
Adnan,kala itu berbaring bersama, Siena, tepat nya mereka terpisah jarak oleh anak kembar identik itu, yang wajah nya mirip sekali dengan Adnan.
ke esokan hari nya Adnan menyuruh Harry datang ke Bali membawakan koper berisi barang-barang keperluan nya ada dua koper besar,kini di rumah Siena,dan Siena membereskan nya kedalam lemari baju kini Siena pindah ke lantai bawah karena sangat bahaya menurut Adnan bolak-balik membawa buah hati nya keatas dan kebawah setiap hari nya dan Siena baru menyadari itu.
"sayang,kalau kamu tidak keberatan kita pindah saja kerumah kita yang di ibukota, biar aku bisa membantu merawat anak-anak di sela istirahat ku nanti!"
kata Adnan mengajak kembali kerumahnya.
"nanti saja yang, aku belum berani bawa anak kita bepergian jauh apa lagi naik pesawat, takut ahhh nanti saja kalau mereka udah Lima bulan minimal, kalo kamu kangen KA bisa Vidio call.atau sebulan sekali pulang ke sini gimana?"
jawab Siena.
"terus kalo aku kangen ibunya gimana secara kan sudah satu tahun gak dapet jatah hehe!"
ucap Adnan, bercanda pada istrinya itu.
"hmmm kamu tuh ya nakal nya gak hilang-hilang sayang!"
kata Siena.
mereka hari itu menikmati waktu tidur siang berempat, jalan-jalan berempat meski hanya di halaman, yang luas milik Siena di rumah tersebut, memandikan anak bersama menyuapi
pokoknya selalu di lakukan bersama, Jimi yang melihat itu tersenyum . iya teringat saat istrinya masih ada semua kebersamaan, mereka sekarang persis seperti yang ia lakukan dulu.jimi pun berurai air mata,rasa cinta nya pada sang istri abadi di hati nya dia bahkan tidak ingin menikah lagi, bagi nya cinta dan hidup itu harus sama,ya itu sama-sama satu kali.prinsip dan keteguhan hati Jimi terlalu mahal harganya, jarang ada pasangan yang berbeda kepercayaan,bisa memiliki toleransi yang tinggi dan cinta sejati. hanya ada di negeri dongeng dan di dunia nyata yaitu itu dia buktinya Jimi yang sangat baik hati.
"Siena, ayah hari ini akan mancing bareng temen-temen ayah jadi,mungkin pulang nya besok atau satu Minggu lagi, kamu tidak apa-apa kan nak ayah tinggalkan sementara di sini juga ada suami kamu kan sayang!"
ucap Jimi yang sedari tadi melihat aktivitas mereka,
"iya ayah selamat bersenang-senang hati-hati ya ayah sebentar lagi,aku siap kan bekal nya"
ucap Siena
"baiklah sayang, ayah juga akan berpamitan pada cucu Ayah yang imut-imut ini, Sinan,kake pergi dulu ya ingat jangan rewel, nanti kake pulang bawakan, ikan yang besar dan kamu jagoan, kake kalian cepat besar ingat jaga Ade mu selama kake pergi ok janji"
mereka berdua pun tergelak karena senang di ajak ngobrol oleh sang kake.
tidak lama setelah itu Siena,pun turun membawa kan barang-barang sang ayah termasuk baju dan mantel sang ayah serta alat pancing yang lumayan banyak.
Jimi memang punya hobi mancing dulu juga sering berpergian bersama teman-teman nya menggunakan speed boat, selama berhari-hari itu lah kebahagiaan yang ia dapatkan bersama teman-teman nya memancing ikan,di tengah laut yang tenang,
"Ayah semua nya sudah siap termasuk, alat pancing nya, sekarang, sebaiknya Sien,, yang antar ayah sampai pelabuhan ya biar Siena lihat ayah pergi dengan teman ayah yang mana saja"
sebenarnya, Siena selalu merasa khawatir, setiap kali Jimi pergi melaut, tapi Jimi selalu meyakinkan bahwa dia akan sangat berhati-hati
"Sien,,, ingat apa kata ayah, ayah akan selalu berusaha hati-hati demi kamu apa lagi sekarang ada kedua cucu Ayah yang sangat membutuhkan ayah, sebaiknya kamu berdoa semoga, ayah selalu selamat!"
Jimi mencium puncak kepala sang putri semata wayangnya, iya juga memeluk nya, Adnan yang melihat itu mendekati istri dan merangkul nya.
" tenang saja aku akan menyuruh orang, menjaga ayah,!"
"Baik lah, sayang,ayah pergi dulu ya nak doakan ayah membawa pulang ikan yang besar agar kita bisa menikmati nya bersama sama!"
ucap Jimi dengan senyuman.
"iya ayah semoga berhasil dan sukses ingat jaga kesehatan, ayah vitamin nya Sien, simpan di kotak belakang ransel!"
kata Sien lagi saat sang ayah memasuki mobilnya bersama sang sopir.
kini yang ada di rumah itu tinggal empat orang tidak termasuk pelayan, mereka tinggal di rumah belakang,
"Sayang kaya nya anak-anak sudah ngantuk, sekarang,lebih baik kita tidur agar nanti kita bisa hmmm hehe!"
ucap Adnan.
mereka pun tertidur, di malam yang dingin dan sepi mereka menjalankan ritual bulan madu kedua nya. Siena sampai kelelahan,dan tertidur pulas hingga pagi. sang anak sudah bangun kedua nya sudah di mandikan oleh baby sitter mereka masing-masing, dan sudah sarapan, tapi Siena, bangun siang berserta,sang suami.
sedangkan,di butik Harry yang sudah pergi berkunjung,ke butik menemui wanita yang iya rindukan, walau bukan siapa-siapa nya tapi Harry selalu kangen sama Alina.
"permisi, Alina, kamu di mana kita sarapan bareng yu, aku bawa makanan enak nih!"
ucap Harry,
"apa kau tidak punya pekerjaan,sepagi ini mengganggu ku, aku sedang sibuk"
sahut, Alina yang, saat ini sedang membereskan, barang baru yang di kirim Siena dari Bali,
__ADS_1
"nanti aku bantuin kamu beres-beres lagian kamu kan juga, punya asisten kenapa mesti repot sendiri!"
kata Harry,
"Udah ngoceh nya kamu punya mata tidak, mereka juga sedang membereskan barang karena kiriman Siena adalah isi butik nya yang di Bali semua di kirim kemari karena dia akan pindah setelah si kecil berusia Lima bulan, dan itu tinggal nunggu dua bulan lagi!"
jawab Alina, yang panjang seperti jalan tol
"makanya ayo makan dulu nanti biar aku bantuin n jadi. bakalan cepat"
kata Harry lagi.
"baiklah Harry, kita makan puas!"
kata Alina.
mereka pun makan dengan lahap karena makanan yang di bawa Harry benar-benar nikmat.
setelah selesai makan Harry membantu Alina membereskan barang-barang yang harus di susun sesuai, urutan .
sementara di Bali Siena sedang menyuapi anaknya makan bergantian dengan kedua nya Adnan yang sedang sibuk memeriksa pekerjaan nya di balik laptop nya iya begitu fokus,dan Siena tidak mau mengganggu nya
Siena lebih memilih untuk menyibukkan diri dengan kedua putranya, hingga malam tiba Adan belum juga selesai dengan pekerjaan nya iya menempati ruang baca milik Siena di rumah itu.
"sayang, aku sudah masak untuk makan malam, apa kamu mau aku kirim kesana makanan nya?"
tanya Siena, namun tidak mendapatkan jawaban.
🌹💖💖💖🌹
satu Minggu berlalu sang ayah belum juga kembali Siena menangis, karena takut terjadi apa-apa tapi Adnan meyakinkan bahwa Jimmy baik-baik saja dan sedang bersiap-siap untuk pulang, mendengar hal itu tangisnya reda,dan tidak lama setelah itu mobil yang di bawa Jimi telah terparkir di depan garasi rumah Jimi teriak-teriak memanggil, Adnan dan anak nya untuk melihat satu bagasi penuh dengan begitu banyak,jenis nya.
"Ayah, kamu hebat sekali,aku sangat kagum pada mu oh ayah mertua kau hebat sekali"
ucap Adnan.
"sudah-sudah ayo bantu aku mengangkat ikan-ikan ini semua ke dalam aku ingin segera bertemu dengan cucu ku sudah rindu berat,!"
Jimi, ngeloyor kedalam meninggalkan Adnan yang sangat kagum dengan orang tua nya itu, iya pun di bantu oleh Para pelayan di rumah itu membawanya ke Frizar untuk di beku kan .
"sayang, ayah kenapa masih menangis hmmm ayah kan sudah ada di sini, dengan selamat dan tidak kurang suatu apapun, sudah ya!"
Jimi memeluk putri nya itu .
"Sien tidak mau ikan Sien mau ayah selamat, mulai sekarang ayah harus berjanji bahwa ayah tidak akan lama pergi kaya kemaren,ayah hanya boleh pergi satu hari saja, jangan lebih Sien tidak mau ayah lama-lama jauh dari Sien lagi.
"putri ayah kan sudah dewasa' sudah punya anak juga,,Sien gak bakal kesepian kalau ayah tidak ada !"
ucap Jimi yang berat hati jika sewaktu-waktu iya meninggal karena,Sien tidak pernah jauh dari nya, anak-anak bagi semua orang tua akan tetap seperti masih sekecil dulu itu karena kasih sayang orang tua memang tidak akan ada tandingannya, begitupun dengan anak pada orang tua, mereka akan tetap terikat oleh ikatan batin yang kuat.
"sayang lihat ayah, ayah janji tidak akan. meninggalkan Sien sampai Sien siap nanti"
ucap Jimi sambil memeluk erat putri nya itu.
"tidak Ayah sampai kapan pun Sien tidak akan siap kehilangan ayah, sudah cukup Sien kehilangan ibu, saat Sien kecil dulu Sien tidak mau kehilangan ayah titik!"
ucap Siena pada sang ayah Jimi ikut menitikkan air mata memeluk erat sang putri.
"Sayang aku mau makan ikan bakar sekarang boleh kan?"
ucap Adnan mencair kan suasana.
"baik lah menantu ku biar kalian yang bakar ikan aku akan bermain bersama cucuku sambil menunggu ikan nya matang!"
ucap Jimi.
Siena pun berdiri mendekati sang suami yang minta ikan bakar tapi ia masih butuh pelukan untuk menenangkan hati nya.
"Sayang aku boleh minta sesuatu,!"
ucap Siena.
"apa itu Hanny,hmm !"
"peluk aku, saat ini dan selamanya,dikala aku sedih seperti saat ini?"
__ADS_1
pinta Siena pada Adnan.
"kapan pun Sayang dan aku akan berikan kau kebahagiaan, jangan pernah bersedih lagi aku akan menyuruh orang ku untuk menjaga ayah dimana pun iya berada kamu jangan takut lagi ok.
Siena pun mengangguk,dan kini dia membakar ikan di taman belakang tempat mereka barbeque setiap kali menikmati waktu.
"sayang tolong bawa ikan nya kemari aku akan mengoles bumbu dan kau harus mengipasi bara nya seperti tukang sate yang biasa berjualan di pinggir jalan biar ikan nya matang merata dan nikmat!"
ucap Siena lagi.
"siap sayang ku aku akan berusaha untuk melakukan nya, soalnya ini baru pertama kali aku lakukan!"
jawab Adnan.
Siena merasa senang kapan lagi dia bisa ngerjain suami nya yang super tegas ini.
"Sien anak mu menangis mungkin mau asi biar ayah dan suami mu yang bakar ikan nya!"
kata Jimi sambil berjalan kearah Siena.
"Baiklah ayah Sien mau bersih-bersih dulu ini bau amis !"
jawab Siena, singkat sambil bergegas untuk membersihkan badan nya yang terkena cipratan ikan tadi selesai membersihkan diri Sien bergegas memasuki kamar sang buah hati ternyata suster sedang mencoba menenangkan nya dengan empengnya
"sini Anak bunda,minum asi yang banyak ya biar cepat besar!"
Siena berbicara pada kedua anak nya, mereka seperti mengerti dengan ucapan sang ibu lalu terdiam dan saling menunggu giliran, sungguh anak yang penurut padahal mereka belum tahu apa-apa tapi bersyukur mereka begitu pengertian.
beralih pada Jimi dan juga Adnan, mereka begitu sibuk satu sama lain, Adnan yang mengipasi bara dan mertua yang sesekali mengoleskan bumbu di badan ikan yang sedang di bakar nya Jimi kadang tertawa melihat Adnan melakukan tugas yang di berikan sang istri padahal di sana tersedia kipas elektronik, tinggal colok beres deh.
"Ayah, aku lelah ayo gantian !"
kata Adnan.
"kamu jadi cowok payah banget sih mau aja di kerjain istri mu ngapain cape-cape mengipas ikan pakai itu apa kamu tidak tahu ada kipas angin,di belakang mu Hahahaha,jadi cowok mau aja di kerjain!"
ucap Jimi.
"Siena awas ya kamu nanti aku hukum kamu sampai besok"
ucap Adnan teriak yang masih bisa di dengar karena pintu kamar anak-anak nya terbuka Siena, tertawa dan anak nya pun ikut tergelak,, mungkin mereka pikir Siena mengajak nya tertawa.
bakar ikan pun selesai, Siena sudah menidurkan kedua buah hati nya Siena langsung, bergegas menemui kedua orang yang sangat di cintai nya.
namun ia melihat suaminya cemberut marah karena kesal di kerjain Siena,
""sayang ku kamu ko cemberut begitu sih aku kan tidak meminta menyuruh apa-apa aku hanya minta bantuan untuk mengipasi bara doang, gak ada salahnya kan.
ucap Siena.
"ya gak salah yang salah itu tangan ku pegal-pegal tau"
ujar Adnan yang di sambut gelak tawa sang ayah,
"Hahaha dasar payah sudah-sudah jangan ribut lebih baik kamu nikmati hasilnya sekarang pasti Lezat deh,,, apa lagi kalau kamu ikut merasakan tarikan ikan di laut lepas, pasti kamu akan lebih bahagia lagi!"
ucap Jimi.
"sayang mana yang pegal nanti aku pijit tangan nya Ok sekarang ayo makan, ikan hasil kamu bakar tadi"
ucap Siena membujuk Adnan yang lagi ngambek .
"janji ya nanti pijit aku"
Adnan, pun bertanya pada Siena.
"iya sayang senyum dong!"
kata Siena.
"hehehehe, udah kan sekarang ayo suapin aku makan sayang
"iya baik lah sayang buka mulut nya Ok"
Siena pun menyuapi Adnan yang tiba-tiba manja,dan sang ayah hanya geleng-geleng kepala.
__ADS_1