
"Messi, jangan pernah lakukan itu, aku akan pergi, hanya dengan mu, aku mencintaimu apa kamu tidak bisa merasakan itu??"ucap Daniel.
"mas, sampai kapan pun aku akan tetap berada di sini, aku tidak akan pernah pergi kemana pun"ucap Messi, tidak kalah tegas.
tak terasa siang telah berganti malam, saat ini Daniel , tengah berada di ruang keluarga, tempat yang sangat sederhana baginya, jauh dari kata layak, karena dia di besarkan dengan kemewahan sedari lahir.
Daniel, sedang sibuk dengan laptop nya saat ini, walaupun Singal di kampung tersebut tidak terlalu baik, tapi Daniel, tidak menghentikan aktivitas nya itu.
"mas, makan malam sudah siap , kamu silahkan makan, dulu, aku mau cek kafe"ujar Messi, yang sebenarnya selalu berusaha untuk menghindar dari Daniel, saat ini.
"Messi, apa aku seperti itu di mata mu, heeuh, tidak kah , aku seperti tamu di matamu, aku ini suamimu!"seru Daniel, yang berhasil, membuat langkah, Messi, tertahan.
"aku tau itu mas, itulah kenapa, aku menyiapkan semuanya untuk mu, termasuk makanan, dan semua yang aku bisa"ujar Messi.
"aku tidak merasa seperti itu, saat ini aku tau kamu menghindari ku, apa aku seperti hantu di mata mu, hingga kamu selalu menghindar dari ku"ujar Daniel.
Messi, berjalan mendekati Daniel.
"mas, aku mohon mengertilah, aku lakukan semua itu demi kebaikan mu,agar kamu tidak perlu lagi berpikir tentang ku, kamu bisa pergi dengan tenang, dan kembali menjalani hidup mu, dengan nya, aku tau dia itu lebih berharga dari apapun"ujar Messi.
"Messi!!"seru Daniel, yang kini menatap tajam kearah Messi.
"mas, tidak perlu menyangkal aku sudah tau semua nya, bahkan dalam tidur pun kamu hanya ingat pada nya"ucap Messi, yang berhasil membuat Daniel, terdiam.
"kenapa mas, apa kamu sudah mengakui nya, dan kamu sadar sekarang,ia, heuhhhhh, aku memang bodoh, sungguh, anggap saja yang kita lakukan semalam adalah bagian dari balas Budi ku,atas pertolongan mu,dulu, kamu bisa pergi setelah kamu makan"ujar Messi.
Brakkkk...
tiba-tiba, laptop itu terlempar dan hancur saat itu juga, tepat di hadapan, Messi, yang kini mematung saking kagetnya dan, saking sedih nya,kali ini Daniel, benar-benar marah muka nya merah padam.
"puas, sudah .....puas bicara mu heuhhhhh, Messi apa kamu pikir, aku ini laki-laki bejat yang selalu akan mengambil keuntungan dari setiap pertolongan, apa kamu pikir, aku adalah laki-laki yang tidak punya perasaan, apa kamu tidak pernah bisa merasakan cinta ku padamu selama ini jawab aku Messi,,,, jawab!!!""
Messi, hanya berderai air mata, tubuh nya bergetar hebat, dia sangat ketakutan melihat Daniel, yang masih menatap tajam kearah nya, dan suara bentakan keras itu membuat hati nya terasa sakit seperti ditusuk-tusuk ribuan jarum.
Messi, terduduk lemas di lantai saat ini, bahkan dia tidak memiliki tenaga untuk menopang tubuh nya, Messi, ambruk di lantai,tak sadarkan diri, Daniel, langsung bergegas membawa Messi, kedalam kamar nya, saat itu juga, dia mengoleskan minyak kayu putih, berharap Messi, akan segera sadar.
"bangun Messi, jangan buat aku semakin takut bangun sayang maafkan aku"ujar Daniel, sampai tiga puluh menit kemudian, Messi,baru membuka mata, dia pun menangis sesenggukan.
"hiks..hiks..hiks... aku mohon mas, jangan marah lagi, aku sangat takut, dan asal kamu tahu, aku rasanya sakit,hiks ...hiks..hiks.."ujar Messi.
"maaf kan aku sayang, aku tadi terbawa emosi, dan aku minta jangan pernah kamu anggap rendah diri mu lagi, aku tidak ingin mendengar kan hal itu lagi, aku sangat mencintaimu, dan itulah kenapa alasan nya aku selalu ingin memiliki mu sayang aku tak pernah menganggap mu, seperti itu, aku sangat bahagia memiliki kalian bertiga saat ini"ujar Daniel.
"bagaimana dengan keluarga mu , anak-anak mu , jika mereka tau ayah mereka memiliki istri dan anak lainnya"ujar Messi.
"itu urusan ku, dengan mereka nanti, sayang jangan pernah pikirkan hal itu"ujar Daniel.
"mas, aku mohon lupakan aku, jangan rusak kebahagiaan mu"ujar Messi.
"Messi, harus berapa kali aku katakan, aku juga sangat bahagia bisa memiliki mu memiliki buah hati kita, dan aku tidak akan melakukan itu"ucap Daniel, tegas.
"baiklah, jika itu maumu, tapi aku sudah putuskan aku tidak akan pernah menerima apapun pemberian mu, dan aku akan tetap tinggal di sini"ujar Messi.
"Messi, aku laper"ujar Daniel, tidak ingin mendengar semua itu Daniel, akan berpura-pura, tuli saat ini.
"pergilah makan dulu "ujar Messi.
"temani aku"pinta Daniel.
"Messi, perlahan bangkit, dari ranjang nya, dibantu oleh suaminya itu, dia pun berjalan menuju meja makan,di rumah tersebut.
Messi, duduk, mengambil kan makan untuk Daniel, setelah itu dia menyiapkan segelas air putih di hadapan Daniel, pria itu menatap wajah istrinya itu.
__ADS_1
"kenapa bukan nya makan??"tanya Messi.
"aku tidak akan makan, jika kamu tidak makan"ujar Daniel.
"aku masih kenyang"ujar Messi, bohong, semenjak pagi tadi, Messi, tidak memiliki selera makan sedikit pun.
"a a a buka mulut mu"ujar Daniel,sambil menyodorkan sendok berisi makanan kehadapan Messi, terpaksa Messi, pun membuka mulut, dan menerima suapan dari Daniel.
"begitu lebih baik sayang"ujar Daniel.
setelah selesai makan mereka berdua pun kembali ke dalam kamar, mereka duduk berdua bersandar di kepala ranjang,tua itu yang masih terlihat kokoh.
"sayang besok kita kembali, ke Jakarta aku sudah membelikan mu rumah , dan kamu tidak perlu mengerjakan pekerjaan rumah tangga,disana sudah ada pelayan "ujar Daniel.
"mas aku mohon mengertilah"ujar Messi.
"aku tidak ingin ada penolakan"ujar Daniel.
Messi hanya menghela nafas, setelah itu dia membaringkan tubuhnya perlahan, dan tidur menyamping membelakangi Daniel.
"sayang, kemarilah"ucap Daniel, sambil berusaha membalikkan badan Messi.
Messi,kini memejamkan mata nya, lengan Daniel, menjadi pengganti bantal nya, Daniel, mendarat kecupan di kening dan puncak kepala istrinya itu.
hingga pagi menjelang Daniel, menelpon seseorang untuk mempersiapkan semua nya Daniel, akan kembali ke Jakarta saat ini juga, setelah semua siap, sementara waktu teguh yang kini menjadi asisten nya, untuk mengurus kafe miliknya,itu dan Daniel, pun meminta orang kepercayaan nya untuk menyiapkan helikopter, untuk kendaraan mereka menuju Jakarta.
Messi, menggenggam erat tangan suaminya itu sambil terus memanjatkan doa selama di perjalanan , sesampainya di rumah yang sangat mewah walaupun masih kalah mewah dari tempat tinggal Daniel, tapi rumah itu lebih dari cukup untuk Messi.
🌹💖💖💖🌹
Messi, saat ini sedang di antar Daniel, menuju kamar tidur utama nya, yang lumayan mewah saat ini dengan ranjang ukuran king size, Daniel, membawa istrinya itu untuk merebahkan diri nya, karena, Daniel,tau Messi , saat ini sangat lelah.
"mas ini terlalu berlebihan, aku tidak bisa terima ini semua"ujar Messi.
"gimana, aku terserah kamu pilih saja yang sesuai menurut mu"ujar Daniel, tapi Messi, terdiam tanpa kata.
"mas, aku tau kamu bohong,di Jakarta banyak rumah susun yang sederhana, dan itu sudah cukup untuk ku"ujar Messi.
"sayang, jangan pernah bermimpi aku akan mengizinkan mu, untuk tinggal di rumah susun , sampai kapan pun aku tak mengijinkan nya, terkecuali apartemen milik ku"ujar Daniel.
Messi, tidak berkata apa-apa lagi, saat ini dia benar-benar cape jika harus berdebat dengan Daniel,biar bagaimanapun dia tidak akan pernah menang.
setelah Messi, terlelap di siang hari menjelang sore itu, Daniel, menulis sebuah pesan di secarik kertas, dan menyiapkan itu di atas nakas, tepat di bawah gelas berisi segelas air putih, Daniel, pamit untuk pulang ke rumah nya.
💌"sayang , aku harus pulang, ke Mension, kamu tidak. apa-apa kan aku janji besok sebelum masuk kantor akan mampir"my husband,I love you more.
saat Messi, membacanya Messi, berderai air mata,ada sedikit rasa ngilu di hati nya saat ini jadi yang kedua ,itu rasanya sangat tidak enak, tapi ia hanya bisa pasrah, apa lagi, Messi saat ini tengah mengandung buah hati nya.
Messi, berjalan menuju pintu kamar mandi, dia hendak mandi, saat ini maklum saja Messi, selalu kegerahan setelah kehamilan nya kini.
Messi, berjalan menuju wal-k in closed, dia melihat begitu banyak deretan baju, yang ia tau tidak lah murah,baju yang di peruntukan untuk dirinya, saat ini dengan berbagai aksesoris dan peralatan wanita lain nya,tas branded, dan sepatu juga sandal yang tertata rapi di rak nya.
Messi , sempat termenung di sana, dia tidak menginginkan semua ini apa lagi menurut nya dia tidak berhak mendapatkan itu, entah kenapa hati nya selalu menolak kemewahan yang di berikan oleh Daniel.
sementara itu di kediaman Daniel, dia kini sedang berendam bareng istri nya Juli, mereka tampak begitu mesra, setelah melepaskan hasrat yang beberapa hari ini tidak bisa mereka berdua lakukan, Daniel, berkali-kali, mengecup bibir istri nya itu yang walaupun sudah berusia matang, kecantikan nya itu tidak pernah pudar, dengan uang apapun bisa di lakukan, berbeda dengan Messi, yang benar-benar, tidak pernah melakukan perawatan apa pun, untuk tubuh nya selama ini, wanita itu cantik alami.
Daniel, bergegas, membersihkan diri nya dengan guyuran air shower,di susul oleh Juli, yang kini memeluk nya erat.
"sayang belum puas kah"ujar Daniel.
"I Miss you so much"ucap Juli
__ADS_1
"Miss you to"ucap Daniel .
lain, Daniel,lain pula Sherly, saat ini dia tengah sibuk mengurus babby, nya, yang berusia delapan bulan, sedang aktif-aktifnya saat ini dia benar-benar, bahagia, dengan kehadiran sikecil yang kini tengah berada di hadapan nya, walaupun Devan, sudah hampir tiga Minggu tidak pulang, Sherly, mencoba untuk membiasakan diri, dia tau dirinya bukanlah prioritas utama, saat ini.
"David, sudah dulu main nya ya sayang, sebaiknya kamu mandi dan kita bobo siang"ujar Sherly.
"momm...momm.dadd"ucap nya tak jelas.
tapi Sherly, mengerti bocah itu merindukan ayah nya, celotehan tak jelas itu sering David, lontarkan maklum bayi seusianya .
"Daddy, ya Daddy sedang bekerja mencari uang untuk David,beli susu"ujar Sherly,bayi itu hanya tersenyum, mendengar penjelasan ibunya itu.
"ya tuhan,berilah aku kekuatan dan kesehatan serta umur panjang, agar bisa melihat nya tumbuh dengan baik, aku tidak bisa bayangkan setelah usia ku saat ini kalo aku menghadap mu lebih awal, siapa yang akan menjaga nya, apa dia akan baik-baik saja"ucap Sherly, lirih sambil mengusap air mata nya yang jatuh begitu saja.
Sherly, memandikan David, saat ini dengan telaten ia membersihkan tubuh putra nya itu, yang kini tengah anteng dengan bebek karet nya.
setelah selesai membersihkan David, Sherly, meminta pelayan menyiapkan susu di botol nya dan menjaga David, sampai dia selesai mandi, setelah itu Sherly , pergi menuju kamar mandi dan membersihkan diri lalu berganti pakaian, dan memberikan polesan pelembab wajah dan Makai lip bam di bibirnya itu setelah selesai dengan semua nya, Sherly, berbaring di ranjang bersama buah hati nya yang sudah terlelap setelah minum susu, yang hampir habis satu botol.
"sayang, mommy sangat menyayangi mu, muachh"ucap Sherly disertai kecupan lembut di puncak kepala putra nya itu.
David, tidak ubahnya,sang ayah dia memiliki wajah bak pinang dibelah dua, dengan Devan,sang ayah , dan hal itu tidak bisa di ragukan lagi, David adalah buah hati Devan dan Sherly, setelah sekian lama Devan di vonis mandul.
Devan, yang baru saja tiba di mension milik Jimi, mendiang kakek , mertua nya itu, saat ini dia langsung bergegas menuju kamar istrinya, itu karena dia sempat bertanya kepada pelayan Devan, langsung masuk dan mencium kedua nya, setelah menyimpan beberapa paper bag berisi oleh-oleh untuk anak dan istri nya itu.
"sayang aku pulang"bisik Devan , sambil mencium bibir Sherly, perlahan, Sherly, pun membuka mata nya, dia tersenyum pada Devan.
"kapan tiba?? putra mu sudah berhari-hari menanyakan mu, mungkin dia rindu dengan ayah nya"ujar Sherly, yang bangkit perlahan.
"aku baru pulang "ucap Devan.
"owh"ujar Sherly.
"apa hanya, putra kita yang rindu, pada Daddy, nya sementara mommy nya, tidak??"ujar Devan, pada Sherly.
"buat apa rindu dengan milik orang"ucap Sherly, yang langsung membuat Devan, terdiam.
Sherly, hanya ingin Devan,sadar dan bisa membagi waktu, setidaknya hanya untuk putra nya itu, dirinya tidak penting.
"apa maksud mu, sayang"ujar Devan.
"mas, aku hanya ingin, kamu bisa meluangkan waktu mu , untuk dia,itu jauh lebih penting dari pada keperdulian mu padaku, aku sadar aku bukan prioritas utama mu, tapi dia dia darah daging mu, setidaknya, tolong perhatikan dia mungkin untuk saat ini, aku masih bisa mendampingi nya, tapi entah sampai kapan, usia ku sudah tidak muda lagi, aku takut, jika nanti aku tidak ada, bagaimana nasibnya"ujar Sherly, yang kini berlari pergi menuju kamar mandi, dia tidak tahan menahan kesedihannya saat ini Sherly, menyalakan keran air agar Devan tidak mendengar tangis pilu nya saat ini, tapi tetap saja setelah keluar dari kamar mandi, Devan,tau Sherly,baru habis menangis.
"duduk lah, kita bisa bicara kan ini dengan baik, tanpa , harus menguras air mata"ujar Devan, dengan nada dingin, entah kenapa Devan, sudah banyak berubah akhir-akhir ini, dia bahkan sudah tidak pernah menghubungi nya, saat dia kembali ke Bandung.
"aku minta maaf jika selama ini aku terlalu memaksa kan kehendak ku, aku tau ini terasa menyakitkan, tapi aku harus berkata jujur, Sherly, aku menikah lagi, dengan adik ipar ku, dan saat ini dia tengah hamil muda,meski itu bukan lah darah daging ku, tapi aku di tuntut untuk bertanggung jawab, oleh mendiang istri ku, karena dia menjebak ku, saat istri ku sedang tidak berada di rumah, hingga istri ku terkena serangan jantung dan meninggal dunia, sebulan yang lalu, sebelum aku kembali ke mari"ucap Devan, yang langsung membuat Sherly, berdiri dan menjauh dari nya.
"Sherly, dengarkan aku, aku sudah berusaha untuk bersikap adil dengan kalian, aku mohon dengarkan aku sayang"ujar Devan.
"tidak Devan,tolong pergi dari sini sekarang juga, dan jangan pernah kembali lagi, mulai saat ini kita bercerai, aku tidak ingin dengar alasan apapun lagi"ujar Sherly, yang kini berdiri di depan pintu, dan membuka pintu lebar dia mengusir Devan, yang kini tengah menatap ke arah nya sambil berusaha untuk menyentuh nya.
"Sherly, bukan ini yang aku inginkan, jujur, aku sangat mencintaimu, aku tidak ingin kehilangan mu, aku menikahi nya, karena terpaksa aku mohon, berikan aku waktu untuk bisa melepaskan diri dari nya"ujar Devan
"aku sudah membebaskan mu, Devan, kurang apa lagi, mulai saat ini kamu bukan suami ku, dan kamu bisa hidup dengan nya dan anak kalian, jangan pernah mencari kami lagi pergi sekarang juga"ucap Sherly, yang mendorong Devan, keluar dari kamar nya, walaupun pria itu mati-matian menolak nya.
"sayang Sherly, dengarkan aku sayang, aku mohon jangan lakukan ini, aku mencintaimu dan putra kita, kalian satu-satunya harta berharga ku, aku mohon, buka pintu nya, Sherly,asal kamu tahu aku tidak akan pernah pergi ke mana pun, sebelum kamu memaafkan ku, dan kita bersama hidup bahagia"ujar Devan, yang kini berdiri di depan pintu kamar nya.
"pergilah aku tidak ingin melihat mu lagi, sudah cukup selama ini kesabaran ku, aku sudah tidak punya tenaga lagi, untuk menghadapi semua kelakuan mu,dan mulai sekarang kita bukan siapa-siapa lagi, aku tidak ingin melihat mu lagi, dan anggap saja semua tidak pernah terjadi.
Sherly, menangis pilu sambil bersandar di pintu, sementara Devan, masih berdiri menghadap pintu itu, dan saat ini Sherly, bangkit karena, putra nya David, menangis mungkin karena mendengar tangis ibunya.
"sayang cup cup cup.... jangan menangis kita akan baik-baik saja walaupun tanpa Daddy,di sini mommy, janji akan menjaga mu dengan sangat baik hingga akhir hayat mommy,tolong berhenti menangis ok sayang, David, sayang mommy, bukan"ujar Sherly, sambil menepuk-nepu punggung si kecil perlahan dalam gendongan nya.
__ADS_1
"Sherly, sayang aku mohon buka, dia merindukan ku, aku mohon, jangan buat putra kita sedih dengan semua ini"ujar Devan.