
Daniel, pun melaksanakan keinginan nya untuk menikahi Messi, dan di saat melakukan ijab qobul, Juli datang tanpa sepengetahuan mereka berdua, Juli bahkan mematung di belakang mereka air mata berderai tanpa henti, hingga ijab qobul itu selesai, Juli tidak pernah bergeming dari tempatnya, hingga Daniel,menoleh dan ia begitu kaget dia langsung menghampiri Juli, langsung memeluk nya erat.
"lepas kak, aku tidak ingin kamu sentuh lagi, ternyata selama ini kecurigaan ku,benar kamu memiliki wanita lain di sini, sehingga selama ini kamu selalu beralasan untuk pergi ke sini, aku tidak menyangka selamat untuk pernikahan kalian semoga bahagia"ujar Juli yang langsung pergi dari tempat itu berjalan dengan terburu-buru Sambil menangis sesenggukan.
"sayang ini tidak seperti yang kau lihat, aku mohon dengarkan dulu penjelasan ku"ujar Daniel, sambil berlari mengejar istri tercinta,Juli sempat menghentikan langkahnya,lalu berbalik.
"apa lagi yang mau kamu jelaskan kak, kamu sudah menduakan cinta kita, yang selama puluhan tahun kita bina, aku tau aku tidak pernah bisa memuaskan mu, selama ini hingga kamu mencari wanita lain di luaran sana, aku minta maaf jika memang kamu sudah tidak mencintai ku lagi kenapa kamu tidak pernah jujur pada ku, kenapa kak,hiks hiks hiks hiks, ceraikan aku sekarang juga!!"teriak Juli tegas.
"tidak sayang, aku mencintaimu sampai mati pun aku tetap mencintaimu aku tidak ingin kehilangan mu"ujar Daniel, yang kini bersimpuh di hadapan Juli.
"Nyonya, disini tuan Daniel, tidak bersalah aku lah yang salah aku yang membebani dia selama ini, tuan Daniel, hanya ingin melindungi saya, saya minta maaf jika ini menjadi Boomerang untuk rumah tangga kalian,saya , mundur, saya tidak ingin merusak rumah tangga kalian, sudah cukup kebaikan tuan padaku, aku mohon maaf ,satu lagi aku mohon jangan minta bercerai dari nya karena aku yang akan pergi meninggalkan nya"ucap Messi,sambil berlari pergi menjauh walaupun Daniel, berteriak memanggil nama nya, untuk minta nya berhenti.
"pergilah,kejar dia jika kamu memilih nya"ucap Juli, Daniel, tidak bisa berbuat apa-apa, dia dilema, saat ini dia bangkit berdiri, dan membawa Juli,ke kamar hotel milik nya itu.
"ayo ikut aku semua akan aku jelaskan "ujar Daniel,sambil merangkul pinggang Juli, yang berontak tidak ingin di sentuh.
sesampainya di kamar hotel, dia langsung meminta Juli, untuk duduk di tepi ranjang, Daniel, menghadap Juli, dan menggenggam tangan istrinya itu.
"Juli, sayang, aku tau aku salah dengan ke bungkaman ku selama ini, aku lakukan itu agar kamu tidak terluka, aku sangat mencintaimu dan kamu tau itu, tapi ada wanita lain yang membutuhkan pertolongan ku,satu tahun belakangan ini, kamu lihat wanita itu, dia adalah gadis , yang sempat menyelamatkan, nyawa ku dari para pembunuh bayaran, bahkan dia berjuang sendiri, untuk melumpuhkan lawan,di saat dia sendiri, sedang melawan rasa sakit nya.juli dia menderita kanker payudara dara, dan itu sudah stadium akhir, tapi entah apa yang ada dalam diri nya, dia tidak pernah menyerah, selama dia sakit selain kuliah, dan bekerja, dia tetap semangat berjuang untuk hidup, aku membantunya sebagai rasa terima kasih, selama ini dia berangsur membaik setelah dokter mengangkat kedua *********milik nya, dan pengobatan berlanjut dengan kemoterapi,di saat itu aku tidak tega jika harus membiarkan dia hidup sendiri dengan membiarkan dia bekerja, asal kamu tahu dia berulang kali menolak untuk aku nikahi karena tidak ingin merusak kebahagiaan kita, tapi aku tidak mungkin terus bersama dengan tanpa ikatan yang jelas, aku bahkan membelikan dia rumah, walaupun rumah yang sederhana, aku menanggung biyaya hidup nya, tapi dia tidak semena-mena menggunakan pasilitas yang aku berikan, dia bahkan enggan menggunakan baju yang aku belikan untuk nya, dia lebih suka memakai pakaian usang nya, walaupun aku memaksa nya untuk menggunakan pemberian ku, dan dia menghentikan pengobatan nya, walaupun dia sudah di nyatakan sehat tapi, obat itu seharusnya tetap dia konsumsi, walaupun sekedar vitamin, dan daya tahan tubuh, tapi dia tidak ingin membebaniku, hingga dua bulan yang lalu aku tau dia bekerja di sebuah butik, dan berencana untuk pergi dari rumah pemberian ku, aku tidak mau itu terjadi karena dengan begitu, dia tengah membahayakan hidup nya, itulah kenapa aku ngotot untuk menikahi wanita itu, aku tidak ingin perjuangan ku selama ini sia-sia, karena itu, dan dia menikah dengan ku karena paksaan dari ku, aku mohon Juli, tetap lah bertahan dengan cinta kita, aku tidak pernah bisa hidup tanpa mu"ujar Daniel, panjang lebar.
"lalu apa yang kamu lakukan setelah ini??"ucap Juli, sambil memeluk erat tubuh Daniel .
"aku ingin melindungi nya,itu saja, setidaknya dengan ikatan pernikahan ini dia akan menuruti apa pun yang aku pinta, dia sudah tidak punya siapa-siapa di dunia ini, selama ini dia hidup sebatang kara"ucap Daniel,sambil menatap sendu pada wajah istrinya.
"kak,ini sangat menyakitkan tapi aku tidak tau harus berbuat apa, aku hanya punya satu syarat tinggal kan dia, tapi kamu tetap memberikan biyaya hidup, dan jangan sampai kedua anak kita mengetahui nya"ujar Juli.
"berikan aku waktu, untuk menata kehidupan nya, setelah itu aku janji tidak akan pernah menemui nya lagi"ujar Daniel.
"waktu, bukan kah selama satu tahun belakangan ini adalah waktu yang sangat panjang,lalu waktu berapa lama lagi yang kamu inginkan, heuhhhhh??"ujar Juli.
"aku ingin memastikan bahwa dia hidup dengan baik, dan kesehatan nya benar-benar pulih"ucap Daniel, serius.
"kamu bisa lakukan itu, melalui asisten mu "ucap Juli.
"tiga bulan Juli, hanya tiga bulan, dan itupun aku akan berbagi waktu dengan adil"pinta Daniel.
"baiklah"ujar Juli.
Daniel, dan Juli, pun melebur kekecewaan mereka dengan bercinta saat ini, sementara Messi, sudah berada di bandara, Ngurah Rai Bali, dia hendak pergi jauh dengan uang gaji yang ia dapatkan walaupun hanya cukup untuk membeli tiket pesawat, setelah nya Messi, tidak tahu harus berbuat apa, yang dia pikirkan saat ini hanya lah pergi jauh dari pria yang baru saja menikahi nya.
Messi, berjalan menuju pesawat dengan membawa koper usang miliknya, saat ini dia bahkan tidak membawa apapun barang pemberian Daniel, semua dia tinggal kan.
sementara itu asisten, Daniel, saat ini sedang sangat kebingungan, karena, nyonya muda nya hilang dari pantauan mereka,di mereka bahkan tidak bisa menghubungi Daniel, handphone, nya mati saat ini ya itu sudah di pastikan karena mereka masih sibuk dengan percintaan mereka di siang menjelang sore ini.
🌹💖💖💖🌹
__ADS_1
setelah tiba di kota tujuan,yaitu tempat kelahiran,sang ayah, Messi, menaiki angkutan umum, untuk menuju ke sebuah desa terpencil di daerah terpencil, dengan uang pas-pasan Messi, bahkan tidak pernah berhenti untuk mengisi perut nya karena uang milik nya hanya cukup untuk membayar ongkos bus tersebut.
sesampainya di persimpangan jalan Messi, menghentikan mobil tersebut, dia turun dan berjalan menyeret koper milik nya, padahal perjalanan masih cukup jauh, tapi Messi, tidak pernah mengeluh, dia berjalan kaki, dari jalan raya tersebut melewati jalan tanah bercampur bebatuan, sesekali dia menyeka keringat dan air mata nya, hingga jam sebelas malam dia baru tiba di sebuah rumah yang mungkin sudah reyot, karena sudah terlalu tua, tapi dia tetap bersyukur, setidaknya, dia masih punya tempat untuk bernaung.
Messi, mengucapkan salam,sambil membuka pintu, yang hampir tidak terkunci, entah lah.
sesampainya di dalam, hanya tampak gelap gulita, bahkan tidak ada lampu penerangan sedikit pun, Messi, menghidupkan baterai ponsel nya, saat itu juga, suasana teramat sepi, bahkan rumah itu di penuhi debu dan jaring laba-laba, Messi mencoba membersihkan satu kamar untuk nya ber istirahat malam ini, rencana nya besok pagi dia akan kembali membersihkan rumah tersebut.
Messi,baru selesai membersihkan kamar nya saat itu, itu pun hanya bagian ranjang usang nya, empat tahun yang lalu, terakhir kali dia pulang.
Messi, mencoba memejamkan mata nya, hanya dengan cahaya ponsel nya saat ini, rumah itu rumah permanen walaupun tidak Sekokoh bangunan milik orang kaya, tapi lumayan nyaman untuk di tinggali hanya saja mungkin karena lama di tinggal kan ada beberapa bagian yang lapuk dan rusak.
Messi, terlelap di jam empat pagi, mungkin karena terlalu banyak pikiran dan rasa lelahnya akhirnya matanya dapat terpejam.
sementara itu di kediaman Messi, Daniel, sangat frustasi, saat mengetahui istri keduanya telah pergi jauh , tanpa meninggalkan jejak samasekali.
"sayang kamu dimana maaf kan aku, aku tidak ingin begini, aku mohon kembali lah , segitu kecewa nya kah kamu hingga kamu tidak membawa apapun yang sudah aku berikan selama ini, bahkan tidak ada satupun pesan yang kamu tinggal kan.
Daniel, menitikkan air mata, terlihat jelas kesedihan nya saat ini, disaat yang sama Messi, terbangun dan memanggil nama Daniel, dalam hati.
ternyata, sudah jam 7 pagi Messi, segera bangkit dan hendak membersihkan diri sebelum kembali bersih-bersih rumah, dia melirik ke arah foto usang di sana ada gambar ibu ayah dan juga nenek nya, dan dirinya,di saat masih sangat kecil.
"ayah ibu aku kembali, semoga kalian tenang di surga, do'a kan aku agar aku bisa melewati hidup yang keras ini"ujar Messi.
Messi, berjalan menuju kamar mandi, kebetulan di sana Air , masih mengalir dari pegunungan , walaupun harus membenarkan saluran pipa terlebih dahulu, karena air yang nonstop itu sebelum Messi pergi Messi lepas keluar halaman.
dengan derai air mata, Messi duduk di bangku yang tersedia di depan perapian tersebut dan tiba-tiba, seseorang mengetuk pintu.
"Messi, apa kamu sudah kembali"ujar seorang pemuda, tetangga Messi, yang tidak jauh dari tempat tinggal nya.
Messi, berjalan menuju pintu tersebut.
"Teguh , kamu juga di kampung"ujar Messi.
"apa kabar mu Messi??"ujar Teguh.
"aku baik kamu sendiri bagaimana"ujar Messi.
"aku baik, kapan kamu kembali, dan kenapa tidak memberitahu ibu, kalau aku tidak melihat pipa air tersambung aku tidak akan mengira di sini ada kamu"ujar Teguh.
"aku kembali, kemari, dan tiba jam sebelas malam, aku tidak tega kalau harus mengganggu ibumu"ucap Messi.
"heumm, begitu ya, pantas saja rumah masih terlihat kotor,tunggu di sini aku akan panggil ibu untuk membantu mu bersih-bersih"ujar Teguh,sambil langsung berlalu pergi.
"kamu masih seperti dulu Teguh, terimakasih hanya kamu dan ibumu, yang selalu perduli padaku"ujar Messi dalam hati, Messi, kembali ke dapur, dia membetulkan kayu bakar tersebut dan api masih menyala membakar panci berisi air untuk ia minum nanti nya,tak lupa Messi, juga mencuci wadah penyimpanan air matang dia mulai bersih-bersih, dapur dan perabotan hingga, suara dua orang masuk rumah.
__ADS_1
"Messi,nak kamu dimana"suara wanita paruh baya tersebut, sangat nyaring, wanita itu membawa bakul kecil berisi nasi dan lauk pauk untuk Messi, dia tau Messi, belum sempat sarapan.
"ibu"ujar Messi,sambil menghambur kedalam pelukan wanita,paruh baya yang selalu menyayangi nya, sedari dia masih kecil, padahal mereka tidak punya hubungan darah, hanya tetangga dekat, sementara mereka melepas, rindu Teguh, membantu membersihkan jaring laba-laba yang menempel di setiap sudut bahkan atap rumah, Messi,di temani Mariam , untuk makan sarapan nya di meja makan yang sebelumnya sudah di bersihkan.
"makan lah yang banyak na,ibu tau kamu belum sempat sarapan.
"jangan kan sarapan Bu, Messi bahkan belum sempat makan dari kemarin, bahkan aku tidak punya uang sepeser pun untuk membeli makanan di jalan hanya cukup untuk ongkos pulang Bu"ujar Messi,sendu dia berani jujur pada wanita yang sangat di sayangi nya pengganti ibu yang sudah tiada.
"ya ampun nak,segitu malangnya kamu, mulai saat ini sebaiknya, kamu tidak usah pergi jauh,ibu harap kamu tetap di sini, temani ibumu ini, yang sudah tua"ujar Mariam.
"aku tidak akan pernah kemana-mana lagi Bu, lebih baik aku di sini menghabiskan waktu yang tersisa"ujar Messi.
"apa maksudnya na"ujar Mariam bingung.
Messi pun, menceritakan, perjalanan hidup nya selama ini,di Bali, ya dia tinggal di Bali mengikuti nenek, dari ibunya, saat itu, tapi setelah neneknya meninggal, dia di usir oleh paman tirinya, hingga biyayanya kuliah dan yang lain nya di stop, dan Messi, harus tinggal di kosan yang lumayan sempit itu pun harus bayar sendiri, dan tekanan hidup semakin berat saat dia dinyatakan sakit kangker tersebut Messi, bercerita panjang lebar tidak ada yang ia sembunyikan sedikit pun pada Mariam, dan wanita tersebut menangis sesenggukan, betapa tidak dia sangat menyayangi Messi, sudah seperti putri nya sendiri, sedari Messi, yang lucu dan menggemaskan itu tinggal di sana, Messi, lahir di Bali, tapi karena suatu masalah yang menimpa sang ayah dia di bawa pulang ke kampung tersebut beserta sang ibu hingga ibunya meninggal dunia pun Messi masih tinggal di tempat kelahiran Ayah nya, sampai empat tahun lalu seluruh keluarga nya meninggal dunia, datang seorang wanita paruh baya, yang mengaku nenek Messi, dia pun membawa pergi Messi , yang baru lulus SMA.
Di Bali.
"saya tidak mau tau sampai ke ujung dunia sekalipun,saya ingin kalian mencari istri saya, berapapun biyayanya"ujar Daniel,di sebrang telpon, dia meminta orang kepercayaan nya untuk mencari istrinya itu.
"Messi, sayang apa kamu baik-baik saja, dimana kamu sayang,aku mohon kembali lah, aku mohon"gumam Daniel, dalam hati.
sementara itu wanita yang sedang ia cari saat ini, tengah mengobrol bersama kedua orang yang sangat menyayangi nya, Teguh, yang sudah seperti kakak nya sendiri, dan Mariam, pengganti ibu, mereka sudah selesai membersihkan rumah dan memperbaiki yang rusak, tanpa Messi, pinta pun, bahkan para tetangga dengan suka rela membantu mereka saat ini kediaman Messi, sudah kembali nyaman dan begitu bersih, dan sangat layak untuk ditinggali.
Teguh, sudah mengganti, kunci pintu yang rusak, bahkan sudah mengganti beberapa bagian kunci jendela yang rusak dimakan karat, Messi, sungguh sangat beruntung memiliki mereka yang peduli dengan nya.
"Teguh, dimana?? istri mu"tanya Messi, karena setahu Messi, sebelum dia pergi, Teguh, sempat menikah.
"aku sudah lama bercerai dengan nya, bahkan dia sudah menikah lagi, beruntung kami belum sempat di karuniai anak, karena kalau tidak aku mungkin akan sulit untuk melupakan ibunya yang sudah berhianat"ujar Teguh, terlihat kesedihan di mata nya saat ini.
"semoga secepatnya kamu dapat pengganti"ucap Messi, tulus.
"aku sedang pedekate, dengan gadis cantik di desa tetangga"ucap Teguh, kembali nampak tersenyum.
satu bulan berlalu, Messi,kini tinggal dengan damai di desa kelahiran sang ayah, hari-hari nya,ia lewati dengan berjualan nasi uduk dan berbagai kudapan lezat, yang ia buat sendiri,di depan rumah nya ia membuka warung kecil-kecilan,itu semua berkat pinjaman uang yang diberikan oleh teguh, dan tidak butuh waktu lama ia sudah bisa mengembalikan modal usaha yang Teguh, pinjamkan.
"Bu, Alhamdulillah usaha kita berbuah manis"ujar Messi.
"ini berkat kerja keras mu nak, kamu itu pintar memasak,ibu tidak menyangka"ucap Mariam.
"ibu bisa aja"ujar Messi.
Messi, mendapatkan bahan-bahan untuk berjualan semua nya,berkat Teguh, yang setiap Subuh, mengantar kan nya ke pasar tradisional, yang lumayan, jauh dari tempat tinggal nya, saat ini.
Messi, selalu di bantu oleh Mariam, menjaga warung tersebut, dari mulai mempersiapkan semua nya, dan untuk itu Messi, memberikan sebagian penghasilan nya terhadap Mariam.
__ADS_1
Messi, terlalu sibuk dengan pekerjaan nya selama ini,dua bulan sudah Messi, tinggal di kampung, dia bahkan tidak menyadari, bahwa kini di rahim nya, sedang tumbuh janin kembar.