
setelah,satu bulan lamanya Siena, menghilang tanpa jejak, semua orang kepercayaan Adnan, sudah hampir kewalahan mencari tapi tidak di temukan, juga jejak nya hingga saat ini,
Adnan, yang mulai prustasi iya memberanikan, diri untuk, menemui ayah dari Siena, yang tidak jauh dari panti tersebut, namun tiga puluh menit menunggu depan gerbang rumah tersebut tidak ada satu pun yang muncul dari rumah itu meski asisten nya sudah memijit bel rumah tersebut.
tiba-tiba saja dari arah depan mobil ada seseorang yang celingukan, mencari keberadaan, karena kaca mobilnya yang gelap.
"maaf, Anda cari saya,!"
kata Herry yang keluar dari mobil.
"iya saya ketua RT di sini anda ada keperluan apa ya datang kemari"
kata sang ketua RT .
"Saya mencari pemilik rumah ini apa dia ada?,, soalnya dari tadi saya sudah pijit bel tidak ada satu pun yang muncul"
"Owh pak Jimi, dia sedang pergi ke Paris, katanya, Siena sedang sakit dan di rawat di sana, kasihan pak Jimi dia, sendiri pergi dalam keadaan, tidak sehat tapi demi sang putri iya rela pergi jauh kesana"
ujar pak RT lagi.
"Paris,,, jadi selama ini Siena ada di Paris,ya terus kapan kira-kira, dia pulang kemari"
Tanya Herry.
"kalo soal itu saya kurang tahu soalnya Siena sudah,akan menetap di sana dia membuka cabang butik nya di negara itu,dan yang di sini di pegang oleh orang kepercayaan nya Alina kalo gak salah namanya.
"Owh iya terimakasih,pa informasi nya, nanti saya langsung cari ke butik saja"
ujar Herry lagi.
"maaf kalau boleh tau anda siapa nya Siena ya?,,,"
tanya pak RT lagi.
"Saya asisten bos, yang di dalam mobil lah pacar nya.
jawab Herry lagi.
mereka pun pergi meninggalkan ketua RT yang lagi mikir, kebingungan pasalnya Siena, tidak memiliki pacar setahu dia karena pak Jimi yang dekat dengan nya saja tidak pernah, ngomongin,pacar anak nya apa lagi ini kelihatannya orang kaya,dan lagi masa tidak tahu pacar nya sendiri di mana, aneh tapi nyata.
itu yang ada di benak pa RT.
Sementara Adnan, langsung pergi ke butik tersebut dan menemui Alina asisten Siena, dia langsung, memerintahkan, anak buah nya, untuk berjaga di depan butik tersebut,agar tidak ada orang yang mengetahui nya, kalau iya sedang mengintrogasi Alina.
Adnan langsung masuk ruang an tersebut dan di sana Alina sedang me nelpon.
"Nona Alina, saya ingin bicara sebentar, bisa kan "
Siena, yang mendengar itu dari balik telpon yang masih tersambung dia meneteskan air mata,di saat iya sakit keras dia merindukan, seseorang, yang berarti dalam hidup nya selain kedua orang tuanya,
"maaf tuan tunggu sebentar saya sedang me nelpon bos saya"
kata Alina yang tiba-tiba,di rebut ponselnya oleh Adnan"
"Hello sayang, kamu dimana, kenapa kamu pergi tanpa kabar sih apa kamu baik-baik saja di sana apa kamu tidak merindukan aku, sayang, jawab"
Adnan memberondong Siena, dengan pertanyaan, iya sangat rindu pada Siena iya prustasi di tinggal pergi oleh nya, namun Siena tidak menjawab pertanyaan nya iya hanya diam di sebrang telpon.
"Siena, aku mohon bicara lah setidaknya kamu jelas kan kenapa kamu menghindar dari ku
kamu ada di mana sang,aku hampir gila mencari mu"
Adnan menangis, iya tidak kuat menahan kesedihannya lagi,
"kamu di mana Siena, heeuh ayo jawab, atau aku hancur kan semua nya dari sekarang,,,!
hiks,, hiks,, hiks,, apa kamu tau aku merindukan mu sangat Siena"
__ADS_1
Adnan, mulai kehilangan kendali, iya sudah tidak kuat untuk menahan nya lagi,tapi tiba-tiba,
",tuan tolong berikan telpon nya biar saya yang bicara dia pasti mengerti"
pinta Alina,dan Adnan pun memberikan nya,
"Sien, aku hanya minta bicara lah baik-baik dengan kekasih mu, beritahu dia tentang keadaan mu dan agar semua punya solusi terbaik kau harus, mengobrol dengan nya baik-baik, apa keputusan mu nanti nya agar tidak ada yang akan salah paham lgi"
ucap Alina yang memberikan masukan pada Siena.
"Alina, aku bukan kekasih nya dia punya tunangan,kau tahu sendiri berita nya sampai ke penjuru dunia, dan aku tidak punya apa pun yang harus di jelaskan pada nya Ayah sudah ada di sini sudah cukup bagi ku jadi tidak ada lagi orang yang harus terbebani dengan penyakit ku ini"
suara Siena terdengar jelas, karena telpon nya di pegang Adnan, Adnan pun menggigit bibir bawahnya, menahan kegelisahan di hati dan pikiran nya.
"tapi Sania, seperti nya tuan Adnan begitu mencintai mu,bicara lah pada nya"
tapi belum juga beres bicara telponnya terputus, Siena tidak sanggup untuk berkata lagi.
kini giliran Alina yang di introgasi,
"katakan padaku, di mana Siena tinggal dan sakit apa dia, sebenarnya"
tanya Adnan tegas.
Siena sakit gagal ginjal, stadium akhir, seharusnya, dia melakukan, operasi dari beberapa bulan yang lalu tapi karena Siena enggan untuk berobat iya bahkan malah semakin giat bekerja Siena tidak perduli dengan rasa sakit yang di deritanya bahkan dia sering pingsan,karena mungkin tidak bisa, menahan nya, sebenarnya, sebulan yang lalu dia ingin, pergi berobat namun Siena lagi-lagi menundanya karena, dia bilang lebih baik pergi untuk selamanya, agar tidak lagi ada orang yang menyalah kan nya.
tutur Alina,
"lalu dia di mana "
tanya Adnan lagi
"Dia, di antar teman nya ke Singapura untuk berobat di sana tapi mlh buka cabang,dan lagi-lagi tidak jadi berobat,"
"berikan alamat rumah sakit nya pada ku"
kata Adnan, lagi.
Adnan, memerintahkan asisten nya itu untuk, mempersiapkan nya pergi ke Singapura, iya membawa serta Alina, karena hanya dia petunjuk jalan, saat ini.
"tuan Adnan, saya bingung dengan kondisinya Siena, dia kekeh tidak mau operasi, padahal waktu nya sudah sangat mepet dan keadaan Nya sangat mengenaskan"
ucap Alina yang kini duduk di sebelah Adnan di dalam mobil menuju Bandara.
"Aku, akan membuat nya mau berobat,dan langsung operasi, aku sudah meminta Asisten,ku untuk mengurus,donor ginjal yang tepat, untuk nya"
ujar Adnan, dengan penuh penekanan di setiap kata nya, mereka pun sampai di bandara, langsung menaiki pesawat pribadi, karena Adnan ingin cepat, sampai di sana, tak lama setelah, semua siap pesawat itu pun lepas landas menuju airport Changi sekarang mereka sudah mendarat, setelah ber jam-jam berada di dalam pesawat.
🌹💖💖💖🌹
sesampainya di rumah sakit, Adnan beserta rombongan, telah memasuki lobby rumah sakit
yang lain menunggu di luar,dan Adnan bersama Alina, masuk ke dalam rumah sakit tersebut, mereka menuju lantai teratas, tempat di mana Siena di rawat dengan mengunakan,baju khusus, mereka berdua menemui Siena di ruang ICU, Adnan begitu terkejut, melihat kondisi Siena, yang sangat memprihatikan, di tubuhnya di pasang beberapa alat, medis, Siena yang melihat kedatangan Adnan, dia hanya bisa pasrah tergolek lemas setelah melakukan serangkaian, perawatan, Adnan mendekati Siena, iya menangis dan memeluk nya erat dari tempat iya berdiri tepat di samping ranjang.
"Sayang, kenapa, kamu biar kan dirimu menanggung ini sendiri an, Apa kau lupa pada ku, lalu apa gunanya, aku , apa artinya aku di hatimu, kenapa, kamu menyakiti diri mu sendiri an sayang kenapa"
Adnan, bertanya sambil berderai air mata iya menggenggam tangan Siena, saat itu tiba-tiba.
"Tuan Adnan, anda di sini,maaf kalo, merepotkan mu aku mau pergi dulu ke ATM, aku titip Siena, mungkin agak lama karena harus mengurus surat kepulangan, Siena dari sini, saat ini juga"
Raut kesedihan tergambar, dari wajah pria tua tersebut,antara, rasa sedih dan juga rasa ketakutan, padahal dirinya juga,sedang tidak sehat, terlihat dari kondisi nya saat ini
"tunggu dulu apa tidak ada cara lain untuk melakukan, pengobatan, di sini saat ini biar aku yang bicara dengan Dokter nya!,,"
ujar Adnan.
"tidak nak semua sudah terlambat, kecil kemungkinan untuk bisa berhasil, dalam operasi, Siena, sendiri sudah tidak punya kekuatan lagi untuk menghadapi tindakan itu dia sudah tidak sayang dengan nyawanya sendiri dan sudah tidak mau hidup dengan ayah nya lagi, Siena bersikukuh ingin pulang saat ini juga percuma,di obati kalo dia sendiri sudah menyerah,,,hiks,, hiks,, hiks,, hiks, dan akhirnya,jiwa lelah sang ayah menampakkan kesedihan nya"
__ADS_1
"Ayah, aku bahkan terlalu sayang dengan mu makanya aku menyerah dengan rasa sakit ini,agar ayah tidak terbebani dengan penyakit ku ini, ayah,tau aku begitu mencintaimu, aku sendiri bahkan sudah mencoba, untuk bertahan,demi ayah tapi, aku kalah ayah, aku sudah lelah menderita selama lima tahun ini,
aku bahkan, sudah pernah berobat ke negara lain, tapi kesembuhan nya cuman beberapa bulan habis itu aku menderita lagi,aku mohon ayah setelah aku pergi nanti hidup lah dengan baik, kembali lah ke sisi Oma, dia begitu merindukan mu, karena nanti sudah tidak akan ada beban lagi untuk ayah,bisa kembali pada mereka"
ucap Siena, panjang lebar,
"kalau kau tega pergi meninggalkan ayah juga, ayah juga tidak mau hidup lagi"
"tidak ayah aku mohon , ayah harus hidup, dengan baik, hanya itu permintaan terakhir ku"
"biar ayah saja yang mati ayah sudah tidak berguna lagi untuk mu bahkan ayah malu,menghadapi Bunda mu nanti karena tidak becus menjaga mu,,hiks,, hiks,, hiks,"
"cukup,ayah aku mohon jangan menangis lagi,aku tidak tega melihatnya,ok baik lah aku mau melakukan operasi, apa pun Resiko nya aku hidup atau mati pun,,, aku ikhlas demi melihat ayah tersenyum,kalau operasi ku gagal aku hanya minta satu hal makamkan aku di samping pusara ibu dan bila aku selamat,aku ingin melihat kalian semua hidup lebih baik lagi walau tanpa aku di sisi kalian"
Adnan, yang dari tadi mematung, mendengar kabar keadaan Siena, dia sekarang langsung, menelpon seseorang, yang akan mengurus semuanya, bahkan dari mulai donor ginjal dan juga,Dokter yang di datangkan khusus, entah dari mana karena percakapan, Adnan tidak terdengar jelas, yang pasti setelah, iya beres menelpon, ada beberapa dokter dan perawat, yang mendatangi ruang ICU,tempat Siena kini,
"semua sudah di siapkan,nona Siena, apa anda sudah siap"
tanya sang dokter,pada Siena.
sebenarnya, semua prosedur, untuk pengobatan Siena telah di urus sedari tadi saat Adnan tiba di sana, semua itu asisten nya yang mengurus nya.
Siena minta waktu sebentar, pada dokter itu untuk berpamitan pada semua , berjaga-jaga takut nya nanti setelah operasi, iya sudah tidak bisa bangun lagi.
"Dokter saya minta waktu sebentar, untuk berpamitan pada mereka, sebelum saya operasi dan kalau nanti terjadi apa-apa, dengan saya"
ucap Siena.
"tidak sayang, kamu akan baik-baik saja,ingat jangan menyerah aku menunggu mu"
sahut Adnan.
"Ayah, berjanjilah padaku, kalau aku tiada nanti hidup lah dengan baik dan kembali lah pada keluarga, semua sangat merindukan Ayah,dan satu lagi ingat makam kan aku di tempat di samping Bunda,dan untuk kalian semoga kalian semua selalu sehat dan segera mendapatkan jodoh"
pesan Siena,
"tidak sayang jangan bicara buruk, kamu harus ingat aku akan di sini terus untuk menunggu kau bangun"
Siena hanya tersenyum pada semua nya, setelah itu Dokter dan perawat membawanya ke ruang operasi, semua orang menunggu di ruangan itu hingga berjam-jam, lama nya setelah itu beberapa perawat keluar berlarian,dan lampu ruangan operasi itu berkedip-kedip menandakan,ada hal yang serius, otomatis semua orang panik ayah Siena jatuh pingsan, karena sudah terlalu lelah di tambah lagi kesehatan yang sedang menurun iya di bawa ke ruang perawatan oleh Herry
sementara, Adnan merekatkan kedua tangannya memohon kesembuhan, pada sang pencipta"
"Dua jam setelah itu ,ruang operasi kembi terbuka, terlihat, mereka mendorong cepat ranjang pasien itu dengan cepat,menuju ruangan ICU lagi, Dokter yang menghampiri mereka menjelaskan kalo Siena koma.
"tidak,ini tidak mungkin, Siena tidak mungkin koma apa ada kesalahan di" teriak, Adnan, yang sedang menjambak, kemeja sang dokter yang ternyata adalah teman nya itu.
"tenang lah Adnan, aku sudah berupaya semua nya aku kerahkan kemampuan ku,tapi ini kehendak Tuhan,lebih baik kamu berdo'a semoga dia secepatnya, siuman,dan kita bisa lihat seberapa cepat penyembuhan nya, semoga semua nya berhasil"
Daren, menjelaskan, semua nya
"boleh kah aku menemuinya saat ini?,,"
"Tunggu nanti beberapa saat lagi, mereka sedang bekerja, menyiapkan nya"
kata Derren ,dan Adnan pun hanya bisa pasrah memandangi,Siena dari kaca yang ada di ruangan itu.
" bangun sayang,aku sudah mengatakan pada mu, aku ada di sini untuk menunggu kau sadar dan kita akan hidup bahagia, bersama"
Adnan, bergumam dalam hatinya, dia tidak tahu kalau sebenarnya Siena tidak koma, itu hanya sandiwara yang di buat oleh Darren dan Jimi untuk memberi pelajaran, karena Adnan, selalu bertindak sesuka hati walau sebenarnya semua ini salah tapi yang melakukan ini hanya mereka berdua atas Ide yang di berikan Daren pada Jimi lewat surat yang di berikan saat sang perawat berhamburan keluar, saat itu sebenarnya operasi telah berhasil, tinggal mengerjakan, finishing,ya itu menutup bekas sayatan, heeuh dasar usil ada-ada aja kelakuan Darren dari dulu senang mengusili teman nya yang suka semena-menna padanya, saat Dokter keluar dari ruangan itu Adnan bertanya.
"Dokter, kenapa calon istri saya bisa koma apa,ada kesalahan saat operasi atau ada ketidak cocokan,tolong jelaskan"
tanya Adnan, minta penjelasan.
"maaf tuan calon istri anda yang mana yang mengalami koma setelah paska operasi,di sini semua tidak ada lagi pasien' perempuan kecuali ibu Siena,dan operasi nya berhasil dan tinggal tunggu, pengaruh bius nya habis dia pasti bangun.
penjelasan, dokter itu cukup mengejutkan sekaligus memberi kabar bahagia untuk nya, Adnan langsung melirik kearah,Darren yang ternyata sudah menghilang tanpa jejak, dari hadapan nya.
__ADS_1
"Darren,,,,,sialan kamu tunggu pembalasan ku nanti"
Dokter, yang tadi menjelaskan, hanya seyum-senyum karena sudah mengetahui, perilaku, Darren yang suka jail di sela kesibukan nya sebagai dokter tapi, dia Dokter yang cukup profesional,,, hanya saat kumpul saja tingkah gokil nya kumat.