siena, menolak,dan Adnan, tidak mau di tolak.
"Aku tidak suka penolakan"
__ADS_1
kata Adnan.
"Dan aku tidak suka di paksa pulang lah ini sudah mau pagi, sebentar lagi, akan ada asisten ku mengambil pesanan,
Siena, sengaja tidak memberi petunjuk, kalo asisten nya akan mengambil Gaun itu untuk Gladdiss yang akan bertunangan, dengan nya.
Siena, langsung,mengambil nota pembayaran,dan menulis nominal dari harga Gaun tersebut, Adnan yang berdiri di samping Siena, langsung me nelpon karena waktu menunjukan pukul 03:45,dan dia berbicara dengan seseorang,di telpon membahas tentang tiket pesawat .
"Sherina, aku sudah menyelesaikan pekerjaan ku hari ini, aku sudah siap melakukan perjalanan, nanti sore, sekarang, aku akan bawakan, Dokumen, yang di butuhkan aku akan pulang dulu ke tempat ayah untuk meminta izin , owh ok baik lah baik,ya dah ,,,,
"sayang, kamu mau kemana, setelah ini, kenapa kau tidak, memberitahu kan semua nya pada ku"
tanya, Adnan sangat posesif,dan selalu memaksa.
"Owh masalah yang itu aku ada, perjalanan ke luar negeri, besok untuk satu bulan ke depan, dan hari ini aku harus sudah menyiapkan semuanya"
jawab Siena, menjawab, dari setengah kebenaran dan setengah nya lagi kebohongan, dia ingin menjauh dari, semua yang selalu menyudutkan dirinya.
"kenapa, harus selama itu, lalu bagaimana urusan mu di sini, dan sayang, kenapa kamu pergi di saat kita baru jadian"
tanya Adnan, yang selalu menuntut penjelasan.
"Adnan, aku sudah merencanakan ini semua setelah berbulan-bulan lamanya, di sana aku sedang membuat, karya baru bersama teman-teman desainer ku, untuk passion weeks ,di negara itu jadi tidak segampang yang di bayangkan,butuh waktu lama karena saingan kami bukan orang biasa, kamu pasti ngerti itu"
jawab Siena, berbohong.
"sayang, bisa tidak kamu ulur waktunya, setidaknya, sampai Minggu depan setelah, aku beres mengerjakan pekerjaan ku,aku ingin kita pergi bersama kesana"
Adnan sedikit memohon, kepada Siena.
"maaf kan aku aku tidak bisa, waktu nya sudah mepet,dan sudah tidak bisa menunggu lagi"
Siena menjelaskan secara perlahan,dan dia sangat hati-hati,agar Adnan tidak marah lagi.
pinta Adnan, lagi.
"jam enam, atau tidak sama sekali,aku harus segera, bersiap dan aku ingin tidur, walau pun hanya satu jam saja untuk memulihkan tenaga ku"
"Baik lah tidak lah di sini biarkan aku memeluk mu, sebentar saja"
Adnan yang sudah duduk di sofa meminta Siena, tidur dalam dekapan nya.sambil terduduk, Siena awal nya risih tapi berhubung, iya akan pergi menjauh dari cinta egois nya itu iya pun menurut dan tidur di dalam dekapan, Adnan.
"Adnan, aku sudah mengantuk boleh kah aku pindah ke kamar ku"yu
pinta Siena.
"baik lah aku akan temani kamu tidur,lagi di kamar"
Adnan, pun menemani Siena, masuk ke kamar nya itu tempatnya ia beristirahat di sela kesibukan nya di butik itu"
Siena, pun tertidur, sementara Adnan, duduk di menyandar di kepala ranjang, iya menatap Siena, yang sudah berada di alam mimpi, hingga,jam enam pun tiba, Adnan membangun kan Siena.
🌹💖💖💖🌹
tiba, saat nya Siena, pergi setelah berpamitan pada sang ayah yang sudah mengerti, masalah putri nya itu, dan dia pun memberikan izin, kepada putrinya dengan syarat, harus pulang sesekali untuk menengok nya..
"Tante aku titip Ayah tolong sering-sering, temani ayah di sini nanti setelah semua nya membaik aku akan pulang aku titip Ayah pada mu Tante ku, Oya ayah pulang lah sekali kali pulang lah kerumahnya Oma, kasihan dia sudah tua, rawat lah dia,"
"Baiklah, Siena ayah minta berhati-hati lah di sana"
ucap sang ayah yang.
"baiklah ayah sebentar lagi aku, akan pergi ingat kata-kata ku"
__ADS_1
"Baiklah Siena, Ayah akan menunggu sampai, saat nya kau pergi,"
Siena, pun memeluk, sang ayah dan tantenya itu, iya langsung bergegas menuju tempat boarding pass,sambil sesekali melihat ke arah, sang ayah iya menitikkan air mata, karena ini kali pertama nya pergi jauh tanpa sang ayah di sisi nya.
"Ayah, semoga, kamu baik-baik saja"
Siena pun langsung bergegas menuju Eskalator, menuju ke arah lorong jalan untuk masuk kedalam pesawat.
sementara, Adnan, yang baru mendengar,kabar bahwa Siena telah pergi meninggalkan,negara itu, iya, hanya bisa menahan sesak dalam dadanya, Siena,telah pergi tanpa pamit pada nya.
"sayang kenapa kamu pergi, tidak memberitahu terlebih dahulu pada ku"
Adnan, sedang bergumam, dalam hati nya tiba-tiba,ada seseorang yang mengetuk pintu ruangan kerja nya,
"siapa,ayo masuk,"
"maaf tuan, saya hanya ingin memberi ka, ini pada anda"
"siapa yang pesan,jas aku sama sekali tidak pernah memesan nya"
Adnan bingung.
"ini dari nona Siena, kalau saya gak salah"
kata sekertaris nya itulah
"Bawa kemari cepat,"
perintah Adnan
sekertaris nya itu pun membawa jas itu, sesampainya di depan meja Adnan langsung menyuruh wanita itu pun pergi.
Adnan menemukan sebuah surat yang ditulis Siena dari saku jasnya di.
"Adnan aku pergi jauh dari mu, itu untuk kebaikan, hubungan mu dengan orang yang menjadi tunangan mu ini ,jas buatan ku sendiri, sebenarnya, itu untuk calon suami ku kelak tapi, tidak apa, itu untuk kau saja sebagai,hadiah pertunangan, dari ku"
itu isi pesan dari Siena pada Adnan lelaki yang baru beberapa jam,menjadi pacarnya.
"temukan, Siena hingga ke ujung dunia sekalipun,,,,,!"
kata Adnan yang sedang menelpon, orang kepercayaan Nya itu.
sementara,di pesawat, yang di tumpangi oleh Siena, dia sedang menangis, tanpa suara, karena teringat sang ayah, yang di tinggalkan sendiri an di tanah air.
"Ayah, maaf kan Siena, yang belum bisa berbakti, kepada mu,ibu tolong lindungi ayah dari surga, aku sebenarnya ingin membawa serta dia, tapi ayah, tidak suka meninggalkan, rumah peninggalan ibu, yang selalu di penuhi kenangan terindah, tentang ibu"
Gumam Siena dalam hati.
Sudah, 18 jam Siena,di dalam pesawat,itu artinya,negara yang iya tuju, sudah hampir sampai, dan benar saja pesawat, telah mendarat sempurna di bandara tersebut.
ya, Siena, benar-benar pergi menjauh dari kehidupan, Adnan, dan keluarga nya yang selalu menyalakan nya, tentang hubungan mereka dengan keluarga nya, sebenarnya Siena, sudah mengenal Agnes dari jaman,masih putih abu-abu,sikap Agnes yang selalu syirik, dengan prestasi yang di raih nya hingga, tentang pria yang menyukai Siena yang selalu di rebut oleh nya, pokonya tentang Siena semuanya yang menyangkut itu, Agnes selalu mencari gara-gara.
"flashback on"
delapan tahun lalu, saat pertama Siena, menginjakkan,kaki di sekolah, dengan seragam putih abu-abu, iya berpapasan, dengan, seorang wanita yang sangat sombong, karena, iya pemilik dari sekolahnya tersebut, gadis itu menarik tas Siena yang sedang dalam gendongan nya hingga membuat Siena, tertarik kebelakang gadis sombong itu meminta Siena, untuk membersihkan sepatunya dengan seragam, yang di pakai Siena,namun Siena tidak mau melakukan nya, hingga gadis itu mengadukan kesalahan, yang tidak pernah ia buat, Agnes mempitnah nya telah, merusak Sepatu mahal yang di pakai nya itu, dengan cara menumpahkan,tinta ke sepatu tersebut, dan akhirnya, Siena di panggil oleh kepala sekolah tersebut , iya di hukum akibat pitnah yang di lakukan oleh Agnes, pada nya,dihari pertama, iya sekolah bukan nya belajar iya malah, harus membersihkan toilet,beruntung dia memiliki teman,dekat semenjak SMP, Gadis itu meminjam kan buku catatan nya pada Siena,
Alina, adalah teman, sekolahnya sejak masih di bangku SMP, tidak cukup sampai di situ, saat jam pulang sekolah tiba Siena, masih juga di kerjainnya, dengan cara di tempel kan kertas yang bertuliskan,Aku tidak suka kalian, otomatis semua, Siwa yang membacanya, ikut-ikutan, tidak suka melihatnya, Siena, didorong oleh Agnes, tepat di parkiran, dekat mobilnya, saat Siena, terjatuh tiba-tiba,ada lengan kokoh yang menolong nya dan melepaskan, kertas yang menempel di belakang nya, sesaat sebelum Adnan turun dari mobil, iya sudah memperhatikan, Siena yang berjalan menghadap ke depan spion mobil nya, Adnan terpesona oleh kecantikan alami, dari Siena,namun Adnan yang baru , pulang dari luar negeri setelah menyelesaikan kuliah S2 nya iya merasa malu menyukai, gadis yang baru beranjak ABG tersebut, Adnan, hanya memendam rasa kagum nya beberapa,saat sebelum adiknya itu berbuat ulah iya Ter lonjak kaget melihat Siena,di Jambak oleh Agnes, hingga jatuh tersungkur di depan mobil nya, Adnan yang kaget langsung turun menolong, Siena, untuk berdiri, dan melepaskan tulisan di kertas yang menempel pada punggung Siena,
Adnan lalu memarahi sang adik yang di ketahui punya sifat licik sedari kecil, Adnan yang kesal dengan kelakuan sang adik iya langsung, menarik Agnes,dan membawanya masuk ke mobilnya, dengan kasar sambil di marahi , dari saat itu Siena semakin di benci Agnes, karena Siena di lindungi Kaka nya diam-diam dengan menyuruh, teman sekelasnya memata-matai, apa yang di lakukan oleh Agnes pada Siena, karena itu lah Agnes selalu cari gara-gara terhadap, Siena, dan dari semenjak itu pula Adnan, jatuh cinta pada Siena secara diam-diam Karena, dia pun telah memiliki kekasih,di luar negeri, teman kuliah nya, tepat nya, wanita itu yang mengejar Adnan, hingga terpaksa jadian.
"flashback off"
Adnan prustasi
__ADS_1