Terjebak Cinta Pria Egois

Terjebak Cinta Pria Egois
#Hari bahagia#


__ADS_3

setelah Sore hari menjelang Jessi dan Mateo kini sudah berada di hotel milik Kenan,disana sudah ramai dengan kedatangan keluarga teman dekat dan kerabat yang menunggu kedatangan mereka berdua mereka pun digiring menuju kamar terpisah disana sudah ada beberapa orang yang akan mendandani mempelai wanita, Jessi langsung didudukkan di kursi depan meja rias dan tak lupa juga ada Terry dan istri dari Arthur yaitu Elsa.


setelah Jessi,dirias dengan begitu cetar membahana bagai bidadari turun dari kayangan,para kakak, ipar membantu memasangkan gaun tercantik dan itu adalah gaun impian nya, saat kecil yang dirancang oleh mendiang Siena, sebelum hari terakhir nya sebenarnya gaun itu ada dua yang satu untuk Jessica, karena Siena,ingin keduanya menikah secara bersamaan tapi takdir berkata lain, Jessica, menikahi putra bungsu nya itu dengan gaun pengantin yang sederhana bahkan pernikahan mereka pun hanya di gelar secara sederhana dan tidak ada keluarga yang menyaksikan nya.


Mateo, yang terlahir dari keluarga campuran yaitu dari Ayah yang non muslim dan ibunya seorang muslim, tapi dia mengikuti keyakinan sang ayah, sementara Jessi, adalah muslim mengikuti keyakinan sang ibunda jadi hari ini digelar pernikahan beda agama, seperti kedua orang tua Jessi , juga Kenan adalah seorang non muslim dan Sinan seorang muslim tapi seluruh anak nya memilih keyakinan ibunya, seperti pesan mendiang kakek buyutnya Jimi, perbedaan keyakinan bukan lah masalah yang harus dijadikan beban karena mereka percaya tuhan itu satu cuma cara mereka yang berbeda.


sementara itu Jessica, saat ini tengah menangis tersedu-sedu, bagaimana tidak dia bahkan tidak bisa menghadiri pesta pernikahan adik bungsu nya itu, Jessica, tidak ingin membantah Ferdinand, yang melarang nya untuk menemui keluarga nya, bukan apa-apa Ferdinand, takut kalau kakak, nya akan memisahkan mereka berdua.


di Paris, setelah pernikahan beda keyakinan itu di gelar kini mereka tengah merayakan pesta pernikahan yang megah, diantara kedua keluarga yang bersatu ada seseorang yang tidak senang melihat kebahagiaan mereka saat ini, dia adalah mantan kekasih Mateo, yang juga masih kerabat dekat nya.


nama nya Nadine, wanita itu merencanakan sesuatu sudah sejak Mateo kembali ke Amerika saat itu,mungki sekarang belum saatnya rencana itu di lakukan karena mengingat penjagaan ketat yang di berikan oleh Kenan, untuk putri bungsu nya itu.


Jessi, sedikit murung saat ini dia langsung mendekat ke arah Daddy nya.


"Daddy, boleh aku minta sesuatu??"ucap Jessi.


"Apa??itu sayang"ucap Kenan, lembut sambil mengelus pipi sang putri.


"aku ingin Daddy,membawa Kak Jessica, setelah hari ini"ucap Jessi lirih.


"apa pun itu sayang akan Daddy, lakukan"ucap Kenan.


"tapi Daddy, tolong jangan pisahkan mereka"ucap Jessi.


"tentu saja tidak akan sayang, Daddy, hanya ingin dia kembali ke sini "ucap Kenan.


mereka pun selesai mengelar resepsi pernikahan, namun Jessi, menolak untuk menginap di hotel,jam dua dini hari mereka kembali ke apartemen, Jessi, mereka bahkan hanya istirahat tidur seperti sebelum menikah, mungkin karena lelahnya.


keseokan pagi nya Jessi, sudah bangun terlebih dahulu, dia langsung membersihkan diri, dan memakai dress, selutut berwarna putih saat ini dia langsung berias diri di cermin tiba-tiba tangan kekar itu melingkar di pinggang Jessi.


"sayang kamu udah cantik banget pagi ini mau kemana hemm??"ucap Mateo.


"apa tidak boleh aku dandan saat ini??"ucap Jessi.


"aku tidak melarang sayang justru aku sangat suka, tapi hari ini aku tidak mengizinkan kamu pergi keluar"ucap Mateo,sambil mendaratkan ciuman di leher jenjang milik Jessi.


"Teo,mandi dulu kamu keringetan"ucap Jessi.


"baiklah sayang tapi tunggu aku jangan kemana-mana!!"ujar Mateo sambil bergegas menuju kamar mandi.


seharusnya ini adalah hari spesial untuk mereka,tapi entah kenapa di antara keduanya,belum juga ada yang sadar bahwa mereka kini sudah resmi menikah.


Jessi, turun membuat sarapan pagi jaya sandwich dan dua gelas susu dan kopi,lalu Jessi,membawa itu kedalam kamar nya.


"Teo, kamu sudah selesai mandi,ini sarapan nya"ujar Jessi, tapi Teo hanya diam tanpa kata dia duduk di sofa dengan bathroob yang masih membungkus tubuh nya.


"Teo, apa ada yang salah ??"tanya Jessi.


Teo, masih membisu.


"heumm, aku minta maaf kalau aku salah"ucap Jessi.


"jelaskan ini apa??"bentak Teo, tiba-tiba, Jessi langsung ternganga melihat foto tak senonoh hasil rekayasa tersebut mereka belum menyadari bahwa itu foto hasil rekayasa.

__ADS_1


"te Teo... apa ini ??"ucap Jessi sambil berderai air mata.


"kamu menghianati cinta kita Jessi, kenapa heuhhhhh apa kurang nya aku jawab!!!"""teriak Mateo.


"Teo... kamu salah paham aku tidak pernah melakukan hal itu"ujar Jessi.


"lalu ini apa hemm, apa !!""bentak Teo, lagi.


"Teo, apa aku serendah itu di matamu hingga kamu tidak bisa membedakan mana yang asli dan palsu"ucap Jessi, yang kini langsung pergi ke luar kamar dia menangis sesenggukan, Mateo , pun mengejar nya dan langsung mencekal lengan Jessi.


"mau kabur Kemana heuhh, aku tidak akan mengizinkan mu pergi sebelum kamu menjelaskan semua itu"ucap Teo, yang kini membawa Jessi kedalam kamar itu dan langsung mendorong tubuh Jessi, keatas ranjang.


"Teo, apa kamu tidak percaya dengan ku, baiklah-baik kamu buktikan sendiri, jika memang menurut mu aku menghianati mu,ayo lakukan sekarang tapi jika semua tuduhan mu terbukti salah kita bercerai saat ini juga"ucap Jessi yang langsung menatap wajah Teo, yang kini mematung.


"maaf kan aku Jess, aku tidak akan melakukan itu sebelum semua kebenaran itu terungkap"ucap Teo, yang langsung menggunakan pakaian nya dan pergi begitu saja dari apartemen tersebut, Jessi menangis sesenggukan, bagaimana tidak di hari yang seharusnya menjadi kebahagiaan untuk mereka harus berantakan seperti sekarang ini.


Jessi, berdiam diri dia hanya bisa termenung, sendiri bahkan dia sama sekali tidak menyentuh sarapan pagi nya, dan sekarang sudah pukul sembilan malam Teo,belum juga kembali dari luar entah kemana dia saat ini, Jessi, masih menitikkan air mata dia berbaring di tempat tidur nya saat ini bahkan dia tidak memperdulikan perutnya yang begitu sakit karena tidak terisi makanan atau pun minuman.


Teo,baru kembali pukul tiga dini hari, dia melihat istrinya tertidur meringkuk di atas ranjang, dengan air mata yang masih menggenang di sudut mata nya.


Teo menyelimuti tubuh Jessi, perlahan saat ia menoleh ke arah meja, Teo, kaget sarapan yang Jessi, sajikan tadi pagi bahkan masih utuh di piring tersebut,ada rasa bersalah di hati Teo, saat ini dia langsung mendekat ke arah ranjang dan membangunkan istrinya itu.


"Jess, bangun apa kamu tidak makan seharian ini, Jessi hanya diam dia tidak ingin menjawab apa pun, dia sedang menahan air mata nya saat ini, Teo langsung turun kebawah untuk membuatkan bubur untuk Jessi,satu jam berlalu kini Teo, kembali dengan membawa nampan berisi satu mangkuk bubur yang masih panas dan Air putih juga obat mag karena Teo,tau Jessi, pasti sedang menahan rasa sakit nya itu.


"Jess, bangun makan dulu"ucap Teo,sambil mengelus puncak kepala Jessi, tadi pagi dia begitu marah pada Jessi, karena melihat foto tersebut, tapi kini hatinya mulai melembut walaupun belum menemukan bukti siapa yang mengirim foto tersebut.


Jessi, bangun bersandar di kepala ranjang, dia hendak mengambil mangkuk itu tapi Teo, menahan tangan Jessi.


"biar aku saja Jess, kamu nikmati saja,lain kali sebesar apapun masalahmu, jangan menyiksa tubuhmu lagi, aku tidak mau itu terulang lagi"ujar Mateo,sambil menyuapkan bubur hangat itu pada Jessi, dan Jessi hanya menurut tidak ingin berdebat.


🌹💖💖💖🌹


dua hari berlalu, Mateo pun berangkat dia bahkan bersiap sendiri di kamar nya yang lain yang dulu Jessi, tempat kan, mereka selama itu bahkan tidak pernah tidur bareng sarapan masing-masing, walaupun yang memasak adalah Jessi, Jessi sudah tidak tahan dengan sikap dingin suaminya itu.


sebelum Mateo, berangkat Jessi , sempat menghentikan langkahnya saat itu.


"Teo, sebaiknya kita akhiri saja pernikahan ini aku tidak ingin kita menikah kalau tidak ada kepercayaan di hati mu"ujar Jessi,sambil menatap sendu lalu ia berbalik dan meninggalkan Mateo, saat itu juga, Mateo memanggil Jessi , jujur saja ia sangat tidak ingin kata-kata itu keluar dari mulut istri nya,ya Teo akui bahwa dia sudah berbuat tidak adil pada istrinya itu selama dua hari ini tapi Teo, lakukan itu hanya untuk menenangkan pikiran.


"Jess, tunggu apa maksud mu berkata seperti itu, aku hanya tidak ingin kita ribut saja, itulah kenapa aku tidak bicara dengan mu"ucap Mateo


"sudah lah Teo, tidak usah bersandiwara lagi, aku tau kamu tidak pernah mencintai ku, selama ini itulah kenapa bahkan kamu tidak pernah percaya pada ku, apa pernikahan,itu hanya bertujuan untuk malam pertama saja dan setelah itu setelah mengambil kehormatan pasangan nya, mereka akan pergi begitu saja, apa semua itu penting Teo, jawab aku Teo, kamu bahkan tidak pernah perduli dengan ku , saat kamu melihat aku di fitnah,asal kamu tahu saja aku belum pernah sekalipun tidur dengan laki-laki lain apalagi melakukan hal itu, bahkan dengan mu sekalipun, tapi kepercayaan itu bahkan tidak pernah aku dapatkan, kamu hanya sibuk dengan dirimu sendiri, lalu apa gunanya aku apa gunanya aku"ucap Jessi, yang kini terduduk di lantai Jessi, menangis sesenggukan, hatinya terasa sangat sakit saat ini.


"Jess, maafkan aku, please jangan seperti ini, aku tau aku salah kita akan bicara nanti setelah aku kembali"ujar Teo.


"saat kau kembali aku sudah pergi jauh, saat itu bahkan tidak ada lagi rasa ini untuk mu"ucap Jessi,sambil bergetar menahan kepedihan nya.


"Jess, aku mohon maaf kan aku, aku tau aku salah tapi kumohon jangan lakukan itu, aku mencintaimu Jessi, aku sangat mencintaimu, itulah kenapa aku belum menyentuh mu, aku takut melakukan kesalahan terbesar karena ucapan mu kemarin, aku janji setelah aku mendapatkan bukti kita akan segera bulan madu"ucap Mateo, yang sangat dilema saat ini.


"bukti apa lagi Teo, bukti ketidak percayaan mu padaku, sudah lah Teo , kita berpisah saja"ucap Jessi, Teo langsung menarik Jessi, membawa nya kedalam kamar mereka, saat ini Teo, mencium bibir Jessi,kasar dia diliputi amarah, karena Jessi, berulang kali mengatakan kata-kata keramat tersebut.


Mateo,kini melepaskan semua pakaiannya dan pakaian Jessi, dia bahkan membuat begitu banyak jejak kepemilikan di tubuh Jessi, Jessi hanya menangis, dia tidak ingin di perlukan kasar, oleh suaminya sendiri.


"Teo, berhenti aku tidak ingin kamu melakukan itu karena marah"teriak Jessi, Teo, menyadari hal itu dia termenung sejenak,lalu berkata maaf kan aku Jess, aku tidak ingin kamu minta berpisah lagi, apa pun yang terjadi, aku minta maaf, tapi kumohon izin kan aku untuk membuktikan akan keraguan diri mu mengenai cinta ku, apa boleh"ucap Mateo,sambil mendekat bibir nya dengan bibir Jessi.

__ADS_1


Jessi, pun mengangguk, dan Mateo, memulai penyatuan nya, dengan perlahan, Jessi, meremas seprainya saat merasakan sakit yang teramat, Jessi , menitikkan air mata, Mateo menghentikan sejenak aksi nya, karena tidak tega melihat istrinya kesakitan.


"maaf kan aku sayang, aku sempat meragukan mu karena foto sialan itu, kamu sabar ya tahan sebentar lagi, tidak akan sesakit itu setelah tuntas"ujar Mateo, yang kini mencium bibir Jessi kembali.


Mateo, pun meneruskan penyatuan nya perlahan tapi pasti dan akhirnya, tuntas juga setelah berhasil dia melanjutkan kegiatan nya bersama Jessi, hingga berulang kali, Mateo, merasakan surga dunia yang baru kali ini dia dapat kan.


"terimakasih sayang, aku sangat mencintaimu, dan sampai kapan pun aku akan tetap setia dengan mu,I love you more"ucap Mateo,di samping kuping Jessi, Jessi yang mendengar itu dia langsung memeluk erat tubuh Mateo.


"jangan marah lagi, aku takut"ucap Jessi, sambil menangis.


"maafkan aku sayang ku, maafkan aku , aku tidak bermaksud untuk melakukan itu, aku sangat mencintaimu,maka dari itu aku sangat marah saat melihat foto itu aku cemburu Jessi, sayang aku sangat takut kehilangan mu"ucap Mateo.


kini waktu sudah menunjukkan pukul sebelas siang, Mateo,baru teringat akan kepergian nya saat ini.


"ya ampun sayang, aku sampai lupa waktu, aku akan berangkat satu jam lagi bagaimana ini aku tidak ingin meninggalkan mu, tapi ini urusan sangat penting"ucap Mateo.


"pergilah, aku akan menunggu mu, maaf tidak bisa mengantarkan mu "Ucay Jessi.


"sayang ikut saja yu, aku tidak ingin meninggalkan mu disini sendiri, kita bisa mengambil penerbangan malam hari, jika kamu masih lelah"ucap Mateo.


"aku tidak bisa Teo, besok ada rapat penting, kamu tidak akan lama di sana bukan"ucap Jessi.


"satu bulan sayang"ucap Teo.


"begini saja setelah selesai, urusan di sini aku akan menyusul ke sana"ucap Jessi.


"heumm, baiklah-baik sayang ku,tapi berikan kan aku kecupan"ucap nya.


"tentu"ucap Jessi,sambil mengalungkan tangannya di leher suaminya, dan bukan hanya kecupan, Mateo, melakukan penyatuan lagi semakin panas seakan melepas rindu, bahkan Teo, berkali-kali, menyiram rahim istrinya itu.


"sayang sudah terlambat ayo sana mandi"ucap Jessi.


"aku tidak ingin meninggalkan mu, sayang please ikut dengan ku ok"ucap Mateo.


"tidak hari ini Teo, aku janji satu Minggu lagi akan menyusul ke sana"ucap Jessi.


Teo,pu, langsung bergegas mandi dan langsung menggunakan pakaian nya, setelah rapi dan selesai ia mencium bibir istrinya itu sedikit lebih lama Jessi pun memejamkan mata nya"aku mencintaimu sayang aku sangat mencintaimu, aku janji akan segera kembali, jika bisa aku mohon kamu datang menyusul ku kesana"ucap Teo.


"hati-hati di jalan sayang aku mencintaimu jangan lupa menghubungi ku setelah sampai"ucap Jessi.


"tentu saja Sayang ku, aku harap kamu selalu ada saat aku menelpon mu"ucap Mateo dia pun kembali menghujani istrinya dengan kecupan lalu berangkat, sementara itu Jessi, terlelap karena sangat lelah saat ini apa lagi tubuhnya terasa sangat remuk redam akibat keganasan suaminya itu, maklum saja Mateo, stamina nya cukup kuat dia adalah seorang prajurit, tepat nya mantan karena baru-baru ini Mateo mengundurkan diri dari jabatannya itu, Mateo ingin membahagiakan kedua orang tua nya terutama istrinya, dia anak bungsu dari dua bersaudara namun kakak, perempuan nya, sudah lama meninggal.


sesampainya di New York, Mateo langsung menghubungi istrinya itu, saat ini Jessi,belum juga bisa dihubungi, mungkin karena sibuk atau entahlah, tapi yang pasti Teo, merasa gundah saat ini dia begitu merindukan istrinya, saat ini.


dua Minggu berlalu Jessi,belum juga menyusul ke Amerika, dia kini tengah berada di Bali, tepat nya di rumah Jessica, dan Ferdinand, Jessi berangkat bersama dengan Kenan, dan Sinan untuk menjemput pasangan suami istri Tersebut.


Mateo 💌"Jessi, sayang kamu sedang apa kenapa sulit sekali untuk di hubungi,mana janjimu, untuk menyusul kemari aku bahkan sudah menyiapkan kejutan untuk mu sayang"isi pesan.


Jessi, hanya membaca nya dia tidak membalas atau pun berusaha menghubungi suaminya itu, dia ingin memberikan pelajaran kepada Mateo, seberapa kuat dia berjauhan dengan nya, walaupun Jessi, sendiri sudah tidak tahan ingin memeluk dan mencurahkan rasa rindu nya.


sementara kedua paruh baya itu kini sedang mengobrol dengan Jessica, putri pertama nya yang sudah hampir dua tahun lebih tidak pernah kembali bahkan tidak memberi kabar, suasana mencekam mereka rasakan saat ini tatapan Kenan, yang bercampur antara marah dan juga rindu membuat mereka tertunduk pasar.


"apa begini,cara kalian memperlakukan orang tua, apa itu yang kamu ajarkan Ferdinand,kakak kecewa padamu, aku tidak pernah melarang putri ku, untuk menikah dengan siapapun asalkan dia bahagia, tapi aku kecewa ,kau bahkan menjauhkan anak dari orang tua nya dan hubungan adik dan kakak, apa sebenarnya ingin mu"ucap kenan.

__ADS_1


"maaf kan aku kak, aku terlalu mencintai putri mu, tapi aku tidak punya keberanian untuk menampakkan wajah di hadapan kalian, aku juga takut kalian melarang hubungan kami, aku tau aku salah"ucap Ferdinand,sambil menunduk.


__ADS_2