Terjebak Cinta Pria Egois

Terjebak Cinta Pria Egois
Menikah karena ancaman


__ADS_3

Sinan,kini tidak bisa bergerak maju membela diri, karirnya akan tetap hancur, dan jika memilih untuk menikah pun dia tidak mencintai Kenan ya jujur Kenan memang memiliki paras rupawan, semua orang mengakui itu tapi Sinan tidak mencintai nya saat ini, dan apa dia harus mempertahankan pernikahan itu, Sinan benar-benar dilema.


"aku tidak akan menikah dengan mu, sampai kapan pun" jawab Sinan tegas.


"owh, baik lah berarti kamu memilih karir mu hancur saat ini juga aku tau karir yang kau bangun dengan susah payah selama ini, pasti sangat di sayangkan kalau hancur begitu saja" ucap Sinan.


"bagaimana aku bisa menikah dengan mu aku bahkan tidak mencintai mu sama sekali, bahkan aku tidak pernah mengenal mu bagaimana jika kau sudah beristri, dan saat aku tau itu aku akan pergi meninggalkan mu, bagaimana?"kata Sinan yang berhasil membuat Kenan terdiam untuk sementara.


"aku tidak butuh cinta di cintai aku hanya ingin memiliki mu dan kau tidak perlu mencintai ku jika kau tidak ingin cukup aku yang mencintaimu"ucap Kenan tegas.


"kakek aku tidak mau menikah aku masih kecil kek!""kata Sinan memohon.


"sayang kamu harus pilih salah satu nya, karir atau pernikahan" ucap Jimi.


"Daddy, aku tidak mau menikah" keluh Sinan.


"sayang, Daddy minta sebaiknya kamu tidak usah lagi berkarya untuk saat ini kita tidak pernah kekurangan uang sampai saat ini jika kamu memang tidak mau menikah" kata Fero.


"karir mu akan terus jalan kakek jamin itu sekarang kamu tidak perlu takut, kakek ada untuk mu" ucap Jimi.


"baiklah jika itu yang kalian inginkan saat ini juga bukti yang ada di tangan ku akan segera menyebar" ucap Kenan.


"tuan saya mohon jangan rusak kebahagiaan putri saya silahkan bicara baik-baik dulu" ucap Siena.


"Hanny jangan memohon kepada dia dia itu orang asing yang tidak kenal dengan kita" ucap Fero.


"sudah jangan berdebat lagi jika kau ingin menikah dengan ku maka pulang lah tunggu keputusan ku dua bulan lagi" ucap Sinan.


"itu terlalu lama satu Minggu baru langsung putus kan" ucap Kenan tegas.


"kau, dasar kau pria sombong, aku benci kamu" Sinan pergi ke kamar nya di susul oleh Daniel sementara Kenan pamit rencana nya iya akan ke Jakarta untuk menandatangani kontrak kerja sama dengan seorang pengusaha asal ibukota.


"sayang, jangan sedih semua keputusan ada di tangan mu tinggal bagaimana kau akan bersikap dan memilih semua itu" ucap Daniel menenangkan.


"kak,,, aku tidak mengenal nya, aku juga takut kalau dia sudah memiliki istri saat ini secara dia seperti nya bukan orang biasa" ucap Sinan sedih.


"kalau begitu tetap kan pendirian mu jika kamu tidak ingin menikah dengan nya ya tidak usah karir itu bisa di perbaiki karena kamu tidak salah apa-apa" Daniel meyakinkan.


Sinan pun mengangguk, Daniel langsung memeluk adiknya itu.


"ini sudah hampir malam. tidur lah kakak akan pulang besok, jika kau rindu dengan kakak ipar dan juga ayah kau bisa ikut dengan kakak besok" kata Daniel lagi.


"aku rindu mereka besok aku akan ikut kakak" ucap Sinan yang kini langsung berbaring.


"tidur lah mimpi indah kakak ada di kamar sebelah" ucap danil sambil mencium kening adiknya itu, Daniel sangat menyayangi semua adik-adik nya itu.


ke, esokan pagi nya Sinan beserta Daniel di antar oleh Jimi ke bandara, untuk pulang ke Jakarta, saat mereka sampai mereka berpapasan dengan Kenan yang juga akan kejakarta, saat ini juga dan yang bikin Sinan kesal ia duduk berdekatan di pesawat itu.


Sinan, bersama dengan danil duduk di depan Kenan, sementara Kenan duduk bersama asisten nya di belakang Sinan. Sinan pura-pura tidak mengenal nya walau Kenan kini memangil Sinan dengan panggilan Hanny sambil berbisik dekat kuping Sinan.


"Hanny, kamu mau duduk dengan ku saat ini kau bisa pindah ke mari Sayang, apa kau tidak rindu dengan ku" ucap Kenan.


sementara itu, Sinan malah memegang tangan Daniel karena merasa ketakutan.


"tenang lah sayang, kakak bersama dengan mu" ucap Daniel berbisik.


Sinan pun tertidur saat ini perjalanan pun telah berakhir kini pesawat telah mendarat di bandara Sukarno Hatta, Sinan sedang bergandengan tangan dengan kakak nya tiba-tiba ada Jonathan teman sekolah Sinan yang sangat mengagumi nya sejak dulu.


"Hay... kalian juga ada di sini aku baru saja mendarat Sinan apa kau tidak merindukan kekasih mu ini" ujar Jonathan yang di ikuti oleh Bodyguard nya saat ini,pucuk di cinta ulam pun tiba, Sinan langsung memeluk Jonathan, untuk berpura-pura merindukan nya, Sinan bahkan memeluk Jonathan begitu erat.


"owh sayang, kenapa pelukan mu begitu erat apa kau terlalu merindukan ku saat ini hmm?" kata Jonathan.


"iya dong jo masa kekasih tidak saling merindukan"Sinan malah mencium pipi Jonathan yang kini tersenyum lebar.


tiba-tiba tangan Sinan di tarik oleh Kenan di bawahnya pergi begitu saja.


"hey.. lepaskan aku, aku akan pulang bersama kekasih ku" ucap Sinan yang sengaja membuat Kenan marah agar dia melepaskan nya namun Sinan salah Kenan pergi membawa dirinya ke sebuah hotel milik nya di Indonesia ini, Kenan membawa Sinan ke kamar pribadi nya, Daniel yang kelabakan di bantu Jonathan mencari Sinan tapi nihil, tidak juga di temukan.

__ADS_1


sementara Kenan langsung mengunci pintu kamar nya dan dia langsung memeluk Sinan dengan paksa


" dengar kan aku sayang aku tak suka kamu bermain di belakang ku, tidak ada waktu satu Minggu kita akan menikah saat ini juga, mengerti"ucap Kenan yang langsung mendorong Sinan ke tempat tidur saat ini.


"aku tidak akan menikah dengan mu, Jonathan adalah kekasih ku sampai kapan pun" ucap Sinan yang kini tengah berada di bawah tubuh Kenan.


"tidak ada kekasih atau akan aku lenyap kan mereka semua"ancaman Kenan membuat Sinan melotot.


"kau tidak bisa mengancam ku di sini adalah negara hukum kau tidak bisa seenaknya berbuat begitu!!"Sinan berteriak pada Kenan.


"kau pikir aku takut heeuh" Kenan langsung mencium bibir Sinan dengan rakusnya, sampai Sinan hampir kehabisan nafas, Sinan hanya bisa, memberontak hingga Kenan melepaskan nya, karena Sinan berhasil mencakar leher Kenan .


"hmm, apa kau tahu saat ini kau bahkan tidak bisa mengelak lagi, karena bukti kebersamaan kita sangat lah kuat" ucap Kenan sambil mencengkram erat tangan Sinan di bawa keatas kepala nya dan dia mencium bibir Sinan kembali tapi saat ini hampir seluruh tubuh Sinan di penuhi tanda kepemilikan Sinan merasa sangat hancur saat ini dia benar-benar merasa ternoda karena Kenan melakukan hal yang tidak seharusnya, walau belum sampai tahap hubungan intim.


Kenan melepaskan Sinan yang kini menangis sesenggukan, sambil memeluk lutut nya Kenan membuat nya polos tanpa busana hanya tinggal segitiga pengaman.


"kau jahat aku benci aku benci,,!!! hiks hiks hiks hiks kamu jahat, kenapa tidak kau bunuh saja aku sekarang, aku tidak akan pernah menikah dengan mu apa pun yang terjadi" ucap Sinan,sambil bangkit dan pergi ke kamar mandi saat itu juga, Kenan menatap nya tajam.


🌹💖💖💖🌹


setelah hampir satu jam Sinan tidak keluar dari kamar mandi, iya pun mendobrak pintu kamar mandi tersebut, dan mendapati Sinan tak sadar kan diri di bawah guyuran shower, Kenan kaget, iya langsung bergegas membawa Sinan ke dalam kamar nya kembali sambil menggulung Sinan dengan selimut iya minta Dokter di hotel itu saat ini juga untuk datang ke kamarnya.


tidak sampai sepuluh menit, Dokter sudah hadir di ruangan itu, saat ini Kenan langsung menyuruh nya untuk memeriksa Sinan.


"tuan Kenan siapa wanita ini, kenapa bisa begini?" tanya sang dokter.


"dia calon istri ku cepat lah obati dia jika terjadi apa-apa padanya nyawa mu taruhan nya" ancam Kenan.


"tetap berikan suhu ruangan yang hangat agar keadaan nya semakin membaik sebentar lagi dia akan sadar aku permisi" ucap dokter setelah memberikan infus di tangan Sinan dan menyuntikkan obat kedalam infus nya saat ini.


sinan langsung di pakai kan kaos kebesaran miliknya, juga celana yang tadi di pakai nya kecuali baju yang telah koyak sambil menunggu, dia sadar Kenan memeluk nya dalam selimut untuk memberikan rasa hangat pada tubuh nya saat ini juga walaupun dirinya sangat kegerahan.


"sayang kamu itu kenapa hmmm...di saat wanita lain berlomba-lomba untuk bisa menaiki keatas ranjang ku kamu malah menolak ku seperti ini, bahkan kau tidak menyayangi nyawamu sendiri kenapa???heuhhhhh, apa kau tahu aku jatuh cinta pada mu sejak pertama kali kita bertemu" gumam Kenan yang kini memeluk erat tubuh Sinan.


suhu tubuh Sinan telah kembali saat ini, dan ia mulai siuman, saat ini Sinan kaget saat ia sadar bahwa Kenan tengah memeluk nya saat ini.


"baiklah aku akan mengantarmu. mu pulang tapi ingat jangan macem-macem, apa lagi berbuat hal yang tidak aku sukai mulai saat ini kau resmi menjadi tunangan ku dan sebentar lagi kita akan menikah, ucap Kenan yang kini bangkit mengambil kotak cincin, pertunangan nya dengan Sinan yang sudah di siapkan jauh-jauh hari, sebelum ia menemui Sinan kembali,di Paris.


"pakai lah ini dan ingat jangan pernah melepaskan nya"ucap kenan.


"aku tidak mau" kata Sinan.


"aku tidak suka penolakan" ucap Kenan sambil memegang tangan Sinan iya memakaikan cincin, pada jari manis nya.


"pakai kan itu untuk ku" pinta Kenan.


dan Sinan pun menurut hingga Kenan tersenyum.


"begitu lebih baik Hanny, muachh" Kenan mencium. bibir Sinan dengan lembut bibir itu sudah menjadi candu untuk nya.


"pakai lah dahulu baju yang Baru ku belikan untuk mu tidak mungkin kau pulang memakai,baju kebesaran seperti itu lagian gunung kembar mu terlalu seksi tanpa memakai Daleman itu, kamu begitu menyenangkan sayang aku tak sabar untuk menikah dengan mu" ucap Kenan berbisik di telinga Sinan hingga membuat nya merinding.


"aku tidak tahu lagi harus apa tapi jika kita di takdir kan untuk bersama kuharap aku bukan orang kedua yang menjadi istri mu, aku tidak mau itu terjadi karena aku tidak ingin merusak kebahagiaan orang lain" sinan menatap,sendu menahan kepedihan nya, harus menikah dengan pria yang baru di temui nya.


"Hanny kamu tidak akan pernah menyesal, untuk itu, dan satu lagi aku minta maaf atas kejadian tadi, aku terbakar cemburu karena kau berani mencium laki-laki lain di depan ku" kata Kenan, tiba-tiba hati Sinan menghangat ternyata pria arogan ini bisa meminta maaf.


"hmm... antarkan aku pulang saat ini juga"ucap Sinan memalingkan wajahnya, dan Kenan yang melihat itu, dia langsung memegang pundak Sinan.


"Hanny tadi aku minta maaf kepada mu, apa kau mendengar nya dan apa. kau sudah memaafkan ku, saat ini,sebab kalau tidak aku tidak izin kan kamu pergi sebelum memaafkan aku" ucap Kenan.


"iya aku memaafkan mu tapi jangan ulangi lagi, aku takut" ucap Sinan sambil menunduk,air mata nya turun begitu saja saat ini antara bimbang dan kecewa akan kejadian yang ekstrim menurut nya di kejar pria bule yang kekeuh ingin menikah dengan nya saat ini.


"Hanny kamu menangis, Hey... maafkan aku, aku tidak bermaksud menyakiti hati mu, aku hanya ingin kau menjadi milikku karena aku sangat mencintaimu dan semua itu tulus" ucap Kenan sambil memeluk erat tubuh Sinan.


Sinan tidak menjawab dia hanya diam, tanpa kata setelah Kenan melepaskan, pelukan nya Kenan, langsung menyuruh nya mengganti baju, saat ini juga.


"ganti lah baju mu Hanny, aku akan mengantarmu pulang, dan aku mau mandi dulu saat ini" ucap Kenan yang langsung bergegas menuju kamar mandi.

__ADS_1


"kau itu pria seperti apa aku tidak tahu tapi semoga saja pernikahan ku nanti tidak menjadi neraka bagi ku ya Allah,, apa ini takdir mu, aku tidak tahu tapi jika memang dia jodoh yang engkau takdir kan untuk ku aku harap dia laki-laki yang terbaik seperti kakek ku,oh..kakek aku sangat merindukan mu" gumam Sinan dalam hati, setelah selesai mengganti pakaian nya saat ini, Sinan berdiri di depan jendela kaca yang menjulang tinggi itu melihat kearah kantor ayah nya saat ini ternyata kantor Adnan terlihat jelas dari sana.


Kenan pun selesai mandi iya keluar dengan handuk di pinggang nya dan handuk kecil yang ia gosok-gosokan ke rambut basah nya saat ini.


Sinan langsung memejamkan mata dan berbalik ke depan jendela kaca tadi.


"aku ingin pulang sendiri saja, aku mau kekantor ayah ku dulu setelah itu aku akan pulang bersama dengan nya" kata Sinan tanpa menoleh.


"ayah, bukan nya Daddy mu di Bali" ucap nya heran Kenan menyipitkan matanya kearah Sinan, meminta penjelasan.


"Daddy,Fero adalah ayah sambungku tapi dia menyayangi kami berdua seperti anak nya sendiri, sedari kecil saat mommy belum menikah dengan nya dia yang selalu membantu mommy menjaga ku,karena ayah terlalu sibuk dengan istri nya, itulah kenapa aku tidak mau jadi yang kedua, sebenarnya ayah lebih dulu bertunangan dengan Bunda tapi ayah di paksa menikah oleh kakek nenek ku yang kini mereka menyesal batas perbuatan nya di masalalu terhadap kami" ucap Sinan terhenti.


"jadi kau korban dari perceraian" ucap Kenan.


"ya bisa di bilang begitu, tapi aku tidak merasa kekurangan kasih sayang seorang ayah yang selalu kami dapat kan dari kakek ku tersayang Jimi Hendrix, dia adalah pedoman hidup kami" jawab Sinan.


Kenan pun tersenyum, dia saat ini senang Sinan sudah sedikit terbuka dengan nya saat ini.


"Hanny tolong ambilkan baju ku di lemari sana, aku ingin kau yang memilih kan nya untuk ku" ucap kenan.


Sinan tidak mau banyak berdebat saat ini, dia langsung mengambilkan stelan jas mahal milik Kenan yang masih sangat baru dan limited edition, Sinan bahkan tau siapa perancang nya.


"ini baju mu aku permisi pulang duluan" ucap Sinan.


"tidak tunggu lah sebentar, aku akan mengantarmu pulang, tidak baik kamu jalan sendiri bahaya" kata Kenan sambil menatap wajah Sinan yang langsung tertunduk entah apa yang terjadi Sinan merasa malu di tatap pria di hadapannya kini.


"Hanny,tolong pasangkan dasi ku saat ini aku juga akan meeting bersama klien ku sebentar lagi setelah aku mengantar mu pulang" ucap Kenan yang kini langsung di bantu Sinan memasang kan dasi nya Sinan seperti sudah terbiasa memakai kan itu, karena sering membantu kakak nya.


Sinan sering membantu Daniel memasang dasi dan kini tugas nya di ganti kan oleh Juli.


setelah semua selesai, Kenan memberikan kartu pada Sinan sebuah black cards yang Kenan berikan di tangan Sinan.


"Hanny, aku tau kamu tidak pernah kekurangan uang tapi itu adalah nafkah dari ku yang harus ku berikan kepada mu mulai dari hari ini, gunakan lah sebaik mungkin dan ingat, itu baru sebagian kecil saja nanti setelah kita menikah kamu akan jadi pemilik harta kekayaan ku, seluruh nya" ucap Kenan tulus.


"simpan lah untuk saat ini aku belum membutuhkan nya, mungkin lain kali"saja ucap Sinan.


"sayang, aku mohon terima dan gunakan itu please" kata Kenan sambil memeluk Sinan.


"hmm... baik'lah kuharap kau tidak menyesal, jika aku menghabiskan semua uang mu" kata Sinan.


cup... ciuman hangat kini Kenan berikan.


"lakukan sesuka hati mu jika kamu bisa" ucap Kenan sambil tersenyum.


Kenan pun pergi merankul pinggang Sinan saat ini Sinan tidak mau menolak nya karena dia takut Kenan, berbuat yang tidak-tidak.


sesampainya di rumah Daniel, Daniel yang sedang khawatir saat melihat Sinan ia langsung memeluk dan mencium puncak kepala adiknya itu.


"kau tidak apa-apa kan sayang, apa dia menyakitimu, heuhhhhh ayo bilang sama kakak" Daniel sangat cemas.


"aku baik-baik saja kak.. kamu tidak usah khawatir, dia tidak sejahat itu" ucap Sinan pada Daniel,sambil menatap Kenan.


"kakak ipar, apa kabar bagaimana kandungan mu saat ini?"tanya Sinan.


"aku baik, dan ini baru satu bulan, keponakan mu,sangat anteng seperti ayah nya ia kan sayang muachh" ucap Juli sambil mencium bibir Daniel seperti biasa nya sedari dulu.


"syukur lah, aku ke kamar ku dulu, Oya,,, Ken... aku ke kamar dulu kalau kamu masih mau di sini silahkan, aku ingin istirahat" pamit Sinan.


"Hanny aku langsung ke kantor saja, sampai jumpa besok pagi" ucap Kenan yang kini mencium bibir Sinan sekilas.


Daniel sangat heran dengan kedua nya, setelah Kenan pergi dia langsung bertanya banyak tentang mereka pada Sinan.


"Dee,,, apa Kakak tidak salah lihat" tanya Daniel.


"aku lelah kak kalo harus terus ribut dengan nya aku terima takdir ku saja saat ini, semua kuserahkan pada waktu yang menentukan, seperti nya dia tidak buruk"ucap Sinan lemah.


"Dee,,, kamu tidak di ancam oleh nya kan?"kata Daniel.

__ADS_1


"tidak,kak sudah jangan khawatir kan aku saat ini aku ingin istirahat" ucap Sinan sambil berlalu pergi ke kamar nya, Sinan menangis meratapi nasibnya, yang hanya bisa pasrah.


__ADS_2