Terjebak Cinta Pria Egois

Terjebak Cinta Pria Egois
#Dugaan#


__ADS_3

setelah kepergian Ferdinand, Jessica, hanya berdiam diri dia tidak ingin lakukan apapun saat ini hati dan pikiran nya sungguh sangat lelah , Jessica, pun memutuskan untuk mengunjungi mommy nya,di kediaman nya.


sesampainya di sana Jessica, mengurungkan niatnya untuk bercerita banyak tentang permasalahan nya saat ini tapi dia urung kan saat melihat wajah mommy nya yang tersenyum hangat, Jessica, tidak ingin merubah senyuman ibunya dengan rasa kecewa yang nanti akan timbul setelah ia mengatakan semua nya.


"sayang, tumben kamu datang di jam kerja,heumm... apa kamu tidak bekerja hari ini??"ucap Sinan.


"tidak momm,... aku sedang merindukan kalian"ucap Jessica,sambil memeluk ibunya sedikit lebih lama


"ada, apa hemm.. tidak biasanya putri Daddy, manja begini??"tanya Kenan.


"aku hanya sedang kangen saja Daddy, apa tidak boleh??"ucap Jessica,sambil mencabikan bibir nya.


"tentu saja boleh sayang, kemarilah"ucap Kenan sambil memeluk putri nya itu.


"coba ceritakan sama Daddy, apa yang sebenarnya terjadi, Daddy,tau kamu sedang ada masalah ,ia kan??"ucap Kenan, yang sudah sangat mengenal sifat putri nya sedari kecil, Jessica, tidak akan seperti saat ini jika dia tidak dalam Pase bersedih.


"Daddy,beneran kok... tidak ada apa-apa, aku hanya kangen rumah saja, aku boleh tidur di sini kan"ujar Jessica, yang saat ini meminta persetujuan pada keduanya.


"tentu saja Sayang, ku ini rumah mu kapan pun kamu bisa kesini, dan sejak kapan putri ku ini harus meminta izin , saat ingin kembali ke rumah nya sendiri"ucap Sinan,sambil mendaratkan ciuman di puncak kepala putri nya itu.


"momm...dadd... aku sangat merindukan kalian"ujar Jessica,sambil mencium pipi keduanya, setelah itu Jessica, langsung masuk ke dalam kamar nya, sesampainya di sana, Jessica, langsung menutup pintu, dia bersandar di sana, air mata nya berderai deras, ia tidak bisa lagi membendung nya, Jessica begitu hancur saat ini , beruntung kamarnya kedap suara.


"momm...dadd...maaf Jessica, tidak bisa berbagi beban dengan kalian berdua"ucap Jessica, lirih.


masih terasa, sakit hati nya kala ia melihat Ferdinand, pergi begitu saja meninggalkan nya hingga saat ini, Jessica,tau Ferdinand, sangat kecewa pada nya, tapi Jessica, hanya bisa pasrah toh... apa pun yang terjadi nanti antara dia dan Ferdinand, Ferdinand, masih memiliki orang yang dia sayangi,yaitu ibu dari kedua anak nya, yang kini masih tinggal di Indonesia, Jessica, tidak ingin menjadi lebih egois lagi, karena dia sudah membuat Ferdinand,jauh dari shanty, dan kedua putranya itu, hanya karena permintaan kedua orang tua nya.


Jessica, pun terduduk di lantai, saat ini dia begitu lelah, dia pun tergeletak begitu saja di sana, tanpa sadar ,saking lelahnya setelah menangis, ketukan pintu yang terus berbunyi, dan itu yang membuat dia terbangun, Jessica, tidak langsung membuka pintu tapi ia berlari kecil masuk kedalam kamar mandi untuk membasuh wajah nya yang sembab.


"masuk tidak di kunci"teriak Jessica, dari dalam kamar mandi nya, tapi ketukkan pintu itu masih terus berlangsung hingga Jessica, kembali dan langsung membuka pintu, ternyata Ferdinand, sedang berdiri di depan pintu masuk kamar nya.


"sedang apa?? kenapa lama sekali membuka pintu nya, Ayo bersiap, malam ini juga kita pulang ke Indonesia"ujar Ferdinand, yang langsung duduk di sofa.


"pulang lah, sendiri aku akan tinggal di sini bersama kedua orang tua ku"ucap Jessica.


"apa begitu, sikap seorang istri, terhadap suami nya"ucap Ferdinand,sambil menatap wajah Jessica, dengan tatapan dingin.


"fer... secepatnya kita akan berpisah, jadi kamu bisa "ucapan Jessica, terhenti karena Ferdinand, melempar pas bunga yang ada di hadapannya.


prang......


pecahan pas itu berhamburan setelah terhempas membentur dinding.


"sudah ratusan kali aku katakan, kita tidak akan pernah berpisah,ada atau tidak nya buah hati kita, apa itu kurang Jessica, aku akan dengan sangat mudah mendapatkan seorang anak dari wanita manapun, jika aku mau..... tapi aku tidak akan pernah bisa kehilangan dirimu, seumur hidup ku, aku tidak akan pernah bisa"ucap Ferdinand, yang kini mencengkram kuat rahang Jessica, tanpa sadar Ferdinand, sudah menyakiti Jessica, saat ini.

__ADS_1


"sakit...hiks hiks hiks"Jessica, meringis dan terisak karena merasakan sakit yang teramat bukan di tubuh nya, melainkan di hati nya.


"maaf kan aku, aku mohon jangan pancing sisi gelap ku Jessica, aku sangat mencintaimu dan sampai kapan pun itu tidak akan pernah berubah, tolong kamu mengerti itu"ucap Ferdinand, sambil, mencium bibir Jessica , dengan lembut, Ferdinand, pun berderai air mata, jujur hati nya sangat sakit mendengar ucapan Jessica, yang selalu berkata bahwa mereka akan segera berpisah.


"aku mohon, kita pergi dari negara ini, kita bisa bersama hidup di negara lain jika kamu tidak ingin kembali ke Indonesia"ucap Ferdinand.


"tidak, negara lain,ayo kita pulang ke Indonesia, aku tidak ingin egois lagi karena sudah membuat kalian terpisah jauh walaupun, aku tau kalian, masih sering bertemu"ucap Jessica, yang berhasil membuat Ferdinand,mematung jantung nya seakan di tusuk ribuan jarum saat ini, betapa tidak selama ini Ferdinand, sudah menghianati cinta Jessica, dengan memberikan nafkah batin secara diam-diam terhadap shanty, yang jelas-jelas masih berstatus sebagai istri nya.


"maaf kan aku Jessica, aku"ucapan Ferdinand, langsung terhenti saat Jessica, tersenyum pada nya, seolah berusaha menyembunyikan luka nya.


"aku tidak akan memaksa jika kamu tidak bisa, baik'lah kita akan tetap di sini"ucap Ferdinand, yang kini berubah pikiran, saat dia sadar Jessica, akan semakin terluka jika mereka masih tinggal di negara yang sama.


"tidak Ferdinand, aku sudah putuskan, apa pun yang terjadi, aku akan tetap mengikuti keinginan mu, hingga aku sudah tidak sanggup lagi menahan tubuh ini, untuk sekedar berdiri tegak di sisi mu"ucap Jessica, yang kini langsung mengambil kunci mobil nya, namun tangan nya di tahan Ferdinand.


"berhenti melukai hati mu, aku mohon jangan seperti ini"ucap Ferdinand, yang kini menangis sesenggukan di ceruk leher Jessica, Ferdinand, memeluk Jessica, dari belakang, dia tak kuasa menahan rasa sakit melihat Jessica, yang terluka akibat ke egoisan nya.


"aku tidak sedang melukai hati ku, Ferdinand, aku sedang mencoba, untuk membahagiakan mu, hingga akhirnya nanti saat tiba waktunya Tuhan akan menjemput ku"ucap Jessica.


"tidak sayang, tidak jangan pernah lakukan itu, aku tidak akan pernah sanggup kehilangan mu"ucap Ferdinand.


"manusia, tidak akan pernah bisa melawan takdir Ferdinand, semua sudah digariskan, kita hanya bisa pasrah menerima kenyataan, dan mulai sekarang, aku akan mencoba melakukan yang terbaik sampai saat itu datang"ucap Jessica,sambil berjalan meninggalkan Ferdinand, yang menolak melepaskan pelukan nya saat ini.


🌹💖💖💖🌹


"Hay, sayang apa kabar mu, kapan kamu datang"ucap Jessica.


"aku baru kembali, kemarin malam"ucap Jessica, yang kini mencium pipi tantenya itu.


"Oya Depan... kenalkan ini Jessica, keponakan ku, istri dari adikku"ucap Sherly.


"Hay, apa kabar"ucap laki-laki tampan tersebut.


"aunty, itu pacar nya"bisik Jessica.


Sherly, seketika terdiam, dia bingung dengan cara apa harus menjelaskan nya, karena saat ini mereka tidak memiliki ikatan resmi hanya saja , Depan , tidak pernah bisa melepaskan Sherly, walaupun dia sudah memiliki istri.


"sayang, aku ada sedikit pekerjaan yang harus aku selesaikan, mungkin besok aku baru kembali"ucap Depan...


"baiklah, kamu selesaikan saja tidak perlu terburu-buru, karena aku tidak ingin menjadi penghalang untuk karir mu"ucap Sherly, yang kini mendapat tatapan tajam dari Depan, dia tidak akan pernah membiarkan Sherly, berucap seperti itu, jika tidak ada Jessica.


Depan, pergi tanpa basa-basi lagi, saat ini karena sedang menahan kesal terhadap wanita nya itu.


Sherly, bertemu Depan, tanpa sengaja, saat itu mereka dalam keadaan mabuk, Depan, yang frustasi, karena mengetahui bahwa istrinya selama ini menghianati cinta nya, saat itu Depan,mabuk berat dan begitu juga Sherly, yang masih terluka atas kepergian orang tua nya, Sherly,sering menghabiskan waktu di club malam tersebut tapi baru kali itu, dia mabuk parah, dan ia mengira apartemen, yang ia masuki, adalah milik nya, tapi ternyata milik Depan.

__ADS_1


saat Sherly, masuk, Depan, baru saja masuk dan belum sempat menutup pintu, dia sendiri heran,ada seseorang wanita masuk ke dalam kamar nya saat itu dan merebahkan diri di kasur empuk nya, Depan, yang masih dalam pengaruh alkohol, dia berpikir mungkin itu istrinya, hingga Depan, berpikir untuk membalas rasa sakit nya, dengan cara memperlakukan istrinya, seperti wanita ****** di luar sana.


Sherly, yang tidak sadarkan diri, saat itu, dia hanya diam tak bisa menolak perlakuan kasar Depan, pria yang sama sekali tidak dikenal nya, Sherly, hanya menjerit kesakitan setelah itu dia benar-benar tidak sadar, Depan, sempat terbengong sepersekian detik, saat mengetahui wanita itu bukan istrinya, bahkan wanita itu masih perawan, tapi Depan, yang terlanjur melakukan itu, dia hanya bisa pasrah, apa pun yang terjadi nanti dia akan bertanggung jawab, dan karena nafsu sudah menjalar di sekujur tubuhnya, Depan, melanjutkan aktivitas nya, saat itu hingga berulang kali, sampai ia tertidur pulas.


sementara itu Sherly, begitu kaget' saat ia bangun sekujur tubuh nya, dipenuhi Kiss Mark dia bahkan merasakan sakit di bagian inti tubuh nya, hingga sulit untuk bergerak, tapi samar-samar dia mendengar gemercik air dari dalam kamar mandi.


Sherly,sadar itu bukan kamarnya, dia mengira saat ini dia berada di hotel milik almarhum Jimi, yang di kelola oleh Daniel, dan dirinya, tapi ternyata dia salah,itu kamar milik tamu hotel tersebut.


saat Sherly, hendak pergi suara seseorang, menghentikan langkah nya.


"aku minta maaf untuk kejadian semalam, aku akan bertanggung jawab, sebaiknya, sekarang kamu bersihkan dirimu, setelah itu kita akan bicara"ucap Depan.


"tidak,itu tidak perlu"ucap Sherly, yang langsung berjalan menuju pintu, tapi tangan nya di cekal oleh Depan, saat itu Depan, menatap tajam pada Sherly.


"aku bukan, pria seperti di luaran sana, yang akan dengan mudah melupakan semua kejadian yang kita alami, aku akan segera menikahi mu, setelah ini, dan aku tidak suka penolakan, lagian, setelah ini tidak akan ada yang mau menikah, dengan wanita yang sudah di tiduri pria lain"ucap Depan, yang kini berusaha menahan Sherly, sekuat mungkin.


"maaf, tuan saya mohon biarkan saya pergi, semua itu tidak perlu anda lakukan, karena saya, sudah memutuskan untuk hidup sendiri tanpa menikah sedari dulu"ucap Sherly.


"tapi aku tidak akan membiarkan ,buah hati ku tumbuh tanpa aku"ucap Depan,yakin.


"tuan, jangan khawatir, aku adalah wanita mandul"ucap Sherly, berbohong.


"aku tidak ingin penolakan"ucap Depan tegas, tapi Sherly, kekeuh menolak hingga Depan, murka dan kembali melakukan kejadian semalam pada Sherly, yang jelas kalah tenaga dengan Depan.


Sherly, hanya bisa meronta sampai akhir, mencapai puncak Depan, membuang benih nya di dalam, Sherly, yang sudah lelah , menangis saat ini hanya bisa diam tanpa perlawanan apapun, karena percuma saja semua sia-sia Depan , punya banyak lebih tenaga.


"kamu jahat tuan kita bahkan tidak punya ikatan apapun, aku juga tidak mengenal mu, apa salah ku padamu, hingga kau tega melakukan itu pada ku"ucap Sherly.


"Nama ku, Depan, dan aku akan segera menikah dengan mu, jadi kamu tidak usah khawatir, aku akan bertanggung jawab mulai detik ini, camkan itu"ucap Depan, yang kini membawa Sherly, dalam dekapan nya,namun Sherly, mati-matian menolak nya, tapi Depan, berhasil mengancam nya.


"lakukan, saja kamu bisa menolak tapi aku pastikan, kamu tidak akan pernah bisa pergi dari sini"ujar depan tegas.


Sherly, pun pasrah, saat ini dia tidak ingin Depan, kembali melakukan itu, Sherly, berusaha memejamkan mata nya, berharap setelah ia bangun ini hanya sebuah mimpi, tapi semua itu tidak sesuai keinginan, semua itu adalah kenyataan.


Sherly pun bangkit dan membersihkan diri, setelah itu dia kembali menggunakan bathroob dan lilitan handuk di kepala nya, dia keluar dari kamar mandi dan mengendap-endap menuju pintu keluar, namun lagi-lagi, suara pria itu menghentikan langkahnya.


"silahkan pergi, dari sini tapi jangan harap bisa pergi dengan selamat"ucap Depan, tegas.


"apa mau mu tuan, kamu sudah dapat apa yang kamu inginkan, please, biarkan aku pergi, aku mohon"ucap Sherly.


"kamu bisa pergi setelah kita menikah"ucap Depan, tegas.


"Aku tidak akan kabur, kamu bisa mencari ku ,kapan saja, aku harus segera kembali dan aku masih punya pekerjaan yang harus aku selesaikan"ucap Sherly, memohon.

__ADS_1


"tunggu aku di sini, dan jangan coba pergi, sebelum aku siap, dan satu lagi sebentar lagi akan ada asisten ku yang akan mengantarkan pakaian untuk mu"ucap Depan,sambil berjalan menuju pintu masuk kamar mandi.


__ADS_2