Terjebak Cinta Pria Egois

Terjebak Cinta Pria Egois
Abadi


__ADS_3

mereka pun makan satu piring berdua, bahkan Mateo,kini menemani Jessi, tidur dalam pelukan nya, setelah Jessi benar-benar tertidur dia langsung bergegas menuju kamar nya dan mengistirahatkan tubuh nya.


malam pun berlalu, berganti pagi yang cerah saat ini Jessi, sudah bersiap untuk pergi ke kantor, sementara itu di bawah Mateo, sudah menghidangkan makanan di meja makan.


"sayang kamu sudah siap"ucap Mateo.


"iya, sayang aku ada meeting penting pagi ini"ucap Jessi.


"baiklah aku akan segera bersiap ucap Mateo, saat itu juga dia bergegas menuju kamar nya dan langsung mandi juga berpakaian rapi, saat ini dia tidak menggunakan jas hanya kemeja berwarna hitam dan celana bahan yang bisa dia kenakan, saat ke kantor.


"sayang maafkan aku sedikit telat"ucap Mateo, yang kini berjalan menuju meja makan Mateo bahkan belum sempat memasang dasi nya saat ini, dia hanya mengalungkan dasi tersebut di leher nya.


Jessi, yang melihat Mateo, terburu-buru dia langsung menghampiri nya, dan mengambil dasi tersebut lalu memakaikan nya, saat itu juga.


"terimakasih sayang"ucap Mateo sambil mengecup bibir Jessi, sekilas.


"sama-sama,ayo sarapan , mulai besok aku yang akan masak, ucap Jessi,sambil mengambil kan nasi goreng ke piring Mateo.


"terimakasih sayang,memang nya kamu sudah bisa memasak??"ucap Mateo sedikit heran.


"aku sudah ikut kursus memasak, dan sudah lulus tes, berkali-kali, mungkin masakan ku takkan selezat masakan mu"ucap Jessi.


"tidak apa-apa, sayang aku tidak ribet, apa pun itu pasti aku makan, dan aku yakin pasti enak kalau tidak mana mungkin kamu bisa lulus tes ia kan, dan kalopun belum lolos tes aku akan mengajari mu untuk itu, sampai kamu pandai memasak"ucap Mateo,penuh perhatian.


"aku tau kamu adalah pria terbaik yang di berikan tuhan untuk ku"ucap Jessi.


"sayang aku mencintaimu"ucap Mateo, sambil mengecup bibir Jessi, mereka pun akhirnya sarapan bersama.


Mateo, pun mengantar kekasih nya itu sampai kantor setelah itu dia pamit akan kekantor Kenan, sebenarnya Mateo, sudah tidak bekerja sebagai asisten nya lagi, Mateo bahkan sudah menyelesaikan tugas nya, beberapa Minggu yang lalu,kini dia tinggal mengambil keputusan untuk keluar dari dunia yang selama ini di geluti nya, dia ingin memperistri Jessi, tapi sebelum itu dia harus mengurus pengunduran diri nya dari militer,lalu mengurus perusahaan milik Daddy nya, yang kini sudah mulai sakit-sakitan.


sesampainya di kantor, dia di sambut baik oleh Kenan, dan mereka pun mengobrol dengan hangat bahkan Kenan , tersenyum puas, saat Mateo, berterus-terang tentang hubungan nya dengan , Jessi, putri Kenan.


"selamat, untuk mu Mateo, ternyata putri ku, adalah pejuang hebat, yang tangguh hingga dapat meluluhkan hati, seorang pria dingin seperti mu"ucap Kenan.


"terimakasih juga untuk mu tuan karena kamu sudah memberikan kepercayaan terhadap ku"ucap Mateo.


sementara itu Jessi, sedang sibuk memimpin rapat perusahaan milik Sinan, yang di wariskan pada nya, saat ini.


Jessi, tersenyum puas saat ini dia berhasil, memimpin perusahaan tersebut, hingga kini makin besar, dan dia membuka cabang perusahaan nya di negara lain, Kenan, dan Sinan, begitu bangga pada putri bungsu nya itu saat ini dia bahkan memberikan pesta kejutan ya itu pesta pertunangan nya dengan Mateo.


"saat ini seluruh keluarga berkumpul, kecuali Jessica, yang masih enggan untuk pulang menghadap Daddy, nya dia takut keluarga nya akan murka jika tau dia menikahi Om nya sendiri.


rangkaian acara pun di gelar hingga acara pertunangan itu selesai diadakan,para keluarga menginap di hotel sementara Jessi dan Mateo, memutuskan untuk kembali ke apartemen, karena Mateo, harus bersiap untuk pulang ke negaranya Amerika saat itu juga.


Terry,di bantu Sinan, untuk menidurkan kedua anak mereka yang kini berusia Lima bulan, Sinan, begitu bahagia bisa di kelilingi cucunya saat ini ketiga cucunya, berjenis kelamin laki-laki, dan itu mengingat kan nya pada Arthur dan Arthurro, saat mereka masih kecil.


bahkan saat ini Terry, dan juga istri Arthur di larang mengambil putra mereka, Kenan, dan Sinan,mengambil alih mereka, andaikan saja ini bukan larut malam mereka pasti sudah membawa kabur ketiga cucunya itu ke istana nya.


Terry,tau mereka begitu menyayangi kedua putranya itu, saat ini dia pun mengalah dan hanya tidur berdua dengan suami tercinta nya.


sementara itu di apartemen, setelah mereka masing-masing membersihkan diri,kini Mateo, duduk di sofa kamar milik Jessi, dia bingung harus berkata apa, untuk kepulangan nya besok.


jujur Teo, tidak bisa jauh dari Jessi,tapi berhubung urusannya sangat penting dan akan memakan waktu cukup lama, jadi dia memberanikan diri untuk bicara, dia akan ambil keputusan setelah melihat respon dari Jessi.


"Jessi, sayang aku ingin bicara jujur pada mu, kemari lah"ucap Mateo, menepuk sofa di samping nya.


"apa yang ingin kamu bicarakan Teo"ucap Jessi.


"aku besok haru segera kembali ke negara ku, untuk mengurus pengunduran diri ku di militer, dan mengambil alih perusahaan milik Daddy"ucap Mateo.


"sebentar-sebentar, kamu bilang apa barusan,mi militer, jadi selama ini kamu itu anggota militer"ucap Jessi sedikit tidak percaya dengan fakta ini.


"iya aku adalah agen militer yang di tugaskan untuk menjadi mata-mata oleh atasan ku, untuk mencari dimana keberadaan para mafia bisnis itu berada, dan aku bekerja sama dengan Daddy mu untuk menyelesaikan misi ini dan aku sudah berjanji jika kelak aku menemukan calon istri ku, aku akan berhenti dari dunia itu"ucap Mateo, tegas.


"berapa lama kamu pergi"ucap Jessi yang takut di tinggal kan.


"mungkin dua bulan"ucap Mateo.


"lama , aku"ucapan Jessi terhenti dia kini sedang menahan tangisnya, rasanya berat untuk berjauhan dengan pria yang kini menjadi tunangan nya.


"aku tau itu berat aku pun tak ingin semua ini tapi demi masa depan kita, aku janji aku akan segera kembali setelah itu dan kita akan segera menikah"ucap Mateo.


Jessi, hanya diam membisu Air mata nya menetes begitu saja, dan Mateo, yang melihat itu, dia langsung membawa Jessi, kedalam dekapannya saat ini Teo, berkali-kali, mencium puncak kepala Jessi.

__ADS_1


"jangan menangis sayang, aku semakin berat untuk meninggalkan mu, tapi aku juga harus menyelesaikan semua nya, dan selama dua tahun ini aku tidak mengunjungi keluarga ku, aku kangen mereka, tapi aku juga sangat berat meninggalkan mu, andaikan saja kamu bukan wanita karir, aku akan langsung membawamu pergi ke negara ku"ucap Mateo.


🌹💖💖💖🌹


setelah dua jam lamanya mereka saling diam, akhirnya Jessi, membuka suara.


"Teo, kita akhiri saja hubungan ini jika itu menghambat karir mu"ucap Jessi sambil beranjak dari samping Mateo,namun tangan nya langsung di cekal Mateo, yang marah dengan perkataan Jessi, yang semudah itu mengambil keputusan.


"jangan sembarangan kamu Jessi, apa semudah itu mengakhiri cinta yang selalu kamu damba"ucap Mateo, yang kini menatap tajam kearah Jessi.


"hiks hiks hiks, Teo, kamu sudah lama mencintai dunia mu itu, jika harus gara-gara aku kamu mengakhiri nya, aku tidak mau membunuh cita-cita mu dan lagi, aku tidak sanggup jika harus berpisah dengan mu, aku tidak sanggup "ucap Jessi lirih.


"dengarkan aku sayang,ini bukan karena kamu saja, tapi kedua orang tua ku, juga membutuhkan ku saat ini jadi jangan salah kan dirimu,ini adalah tekad ku jauh sebelum kita memiliki hubungan ini"ucap Teo, yang langsung mencium bibir Jessi, dengan kasar, dia tidak ingin kehilangan cinta nya, satu-satunya wanita terbaik pilihan hati nya, bukan karena dia tidak laku , bahkan selama dia berpindah-pindah negara dia selalu jadi incaran para gadis belia dan dewasa, tapi hanya satu yang membuat nya jatuh cinta,ya itu Jessi.


Teo, menggigit bibir Jessi, dengan sangat lembut agar Jessi , membalas ciuman itu perlahan tapi pasti Mateo, kehilangan kendali atas dirinya yang kini di liputi rasa takut kehilangan hingga hampir saja , terjadi hal yang tidak seharusnya, beruntung aksi nya di gagalkan oleh dering ponsel Jessi, ternyata Jessica, yang menghubungi nya.


📱"Halo,kakak, kakak... dimana kenapa tidak datang ke acara ku semua berkumpul tapi kamu tega"ucap Jessi,sambil terisak, Mateo langsung membawanya ke dalam dekapan nya.


📱"maaf kan kakak, sayang kakak, tidak punya keberanian untuk menampakkan wajah di hadapan kalian semua, kakak,malu hanya karena rasa cinta yang begitu besar kakak, melakukan kebodohan, tapi kakak sudah bahagia bersama dengan nya"ujar Jessica.


📱"kembalilah,kami semua merindukan mu, jika Daddy, nanti marah kita bisa hadapi semua bersama-sama"ucap Jessi.


📱"kakak, juga rindu kalian semua tapi Ferdinand, tidak ingin kakak, kembali dia takut kehilangan kakak lagi"ucap Jessica,sambil sedikit tersenyum,


📱"Ferdinand, keterlaluan sudah misahin kita, apa kakak,tau aku sudah bekerja keras mengganti kan tugas mu di perusahaan, saat ini, bahkan aku akan segera meresmikan cabang perusahaan yang baru, apa kakak, tidak kasihan dengan adik semata wayang mu ini"ucap Jessi mengeluh.


📱"sayang kakak, janji akan kembali dan membantu mu, saat itu datang Kakak, saat ini sedang berusaha membujuk Ferdinand,agar mau tinggal di Paris"ujar Jessica.


📱"segera lah kembali atau aku akan meminta Daddy, menyeret paksa kalian berdua"ujar Jessi kesal.


📱"baiklah kakak, usahakan, Oya, selamat ya,atas pertunangan mu,kakak, yakin calon suami mu, adalah pria tampan dan sangat bertanggung jawab, dia pasti sangat menyayangi mu"ucap Jessica, yang memang belum mengenal Mateo, sebelumnya, karena Mateo, datang setelah Jessica, pergi ke Jerman saat itu.


telpon pun terputus dan kini Mateo, memandang lekat, wajah cantik yang baru saja menangis karena rindu.


"sayang maafkan aku, aku hampir saja lepas kendali"ucap Mateo.


"heumm"ucap Jessi singkat dia langsung menyelimuti tubuh nya yang sudah polos tanpa sehelai benang pun, Mateo pun membawanya ke dalam pelukan nya saat ini "sayang kamu mau ikut dengan ku ke rumah mertua mu besok, itung-itung liburan sambil belajar mendekatkan diri dengan mereka"ujar Mateo serius.


"apa orang tua mu akan menerima ku"ucap Jessi, yang sedikit parno karena sering nonton telenovela, yang di mana ia melihat setiap mertua itu jahat.


"ko, kamu tau aku perpikir seperti itu sih, jangan-jangan kamu juga peramal ya,ko tau apa yang aku pikirkan"ucap Jessi.


"aku tau kamu sering membahas nya, dengan anak buah mu di kantor"ujar Mateo,sambil tersenyum manis.


"heumm, ternyata calon suami ku kepo, juga ya"ucap Jessi,sambil mencubit hidung Teo,sambil tertawa geli.


"apa itu kepo??"ucap Teo,tak mengerti itu bahasa,gaul dari Indonesia,kakak ku Arthurro, selalu mengatakan itu saat aku ingin tau urusan nya kurang lebih begitu"jawab Jessi.


"heumm, apa Arthurro, masih tinggal di Indonesia, soalnya target ku juga berasal dari sana"ucap Mateo.


"tidak dia sekarang memutuskan untuk menetap di Singapura, Dengan keluarga kecil mereka, aku pun ingin seperti itu setelah menikah nanti tidak ingin terus tinggal dengan orang tua, pasti lebih seru"ujar Jessi begiitu bersemangat.


"tapi sayang, kedua orang tua ku, sudah tua dan sakit-sakitan, aku tidak tega jika harus tinggal terpisah dengan mereka"keluh Teo.


"kamu tidak usah khawatir, aku tidak akan memaksa kan kehendak, aku akan menyayangi orang tua mu seperti Daddy, dan mommy ku"ucap Jessi.


"terimakasih sayang, ku kamu memang wanita terbaik yang Tuhan ciptakan untuk ku"ucap Teo,sambil mencium puncak kepala Jessi.


"bentar kamu belum jawab pertanyaan ku tadi apa mommy,mu tau aku dan apa dia akan menyukai ku??"ucap Jessi.


"heumm,,,tau gak ya ..."ujar Mateo, sengaja menggoda, Jessi


"ya sudah kalau tidak ingin menjawab"ucap Jessi,sambil membalikkan badannya membelakangi Teo.


"sayang, kamu ngambek nih ceritanya"goda Teo,sambil mengecup punggung Jessi.


"Teo, lepas geli tau"ucap Jessi yang kini menghadap ke arah Mateo.


"kalau berani ngambek lagi, aku akan menghukum mu lebih dari itu bahkan sampai kamu sulit untuk berjalan"ucap Teo, berkata tanpa ragu, sementara itu Jessi bengong karena tidak mengerti apa yang di maksud oleh Teo.


"memang nya kamu akan mengikat kaki ku, sampai-sampai sulit untuk berjalan"ucap Jessi.


sementara itu Mateo hanya mesem-mesem sambil bergumam dalam hati"ternyata gadis ini hanya pintar, untuk berkarir, tapi tidak dengan urusan orang dewasa, aku semakin mencintai nya"Gumam, Teo, dalam hati.

__ADS_1


"ih kamu itu aneh deh, malah mesem-mesem kaya gitu"ucap Jessi.


"sudah larut sayang tidur besok ketinggalan naik pesawat"ucap Mateo.


"siapa juga, yang mau naik pesawat,ayo jawab pertanyaan ku yang tadi"ucap Jessi kekeuh.


"aku lupa sayang yang mana, ahhhhhh aku ngantuk aku pindah kamar saja ya"ucap Mateo, yang masih menggoda Jessi, dia senang saat melihat Jessi , kesal menurut nya tingkah nya saat itu sangat mengenaskan.


"ya udah pindah sana tapi jangan harap kita bertemu lagi"ucap Jessi, yang langsung membuat Teo,geram dia tidak ingin mendengar kata-kata itu lagi, Teo, menganggap itu adalah kata-kata keramat.


"Jes, jangan pernah ucapkan kata menakutkan itu lagi, karena di antara kita, tidak akan ada yang sanggup bertahan hidup"ucap Teo,sambil menatap mata Jessi, yang kini menyesal karena telah berkata seperti itu.


"maaf kan aku aku janji tidak akan pernah mengucapkan itu lagi"ucap Jessi menyesal.


"sudah lah, tidur lah sayang,ini sudah hampir pagi, besok kita putuskan bagaimana baiknya"ucap Mateo.


Mateo pun langsung memeluk Jessi, dan mereka pun tidur bersama satu rajang tanpa melakukan apapun, Mateo, ingin melakukan itu saat tiba waktunya malam pertama nanti.


ke esokan hari nya mereka bangun terlambat saat ini jam menunjukkan pukul sepuluh pagi, dan mereka kompak bangun, tidur dan tanpa sadar mereka masuk ke dalam kamar mandi bersama-sama bahkan Mateo hanya menggunakan bokser.


"Teo, kamu mau mandi di sini ??"ucap Jessi tidak percaya.


"tanggung sayang sudah telat saat ini gak masalah bukan aku sudah melihat semuanya walaupun belum merasakan itu"ucap Teo, menyeringai.


"Teo... keluar gak"ucap Jessi kesal wajah Jessi merah karena malu.


"iya sayang setelah aku mandi dulu"ucap Teo.


"Teo, kamu itu keterlaluan, keluar gak"ujar Jessi.


Teo, bukan nya pergi tanpa malah mendekat ke arah Jessi, Teo sengaja mengambil selimut yang menyelimuti tubuh, nya .


"Teo, aku tidak akan memaafkan mu,kalau kamu mendekat"ucap Jessi ,sambil berlari meraih bathroob nya.


"sayang, jangan gunakan itu"ucap Teo.


"aku malu kamu mandi saja duluan aku keluar"ucap Jessi,sambil buru-buru pergi.


Teo, tersenyum bahagia, saat melihat tunangan nya pergi dengan muka merah seperti kepiting rebus saking malu nya.


setelah selesai mandi, Teo, langsung keluar hanya menggunakan handuk, yang di lilitkan di pinggang nya.


sambil mengusap rambut nya dengan handuk kecil.


"sayang bisa bantu aku ambilkan baju ku"ucap Mateo.


"itu di paper bag,baju untuk mu"ucap Jessi, yang kini menyodorkan paper bag yang dulu sempat di bawa Jessi.


"terimakasih sayang"ucap Teo, yang langsung mengambil itu dan masuk ke dalam wal-k in closed.


Jessi pun langsung, menuju kamar mandi dan mengunci pintu nya, setelah itu dia langsung mandi butuh waktu tiga puluh menit, untuk menyudahi mandi nya saat ini, setelah itu dia langsung keluar menggunakan bathroob, dan lilitan handuk, di kepala nya.


"sayang, kamu sudah selesai mandi"ujar Mateo, yang kini sudah selesai berpakaian, dia menggunakan stelan jas, mahal yang di buatkan oleh Jessi, khusus untuk calon suami nya itu, Mateo sudah terlihat lebih tampan saat menggunakan jas tersebut,di hadapan nya sudah ada sarapan sandwich dan susu hangat.


"sayang, makasih baju nya, aku suka banget"ujar Mateo.


"syukurlah kalo kamu suka,Oya jam berapa kamu berangkat"ucap Jessi.


" mungkin sore nanti, bersiap lah aku ingin mengajak mu ke suatu tempat"ucap Mateo.


"heumm, aku sibuk hari ini"ucap Jessi.


"ini weekend sayang"ucap Mateo.


"tapi aku ada kerjaan"ujar Jessi beralasan agar dia tidak melihat kepergian Teo, jujur saja entah kenapa hati nya terasa nyeri, jika harus menyaksikan kepergian Mateo.


"sayang kamu tega"ucap Mateo.


"bukan begitu"ucap Jessi.


"sudah lah tidak perlu beralasan,aku pergi sekarang juga"ucap Teo,sambil berjalan menuju pintu keluar kamar.


"Teo, jangan seperti ini please, aku hanya tidak sanggup melihat mu meninggal kan aku"ujar Jessi.

__ADS_1


"sayang aku juga tidak tega ninggalin kamu walau hanya sedetik pun, tapi semua demi kebaikan kita semua"ucap Teo, memberikan pengertian.


__ADS_2