Terjebak Cinta Pria Egois

Terjebak Cinta Pria Egois
hari bahagia


__ADS_3

setelah sampai di Bali ke esokan hari nya, Siena tengah bersiap untuk pulang, karena kondisi nya saat ini, sudah membaik, Siena bahkan tidak seperti orang yang baru melahirkan fisik, nya benar-benar bugar,mungkin karena dorongan kebahagiaan yang di berikan oleh seluruh orang yang di cintai nya.siena kini tengah bersandar di kepala ranjang di dalam kamar nya saat ini.


Fero tengah membantu Siena menyusui Ferdinand, yang kini di kelilingi oleh Daniel Sinan dan Jimi, juga Sherly yang sudah pandai berbicara walau masih cadel.


"mommy, Sherly mau itu sama kaya Ade bayi"ucap Sherly yang kini, tengah duduk di pangkuan Jimi.


"Sherly, itu punya Ade, punya Sherly ada di gelas bentar ya Kak, Sinan ambilkan dulu minta sama suster nya" ucap Sinan sambil bergegas.jimi yang melihat Sinan mulai perhatian terhadap adik nya iya tersenyum bangga.


"kakek, lihat kan Sinan sudah mulai bisa menerima kenyataan bahwa dia punya adik dan tidak jadi anak bungsu" Fero yang mendengar itu tersenyum, dia mengerti dengan sipat Sinan yang sangat manja. dan karena itu dia takut kehilangan kasih sayang dari orang tua nya, setelah punya adik.


setelah Sinan memberikan botol susu milik Sherly Fero mendekati Sinan saat ini dan memeluk nya erat.


"Sinan Sayang kau tetap jadi Putri kesayangan Daddy, walau kini adik-adik mu sudah ada Daddy janji kau tidak akan pernah kekurangan kasih sayang dari Daddy, kamu tetap tuan putri di hati Daddy sayang" ucap Fero semua orang begitu tersentuh dengan sikap Fero yang begitu menyayangi mereka walau bukan darah dagingnya sedari dulu.


"aku tau Daddy, dan aku tidak benci adik aku hanya takut Daddy tidak sayang lagi pada ku nanti" ucap Sinan.


"tidak sayang Daddy tetap sangat menyayangi kalian semua kak, Daniel Sinan Ade Sherly dan Ade Ferdinand, semua nya sangat penting bagi Daddy, dan untuk ayah mertua, aku sangat berterima kasih, karena ayah mau bersabar menerima kekurangan ku selama ini" Jimi memeluk menantunya itu.


"Fero seperti amanatnya Bunda, ayah akan menyerahkan tanggung jawab ayah pada mu jaga baik-baik, putri dan cucu ayah kelak saat ayah sudah tidak ada, jangan pernah kau sia-sia kan mereka,ayah akan selalu sabar membimbing kalian semua selama ayah masih ada, dan hidup ayah hanya untuk kalian semua" ucap Jimi yang kini memeluk semua cucunya.


seorang Jimi yang bergelimang harta, namun tidak pernah sombong sifatnya kini menurun dengan kedua cucu pertama nya, dari adnan.


mereka di didik sedari kecil untuk selalu rendah hati dan sayang sesama seperti Siena yang selalu menyumbang kan sebagian penghasilan nya,kepanti asuhan dan kepada orang-orang yang membutuhkan.


dan bukan nya habis rejeki nya kini malah semakin berlipat ganda, karena Allah maha kaya dari segala kekayaan yang ada, jadi tidak perlu takut rejeki mu akan habis karena setiap kau mengeluarkan, itu,maka Allah akan mengganti kan nya dua kali lipat di waktu yang tidak terduga.


seperti yang di alami oleh Siena, seberapa banyak pun uang yang ia sumbangkan tidak mengurangi rejeki nya malah semakin bertambah dan bertambah.


saat ini mereka sedang mengadakan syukuran atas kelahiran putranya.


anak ke empat dari mereka saat ini acara akikah Ferdinand pun di gelar dengan sangat hikmat, melalui pengajian juga sholawat, yang di kumandangkan oleh para usted dari berbagai daerah di Bali.


saat itu hadir dari undangan yang sengaja di berikan oleh Siena, bahkan Jimi yang bukan seorang muslim pun terhanyut dalam haru, dia memang tidak memeluk agama tersebut tapi iya tahu banyak tentang Islam karena ia mempelajari semua itu dari lingkungan sekitar dan mendiang istrinya.


tapi kepercayaan Jimi yang teguh patut di acungi jempol perbedaan tidak menjadikan batas dari semua nya Jimi ikut menggendong cucunya yang sedang di potong rambut nya saat ini.


sampai acara selesai semua nya berkumpul di ruang keluarga, Ferdinand yang sedang di bawah oleh Nanny nya,kini terlelap tidur di kamar nya.

__ADS_1


sementara Sinan kini tengah bermanja-manja pada Daddy nya yaitu Fero, sementara Daniel jsedang sibuk dengan ponselnya sambil mengajak, Sherly melihat video lucu di ponsel nya saat ini.


"kakak, Sherly mau itu..." ucap Sherly menunjuk ke arah ponsel nya.


"iya nanti kalau Sherly udah gede kakak belikan itu untuk Sherly Ok" ucap Daniel yang kini tengah, memeluk Sherly.


"Dan.... dia minta apa?" tanya Jimi.


"dia minta lipstik kek..."


"hehehe,,,cucu kakek yang imut, itu untuk orang dewasa, dan kau masih balita.ucap Jimi.


"hmmm.gitu ya " jawab Sherly yang sepontan, langsung membuat semua orang gemas.


Daniel terus, mengelus rambut gadis kecil yang kini berada di pangkuan nya.


"Daddy, Sinan mau Daddy sering-sering nengokin Sinan ke ibukota, Sinan kangen Daddy"kata Sinan terhadap Fero.


"iya sayang Daddy janji, bakalan sering nengokin Sinan dan Daniel ke sana.oya Daniel dan Sinan tinggal dengan siapa di sana?"tanya Fero yang sedikit penasaran.


awalnya, di rumah Bunda, dengan ayah kami tinggal bertiga, tapi berhubung ayah sudah, menikah dengan Tante Liliana, ayah menitipkan kami di rumah kake nenek" jawab Daniel.


"tidak nanti kita berdua akan tinggal di sana karena, ayah mau beli rumah baru buat Tante Liliana tinggal kata ayah rumah Bunda adalah istana milik Bunda tidak boleh ada yang menempati selain kami anak-anaknya Siena yang mendengar itu, menitikkan air mata secara diam-diam, ternyata Adnan masih menjaga semua kenangan dia bersama dengan nya.


Hati Siena sedikit sakit kala melihat kenangan terindah, bersama Adnan di setiap sudut rumah itu, semua tetap abadi di hati Siena biar bagaimanapun Adnan adalah sosok lelaki yang pernah dia cintai dan mereka tetap terikat oleh anak-anak nya sampai kapan pun,Siena hanya berharap,Adnan akan bahagia dengan Liliana.


karena dia juga yang meminta Adnan membuka hati untuk Liliana.


"Siena sayang ayah tau kau pasti sedih tapi ayah melakukan itu semua demi kebaikan mu saat itu" ucap Jimi pelan tanpa di dengar oleh siapapun kecuali Siena.


"ia ayah Siena tau" jawab Siena yang langsung mengirimi pesan terhadap Adnan.


"✉️ mas Adnan maaf mengganggu, waktu mu sekiranya, anak-anak membebani pernikahan mu aku ingin mengambil mereka kembali dari pada mereka terombang-ambing tak jelas kasih kalo harus kesana kemari,di Jakarta kalo sekiranya, itu akan menjadi beban Nanti nya biar mereka tinggal bersama dengan ku lagi,maaf mengganggu malam-malam, owh iya selamat atas pernikahan nya semoga langgeng ya mas"


pesan terkirim.


Adnan yang saat ini sedang duduk di sebuah sofa setelah selesai bercinta dengan Liliana, iya di kaget kan dengan pesan dari Siena, tidak biasanya Siena mengirim pesan, Adnan langsung membacanya, dan Deg.... hati nya merasakan kepedihan, yang teramat pasalnya orang yang sangat ia cintai mengucapkan selamat atas hari bahagia yang telah mereka lakukan saat ini.

__ADS_1


🌹💖💖💖🌹


"💌 Siena sayang, maaf kan mas,mas telah berpaling terhadap wanita lain mas tau mas salah tapi,ada satu yang harus kamu tahu mas masih mencintaimu sampai kapan pun,, kamu adalah ratu di hatiku,I Love you Hanny..."


balasan pesan dari Adnan dua hari kemudian, karena Siena baru membuka ponsel kembali.


"✉️ mas maaf aku bertanya soal anak-anak bukan soal hati mas, aku tau hati mas sudah sepenuhnya milik Liliana, karena tidak ada pernikahan terpaksa jika dia berani menyentuh wanita lain yang sudah di nikahi nya, karena posisi mu adalah seorang lelaki bukan wanita.


dan satu hal lagi berikan semua yang kau miliki untuk nya termasuk rumah yang dulu kita tinggali bersama, itu milik mu aku sudah tidak berhak lagi selama kau telah menikah dengan nya, saat itu kita sudah benar-benar terpisah"


pesan terkirim saat ini Adnan sedang di kantor sementara Liliana, sedang mengurus rumah baru nya yang cukup mewah untuk mereka tinggali nanti nya.


Adnan dengan antusias membuka pesan tersebut tapi akhirnya, iya menitikkan air mata, rasa sakit menjalar di seluruh jiwa raganya, Adnan benar-benar rapuh saat ini saat tau tanpa sengaja dia telah melukai hati Siena untuk kedua kalinya, Adnan menangis sambil meluk foto pernikahan nya dulu, dengan susah payah mereka menyatu, tapi tidak lama setelah hari seminggu pernikahan ia harus kembali terpisah satu tahun, dan bertemu lagi dengan wanita yang paling dia cintai, dengan kedua anak mereka, hasil buah cinta nya, selama ini.


Adnan kini tengah meminum minuman beralkohol, untuk bisa menghilangkan rasa sakit atas luka yang dia buat sendiri Adnan menelpon Siena yang sedang sendirian di balkon kamar nya karena Fero juga sedang mithing hari ini.


"📱 Halo, Siena sayang aku minta maaf, aku mencintaimu sampai kapan pun itu akan tetap begitu jadi jangan katakan aku telah berpaling dari mu, bahkan setiap langkah ku selalu ada kamu di otak dan hati ku,hiks...hiks"


" 📱 Halo mas kamu kenapa hmmm jangan begini mas kamu sudah ada orang lain di hidupmu, kalian sedang menempuh hidup baru jadi tutup lebaran lama, dengan ku, aku tidak mau ada yang terlalu gara-gara aku, sebaiknya segera lah memiliki anak bersama nya semoga kamu selalu bahagia, aku adalah masalalu mu yang hanya bisa di lupakan sementara dia masadepan mu, dan akan selalu ada bersama dengan mu, berikan lah rumah impian kita dulu untuk nya jangan memikirkan anak-anak ku mereka masih memiliki segalanya dan jangan jadikan beban hidup mu, berikan semua yang kau miliki pada istri dan anak mu yang baru kelak"


Tut...tu ttttt telpon Siena matikan.


iya sendiri tidak sekuat itu, tapi mereka harus menjalani takdir hidup nya masing-masing saat ini nanti dan selamanya, Siena berharap tidak ada lagi orang yang akan tersakiti yang di sebabkan oleh nya, Siena menggenggam erat ponsel nya, saat ini ia menaruh nya di dada nya menepuk-nepuk dadanya yang kini terasa sakit.


andai dulu iya tidak pernah jatuh cinta dengan orang lain, mungkin saat ini adalah saat terindah dia dengan Adnan, dan andaikan iya bisa sabar menghadapi ujian pernikahan nya, saat itu mungkin saat ini adalah hari bahagia nya, tapi Tuhan punya rencana lain di balik derita dan di balik bahagia, mereka tidak akan pernah bisa protes dengan garis takdir yang telah terukir, semua yang menurut nya baik belum tentu untuk sang maha terbaik.


Siena kini sudah berbahagia dengan Fero, walau bayangan masalalu tidak akan pernah terlepas dari dirinya, karena ada dua orang malaikat kecil yang akan selalu menghubungkan mereka.


Adnan, yang saat ini merasa lebih jauh terluka mendengar perkataan wanita yang sangat di cintai nya, menyuruh nya melupakan nya Adnan menangis, di pelukan hari, dan hari tau perasaan Adnan yang tidak pernah berubah untuk Siena bahkan semua foto kebersamaan nya dengan Siena terpangpang jelas di istana nya, juga di ruang kantor miliknya ini.


"bos... aku tau semua nya, tapi coba lah untuk tetap tegar seperti dulu, kamu pasti bisa melewati jalan yang panjang dan melelahkan ini, kamu pasti bisa bos, apa lagi kini ada Liliana, yang sangat menyayangi mu, kamu pasti tahu itu" ujar Harry sambil menepuk pundak bos nya.


"tidak hari justru karena aku menikah lagi aku sudah menggali lubang baru di hati Siena aku tau rasa sakit yang di rasakan oleh nya saat ini, aku tau semua sifat Siena. dia terjebak diantara kami semua, hati nya hanya bisa pasrah, dan lelah untuk melawan takdir, Siena selalu bertahan dengan rasa sakit yang terus menerus aku berikan dulu walau dia berusaha menjauh aku tau hati Siena, tidak akan pernah berpaling, dan apa kamu tau kenapa dia tidak ingin kembali kepada ku saat itu, karena ia merasa dirinya kotor karena si Fero bajingan itu sudah menodai kesucian cinta nya untuk ku, Harry, aku tau laki-laki itu adalah cinta pertama nya, tapi aku lah orang pertama yang menaklukkan nya, hingga buah cinta kami terlahir dari rahim nya,kalau dia tidak pernah mencintai ku, tidak mungkin dia mempertahankan anak kami, bahkan sekalipun dia terus menerus merasakan kepedihan yang aku buat, dia tetap menjaga cinta kita berdua" Adnan, kini terkulai dan mata nya terpejam mungkin saking lelahnya, hanya Harry lah yang selama ini, setia menerima semua keluh kesah Adnan, hari sudah mengagap Adnan sebagai saudara nya sendiri.


sementara itu Siena semejak menerima telepon tadi dia sering melamun bahkan ia kurang fokus melakukan apa pun, Fero yang menyadari semua itu kini dia mengelus punggung Siena di pelukan nya, dan Siena pun tersadar.


"ada apa hmmm... Hanny kamu terlihat melamun, bahkan tidak fokus dengan kegiatan mu, coba lah cerita sayang ada apa"tanya Fero

__ADS_1


"ti tidak apa-apa mas hanya aku sedang memikirkan, keadaan anak-anak nanti"......


__ADS_2