
setelah, mengurus paspor milik ibu saat ini, mereka bertiga memasuki pesawat pribadi milik Kenan tapi sebelum pergi Sinan menemui Riki ia ingin meneruskan bisnis nya bersama Riki.
Sinan pun terbang kembali ke Paris setelah dua bulan dia menghilang, tanpa jejak media di sana juga di gemparkan dengan berita simpang siur, tentang kabar Sinan yang hilang tanpa jejak.
sesampainya, di Mension, Kenan Sinan menatap, Kenan minta penjelasan tentang kedatangan mereka di Mension, Kenan.
"sayang, aku hanya ingin kamu tinggal di rumah mu, yang seharusnya" ucap Kenan sementara itu ibu Anis kini tengah di tangani oleh dokter ahli yang memang sudah di persiapkan oleh Kenan sebelum pergi ke Paris.
"Ken, aku mau pulang" ucap Sinan.
"Hanny,ini rumah mu kamu mau kemana lagi hmm, aku adalah suamimu jadi sudah sewajarnya aku memenuhi semua kebutuhan mu, saat ini" ucap Kenan.
"aku mau kerumah ku, ucap Sinan.
"Hanny ,,,hey dengerin sayang aku tidak mau kamu dan aku berpisah lagi" ucap Kenan yang langsung menggendong Sinan ala bridal style menuju kamar nya saking rindu nya Kenan pada istri itu, dia pun langsung menerkam istri nya berkali-kali.
Sinan,kini terkulai lemas,di atas ranjang karena Kenan menggempur nya habis-habisan.
Kenan, tidur di sebelah Sinan memeluk dan mengecup istrinya itu saat ini, Sinan hanya diam ia berusaha memejamkan mata, Sinan merasa aneh dengan kebiasaan Kenan setiap kali berhubungan intim dengan nya ia selalu menatap Sinan dari atas sampai bawah mungkinkah, dia sedang membandingkan tubuhnya dengan tubuh Sarah, Sinan tidak mau berpikir panjang lagi, Sinan menutup mata nya begitu juga Kenan.
sebelum Kenan menutup mata nya menyusul, istrinya,kealam mimpi, saat ini.
"selamat datang,sayang Daddy ingin kau tumbuh sehat di sini dan maafkan Daddy selama ini, meninggalkan mu dengan mommy mu" ucap Kenan,sambil mengelus perut.
ya... Sinan sebenarnya sudah hamil saat sebelum Kenan pergi, sementara Sinan tidak tahu Kenan di beritahukan oleh dokter yang memeriksa nya saat Sinan pingsan saat itu.
kini, usia kandungan Sinan sudah menginjak empat bulan lebih karena Sinan tidak sadar itu Sinan pun tidak pernah menyadari nya hanya saja Sinan heran, sudah terlambat mentruasi saat ini, ia tidak pernah mau memeriksa nya selama ini kebetulan, Sinan sangat sibuk selama ini.
malam pun berlalu, di ganti dengan pagi yang cerah, Kenan sudah bangun tidur saat ini ia langsung ke kamar mandi, Sinan yang saat ini sudah merapikan rambut nya.
"Hanny, hari ini aku mau bawa kamu ke dokter untuk memeriksa kondisi anak kita saat ini" ucap Kenan yang langsung menyingkap, rambut istri itu dan mengecup leher jenjang nya saat ini.
"anak, kamu itu ngaco aku tidak sedang hamil Ken.. aku bahkan tidak pernah ngidam atau morning sicknes, seperti wanita hamil lain nya jadi tidak mungkin aku hamil" ucap Sinan.
"kamu bisa bedain pinggang kamu gak dulu dan saat ini, sayang, lihat ini, apa kamu tidak merasa ada yang bergerak di dalam perut mu hmm" ucap Kenan.
sinan membelalakkan matanya, saat ini dia bahkan baru sadar di perutnya selalu ada getaran kecil di bagian rahim nya dia berpikir mungkin efek gak menstruasi.
"aku tidak pernah tahu" ucap Sinan.
setelah sarapan mereka pun pergi kerumah sakit saat ini, Sinan hanya terdiam selama di perjalanan, sesampainya di sebuah rumah sakit, setelah sampai kebetulan mereka mendapatkan urutan pertama padahal semua pasien sudah sedari tadi menunggu di depan ruangan dokter.
entah lah, mungkin Kenan yang main belakang Sinan sendiri sedang tidak mau perduli, saat ini Sinan bahkan hanya terdiam saat dokternya, menyuruh nya berbaring di atas ranjang pemeriksaan pun di mulai, USG pun di lakukan betapa terkejutnya Sinan, meneteskan air mata saat melihat, jamin yang sudah bernyawa di dalam rahimnya, Kenan mencium kening istrinya itu, Sinan hanya terdiam sambil menggenggam tangan Kenan saat ini.
setelah turun, dari ranjang dengan bantuan Kenan saat ini dan duduk di kursi depan Dokter saat dokter menjelaskan Sinan hanya bisa menggenggam tangan suaminya, Kenan mengerti dengan sikap istrinya itu, Kenan pun mendengarkan arahan Dokter saat ini karena ia tau istrinya kurang fokus setelah selesai konsultasi, mereka pun keluar di sambut beberapa bodyguard nya saat ini asisten Kenan langsung bergegas menebus vitamin kehamilan saat ini.
sesampainya di, rumah tangis Sinan pecah,ia tidak menyangka saat ini dia tengah mengandung kedua bayi kembar dan, bahkan bayangan masa kecilnya, saat ini.
"sayang, kamu kenapa hmm,,ingat kata dokter kamu tidak boleh stress saat ini ada anak kita di dalam sini kamu harus rileks, sayang" ucap Kenan sambil mengelus puncak kepala Sinan.
Kenan berkali-kali mencium puncak kepala Sinan, Kenan bahkan mengelus perut Sinan dan mencium nya saat ini ia berkata.
"Hanny, aku sangat bahagia dengan kehadiran anak kita saat ini, aku janji tidak akan pernah meninggalkan kalian bertiga mulai saat ini aku akan bekerja di rumah kecuali kalau sedang meeting penting, aku akan mengajak kalian pergi kemana pun Sayang, ingat Daddy sangat sayang kalian" tangis Sinan reda saat ini.
__ADS_1
"jangan pernah sama kan aku dengan ayah mu aku tidak akan membiarkan kalian bertiga hanya demi wanita lain, aku bukan pria penakut aku hanya takut dengan Tuhan dan mommy saja, besok Mommy, akan kemari langsung dari Jerman,ia sangat bahagia bisa mendapatkan cucu, aslinya dan langsung dapat dua sekaligus" ucap Kenan lagi.
Sinan hanya diam, dan ia menyandarkan kepalanya nya di dada bidang suaminya, Kenan yang mendapat perlakuan manja istrinya itu ia merasa sangat bahagia saat ini berkali-kali ia mencium punggung tangan istrinya dan juga puncak kepala istrinya itu.
sementara, kesehatan ibu Anis kini mulai membaik, bahkan dia sudah bergerak leluasa memang uang sangat berkuasa, saat ini.
Sinan saat ini tengah duduk menikmati cheese cake, dan segelas susu kehamilan, Kenan selalu mendampingi nya, bahkan Kenan pun bersiap, jika istri nya, ngidam sesuatu.
"apa, kau mau sesuatu Hanny, aku akan menyuruh pelayan membuat atau membelikan apa pun"ucap Kenan.
"aku, hanya ingin makan rujak buatan kamu" ucap Sinan.
"rujak" ucap Kenan yang tidak tahu itu.
"iya rujak, Ken" ucap Sinan.
"itu makanan atau apa aku tidak tahu Hanny" ucap Kenan.
"ya ampun Ken,kamu juga sering ke Indonesia masa tidak tahu rujak,coba deh kamu cek Google" ucap Sinan.
Kenan pun membuka ponsel nya, setelah itu ia memperlihatkan foto rujak Sinan pun mengangguk.
🌹💖💖💖🌹
sementara itu, setelah dua jam Kenan berkutat di dapur membuat rujak mangga muda lama nya itu bukan karena bikin nya gampang tapi anak buah nya mencari kacang tanah buat bumbu rujak, nya dengan bantuan dari ibu Anis, mereka sibuk di dapur berdua.
Kenan merasa nyaman dengan kehadiran ibu Anis Sinan benar wanita paruh baya itu,memang sangat baik.
"Bu,ibu betah tinggal di sini" tanya Kenan.
"hmm, kalo begitu selama nya ibu akan tinggal bersama dengan kami semoga ibu bisa bahagia juga" ucap Kenan.
"rujak nya sudah beres, tuan segera lah antara kan, pada nya nanti bumil itu keburu ngambek" ucap Bu Anis.
"apa??itu bumil artinya, dan satu lagi panggil aku Kenan saja karena ibu sudah menjadi ibu angkat kami berdua" ucap Kenan tegas.
"bumil,itu singkatan dari ibu hamil,nak Kenan" ucap Bu,Anis tersenyum Ken pun pergi ke atas mengantarkan rujak yang di inginkan oleh Sinan.
sesampainya di sana Sinan sudah tersenyum hampir saja liurnya menetes.
"sayang selamat menikmati" ucap Kenan.
"terimakasih, ucap Sinan.
"Ken,, kamu mau"ucap Sinan yang melihat Kenan sedang meringis melihat mangga muda yang masam itu, seperti tidak manis saat masuk dengan lahap nya ke mulut istri nya itu.
"Hanny,itu kan kecut, kamu tidak apa-apa, sayang" tanya Kenan.
"ini enak banget Ken, coba deh" ucap Sinan.
"enggak-enggak sayang aku tidak mau perutku sakit itu cabainya banyak banget Hanny awas kamu sakit,perut bagaimana" ucap Kenan.
"Ken,,, aku ingin yogurt, saat ini" ucap nya.
__ADS_1
"hmm,ia akan di ambilkan tapi stop dulu makan rujak nya Hanny" ucap Kenan.
"ini enak banget Ken... Udah deh ambilkan saja" ucap Sinan.
Kenan pun tersenyum dan pergi kebawah lagi, dan mengambil yogurt yang di inginkan oleh istrinya itu,Kenan tidak pernah merasa lelah saat ini ia hanya merasakan kebahagiaan, padahal saat Sarah ngidam dia tidak se perduli ini, dan benar saja anaknya sarah bukan anak kandung nya.
sementara itu seluruh keluarga Sinan langsung pergi ke Paris saat ini untuk merayakan kehamilan Sinan termasuk Fero dan Sinan yang sangat bahagia akan memiliki cucu Jimi lebih bahagia lagi di masa tua nya kini dia akan memiliki cicit dan sebetar lagi cicit pertama nya, saat ini akan segera lahir Juli di bawa ke Paris, oleh Daniel, Adnan dan Liliana juga ayah ibu nya Agnes beserta suami dan anak nya pergi ke kediaman Sinan dengan Kenan begitu pun keluar Kenan dari Jerman semua datang berbarengan.
suasana Mension, Kenan benar-benar ramai hingga seluruh kamar yang tersedia penuh saat ini termasuk Sinta dan Riki pun hadir.
Riki,sangat terkejut pasalnya, Sinan di Paris lebih terkenal di banding,di negaranya sendiri, bahkan Sinan memilki begitu banyak aset' di negara tersebut, termasuk puluhan butik dan gedung, tempat sekolah para model nya.
Riki, dan Sinta kini tengah menikmati jamuan,di hotel mewah milik Kenan, yang sedang mengadakan acara syukuran empat bulanan Sinan saat ini.
Kenan, yang sedari tadi tidak mau jauh dari istrinya itu, saat ini tetap setia merangkul istrinya itu.
Siena dan Fero sedang sibuk, menyambut tamu saat ini,tamu yang di undang oleh Sinan adalah rekan kerja Sinan saat ini mereka teman lama Siena.
sementara itu di kamar, hotel Juli tengah merasakan kesakitan, dia meringis menahan mulas seperti nya dia akan segera melahirkan, Daniel yang selalu berada di sisi nya saat ini, dia langsung, memeluk dan menggendong istrinya itu penuh kasih sayang dia tidak hentinya memberikan semangat untuk Juli.
sesampainya di rumah sakit Juli kini langsung di bawa ke ruang bersalin, Daniel selalu setia mendampingi nya.
"Hanny, apa kamu yakin ingin melahirkan anak kita secara normal?" tanya Daniel.
"Tentu saja Daddy, aku ingin menjadi wanita yang sempurna untuk mu, dan untuk anak kita" ucap Juli.
"tanpa itu pun kau adalah wanita paling sempurna yang hadir dalam hidup ku Hanny, aku bahagia bisa hidup bersama dengan mu, hingga saat ini, jika ini pilihan yang kamu ambil maka kamu harus berjuang demi cinta kita sayang" ucap Daniel.
"terimakasih Daddy,tolong berikan aku ciuman sebetar saja agar aku kuat"ucap Juli .
"tentu saja Sayang, Hanny, kamu adalah hidup dan mati ku maka berjuang demi aku" ucap Daniel, yang kini mencumbu bibir istri nya itu, lumayan lama hingga dokter yang akan menangani nya pun tersenyum dengan kelakuan suami istri itu.
"permisi,tuan dan nyonya Sanjay, pembukaan nyonya, Juli sudah lengkap, dan sekarang nyonya Juli tolong ikuti instruksi yang saya berikan"ucap Dokter tersebut.
"AW... Dokter, aku sudah tidak tahan lagi rasanya seperti ingin buang air besar"teriak Juli.
"baiklah nyonya tahan dulu atur nafas tarik tahan keluar kan sekarang terik lagi tahan dorong nyonya ayo kepala bayi nya sudah terlihat" ucap Dokter itu terus membimbing Juli, hingga dorongan ketiga bayi laki-laki, pun keluar, dan di susul tiga menit kemudian Juli merasa mulas kembali tanpa aba-aba dari dokter Juli mengejan dokterpun tidak menyangka bahwa anak Juli adalah kembar, karena setiap kali di lakukan USG tidak terdeteksi, benar-benar keajaiban tuhan.
Daniel pun, kaget' setelah itu ia tersenyum bahagia ternyata anak nya kembar laki-laki dan perempuan.
"Hanny, terimakasih sayang aku sangat bahagia saat ini Daniel pun mencium bibir Juli saat ini juga karena dia begitu bahagia padahal Juli sedang di bersihkan saat ini setelah proses penjahitan jalan lahir nya yang mengalami robekan,itu adalah normal untuk wanita yang baru melahirkan.
seluruh keluarga kini tengah,berada di rumah sakit menunggu proses persalinan yang sebentar lagi akan selesai, mereka pun menunggu, untuk menggendong bayi yang katanya kembar.
setelah selesai, semua orang kini bergantian melihat bayi mereka Siena dan Jimi menangis haru sambil berpelukan begitu juga Siena yang berkali-kali mengecup kening putra pertama nya itu.
"terimakasih sayang, Bunda,sangat bahagia di hari tua Bunda masih bisa memiliki kebahagiaan, terimakasih sayang" ucap Siena sambil memeluk Juli dan juga Daniel begitu pun Jimi Fero dan Adnan.
"sayang, kakek sungguh bahagia, masih bisa melihat cicit kakek yang tampan dan cantik terimakasih sayang kakek benar-benar menyayangi kalian semua" ucap Jimi menangis haru.
"aku yang seharusnya berterimakasih pada kakek,berkat kakek aku bisa seperti ini, dan sangat bahagia memiliki mu kau adalah pahlawan hidup ku, Hiks hiks hiks" Daniel begitu terharu bagaimana tidak Jimi lah orang yang selama ini ada untuk nya selalu setia membimbing, dia dan adiknya Sinan Jimi dengan telaten merawat Daniel dan Sinan memberikan kasih sayang sepenuhnya hingga dia tidak pernah kekurangan sampai saat ini.selain ayah angkatnya, Fero.
sementara ayah, nya pribadi hanya sibuk mengurus dunia nya sendiri.
__ADS_1
Sinan yang datang belakangan pun memeluk sang kakak sambil menangis haru, iya memeluk Daniel erat, begitu juga Daniel yang membalas pelukan Sinan kini Jimi pun memeluk mereka berdua mereka memiliki ikatan batin yang kuat di bandingkan dengan orang tua nya.
"kau, tidak boleh cengeng lagi. adikku sebetar lagi kau akan menyusul kakak memiliki anak yang sama kembar kita akan bersama-sama merawat dan membesarkan mereka, dan semoga kakek selalu sehat agar kita masih bisa bermanja-manja pada nya lagi ia kan kakek kami tersayang" ucap Daniel sambil mencium pipi kakek nya itu, seperti yang sering di lakukan nya sebagai ungkapan rasa sayang nya mereka berdua pun kompak mencium pipi Jimi dengan penuh sayang begitu pun Jimi yang mencium wajah kedua nya dengan Sayang.