Terjebak Cinta Pria Egois

Terjebak Cinta Pria Egois
menemukan mu


__ADS_3

Daniel kini membawa Juli ke sebuah hotel miliknya di kota tersebut, sekarang mereka sudah berada di kamar, khusus untuk pemilik hotel tersebut, dan Daniel meminta layanan kamar untuk Juli dari mulai pakaian dan segala keperluan Juli selama berada di sana bersama dengan nya.


Juli,kini sedang termenung setelah membersihkan diri dan menggunakan, piama tidur, yang sama persis dengan milik Daniel baju kapel.seperti sepasang pengantin baru.


Juli termenung di ranjang empuk ukuran king size, tersebut sambil melirik semua kemewahan yang ada di sana sweet room, yang begitu membuat nyaman pengguna nya Daniel kini sedang berkutat dengan laptop nya, dan sesekali melirik kearah, Juli yang kini tengah termenung.


"kau kenapa sayang, kemari lah mendekat lah,biar kamu tidak melamun lagi, ucap Daniel sambil mengulurkan tangannya saat ini, Juli menggeser duduknya, saat ini mendekati Daniel, dan sentuhan lembut dari tangan kekar milik Daniel saat ini membuat Juli nyaman dia langsung menyadarkan kepalanya di dada bidang Daniel.


ya... walau pun Daniel kini berusia 23 tahun tapi dia sudah sangat gagah dan tampan di tunjang dengan tubuh tinggi atletis dan di tujang oleh wajah tampan nya Daniel sungguh tipe pria idaman wanita, dengan segudang prestasi dan kemampuan yang mumpuni, saat ini, dengan memegang beberapa cabang perusahaan dia adalah seorang pria pekerja keras.


"sayang, kenapa melamun hmm.." tanya Daniel yang kini menutup laptopnya dan menyimpan nya di atas nakas samping ranjan.


"aku takut dengan perjodohan itu" kata Juli...


"tidak akan pernah Sayang secepatnya, aku akan melamar mu pada kedua orang tua mu" kata Daniel.


" kak, mereka sudah tidak ada aku tinggal dengan nenek di sini, sebenarnya kecelakaan itu juga merenggut kedua orang tua ku, aku di bawa kemari oleh nenek ku yang aku panggil mommy, itu adalah nenek ku,kata nenek mommy meninggal saat kecelakaan itu terjadi, kedua orang tua ku meninggal di tempat, dan aku di bawa mommy kemari.


"owh, begitu ya maaf saat itu aku tidak berada di sisi mu saat kamu menderita,andai saat itu aku membawamu serta ke Bali, mungkin kau tidak akan pernah begini, dan apa kamu tau, aku seperti mati rasa saat orang-orang bilang kau,telah tiada" hidup ku sangat sepi sang aku mohon jangan pernah pergi lagi" kata Daniel saat ini.


"kak,.. apa kau punya bukti kebersamaan kita" bukan nya aku meragukan mu tapi rasanya aku masih penasaran, kenapa aku bisa nyaman dengan semua perlakuan mu pada ku dan aku melihat bayangan samar-samar tentang aku dan seseorang saat masa sekolah dulu" ucap Juli.


"baiklah aku kasih tunjuk aku menyimpan nya di sini semua bukti nyata nya aku simpan di rumah ku di Bali sayang" Daniel mengambil laptop nya kembali dan setelah itu,ia menghidupkannya setelah itu Daniel mencolok kan sebuah flash disk,ke laptop nya tersebut dan mulai membuka semua foto yang di abadikan Juli dari mulai pertama kali ia berciuman, dan juga setiap momen bahkan saat mereka tidur bertiga, tiba-tiba Juli memegang kepala nya yang terasa sakit berbagai bayangan samar melintas di kepala nya saat ini.


"sakit kak... ahhhhhh...."Juli memegangi kepalanya saat ini.


"sayang apa kamu punya obat nya atau semacamnya" tanya Daniel panik seketika.


"sakit kak,,,, ahhhhhh kenapa sesakit ini kepala ku ahhhhhh" Juli pun akhirnya pingsan.


"sayang, kamu kenapa bangun sayang" Daniel berlari meminta layanan kamar untuk segera di panggil kan Dokter.


tidak butuh waktu lama seorang dokter pun datang iya sedikit heran melihat gadis itu pingsan saat ini dokter berprasangka buruk pada Daniel dan mengira Daniel melakukan penganiyayaan.


"tuan bisa anda jelas kan kenapa nona ini bisa pingsan" tanya dokter.


"hmmm...kalo saya tau ngapain saya panggil anda ucap Daniel sedikit tinggi.


Dokter pun terdiam ya dan langsung memeriksa nya.


"seperti nya Nona ini mengalami gangguan di otak, Nya seperti sedang berusaha ku untuk mengingat sesuatu, dan sebaiknya jangan sampai di paksakan" sang dokter.


"ya dia memang pernah mengalami kecelakaan Lima tahun yang lalu, karena itu ia amnesia saat ini, dan tadi dia bilang melihat beberapa bayangan samar-samar saat kami SMA dulu di Indonesia" Daniel menjelaskan.


"tidak apa-apa sebentar lagi dia akan sadar sebaiknya, jangan pernah memaksakan sesuatu yang tidak bisa iya ingat"

__ADS_1


"baik lah" jawab Daniel.


satu jam setelah dokter pergi saat ini, Daniel yang tengah memeluk Juli yang masih tak sadar kan diri tiba-tiba saja Juli tersadar.


"sayang, kamu sudah sadar" kata Daniel sambil mencium bibir Juli sekilas.


"Kak, please tolong terima aku untuk jadi kekasih mu kalau pun kau sudah memiliki pacar yang lain nya aku rela ko" kata Juli yang kini sudah mendapatkan ingatan nya kembali.


"tidak sayang aku tidak bisa membuat mu jadi kekasih ku, aku tidak bisa" ucap Daniel yang belum sempat menerus kan kata-kata nya .


"baiklah kak, kenapa kau tidak membiarkan aku mati sa...eummm..eummm ahhh eummm" mulut Juli di bungkam oleh ciuman dari Daniel, yang saat itu, menindih tubuh Juli dari atas.


"dengar kan aku sayang, jangan pernah katakan itu sekalipun aku tidak menjadi kan mu sebagai pacar, kamu paham!"ucap Daniel tegas.


"aku tidak ingin menjadi kan mu pacar karena aku ingin menikah dengan mu seberapa pun berat perjuangan ku nanti nya" kata Daniel sambil mencium bibir Juli kembali mereka terlarut dalam kebahagiaan, walau tidak melakukan hubungan intim tapi hanya sekedar tidur berpelukan, Daniel sangat menjaga Juli iya tidak ingin menodai, Juli karena dia juga punya adik perempuan yang kini menjadi tiga Karena Adnan telah memiliki anak kbali dari Liliana terlepas benar dan tidak nya itu anak Adnan atau bukan soal nya Liliana masih suka pergi ke club malam dan Adnan juga sudah melakukan operasi untuk tidak mempunyai anak lagi karena ia hanya ingin anak dari Siena wanita yang saat ini tetap menjadi Ratu di hati nya.


Bagaimana tidak kecantikan Siena masih terlihat awet muda dengan usia empat puluh tiga tahun.


saat ini,namun masih seperti ABG umur 25 tahun, karena ia pintar menjaga tubuh, dan dengan anak nya yang sudah empat perutnya masih rata seperti tidak pernah mengandung.


saat ini pun Adnan sedang melihat foto Siena yang ia ambil dua bulan yang lalu, saat syukuran akikah putri baru nya yang sengaja dia undang saat itu .


🌹💖💖💖🌹


Bali, tepat nya di kediaman Siena yang kini tengah merayakan anniversary, Siena dan Fero yang ke, sembilan tahun, Fero mengundang Adnan, beserta istrinya, yang kini sudah hadir di sana berbeda dengan Liliana, yang ikut menyambut tamu Adnan justru malah duduk dari kejauhan ia fokus menatap Siena, yang semakin terlihat cantik di usia matang nya, saat ini, Adnan sangat egois dia bahkan menginginkan bercinta dengan Siena seperti dulu, saat pertama kali ia merenggut kesucian nya, saat malam pertama dulu.


"Siena sayang sampai kapan aku harus terus menunggu kau kembali pada ku sayang, aku sudah hampir lelah, aku sudah cukup bersabar selama ini apa aku harus menjadi jahat dulu agar bisa memaksa kau untuk kembali, pada ku heuhhhh" Adnan membatin hingga gelas yang di genggaman tangan nya saat ini retah seribu.


semua orang yang mendengar pecahan gelas itu kini menatap Adnan yang bersikap cuek padahal darah mengucur deras dari tangan nya.


"Mas... kamu kenapa heuhhhhh" tanya Siena yang menghampiri Adnan karena khawatir sementara Liliana pura-pura tidak tahu, karena merasa malu dengan kelakuan suaminya itu.


Siena saat ini langsung memegang tangan Adnan, dan saat itu terjadi Fero tengah sibuk mengobrol di halaman depan dengan para klien nya saat ini, jadi ia sama sekali tidak pernah melihat nya.


"ikut dengan ku mas, aku akan bantu obati luka mu" kata Siena lagi.


"tidak usah Sien... sakit hati karena kehilangan mu lebih sakit dari ini hingga saat ini" jawab Adnan lirih saat ini Siena tengah menatap nya sayu.


"mas, jangan begini ayo ikut aku tidak akan lama ko darah mu sudah terlalu banyak keluar saat ini, aku mohon" Siena menarik lengan Adnan dan Adnan mengikuti langkah mantan istri nya itu,ibu dari anak-anaknya .


sesampainya di kamar Sinan, yang kini kosong karena mereka belum juga kembali dari Paris saat ini.


"duduk lah mas, kenapa Liliana hanya bersikap cuek, saat tahu kau seperti ini" ucap Siena yang kini tengah membasahi kain dengan air hangat dari shower nya langsung sambil mengisi di wadah untuk membersihkan luka di tangan Adnan.


" dia bukan lah wanita baik seperti dirimu itulah kenapa, aku tidak pernah membuang mu dari hati ini, kamu menyuruh ku menikah lagi dan lihatlah hasilnya Sien, bahkan dia hamil bukan darah daging ku" ucap Adnan mencurahkan isi hati nya.

__ADS_1


"mas mungkin semua itu adalah kesalahan mungkin saja operasi yang kamu lakukan gagal jadi, mengalami kebocoran, sebaiknya kamu berpikir positif saja jangan berpikir negatif dulu" ujar Siena meyakinkan.


"aku sudah melakukan tes DNA itu sayang dan semua itu lah yang membuktikan keraguan ku karena aku selalu rutin kontrol" Adnan menatap sayu kepada Siena, andaikata hati nya itu adalah sebuah bom mungkin saat ini, sudah meledak , dengan sangat telaten Siena membersihkan luka di telapak tangan Adnan yang masih terlihat sangat gagah itu.


Siena sudah beres membersihkan luka di tangan Adnan saat ini, ia mengoleskan salep anti septik sambil meniup-niup tangan Adnan, Adnan semakin tidak tahan melihat kasih sayang Siena dia hanya bisa menangis dalam diam nya, Siena yang melihat itu kini mengusap pipinya Adnan yang terlanjur basah dengan air mata nya.


"mas... maafkan aku jika aku telah berbuat salah padamu, aku hanya ingin melihat kamu bahagia saat ini, kamu adalah ayah dari kedua anak ku, dan orang yang paling berharga dalam hidup mereka, jadi aku mohon tata kembali hati mu saat ini" ucap Siena penuh kelembutan di dalam nya.


" kau ingin aku bahagia bukan,maka kembali lah bersama dengan ku, hanya itu yang menjadi sumber kebahagiaan ku adalah kau sayang"Adnan memeluk erat tubuh Siena, saat ini saat sedang saling berhadapan.


"mas jangan begini nanti orang akan salah paham, luka mu sudah di obati juga sudah aku balut jadi segera lah kembali nanti orang mengira hal yang tidak-tidak" ucap Siena yang berusaha melepaskan pelukannya Adnan .


"sebentar saja sayang biarkan seperti ini dulu aku hanya ingin seperti ini sebentar saja" ucap Adnan yang tiba-tiba memegang tengkuk Siena Adnan yang egois kini ia ******* bibir Siena, dengan lembut, walau Siena memberontak saat ini.


"eumm...mas...lepas eumm kamu ini kenapa sih mas kamu sadar enggak kita itu sudah berpisah dan ini tidak boleh lagi terjadi Siena pergi ke dalam kamar mandi, Sinan saat ini ia menangis dan mencuci wajah nya yang sembab sementara Adnan malah merebahkan diri di ranjang empuk milik anak nya itu sambil memandang Siena dari. balik cermin, Siena masih menangis, saat ini ia merasa bersalah pada Fero atas perbuatan Adnan.


Adnan pun bangkit ia langsung masuk kedalam kamar mandi dan memeluk Siena dari belakang, dan minta maaf sambil mengecup leher belakang Siena, sontak Siena mendorong Adnan yang kini menempel ke tembok.


"sayang, aku minta maaf, aku khilaf aku janji semua itu tidak akan terulang lagi" adnan berucap sambil menatap wajah Siena yang basah dengan air dan air mata nya.


setelah ia merapikan riasan wajah nya Siena keluar, dengan wajah sembab nya saat ini kebetulan Fero yang sudah selesai dengan para klien nya saat ini ia langsung merangkul pinggang ramping milik istrinya itu.


"sayang, kamu habis menangis, apa ada yang menggangu mu di sini hmm.." tanya Fero berbisik lembut.


"tidak Daddy, hanya teringat anak-anak yang tidak bisa pulang" Siena berbohong dan Fero tau itu.


"Daddy, boleh kah kita pergi ke kamar kita saat ini, aku sangat lelah" pinta Siena, yang bahkan pesta akan berakhir dua jam lagi.


"baik lah sayang ku, Apa pun itu" bisik Fero


mereka pun pergi berdua saling merangkul pinggang satu sama lain dan Adnan tidak melihat itu.


sesampainya di kamar Siena langsung mendorong tubuh Fero ke atas sofa dia langsung naik kepangkuan Fero saat itu juga, Siena langsung mengalungkan tangannya di leher Fero, saat ini dan langsung mencium bibir Fero dengan lembut, Fero yang sedang berpikir ada apa sebenarnya dengan istri nya ini.


"sayang,ada apa hmm..ayo katakan pada ku" kata Fero yang kini memegang kedua pipi istrinya itu, meminta penjelasan.


"aku tidak apa-apa Daddy, aku hanya sedang kangen kamu saja, aku ingin seperti ini saat ini" ucap Sien yang kembali mencium bibir suaminya itu, namun lagi-lagi Fero merasa ada yang mengganjal di hati nya iya melepaskan tautan bibir Siena pada nya saat ini.


"sayang aku ingin kau jujur ada apa kenapa sikapmu begini tidak biasa, heuhh" tanya Fero lagi..


Siena bangkit dari pangkuan Fero di langsung pergi menuju kamar mandi iya menangis sejadinya, Fero tidak mengerti rasa bersalah yang ia alami, saat ini.


"sayang hey, kenapa kamu menangis seperti ini hmmm, apa aku telah menyakiti hati mu sayang" tanya Fero.


"Daddy aku perlu ketenangan dari mu aku ingin kan itu agar kegelisahan ini tapi kau bahkan butuh alasan atas sikap ku tadi, aku tau, aku tidak sebanding dengan mantan istri mu itu tapi eummm... ahhh eummm eummm ahhh, Daddy" teriak Siena.

__ADS_1


"sayang kamu ingin kan itu bukan ayo kita lakukan tapi please jangan pernah membandingkan dengan orang lain di luaran sana, kamu bahkan lebih berharga dari semua yang berharga di dunia ini, bagi ku" ucap Fero yang kini menggendong Siena ke dalam bathtub sambil menunggu air penuh Fero mencium setiap inci wajah dan tubuh Siena mereka pun bercerita di sana sampai satu jy lama nya .


Fero bergegas turun kembali ke bawah setelah mereka membersihkan diri dan berpakaian rapi kembali, sementara Siena hanya menguntungkan dres selutut dress rumahan dan ia yang kini sudah lelah ia merebahkan diri di kasur empuk nya sebelum turun Fero sempat mencium bibir istrinya itu kembali dan sedikit lam setelah melepas kan tautan nya ia berbisik, terimakasih sayang untuk yang tadi kamu berikan aku sungguh sangat bahagia, dan sangat nikmat, mendengar kata-kata sensual yang di ucapkan oleh Fero wajah Siena memerah bak kepiting rebus.


__ADS_2